NovelToon NovelToon
Nadia Anak Yang Diabaikan

Nadia Anak Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia anak kandung yang di abaikan, keluarganya lebih memilih anak orang lain ketimbang anak kandung,,,Nadia bahkan mau di singkirkan oleh ibunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Direkomendasikan Profesor

Bab 8: Direkomendasikan Profesor

Kabar kalau Nadia dicoret dari peserta olimpiade sudah menyebar ke seluruh kelas dalam hitungan jam, bikin suasana sekolah langsung rame dan panas kayak api kecil yang disiram bensin. Banyak siswa merasa nggak terima, bahkan ada yang sampai emosi sendiri seolah ini urusan hidup dan mati.

“kadang kadang ya,,,cuma gara gara ngerokok bisa di coret,,kayak orang bener aja sih ini panitia”

“bener kita bakar saja yuk DPR”

Semua orang sibuk protes dan menghujat panitia tanpa mikir panjang, suasana kelas jadi penuh suara debat dan emosi yang naik turun. Sementara itu, Nadia justru duduk santai di bangkunya bareng Lusi yang kemarin nggak masuk sekolah.

“emang ya kadang kadang nyokap lu sinting kali ya,,,ini ya emak gue,,nyogok kepala sekolah smp gue gara gara gue berantem biar gue lulus, lah ini lu,,udah di terima jadi peserta olimpiade malah di laporin” cerocos Lusi tanpa jeda.

Di antara sekitar empat puluh siswa laki-laki di kelas itu, cuma Nadia dan Lusi yang jadi dua sosok perempuan dengan kepribadian yang benar-benar beda jauh. Nadia pendiam dan tegas, sementara Lusi cerewetnya nggak ada obat, kalau bukan sama Nadia mungkin dia sudah “di karungin” dari dulu sama anak-anak laki-laki karena terlalu berisik.

“berisik banget sih lu” ujar Dino.

“diam lu dinosaurus” Lusi menatap kesal ke arah Dino. “gue lagi ngomel jangan nyela gue kalau ga suka pergi aja lu”

Dino langsung menutup telinganya pakai tangan sambil pasrah.

“nadia salsabila harap menuju ruang kepala sekolah,” terdengar pengumuman dari speaker sekolah.

“wih di panggil lagi lu nad,” seru Lusi langsung menoleh ke Nadia.

Nadia nggak banyak ngomong, dia langsung bangkit dari kursi lalu melangkah keluar kelas dengan langkah tenang tanpa ekspresi berlebihan.

Sampai di ruang kepala sekolah, sudah ada seorang pria tua dan seorang wanita muda yang terlihat asing di sana. Pak Lukas berdiri di samping mereka dengan sikap sedikit formal.

“prof ini nadia,” pak Lukas memperkenalkan Nadia.

Prof Hengki menatap Nadia dari atas ke bawah, lama, tanpa banyak ekspresi. Nadia sendiri hanya diam, berdiri tenang seperti nggak terganggu sedikit pun.

“prof sepertinya salah alamat bos, maaf aja nih bos sekolah ini bukan sekolah unggulan bos, mana mungkin ada siswanya yang bisa menyelesaikan soal bos,” ucap Siska ragu sambil melirik sinis ke arah Nadia.

“diamlah kamu Siska,” ucap Prof Hengki tanpa menoleh.

Prof Hengki lalu mengeluarkan selembar kertas berisi soal yang dia tulis sendiri dengan tangannya, lalu meletakkannya di depan Nadia.

“kerjakan ini,” katanya singkat.

Nadia nggak banyak bicara. Dia mengambil kertas itu, lalu mengeluarkan pensil dari sakunya seolah memang sudah siap dari awal.

“dalam waktu 5 menit kamu harus menyelesaikannya, kalau tidak bisa maka kami salah alamat,” ujar Prof Hengki dengan nada serius.

“gila aja prof,,,aku saja paling cepat setengah jam mengerjakan soal seperti itu, lihat anak berandalan ini mana mungkin bisa,” Siska kembali berceloteh tanpa berhenti.

