NovelToon NovelToon
OBSESSION OF THE SEVEN

OBSESSION OF THE SEVEN

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Harem
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.

Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.

Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.

Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jerat Hukum Rm (2)

Jika hari Sabtu bersama Jungkook adalah tentang penjara fisik, maka hari Minggu bersama Kim Rm adalah tentang eksekusi mati bagi identitas sipil Althea sebagai manusia bebas.

Rm tidak membutuhkan senjata taktis atau rantai logam; ia mengendalikan dunia menggunakan pena, kertas, dan otoritas hukum yang mutlak.

Minggu pagi bergulir dengan keheningan yang megah. Pukul delapan, dua orang pelayan wanita mengantarkan setelan blazer formal berwarna hitam dengan potongan sangat rapi ke paviliun kaca Althea.

Begitu Althea selesai berpakaian, pintu paviliun terbuka dan seorang pria paruh baya berjas yang Althea kenali sebagai pengacara utama Septem Foundation menuntunnya menuju ruang kerja utama Rm di lantai paling atas *mansion*.

Ruangan itu sangat luas, didominasi oleh rak buku jati yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit dan aroma kayu cendana yang berat. Di balik meja kerja mahoni raksasa, Rm duduk dengan tenang.

Ia mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga sesiku, kacamata berbingkai perak bertengger di hidungnya, dan sebuah pena bulu emas berada di jemarinya.

Di hadapannya, beberapa map kulit tebal berwarna merah darah berlogo perak Septem sudah terbuka rapi.

"Duduklah, Althea," suara Rm terdengar bariton, tenang, namun memiliki daya tekan yang membuat ruangan seolah kekurangan oksigen.

Althea duduk di kursi kulit di hadapan Rm, tangannya saling meremas di atas pangkuan. "Apa semua ini, Tuan Rm?"

Rm meletakkan penanya, lalu mendorong salah satu dokumen terbuka ke arah Althea.

"Ini adalah akhir dari pelarianmu, dan awal dari legitimasi keberadaan mu di sini. Dokumen-dokumen ini adalah akta adopsi legal, pengalihan hak perwalian penuh, dan yang paling penting...

" Rm mengetuk selembar kertas dengan cap hologram internasional, "...pernyataan kematian sipil mu di Prancis."

Napas Althea tercekat. "Apa?! Kematian sipil?!"

"Di mata hukum dunia, Althea yang bekerja di toko buku Saint-Malo telah dinyatakan tewas akibat kecelakaan tenggelam setahun yang lalu,

" Rm memajukan tubuhnya, menatap Althea dari balik kacamatanya dengan binar obsesi gila yang sangat dingin.

"Identitas lamamu sudah dihapus secara permanen dari sistem kependudukan mana pun. Kau tidak lagi memiliki paspor, nomor identitas, atau catatan sipil di luar sana. Kau tidak eksis di dunia luar."

Althea gemetar hebat, air matanya mulai mengalir tanpa bisa dibendung. "Kau gila... Kau menghapus hidupku!"

"Aku tidak menghapusnya, aku memperbaruinya," bantah Rm dengan nada yang sangat datar, seolah sedang membicarakan bisnis biasa. Ia menyodorkan pena emas ke tangan Althea yang bergetar.

"Tanda tangani berkas di bawah nama barumu: Althea Septem. Mulai hari ini, kau secara legal adalah aset suci, bagian dari keluarga inti yayasan ini. Hukum negara mana pun tidak akan bisa menjangkau mu, karena secara hukum, kau hanya ada jika kami mengizinkanmu ada."

Althea menatap pena di tangannya dengan rasa muak yang luar biasa.

"Bagaimana jika aku menolak? Kau bisa memaksaku menandatanganinya, tapi jiwaku tetap membencimu!"

Rm tidak marah. Ia justru mengulas senyuman miring yang sangat tipis, sebuah ekspresi dominasi mutlak yang mengerikan.

"Kau boleh membenciku sesukamu, Althea. Tapi jika kau tidak menandatanganinya hari ini...

" Rm mengambil sebuah remote kecil, menekannya, dan sebuah layar proyektor turun di dinding belakangnya, menampilkan siaran langsung toko buku tua di Prancis tempat Althea bekerja dulu. Di sana, terlihat beberapa pria berjas hitam sedang menyiramkan bensin di sekeliling toko tersebut.

"Wanita lansia pemilik toko itu sangat baik padamu selama setahun, bukan? Sayang sekali jika tempat kenanganmu itu harus rata dengan tanah beserta pemiliknya hanya karena kau keras kepala," bisik Rm, suaranya terdengar seperti malaikat maut.

Althea menatap layar itu dengan histeris. Ancaman Rm selalu presisi dan mematikan.

Dengan air mata yang mengaburkan pandangannya dan tangan yang bergetar hebat, Althea terpaksa menurunkan pena emas itu ke atas kertas, menggoreskan tanda tangannya di atas dokumen yang secara resmi membunuh kebebasannya di bawah hukum dunia.

SREK.

Rm mengambil kembali dokumen itu, memeriksa tanda tangan Althea dengan tatapan puas yang gila. Ia bangkit dari kursinya, berjalan memutari meja, lalu berdiri di belakang Althea. Tangannya yang besar mencengkeram bahu Althea, menguncinya di kursi.

"Selesai," Rm berbisik di dekat telinga Althea, sementara dari luar jendela ruang kerja, guntur hari Minggu menyambar membelah langit.

"Selamat datang di rumah yang sesungguhnya, Althea Septem. Fase pertama protokol kami telah lengkap. Kau sudah sepenuhnya menjadi milik kami secara fisik, mental, dan hukum."

Althea memejamkan mata, merasakan runtuhnya seluruh harapan pelariannya. Tujuh hari dalam seminggu kini telah bertransformasi menjadi jeruji besi yang sempurna.

Namun, di dalam kegelapan keputusasaannya, sebuah riak kemarahan baru mulai bergejolak di dalam dadanya. Jika ia tidak bisa lari dari luar, maka ia harus menghancurkan sangkar ini dari dalam.

 

Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!