Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.
Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.
Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.
Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C019: Evaluasi Bulanan Pertama Trainee Lucifer Entertaiment
...Selamat Baca...
Sore, pukul 16.30 WAZ
Tanggal: 21 April
Beberapa hari setelah menerima rekomendasi dari Sutradara Kim, Ethan akhirnya menerima naskah lengkap dan detail karakter untuk proyek drama baru tersebut.
Judul drama ini memiliki konsep yang sama menyedihkannya dengan Fake Love, yaitu berjudul "Fake Best Friend".
Ethan memanggil Daniel ke ruangannya untuk membahas detail ini.
"Daniel, dengar ini. Naskah untuk peran barumu sudah datang," kata Ethan sambil menyerahkan berkas tersebut.
"Benarkah? Terima kasih, Kak Ethan!" seru Daniel antusias lalu mulai membacanya dengan teliti.
DETAIL KARAKTER AZRIEL
•Nama Karakter: Azriel
•Usia: 14 Tahun
•Peran: Sahabat masa kecil pemeran utama pria.
ALUR CERITA:
Azriel adalah teman sejak kecil yang selalu setia menemani tokoh utama. Namun, saat masuk sekolah menengah, tokoh utama mulai berteman dengan kelompok baru yang lebih populer. Perlahan tapi pasti, tokoh utama mulai menjauh dan melupakan Azriel.
Di adegan yang diperankan Daniel, ada tiga momen penting dengan satu dialog kunci di setiap adegan:
1. Adegan 1: Saat mereka masih akrab bermain.
•Dialog Azriel: "Hei, tunggu aku! Kita akan selalu bersama kan?"
2. Adegan 2: Saat tokoh utama mulai mendekatkan diri dengan teman baru dan mengabaikan Azriel yang memanggilnya.
•Dialog Azriel: "Tunggu... kau mau pergi dengan mereka? Lalu bagaimana dengan aku?"
3. Adegan 3: Saat Azriel mencoba menghampiri, malah dia yang dihina dan diganggu oleh teman-teman baru tokoh utama tersebut, sementara sahabatnya hanya diam melihat.
•Dialog Azriel: "Kenapa... kenapa kau berubah menjadi seperti ini?"
Setelah adegan usia 14 tahun ini, cerita akan melompat ke masa depan 6 tahun kemudian.
Di bagian itu, akan diperankan oleh aktor lain yang menceritakan bahwa Azriel terbaring koma selama bertahun-tahun hingga akhirnya meninggal dunia, membuat tokoh utama menyesal seumur hidup.
"Jadi tugasmu Daniel, adalah menampilkan ekspresi kecewa, sedih, dan tersakiti di tiga adegan singkat itu."
"Kau harus bisa membuat penonton merasa iba dan marah pada tokoh utama karena sudah meninggalkanmu," jelas Ethan.
Daniel mengangguk mantap, matanya berbinar penuh semangat. "Mengerti, Kak Ethan! Peran ini sangat dalam ya."
"Aku akan berusaha menampilkan ekspresi wajah dan suara yang sesuai agar penonton bisa merasakan kesedihan Azriel."
"Bagus, latihlah dialog-dialog itu dengan baik. Syuting untuk adegan ini akan dilakukan minggu depan sebelum kita sibuk dengan acara Shine The Star," kata Ethan.
***
Malam Hari
Pukul 19.00 WAZ
Tanggal: 28 April
Hari yang dinanti akhirnya tiba. Waktu telah menunjukkan pukul 19.00 WAZ. Seluruh trainee, staf, hingga investor sudah berkumpul di aula utama Lucifer Entertainment.
Hari ini adalah hari EVALUASI BULANAN.
Suasana terasa sedikit tegang namun penuh semangat. Ini adalah momen penting untuk melihat perkembangan kemampuan dasar mereka sebagai calon idol dan artis.
Meskipun beberapa dari mereka sudah sibuk dengan jadwal pemotretan atau syuting, skill menyanyi, menari, dan berirama tetaplah prioritas utama.
Ethan, Arthur, Leonard, dan Levian duduk berjejer di meja penilaian sebagai juri.
"Baiklah, mari kita mulai," suara Ethan terdengar tegas.
"Ingat, pekerjaan model atau akting itu hanyalah ladang pengalaman dan promosi sementara."
"Fondasi utama kalian adalah musik dan panggung. Kali ini aku ingin melihat perkembangan kalian dalam Vokal, Dance, dan Rap."
Evan tampil pertama dengan membawakan lagu ballad yang penuh perasaan. Vokalnya sangat stabil dan kuat, menunjukkan kenapa dia adalah senior yang paling dihormati.
Dilanjutkan dengan gerakan tari yang tegas dan rap yang enak didengar.
•Penilaian: Sangat seimbang, siap untuk menjadi wakil pemimpin tim.
***
Meskipun baru saja selesai menjadi model untuk Luxuria Wear, Felix tidak membiarkan kemampuan menyanyinya menurun.
Hari ini dia tampil dengan vokal yang sangat jernih dan tinggi (high note yang memukau).
Untuk bagian tari, gerakannya elegan dan penuh karisma, serta kemampuan rapnya memiliki warna unik yang khas.
•Penilaian: Visual dan bakat berjalan seiring. Potensi besar sebagai pusat perhatian.
***
Leo yang juga baru saja menyelesaikan proyek Gadget Hub, membuktikan bahwa dia bukan hanya wajah tampan. Dia membawakan lagu dengan beat cepat dan sulit, menunjukkan kontrol napas yang luar biasa.
Bagian tariannya sangat kuat dan powerful, meski masih kurang beberapa tingkat. Tapi Vokalnya tetap tinggi, cepat, dan sulit khas idol grup yang konsepnya lebih kuat dan energik. Rapnya pun memiliki gaya tersendiri yang keren.
•Penilaian: cocok untuk Main Vocal, dan sangat cocok untuk Leader grup kedua yang akan datang nanti.
***
Xavier menunjukkan bakat menari dan menyanyi yang cukup unik, dan dia menyanyikan lagu buatannya sendiri. Itu menjadi nilai tambah untuk Xavier.
•Penilaian: bagus cocok untuk Lead Vocal dan Sub Dancer
***
Michael Volkov, awalnya dia masih belum lihai menari, tapi setelah latihan hanya dalam 2 minggu setelah lulus sekolah, dia mulai menguasainya. Di tambah Vokalnya yang bernada tinggi menambah nilainya.
•Penilaian: cocok dengan vokal nada tinggi
***
Selain menunjukkan kemampuan aktingnya seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Daniel juga menyanyikan sebuah lagu dengan suara yang sangat lembut dan emosional, cocok dengan citra dirinya yang lembut namun kuat hatinya.
•Penilaian: Berkembang sangat pesat, potensi akting dan vokal yang luar biasa.
***
Yang Lainnya, Mereka juga tidak kalah bersaing. Satu per satu menunjukkan peningkatan drastis.
Ada yang unggul di vokal, ada yang memukau dengan gerakan tari yang sulit, hingga yang punya gaya rap khas.
Semuanya berusaha menunjukkan posisi terbaik mereka untuk pembagian grup nanti.
***
Setelah semua selesai tampil, Ethan berdiri dengan wajah puas.
"Luar biasa... perkembangan kalian dalam satu bulan ini sangat mencengangkan," ucap Ethan bangga.
"Aku melihat usaha keras kalian semua. Felix, Leo, meskipun kalian sibuk dengan jadwal model, skill kalian tidak menurun malah makin tajam. Itu yang aku suka."
"Rencananya tetap berjalan. Grup pertama akan debut tahun depan, dan Grup kedua akan debut setengah tahun setelahnya. Jadi persaingan dan latihan akan makin berat mulai sekarang."
"Untuk evaluasi bulan ini, semua dinyatakan LULUS dan MEMUASKAN. Pertahankan prestasi ini!"
"WOO!!!" seru seluruh trainee serentak sambil bertepuk tangan gembira.
Malam evaluasi pun ditutup dengan semangat baru, siap menyambut bulan Mei yang akan menjadi bulan paling sibuk dan bersejarah bagi mereka.
"Baiklah, sebelum bubar mari kita pesta makan malam sederhana sebagai perayaan kelulusan kalian di Evaluasi Bulanan Pertama." Kata Ethan, menepuk tangannya untuk menarik perhatian semua orang.
Dengan saran itu semua orang langsung bersorak kembali, sebagai perayaan kelulusan mereka dalam Evaluasi Bulan
Pertama.
***
Pukul 23.44 Malam
Tanggal: 28 April
Lokasi: Mansion Pribadi Ethan
Setelah makan malam dan berpesta bersama atas kelulusan mereka, Ethan pulang ke Mansionnya. Lalu ia segera membersihkan diri, setelah itu dia mulai menyusun nama grup yang sudah dia pikirkan sejak lama.
Kelompok pertama untuk debut awal tahun depan, nama yang dia pikirkan adalah Vocal & Extreme X-perience. Dimana kalau disingkat akan menjadi VEX, maka grup pertama adalah VEX.
Lalu untuk anggotanya ada Evan Carter, Xavier Valentino, Lucas Elves, Adrian Louis, Felix Nalendra. Ethan terus menulis nama kelompok VEX dengan pulpennya.
Kemudian menulis grup kedua, yang kurang satu orang lagi. Ethan menulis nama Leo Whitmore, Michael Volkov, Ryan Scott, dan anggota ke empat yang belum di temukan.
Ethan pun menulis nama grup ke dua dengan nama NEXUS, dan menulis nomor empat dengan lingkaran merah, lalu tanda panah dan tulisan akan segera di temukan.
Ethan juga menulis nama idol Solo yg terdiri dua orang, dengan nama grup NEXT dan anggotanya adalah Alexander Wright (Sementara) dan Samuel Cooper. Semuanya sudah masuk dalam hitungan Ethan.
Alfian akan memiliki grupnya sendiri, jika dia menang di Shine The Star. Sedangkan Daniel, dia akan terus berkarier sebagai Aktor. Karena dia juga ingin mengembangkan seorang penyanyi solo.
Mungkin jika ada kandidat cocok Ethan akan mengembangkannya, untuk saat ini dia akan menempati Alex ke grup Next.
Jika dia menemukan bakat lagi dan cocok untuk penyanyi maupun idol solo, maka dia menempati bakat itu ke tempat yang tepat.
"Untuk sementara, akan Fokus pada VEX, setelah mereka latihan setahun, aku akan menunjukkan nama grup ini." Gumam Ethan, lalu setelah itu ia merapikan mejanya, dan mulai tidur tepat pada pukul 00.15 malam.