NovelToon NovelToon
WANITA SAMARAN UNTUK CEO

WANITA SAMARAN UNTUK CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pengganti / Tamat
Popularitas:19.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Demi pergi bersama selingkuhannya seorang wanita bernama Camila tega menempatkan saudari kembarnya bernama Camelia disisi suaminya bernama Dion. Camila lebih memilih pria selingkuhannya lantaran Dion selalu saja bersikap kasar dan menyiksanya saat sedang kesal kepadanya.

Malam pertama ketika Camelia berada di kediaman Dion, semua pelayan merasakan sesuatu yang janggal pada sikap Camelia yang mereka anggap adalah Camila. Tentu saja karena Camelia dan Camila memiliki sikap yang sangat bertolak belakang, lagipula tidak ada yang mengetahui bahwa Camelia dan Camila adalah saudari kembar termasuk Dion.

Bagaimana hari-hari yang akan dijalani Camelia sebagai wanita samaran untuk Dion?
Apakah Camelia bisa menempatkan dirinya sebagai Camila tanpa sepengetahuan Dion?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merenggut hal yang paling berharga

Dion kembali menyergap tubuh Camelia sehingga Camelia tidak bisa bergerak serta tak mampu melakukan apapun.

"Jangaaann!" jerit Camelia.

Cuuupp...

Bibir Camelia pun tak bisa lagi berucap lantaran Dion kembali menciumnya dengan paksa. Tenaga Camelia seakan habis saat ia ingin terus berontak serta menolak apa yang Dion lakukan padanya. Dion menyeringai ketika mengetahui bahwa kali itu adalah pengalaman pertama bagi Camelia. Usai merenggut hal yang paling berharga milik Camelia, Dion dengan santainya duduk bersandar sembari menghembuskan asap rokok yang terselip di sela jarinya. Rintihan tangis Camelia pun terdengar di telinganya yang membuat Dion seakan kesal.

"Apa kau bisa diam, wanita!" gerutu Dion kesal dan menjuluki Camelia wanita lantaran tidak tau siapa nama asli dari wanita yang menyamar menjadi sosok istrinya tersebut.

Mendengar gerutuan Dion barusan, membuat Camelia tersulut emosi dan berbalik sembari menatap murka padanya.

"Apa? Kau ingin marah, hah?" ucap Dion seolah menantang Camelia.

"Kau pria jahat!!!" pekik Camelia dengan kesal memukuli Dion dengan guling secara bertubi-tubi.

Baaakk....bbuukk....baaakk...bbuukkk...

Dion sibuk menangkis segala serangan Camelia untuknya.

"Hei, hentikan!!!" teriak Dion.

"Lebih baik pria sepertimu mati saja!!! Kau pria jahat ... kau pria tidak tau malu!!!" pekik Camelia terus memukuli Dion dengan guling.

Dion berhasil menangkap guling tersebut dan mulailah terjadi aksi saling tarik menarik antara dirinya dan juga Camelia sambil terus beradu mulut.

"Apa kau bilang? Aku pria jahat!" teriak Dion tak terima dijuluki seperti itu oleh Camelia.

"Iya! Kau pria jahat yang tidak tau malu!" pekik Camelia sambil terus tarik menarik guling yang sebenarnya tak memiliki salah apapun pada mereka berdua.

Author speaking : kasihan banget si guling....

"Heh, kalau tuduhanmu itu benar bahwa aku benar-benar seorang pria yang jahat, maka silahkan telepon polisi dan penjarakan aku kalau kau bisa!" ucap Dion sembari tersenyum licik pada Camelia.

Camelia lalu melepaskan guling itu dan turun dari atas ranjang itu dengan berbalut selimut untuk mencari ponselnya yang entah ia letakkan dimana.

"Aku akan segera menghubungi polisi dan memenjarakan pria gila sepertimu!" gerutu Camelia sembari sibuk mencari-cari ponselnya.

Dion memeluk bantal guling itu dan kembali duduk bersandar di sisi ranjang sambil menyunggingkan senyuman tipis dibibirnya.

"Apa kau ingin menghubungi polisi? Ini gunakan saja ponselku! Dirumah ini juga banyak telepon yang bisa kau gunakan untuk menghubungi polisi." kata Dion sembari memberikan ponselnya dengan santai kepada Camelia.

Camelia tak memperdulikannya dan terus sibuk mencari ponsel baru yang diberikan Camila kepadanya.

"Hei, wanita! Kenapa kau sangat keras kepala? Ayo pakai saja ponselku ini dan cepat hubungi polisi ... aku ingin lihat apakah polisi bisa menangkap seorang suami yang hanya ingin memberikan nafkah batin pada istrinya, hehehe." ucap Dion lagi membuat Camelia tersadar bahwa dirinya sedang menyamar menjadi istri Dion.

