NovelToon NovelToon
JODOH SERUMAH

JODOH SERUMAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:992.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zur Rani

Kisah ini sekuel dari ABANG TENTARA, TEMBAK AKU!!!

Andra tumbuh bersama keluarga angkatnya yang tidak lain adalah sahabat dari mendiang bundanya. Andra juga memiliki seorang adik perempuan yang sangat manja bernama Lala.

Walaupun sering ditinggal tugas oleh ayah kandungnya, Andra tidak pernah kehilangan kasih sayang keluarga lengkap. Bersama orang tua angkatnya Andra dididik dengan kedisiplinan dari Andi sang papa angkat serta dari mama Rani, Andra didik dengan kejujuran serta berpikiran terbuka.

Andra besar dengan impian tinggi menjadi pengusaha dan berhasil mewujudkan impiannya setelah mewujudkan kuliah S2 di Singapura.

Akan tetapi huubungannya dengan sang adik tiba-tiba harus renggang karena status mereka tidak sedarah.

Bagaimana kisah Andra selanjutnya???

Happy Reading...🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesedihan...

Guratan kesedihan jelas tampak di wajah Rian saat kembali ke tempat acara. Dokter Agung dengan jelas menangkap kesedihan yang terpancar dari wajah patnernya. Rian sosok yang ramah dan sangat mudah bergaul. Dia salah satu dokter paling terkenal dikalangan pasien dan rekan kerja di rumah sakit.

"Kenapa?" Dokter Agung menepuk bahu temannya.

"Pelik Bang." Dokter Agung menatap heran mendengar jawaban Rian. Akhirnya Rian menceritakan semua yang Andi katakan padanya. Dokter Agung menghela nafasnya, sungguh rumit untuk mendekati apalagi menjalin hubungan rasanya tidak mungkin.

"Yang sabar mungkin dia bukan jodohmu, saya juga gak bisa ngasih ide lain, karena kita sebagai dokter tentu tau bagaimana keadaan gadis itu, dan keadaan seperti itu tidak bisa diprediksi kapan akan sembuh, karena hanya semangat dari si pasien itu sendiri yang menjadi obatnya."

"Iya bang, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi, waktunya disini cuma seminggu lagi, kalaupun ingin mendekati rasanya sangat susah, bahkan bicara sama saya saja tidak, saat saya ingin bersalaman juga tidak ditanggapi." Keluh Rian kembali.

"Secara mental, dia belum bisa menerima orang baru dihidupnya, jadi saran saya juga sama dengan orang tua gadis itu, carilah wanita lain yang pantas, lupakan dia!" Dokter Agung menepuk bahu Rian beberapa kali sebagai bentuk penguatan dan semangat untuk Rian.

Lala sendiri lebih menikmati waktunya disana dengan Andra kecil juga teman-temannya, sementara Rian hanya bisa menatap dari jauh. Menatap pesona seorang gadis dengan senyuman indah yang terukir dibibir manisnya sambil diam-diam merekam dengan ponselnya.

Sementara disebuah pondok, sepasang suami istri juga tengah saling menguatkan. Sebagai seorang ibu, Rani sangat bersedih dengan kehidupan anaknya saat ini. Dia juga terus berpikir suatu hari mereka akan tua dan tentu saja ajal juga menjemput, bagaimana meninggalkan Lala begitu saja tampa seorang pendamping. Tidak mungkin membebankan kehidupan putrinya pada Andra kelak. Suatu hari Andra juga akan bertemu jodohnya dan menikah.

Malam hari di rumah kecil pinggir pantai, Rani dan Andi sedang duduk bersama sambil menonton tv. Sementara Lala berbaring disamping ibunya dengan kepala diatas paha sang ibu, seperti itulah jika sudah malam. Andi akan memijat kaki putrinya, sementara Rani menggosok punggung anaknya.

"Dek, seminggu lagi kita akan pulang ke Samarinda lagi. Adek puas-puasin main sama teman-teman adek itu ya." Ucap Andi pada putrinya.

"Kenapa kita tidak tinggal disini aja? Pa."

Rani dan Andi saling menatap penuh arti. "Adek senang disini?" Tanya Rani yang hanya diangguki kepala oleh putrinya.

"Disini Adek banyak teman, Adek juga bisa main di pantai setiap hari, Adek suka disini." Jawab Lala.

"Ya sudah, tapi kita harus kembali dulu, Mama sama Papa harus urus surat-surat untuk kita pindah, lagian ini juga rumah kontrakan, kalo nanti kita pindah kemari, belum tentu dapat rumah ini lagi." Andi mencoba membuat Lala mengerti.

"Kenapa gak Papa beli aja rumah ini?" Andi menghela nafasnya sesaat. "Kalo dijual udaj Papa beli dari kemaren, masalahnya tidak dijual, gimana mau beli."

"Tapi Adek mau tinggal disini, Adek gak mau lihat rumah kita lagi, Adek gak mau lihat semua yang ada disana." Untuk pertama kalinya Lala meluapkan perasaannya.

"Ya sudah, besok Papa coba cari rumah yang tidak jauh dari sini gimana?" Tawar Andi.

