Kematian kakaknya membuat Ayu memiliki hubungan percintaan dengan Angga, polisi tampan yang bertugas mengungkap kasus kematian tersebut, Herman sahabat sekaligus teman kuliah yang telah lama mencintai Ayu ternyata adalah anak dari suami almarhum kakak, apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Ayu dan Herman, mungkinkah hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik setelah mereka tahu latar belakang masing masing, bisakah Angga mengungkap pembunuh kakak Ayu yang sesungguhnya ikuti kisah Ayu, Herman dan Angga dalam kisah mawar kali ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Robbiyana Widiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ungkapan perasaan herman
Dalam pandangan Herman, Ayu adalah gadis yang polos, sangat cantik dan menarik dengan kesederhanaannya.Sudah sekian lama Herman menyimpan perasaan cinta untuknya, Karena dia mrlihat Ayu tidak tertarik untuk menjalin hubungan percintaan selama masih belum menyelesaikan kuliahnya. Dan kini waktunya sudah tepat bagi Herman jika dia ingin mengungkapkan perasaannya.
" Yu...bolehkah aku bicara agak serius kali ini ?" tanya Herrman
Ayu melihat sekilas wajah Herman, dia kembali melanjutkan makannya sambil berkata
" Boleh, bicaralah..sepertinya sangat penting, ada apa?" tanya Ayu tanpa menghentikan kegiatan makannya
" Yu, sudah lama aku menyukaimu. Bahkan sebelum mengenal kamu secara dekatpun aku sudah sangatbmenyukaimu, maukah kamu jadi kekasihku?" tanya Herman langsung pada intinya.
Ayu sangat kaget mendengar perkataan Herman sampai matanya melotot, dia tersedak dan terbatuk batuk cukup lama, wajahnya tampak merah menahan rasa sakit karena tersedak makanannya. Herman membantunya menepuk punggung Ayu pelan pelan dan menyodorkan minuman pada Ayu untuk meredakan batuknya.
" Sampai segitunya kamu kaget Yu...
kenapa?" tanya Herman menahan debaran jantungnya takut Ayu akan memarahinya.
" Kamu nggak kira kira Her...bercandanya, aku bisa mati kesedak lo ini tadi." jawab Ayu
" Husss...kalau ngomong yang bener Yu, jangan nakut nakutin aku lah." kata Herman pelan
" Makanya kamu kalau ngomong yang bener dong, orang lagi makan diajak bercanda, mana candaanmu garing gitu, tak ada manis manisnya." jawab Ayu
" Bercanda bagaimana? aku serius Yu....aku cinta sama kamu, masa kamu nggak ngerti, nggak ngerasa gitu?" tanya Herman cepat. Kepalang tanggung sepertinya Ayu tidak ingin suasananya terlalu serius.
" Herman...aku sudah menganggap kamu dan Shinta adalah sahabatnya, kerabatku, dan keluargaku, gak mungkinlah kita tiba tiba berubah status." jawab Ayu sambil menatap Herman tidak percaya
" Kenapa tidak mungkin? kamu perempuan aku laki laki dan kita sama sama bebas, dimananya yang tidak mungkin? " tanya Herman
" Perasaan herman...perasaan.aku sdh terbiasa menganggapmu sebagai teman, akan sangat aneh jika tiba tiba berubah menjadi kekasih, bisa kamu bayangkan tiba tiba aku marah sama kamu karena cemburu?..oh...sangat tidak lucu Herman." jawab Ayu
" Apakah tidak ada sedikitpun perasaan cintamu untukku Yu?" tanya Herman tidak percaya akan penolakan Ayu.
" Cinta sebagai seorang teman dan saudara ada buanyakkk, tapi cinta sebagai perempuan terhadap laki laki, tidak ada." jawab Ayu tegas.
" Memang kamu tahu bedanya?" tanya Herman sambil memandang Ayu tidak percaya.
" Ya tahulah...kamu pikir aku tidak normal? aku pernah jatuh cinta, tapi aku memutuskan untuk melupakannya." jawab Ayu
" Kenapa?"
" Saat Itu aku tidak ingin cintaku terlalu menguasainya, membuat dia tidak bisa bebas meraih mimpinya, lagipula saat Itu aku masih belum dewasa." jawab Ayu
" Cinta monyet?" tanya Herman sambil tersenyum lucu
" Entahlah, mungkin monyet mungkin juga kingkong, aku nggak tahu yang jelas setelah Itu aku tidak pernah merasakan perasaan yang seperti itu lagi.
" Perasaanmu waktu Itu bagaimana?"tanya Herman sambil mengerlingkan matanya sambil tersenyum menggoda Ayu. Ayu hanya melempar tissue yang ada di tangannya untuk menutupi rasa malunya, tapi pipinya yang merona sempat terlihat Herman. Herman kembali menggoda Ayu
" cieee..cieeee ada yang malu malu kucing .." goda Herman semakin berani
" Apaan sih Her..siapa yang malu?" sahut Ayu jengah
" gimana waktu itu perasaanmu? kamu belum jawab lo."
" Ya begitulah..nggak usah ditanya lagi, deg degan gak jelas, kangen pingin ketemu terus, baru di tegur aja rasanya sudah kaya pemilik dunia, apalagi sampai duduk bareng, jalan bareng..senengnyaaaaa gak ketulungan." jawab Ayu sambil senyum malu
" Tapi sempat jadian gak?" tanya Herman
konflik antara Anya - Wira - William yg asli dan bener tuh gimana. Trs Wira bilang "Anya itu perempuan ular" , itu jg ga dijelasin lebih detail ularnya dimana.
trs Wira bilang "kalau ttd berkas, jgn pas terburu-buru. Jgn mudah percaya sama siapapun meski asisten pribadimu sendiri" itu jg ga dijelasin gimananya :(
Trs Wira kok tiba2 meninggal tuh gimana
huhh masih ganjel bgtt :(