kisah persahabatan, cinta, keluarga dan masa lalu
Bagaimana akhir kisahsi kembar tiga?bisakah mereka bersatu lagi dalam satu keluarga?
Cerita ini kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul l LOVE YOU PAK POLISI
jangan lupa beri dukungannya pada Author dengan like, komen, vote dan follow juga ya ditunggu banget dukungannya😍😊 tekan favorit juga untuk novel ini.terimakasih untuk semua yang udah setia dukung Authornya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal kehancuran keluarga
Cinta yang melihat Angga nyuekin Arsya sampai Arsya menangis langsung menegur Angga
"Kamu ini kenapa sih, Arsya nangis pengen digendong kenapa kamu cuekin dia terus?"
"Dia bukan anakku"kata Angga dengan pancaran mata penuh emosi tanpa menatap Arsya dan Cinta
Kata-kata Angga itu membuat Cinta jadi sakit hati
"kamu jahat kak Angga, aku benci kamu,kamu pikir aku ini wanita seperti apa? sampai-sampai kamu tega tidak mau mengakui kalau Arsya ini benar-benar darah daging kamu, apa perlu kita mengadakan tes DNA untuk membuktikan kalau Arsya ini benar-benar anak kandung kamu?,apa kamu tega akan melakukan ini semua pada Arsya?"tanya Cinta dengan linangan air mata yang membasahi kedua pipinya sambil mengais Arsya
Tiba-tiba bel berbunyi pertanda ada seseorang yang berkunjung kerumah mereka. Angga lalu pergi untuk membukakan pintu rupanya ada kurir yang datang mengantarkan surat untuk Cinta.setelah kurir itu memberikan surat pada Angga dia pergi dan Angga membaca isi surat itu
"Cinta Aku benar-benar merindukan ketiga anak kembar kita, aku mohon ijinkan aku menemui mereka kalau kamu tak juga memberi kabar padaku aku akan datang langsung kerumahmu untuk menemui ketiga anak kembar kita"
Seketika darah Angga jadi naik keubun-ubun dia sudah tak bisa lagi menahan kemarahannya pada Cinta karena Cinta sudah menghianati pernikahan mereka. Angga lalu pergi kekamar dan mengemasi baju Cinta dan Arsya setelah itu dia melempar koper berisi baju Cinta dan Arsya pada Cinta
"Mulai detik ini saya talak kamu Cinta, Pergi kamu dari rumah saya, bawa juga anak haram kamu saya tidak mau melihat kalian lagi,saya akan urus semuanya kepengadilan agama nanti saya akan telepon kamu untuk masalah perceraian kita"kata Angga dengan nada suara tinggi
Mendengar itu Cinta serasa mendengar suara petir disiang bolong, hatinya hancur sehancur-hancurnya dia tak percaya kalau Angga tega menceraikannya disaat Cinta lagi sedih karena kehilangan dua anak kembarnya. Cinta jadi sangat sedih, kecewa dan sangat marah karena Angga langsung saja percaya pada fitnah yang ditimpakan pada dirinya tanpa menyelidiki dulu kebenarannya.Bu Rani yang melihat dan mendengar pertengkaran mereka lalu menghalangi Cinta agar dia tidak pergi
"Cinta jangan pergi,ibu percaya kamu tidak pernah mengkhianati Angga, Angga hanya digelapkan oleh emosinya jadi ibu mohon jangan dimasukan kehati dan kamu juga jangan pergi ibu mohon Cinta"bujuk Bu Rani
Cinta yang menggendong Arsya lalu menatap wajah bu Rani dengan sedih kemudian dia juga menatap wajah Angga yang terus memalingkan wajahnya berharap Angga menarik kembali kata-katanya dan menahannya untuk tidak pergi. tapi ternyata Angga tetap pada pendiriannya tak sepatah kata pun yang terucap untuk menghalangi Cinta. itu membuat hati cinta makin sakit akhirnya Cinta pergi dari rumah itu dengan membawa Arsya
Satu Bulan kemudian,Angga dan Cinta resmi bercerai kini Cinta harus membesarkan Arsya sendirian karena setelah perceraiannya dengan Angga dia tak punya siapa-siapa lagi. Untuk melupakan rasa sakit hatinya atas kehilangan kedua anak kembarnya dan perceraiannya dikala hidupnya sedang berada dibawah,Cinta memutuskan untuk pergi sejauh mungkin dan memulai kehidupannya yang baru dimalaysia