"Boleh, yang penting Adek bisa lihat laut terus kapan aja bisa main di laut." Lala tampak antusias mendengar perkataan papanya.

Setelah Lala masuk ke kamarnya, Rani dan Andi duduk di pondok, sudah jadi kebiasaan jika mereka belum tidur, mereka menghabiskan waktu berdua di luar rumah di temani api unggun yang selalu Andi buat dengan alasan biar romantis."

"Abang benar mau cari rumah diderah sini? Adek ngeri, daerah ini kan paling parah tsunaminya terus ini juga sangat dekat dengan pantai, di Jepang tidak boleh buat rumah yang mendekati bibir pantai apalagi untuk daerah rawan bencana." Ucap Rani panjang lebar.

"Bilang aja takut, kenapa mesti bawa-bawa Jepang? Mereka udah lama kita usir." Ledek Andi pada istrinya.

"Abang ini kalo dibilangin gak percaya, makanya sesekali buka buku tentang bencana biar tau! Ini taunya cuma buka senjata masukin peluru."

"Tapi kamu suka kan?" Goda Andi kembali.

"Mama harus bersyukur Lala sudah mau mengeluarkan pendapatnya, semoga dengan kita tinggal disini psikisnya akan kembali membaik dan dia akan kembali seperti sebelumnya. Apa Adek gak mikir, kenapa dia seakan tidak mau lagi melihat Samarinda? Seakan-akan dia benci disana, apa yang sebenarnya apa di pikirannya, jujur saja Abang penasaran dengan pikirannya saat ini, lihat saja selama disini tingkahnya seperti menyamakan umurnya dengan anak-anak itu. Apa Adek gak merasa janggal dengan sikapnya?"

"Iya, Adek juga merasakan seperti yang Abang rasa, tapi kita bisa apa? Adek hanya berharap supaya dia bisa kembali seperti dulu, Adek rindu dengan tawa candanya, mulut cerewetnya."

"Apa Adek juga tidak rindu pada putra kita yang sampe sekarang gak ada kabarnya?" Tanya Andi.

"Dia sibuk Bang, biarkan dia bekerja karena itu membuatnya bahagia. Lagian Adek tau betul sistem kerja orang Korea yang sangat mengejar target, Adek cuma berharap Andra menjaga kesehatannya dengan baik disana, kita hanya bisa mendoakannya dari jauh.

Api unggun telah padam seiring habisnya kayu bakar, sepasang suami istri itupun memutuskan untuk tidur, berusaha melupakan sesaat rasa gundah dihati dengan semua kejadian yang sedang mereka hadapi.

Sementara di negara ginseng, seorang pemuda tampak kacau dengan kondisinya, bagaimana tidak beban pekerjaannya terlalu besar untuk di tanggung sendiri, hingga akhirnya dia tumbang dan berakhir di rumah sakit.

Kevin beserta beberapa temannya langsung datang dari Singapura begitu mendapat kabar tentang Andra yang dilarikan ke rumah sakit. Akhirnya, Kevin dan beberapa teman yang ikut menjenguk Andra harus rela menyelesaikan pekerjaan yang belum Andra selesaikan.

"Keluarga di Indonesia udah tau kau masuk rumah sakit, Ndra?" Tanya Kevin dengan jemari tangannya yang terus menari di atas komputer lipatnya.

"Tidak, lebih baik mereka gak tau, aku gak mau mereka khawatir, apalagi Mama dan Papaku, mereka tengah fokus merawat Lala, jangan sampai sakit aku membuat mereka tambah susah disana."

"Iya, cuma kalo kau sampai parah, setuju atau tidak, aku harus hubungi keluarga kamu disana, terus gimana keadaan Lala waktu kamu pulang kemaren?" Tanya Kevin kembali.

"Sejauh ini sudah banyak kemajuan, cuma bicara saja yang belum, kalo jalan sudah walaupun masih tertatih-tatih." Andra menatap kosong langit-langit ruang tempatnya dirawat saat ini, dia juga mengingat janji yang diucapkan pada adiknya sebelum berangkat ke Korea.

1
Lalu Awan
bikin novel TNI yg banyak Thor,aku suka
dina
cerita nya sangat bagus Thor. tapi sayang, disini keadaan ekonomi keluarga Kevin dan Erik diceritakan kayaraya, dan berasal dr luar negri,jadi kesannya mengada Ngada. seandainya Kevin dan Erik berasal dr keluarga biasa, atau orang Indonesia juga,akan lebih nyata cerita nya
Rina Puspasari Hardiawan
Ceritanya bagus pemilihan kata2nya ga bosenin
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Saif Wandy
Luar biasa
Vie ardila
keren
Intan Payung
kopi campur susu tooor
Intan Payung
apa ya cerita mira
Intan Payung
lanjut
Intan Payung
sukses slalu tooor
Intan Payung
lanjut tooor
Intan Payung
mantap lala
Intan Payung
kevin
Intan Payung
bahagia ny
Intan Payung
yg jomblo banyak "" berdoa y
Intan Payung
bahagia slalu y
Intan Payung
menuju halal u
Intan Payung
semangat
Intan Payung
semoga
Intan Payung
minta satu toor di dunia nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!