zoeya, dia adalah mahasiswa miskin yg berkuliah di universitas empire state. suatu hari ia pergi ke perpustakaan terkenal dan terbesar di kotanya, yaitu CENTRAL INTERNATIONAL LIBRARY.
ia membaca buku catatan dan satu buku novel romansa yg bercerita tentang seorang bos terkaya yg dijodohkan dengan seorang wanita miskin yg cantik dan lumayan pintar, berprestasi dan banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai perlombaan antar negara, antar universitas, nasional maupun internasional, tapi karna dia dilahirkan dari keluarga miskin, orang yg berada disekitar nya sedikit tidak nyaman, bahkan keluarga suami, keluarga nya dan suami nya sendiri pun bersikap sama seperti orang luar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hazelnut_krim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#bab 22
Saat ke lima orang itu sampai di alun alun kota dengan satu mobil, elvina terus mengamati jalan bahkan menghafal jalan yg dilewati nya dengan cepat, ia juga terus mengamati bagian perumahan yg ada di alun alun kota besar itu, bi siti dan irene begitu pula pengawal yg melihat itu tak heran dengan perilaku elvina, karna memang elvina jarang keluar dari rumah jadi wajar saja kalau dia memang sangat bersemangat
"bi siti" panggil elvina, bi siti langsung menoleh
"iya ada apa non?" tanya bi siti yg terus memerhatikan elvina, elvina tak menoleh ke bi siti, dia hanya fokus pada penglihatan nya yg mengarah ke sepanjang alun alun kota
"mmmm mall itu di mana ya bi?" tanya elvina yg lalu menatap bi siti, bo siti segera menundukkan kepala nya
"nona mau ke mall?"
"iya, kata tante vina hari ini boleh jalan jalan ke mana pun yg vina mau, apa lagi tadi vina fi kasih kartu ini sama tante" ucap nya yg sangat antusias, mendengar itu bi siti dan irene terkekeh kecil, mereka juga merasa kalau seperti nya elvina akan berjalan jalan penuh dalam satu hari
"ehehehe, nona ini bener bener semangat ya" sahut irene, elvina hanya tersenyum manis pada nya
"nona mau ke mall yg mana?" tanya bi siti pada elvina, elvina tampak bingung, bia berpikir sejenak
"emang nya di sini ada berapa mall bi?" elvina dengan wajah penasaran yg sangat menggemaskan bagi bi siti dan irene
"di sini itu ada banyak mall non, bahkan nyonya besar juga punya butik terkenal loh" jelas bi siti
"wahh, menarik kaya nya. Kalau gitu vina mau ke sana" ucap vina, pengawal lucas yg mendengar itu langsung memutar balikkan mobil nya mengambil rute yg cepat
Setelah sampai di butik lyra, ternyata para pelayan di sana sudah tau kalau memang elvina bakal datang berkunjung, jadi mereka menyambut elvina dengan hangat, saat mereka melihat wajah elvina yg begitu cantik, imut dan menggemaskan bak anak kecil itu seketika terkejut, mereka pikir kalau elvina adalah bocah berusia 15 tahun yg memang di paksa menikah dengan lucas, tapi saat tau kalau elvina sudah berumur 20 tahun mereka tambah terkejut, ternyata memang wajah nya saja yg menggambarkan anak kecil imut menggemaskan dengan wajah cantik, kulit putih bersih, gigi rapih, pinggang ramping dan tinggi badan yg ideal saja, itu membuat orang orang orang di sana tertipu, jika diperhatikan lebih detail elvina memang dari keluarga miskin, tapi dia memiliki darah bangsawan yg kebanyakan orang tak tau, itulah sebab nya di akhir novel ia baru mengungkap identitas aslinya, dan itu sebab nya keluarga nya menutupi itu semua karna tak ingin orang lain tau jika keluarga nya dari awal memang sudah menjadi keluarga terpandang
"wahh wajah nona vina menipu banyak orang ya" ucap salah satu pegawai di sana
"iya ihh, gw jadi iri deh, gw kira tadi dia masih umur belasan, eh ternyata udah 20 an"
"lah iya kan, kalau itu gw, gw udah narik banyak perhatian banyak laki laki, bahkan kaya nya pesona gw kesebar di mana mana deh, enak nya jadi nona vina, udah di manja sama keluarga nya sendiri, eh ini di tambah di manjain pake banget di keluarga calon suami nya, beruntung banget ya" mereka yg terus mengobrol dengan lirih tentang elvina, elvina yg mencoba banyak baju merasa kalau semua nya memang selera nya, dan merasa ingin membeli semua nya, tapi ia berpikir kalau ia menghabiskan banyak uang di kartu itu, ia nanti nya akan bingung jika memang benar ia suatu saat di buang oleh keluarga frederick
'kalau gw habisin duit di kartu ini, kedepan nya gimana? Gw juga harus banyakin nabung dari sekarang kan, biar nanti nya hidup gw juga kejamin' pikir nya dalam hati
'oke, gw ambil yg memang gw suka aja' lanjut nya, ia lalu memilih beberapa baju yg ia rasa sangat ia suka dan menyuruh bi siti juga irene memegangi baju itu
"udah deh itu aja" ucap nya yg lalu diberikan pada pegawai di sana, pegawai itu langsung mengambil nya dan memberikan nya kembali pada elvina
"jadi total nya berapa?" tanya elvina pada salah satu pegawai yg berbaris di depan nya, semua pegawai saling bertatapan satu sama lain membuat elvina bingung
"eeee non, sebenernya kata bu lyra, kalau nona belanja di sini ga usah bayar, nona boleh ambil apa pun yg nona suka, dan boleh ambil berapa pun yg nona mau" ucap pegawai itu yg menundukkan kepala nya karna tak berani menatap mata elvina, meskipun wajah elvina mempunyai paras cantik dengan wajah simetris, tapi jika vina diam sambil menatap serius mata lawan bicara nya, mata nya bagaikan pisau yg siap memotong siapa pun di depan nya, tapi saat dia senang dan gembira, mata nya bagaikan malaikat yg sikap nya sangat hangat dan penyayang pada siapa pun di dekat nya
"jadi.... Maksud kamu..... Ini semua gratis buat saya?" tanya elvina yg tak percaya dengan ucapan pegawai itu, pegawai itu mengangguk mengiyakan pertanyaan elvina, elvina yg melihat itu langsung merasa sangat senang juga gembira
"i-ini beneran kan? Kalian ga bohong kan?" tanya elvina yg meyakinkan pendengaran nya kalau apa yg dia dengar itu benar atau salah
"iya non benar, ibu sendiri yg bilang ke kami tadi" jelas pegawai itu yg membuat elvina semakin senang
"aaaa bi siti, irene kalian denger kan? Vina bisa ambil baju sesuka vina" ucap elvina pada bi siti dan irene sambil menggoyangkan lengan mereka, bi siti dan irene hanya bisa mengangguk sambil tersenyum manis pada elvina
"jadi non, nona vina mau nambah baju atau segini aja?" tanya bi siti yg mengangkat bag berisi baju itu
"mmmm, vina mau nambah 2 aja, boleh kan?" tanya nya yg lalu menatap penuh harap pada pegawai itu sambil tersenyum manis
"tentu boleh donk non" sahut pegawai sambil mengacungkan jempol lalu mengedipkan sebelah mata nya pada elvina, elvina pun bertambah gembira, dengan penuh semangat ia lalu mengambil 2 baju yg sangat ia inginkan lalu memasukkan nya ke dalam bag yg berbeda dengan baju nya yg tadi
Setelah selesai mereka pun keluar dari butik dan berjalan menuju mobil, lalu setelah itu mobil melaju dengan kecepatan sedang sambil menunggu arahan dari elvina yg ingin pergi kemana setelah ini