Karena disana tinggallah Sasya sahabatnya ketika dia kuliah dulu dan karena cuma Sasya saja yang menguatkan Cinta untuk terus melanjutkan hidupnya demi Arsya yang masih kecil. Satu bulan setelah percerai itu ternyata Angga yang sebenarnya masih Cinta dan sayang sama Cinta mulai menyesali atas perbuatannya pada cinta yang langsung menghakimi tanpa mencari fakta yang sebenarnya
Seribu penyesalan pada dirinya tak bisa membuat Cinta kembali padanya karena sekarang Angga tak tau dimana keberadaan Cinta dan Arsya, nomor telepon dan sosmednya Cinta sudah tak bisa dihubungi lagi karena Cinta sudah memblokirnya dan mengganti semuanya dengan yang baru dan yang pasti Angga tak akan pernah bisa menghubungi lagi karena namanya sudah diganti dengan nama yang tak akan bisa ditebak oleh Angga
Disuatu hari ketika Angga bersama briptu yogi akan menghadiri acara pernikahan teman seprofesinya tanpa memakai baju seragam polisinya, mereka melewati lampu merah dan menunggu lampunya berubah jadi hijau. saat lampunya masih merah para pengemis jalanan langsung menyerbu kendaraan untuk mengumpulkan recehan dari para pengendara kendaraan
Tiba-tiba kaca jendela mobil dekat Angga diketuk oleh dua pengemis jalanan yang satu ibu-ibu dan yang satu anak kecil. Angga lalu menurunkan kaca mobilnya tanpa melihat pengemis itu.setelah pengemis itu dikasih uang dan pergi tanpa sengaja Angga melihat kaca sepion mobilnya dan terlihat bayangan dua pengemis yang tadi meminta uang pada Angga sedang meminta uang pada kendaraan yang ada dibelakang mobil yang Angga naikki
Betapa kagetnya Angga ketika melihat Anak kecil itu, dia langsung turun dari mobil dan menghampiri anak kecil itu untuk memastikan kalau dia benar-benar Arsel
"Arsel,ini beneran kamu sayang?ini papa nak papa cari kamu kemana-mana kenapa kamu jadi kaya gini"
Meski pun Arsel masih kecil tapi dia masih mengingat wajah papanya dan ketika Angga memanggil dirinya dengan sebutan Papa, Arsel langsung menangis dan memeluk Angga
"Hey,, mas dia anak saya kenapa anda mengaku-ngaku kalau dia anak anda?"tanya ibu-ibu yang membawa Arsel mengemis
Angga yang tadi jongkok karena memeluk Arsel lalu berdiri dan menatap ibu-ibu itu sambil berkata dengan tegas
"Dia ini anak saya namanya Arsel trisatya, dia punya tanda lahir diatas lutut sebelah kiri, dia hilang ketika kami sedang mengadakan pesta ulang tahun ditaman beberapa bulan yang lalu, anda pasti menculik dia kan?"tanya Angga
"Enak aja pasang tuduh saya tidak menculik dia"Ibu itu sewot
"Saya seorang polisi jika ibu berbohong saya bisa menangkap ibu dan memenjarakan ibu"kata Angga sambil menunjukan kartu identitas polisinya
Melihat itu ibu itu jadi ketakutan dia langsung pergi begitu aja dan meninggalkan anak kecil itu. Angga lalu segera menitipkan Arsel pada Yogi kemudian dia berlari mengejar ibu itu. Setelah lampu berubah merah Yogi mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya dan mengejar Angga sambil menggendong Arsel.
Tak butuh waktu lama untuk mengejar ibu itu setelah dekat Angga lalu menangkap ibu itu dan mengintrogasinya.
"Katakan sama saya ibu menemukan Arsel anak kecil yang ibu bawa mengemis itu dimana?Arsyi saudara kembar perempuan Arsel ada dimana?"desak Angga sambil memegangi kedua tangan ibu itu
"Ampun pak polisi saya tidak tahu apa-apa, saya cuma menyewa anak kecil itu untuk ikut mengemis sama saya agar banyak orang yang simpati pada kami"
"Disewa?! Astagfirullahaladzim ibu pikir anak itu barang pake disewa segala?"