“cerewet sekali kamu..tugas kamu sekarang nyalakan saja hitungan mundur,” ucap Prof Hengki dengan nada dingin.

Siska langsung menurut sambil membuka aplikasi stopwatch di ponselnya, meski wajahnya masih penuh keraguan.

“di mulai dari sekarang,” ucapnya.

Nadia duduk dengan tenang, tapi anehnya dia hanya menatap soal itu tanpa langsung menulis apa pun. Suasana ruangan jadi hening, cuma terdengar suara detik waktu berjalan yang bikin tegang.

“prof anda buang buang waktu saja,” ujar Siska sambil tetap melihat ponselnya.

“jangan ganggu konsentrasi orang,” balas Prof Hengki mulai kesal karena dari tadi Siska terus meremehkan.

Satu menit, dua menit, tiga menit berjalan, tapi Nadia masih belum menulis apa pun.

“sudah 3 menit tapi belum menulis apapun,” kembali Siska berkomentar, kali ini dengan nada lebih yakin kalau Nadia akan gagal.

Tapi tepat sebelum waktu habis, Nadia tiba-tiba mengambil pensilnya lalu mulai menulis dengan sangat cepat, seperti semua jawaban sudah ada di kepalanya sejak awal.

“selesai,” ucap Nadia tepat bersamaan dengan waktu yang habis.

Siska langsung terdiam saat melihat lembar jawaban itu. Cara penyelesaiannya memang tidak umum, tapi hasil akhirnya benar, bahkan lebih ringkas dibanding metode yang biasa dia lihat.

Prof Hengki mengambil kertas itu lalu membacanya dengan sangat teliti. Beberapa detik kemudian, dia tertawa keras lagi, kali ini bukan tawa mengejek, tapi tawa puas seperti orang yang baru menemukan sesuatu yang sudah lama dia cari.

“benar-benar jenius… tak sia-sia aku kesini,” ujarnya.

Siska masih terus menatap lembar jawaban itu, lalu menoleh ke Nadia dengan ekspresi tidak percaya.

“kamu,,,kamu,,,belajar dari mana?” ujarnya tergagap.

“saya belajar otodidak,” jawab Nadia singkat.

Siska tiba-tiba memeluk Nadia dengan spontan.

“kamu,,,kamu luar biasa,” katanya.

Tapi anehnya, Nadia tetap diam seperti biasa, ekspresinya tidak berubah sedikit pun, seperti semua itu bukan sesuatu yang besar baginya.

“nadia memang seperti itu,” ucap Pak Lukas pelan.

“benar dia kayak mendiang temanku prof Wijaya,,mukanya datar,” tambah Prof Hengki sambil tersenyum kecil.

“pak Lukas saya izin bawa Nadia, saya akan bawa dia ke komisi penerimaan peserta,” pinta Prof Hengki.

“oh tentu saja prof,,terimakasih,” jawab Pak Lukas tanpa ragu.

1
Suanti
semoga aja nadia dan aldo selamat ada yg tolong biar bisa kembali kermh buat balas dendam 🤭
Anonim
Bales nadia jangan kalah,lawan si rina n the genk tuh
Anonim
Hati hati nadia,jaga nadia thor
Anonim
Kurang ajar si rangga ni bukan nya kasih tahu yg sebenar nya ke nadia,ayo nadia balas mereka semua suatu saat💪
adelina rossa
jelas nih nadia anaknya rangga sama selingkuhanya ...
Anonim
Ayo semangat nadia,semoga aldo bantuin nadia bisa ikut olimpiade y thor😍
Anonim
Si rini goblok ,bukan nya kasian sama nadia ade nya malah ngatain bikin malu,buat nadia cepet keluar dari rumah itu thor buat nadia bersinar 😍
siswati etty
semangat terus Nadia .....keren
libas saja mereka si pecundang
Anonim
Gila,,nadia keren aku suka aku suka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!