"Sialan! Mana mungkin polisi akan percaya dengan ku! Disini aku adalah istri dari monster menyebalkan itu! Mana ada hukuman bagi suami melakukan hal itu pada istrinya, lagipula aku akan menjadi bahan tertawaan seisi dunia bila aku benar-benar melaporkannya pada polisi nanti." gerutu Camelia dalam hatinya sembari melirik kearah Dion yang tampak menyeringai dengan lebar sambil menaik turunkan kedua alis matanya.

"Heemmpp!!! Dasar pria menyebalkan!" gerutu Camelia lagi sembari memalingkan wajahnya dengan kesal.

Dion lantas mematikan api rokoknya pada asbak kaca lalu turun dari atas ranjang itu. Ia melangkah mendekati Camelia dan hendak memeluknya dari belakang. namun dengan sigap Camelia sontak berbalik lalu mundur dengan langkah cepat.

"Jangan dekat-dekat dengan ku ... atau aku akan berteriak!" ancam Camelia.

"Berteriak sampai suaramu habis pun semua pelayan yang ada di rumah ini tidak akan bisa menyelamatkanmu dariku karena di rumah ini akulah penguasanya, hehehe." ucap Dion terus melangkah mendekati Camelia dengan kondisi tubuh yang tanpa mengenakan sehelai benang pun.

Camelia semakin gemetaran saat melihat Dion yang tidak mengenakan apapun dihadapannya.

"Bisakah kau mengenakan sesuatu untuk menutupi tubuhmu itu, hah???" pekik Camelia dengan wajahnya yang sangat memerah.

"Kalau aku bilang tidak mau ... kau mau apa? Apa kau ingin aku melakukannya lagi, hah? Hehehehe." ucap Dion tetap saja melangkah menghampiri Camelia yang sudah terpojok di dinding kamar.

Seakan tidak bisa lari kemanapun, Camelia pun mengambil langkah yang membuat Dion menyesali perbuatannya. Semakin mendekat, Dion semakin merasa puas saat melihat wajah panik serta ketakutan Camelia yang terpojok di dinding kamar.

"Aku bilang jangan mendekat!" pekik Camelia lagi seolah mengancamnya.

"Aku tidak mau!" seru Dion sembari hendak menyergap tubuh Camelia.

"Aarrgghh!!!" pekik Camelia seraya menendang senjata pamungkas milik Dion dengan tendangan kakiknya.

Bbuuuukkk....

"Uuugghh ... masa depan ku!." Dion tak bisa berkata apa-apa lagi selain menyesali perbuataanya yang hanya ingin menakut-nakuti Camelia untuk bersenang-senang.

"Mammmppuss!!! Kalau perlu pecah saja sekalian!!!" ujar Camelia sembari melotot melihat Dion tengah berlutut serta meringkuk kesakitan.

Camelia lantas berlari menghampiri pintu kamar dan membukanya. Ia melangkah keluar dari kamar hanya dengan mengenakan balutan selimut yang menutupi tubuhnya. Sementara Dion masih meringkuk kesakitan di dalam kamarnya. Camelia berlari menuruni anak tangga dan ingin segera keluar dari rumah itu, namun saat baru saja tiba di lantai bawah Fara dan Bella serta Adrian menghampirinya.

"Nyonya, ada apa?" tanya Fara.

"Monster itu sangat jahat!!!" pekik Camelia kesal terhadap majikan mereka.

"Hah? Monster? Jahat?" seru ketiganya tampak kaget sekaligus bingung.

"Aku mau pulang ... aku tidak mau tinggal bersama pria gila itu!" ucap Camelia sibuk mencari pintu keluar rumah tersebut.

"Nyonya, tenanglah!" ucap Bella pada Camelia.

"Wanitttaaa!!! Mau kemana kau, hah???" teriak Dion dari lantai atas meneriaki Camelia.

Semuanya pun menoleh keatas dan melihat Dion ynga hanya mengenakan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Sementara Camelia tetap tak perduli dan sibuk berlari kesana kemari untuk mencari pintu agar bisa keluar dari kediaman Dion secepat mungkin.

"Sialan!!! Dimana pintu keluarnya??? Aaarrgghhh!!!" pekik Camelia akhirnya kesal sendiri lantaran tak menemukan pintu keluar rumah yang baru saja ia masuki itu.

Dion melangkah dengan terburu-buru dan menuruni anak tangga, sementara itu Fara, Adrian dan juga Bella serta pelayan lainnya yang ada di rumah tampak tercengang melihat majikannya sibuk mengejar-ngejar Camelia. Tentu saja pemandangan tersebut tidak pernah mereka lihat lantaran sikap Dion selama ini selalu tegas dan dingin kepada semua pelayannya.

"Tutup semua pintu ... jangan sampai dia kabur dari rumah ini!" seru Dion pada semua pelayannya.

Semua pelayan bukannya melakukan apa yang Dion perintahkan, mereka malah tercengang sekaligus bingung dengan apa yang di perintahkan majikannya tersebut.

"Apa lagi yang kalian tunggu, hah???" teriak Dion hingga suaranya menggema di kediamannya tersebut.

Semua pelayan pun kocar-kacir melakukan apa yang diperintahkan Dion. Saat Camelia akhirnya menemukan pintu keluarnya, tiba-tiba saja selimut yang ia kenakan untuk menutupi tubuhnya di tarik oleh Dion dari belakang. Camelia pun menoleh dan melihat senyuman menjengkelkan yang Dion lemparkan padanya.

"Kau ingin kabur kemana, istriku? Hehehehe ...." ucap Dion sembari terkekeh dan langsung menyeret Camelia kembali ke kamarnya.

"Lepaskan aku!!! Dasar kau monster jahat!!!" pekik Camelia berusaha berontak saat Dion menyeretnya.

"Kita akan buat bayi yang banyak, hahahaha ...." ucap Dion sembari tertawa jahat.

"Aku tidak mau!!!" pekik Camelia lagi.

Tanpa mau melepaskannya sedikitpun, Dion menyeret Camelia hingga masuk kembali ke dalam kamarnya. Sementara pelayan yang lainnya terdengar berseru kegirangan setelah mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh majikannya tersebut.

"Wah, sebentar lagi pasti akan ada tangisan bayi dirumah ini!" seru pelayan satunya.

"Iya! Tuan Dion dan nyonya Camila sedang berusaha keras untuk membuat bayi di kamar!" seru lainnya lagi.

"Haaaah, sudah bertahun-tahun aku menjadi orang kepercayaan tuan Dion dan baru kali ini aku melihat tingkahnya yang tak wajar seperti tadi! Tuan Dion mengejar-ngejar nyonya Camila ... Ya Tuhan, ada apa dengan dunia saat ini???" ucap Adrian seolah frustasi sendiri.

"Oh, migrain ku kumat lagi! Aku harus segera merebahkan kepalaku sejenak," ucap Fara yang juga ikutan frustasi melihat kehebohan kedua majikannya barusan.

"Heeemm??? Tuan Dion memanggil nyonya Camila dengan sebutan Wanita ... apa jangan-jangan tuan Dion menyadari kalau itu bukan nyonya Camila yang sebenarnya? Wah, aku harus menyelidiki hal menarik seperti ini!" gumam Bella dalam hatinya.

1
petronela naimnule
Kecewa
petronela naimnule
Buruk
Dg Nambung
Luar biasa
Mamah Anisah
seru
Winda Puspa Anggraeni
ok
siti yanti
Hadeeuuhh bang Navier yang pingsan mulu nih
Panjilah Panjilah
MMG best mantap
Ica Susanti
sayang boleh tapi otak dipake buat berpikir klu sudah begitu kan yg rugi siapa
siti yanti
baca ke 3 kalinya tak bosan2 juga,selalu aja kangen kesomplakan,kegesrekan dan kocaknya para penghuni ini novel eh bukan ci author yg benar hihi, lope lope looe sakebon lah bwt ci author tercintah emuuaach
siti yanti
hahahaha cara daddy Simon sayang sama anaknya agar segera dirilis calon cucu dan segera launcing
siti yanti
wakwakwakwakwakwak haduuh Adam kocak somplak abis calon pamud
siti yanti
Sampe sakit ni perut ketawa ngakak ngikik ngekek benar2 Lucas somplak bin gesrek abis
siti yanti
hehehehe Camila dapat lawan yang sepadan yaitu Lucas
siti yanti
Seteah Navier ada Lucas
Kevinasaputri Putri Vina
🤣🤣🤣🤣
❀∂я💞M͓̽O͓̽O͓̽N͓̽🅡🅐🅙🅐⒋ⷨ͢⚤
dibongkar sama lisa 🤣🤣🤣
❀∂я💞M͓̽O͓̽O͓̽N͓̽🅡🅐🅙🅐⒋ⷨ͢⚤
🤣🤣🤣
Sundari Sekariputi
ceritanya bgs thor 👍👍👍
chaaa
kocak bgt Camelia ini 🤣
chaaa
pantes Dion benci penghianatan. ternyata udh pernah d selingkuhi sblum nya sama mamanya Lisa.dan skrg sama si Camila..sebenar nya Dion ini baik kalau org itu setia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!