"Ampun pak jangan tangkap saya ampun tolong lepaskan saya"
"Siapa yang menyewakan Arsel pada ibu? bawa saya ke orang itu"
"Iya pak, namanya bang Barong dia preman dikawasan ini"
"Ayo cepat tunjukan tempat dia pada saya"pinta Angga
Kemudian Angga dibawa ke markas Barong dan para anak jalanan. setelah Angga sampai ditempat itu tak lama Yogi dan beberapa polisi yang sedang tugas datang dan mengepung markas barong. para anak-anak jalanan itu berhamburan mencoba melarikan diri tapi ada sebagian yang tertangkap oleh polisi begitu pula dengan Barong dan zeck mereka tak sempat melarikan diri karena tak ada peringatan dan pertanda kalau polisi akan mengepung markas mereka
"Heh! Barong dimana kau menemukan Arsel anak saya? lalu saudara kembar perempuan Arsel dimana?"tanya Angga sambil memegangi kerah baju Barong
"Saya tidak tahu yang anda maksud itu anak yang mana?"
"Brengsek lo,jangan bohong katakan Arsyi dimana?"desak Angga hampir meninju Barong namun dicegah oleh yogi yang waktu itu masih menggendong Arsel
"Jangan ga, kamu tidak boleh menyelesaikan masalah dengan kekerasan bisa-bisa kamu yang dijebloskan kepenjara"
Angga lalu mencoba menenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam kemudian dia bertanya lagi pada Barong setelah emosinya sedikit mereda
"Ini anak ini yang anda culik dimana saudara kembarnya cepat katakan?"kata Angga sambil menunjuk pada Arsel
"Saya tidak tahu saya cuma menculik anak ini saja saudara kembarnya saya tinggalkan karena ada ibu-ibu yang memanggilnya"jawab Barong
Angga lalu meminta Barong menceritakan detail peristiwa penculikan itu. setelah barong bercerita Angga terkulai lemas karena sedih sebab dia tak bisa menemukan Arsyi.setelah itu Barong dan zeck dipenjara karena kasus penculikan Arsel.Angga lalu membawa pulang Arsel betapa senangnya bu Rani dan pak yoga atas kembalinya cucu mereka itu artinya jasad kedua bocah yang mereka kuburkan itu bukanlah Arsel dan Arsyi.
Meski pun Arsel sudah ditemukan karena hasutan orang yang sudah memfitnah Cinta membuat Angga masih penasaran dan ragu dengan kejelasan tentang papa biologis Arsya, Arsyi dan Arsel akhirnya Angga mengadakan tes DNA pada Arsel, jika dia memang anak kandung Angga otomatis Arsya dan Arsyi pun pasti darah daging Angga karena mereka bertiga kembar dan lahir dihari yang sama.
Saat hasil tes keluar Angga dan kedua orang tuanya sangat cemas dan gelisah dengan hasil tes itu.tak lama dokter pun memberikan hasil tes nya dan disana dinyatakan dengan jelas kalau Arsel itu Anak kandungnya Angga. betapa sedihnya Angga karena dia telah menghakimi Cinta tanpa mencari kebenarannya dulu dan dia langsung percaya begitu saja dengan hasutan orang yang memfitnah Cinta
Angga akhirnya sangat menyesali perbuatannya pada Cinta dia lalu mencari Cinta dan Arsya karena ingin kembali rujuk dan membawa mereka tinggal bersama lagi namun sampai beberapa bulan pencarian Arsya dan Cinta tak ditemukan juga.itu membuat Angga semakin sedih karena perasaan bersalah yang selalu menghantuinya ditambah saat masalah itu terjadi kondisi bu Rani semakin hari semakin buruk dia dirawat dirumah sakit karena penyakitnya yang kronis yang disebabkan oleh banyak pikiran karena terus memikirkan menantu dan cucu-cucunya yang ntah ada dimana?
Bu Rani yang tak kuat lagi melawan penyakitnya akhirnya meninggal dunia. Setelah 3 bulan meninggalnya bu Rani Angga dan Arsel pergi ke Amerika dan tinggal LA untuk melupakan kesedihannya atas masalah yang bertubi-tubi menimpa mereka
like n favorit buat karyamu thor
mampir ya "Tambatan Hati Ceo Tampan "
atau "Akibat Nikah Muda. "
like♥️
like...♥️♥️☺️
salam dari
Gadis tiga karakter
salam dari
Gadis Tiga Karakter
semangaat...
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER