Tiga tahun menyimpan rasa dalam diam bukan hal yang mudah.apalagi kalau orang yang kamu cintai tidak pernah benar-benar melihatmu.
"gue Syakila adzkia putri.hanya ingin satu hal,yaitu bisa bersama kakak kelas yang selalu jadi alasan gue buat datang kesekolah setiap pagi".
Namun,takdir justru mempertemukan dia dengan seorang badboy yang penuh rahasia,namanya Galen athar wijaya.hingga terjadi suatu insiden yang membuat mereka harus menjalin kesepakatan yang dapat menguntungkan satu sama lain.
"Mari kita buat kesepakatan di mana lo harus tutup mulut soal kejadian barusan.dan gue bakal atur lo sama zayyan".
"Lo beneran?tapi sampai kapan?"
"Ya...sampai lo jadian sama dia.setelah itu kesepakatan kita selesai!"ucapnya serius.
"Deal..?"ucapnya mengulurkan tangan.
syakila meraih tangan itu dan kesepakatan pun di mulai.
setelah lama berlalu syakila berhasil dekat dengan zayyan bahkan lebih dari sekedar teman.namun perhatian itu...
kalau penasaran ikutin terus ya kelanjutannya.bye🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyra Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir di lec3hk@n
WARNING!
MENGANDUNG KATA-KATA KASAR DAN UNSUR PELECEHAN,HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.
___________
Di sudut ruangan.
Alaska terus menatap ke arah meja tempat dua insan yang tengah menyantap makanannya.
Ujung kukunya nyaris habis digigit."Enak banget hidup mereka."ia mendengus kesal.
"Santai banget makannya."ia tersenyum sinis.
Sementara dirinya...
Malah harus duduk berhadapan dengan seorang om-om berkepala plontos yang sedari tadi tersenyum-senyum sendiri ke arahnya.
Bagaimana alaska bisa berada di sini?
Gini ceritanya.....
Awalnya alaska kepasar malam bareng abangnya,tapi ia sempat melihat segerombolan temannya dan galen di sana,ia sedikit kesal kenapa ia tak di ajak.jadinya dia bilang sama abangnya kalau dia mau main bareng temannya dan abangnya iyain karna melihat ada galen di sana.
Alaska dengan cepat mengejar mereka,Ia bahkan melambai dari kejauhan."WOY!GALEN,LEA!"sayangnya suara alaska tenggelam oleh riuh pengunjung.dalam sekejap,teman- temannya itu sudah menghilang di antara lautan manusia.
"Dasar kampret... ninggalin teman sendiri."
Ia ingin berbalik lagi tapi abangnya sudah tidak ada,ahh...bonsai lah dia di tinggal pergi lagi.karena perutnya keroncongan,alaska akhirnya berhenti di depan sebuah kafe.
Matanya membaca spanduk besar itu berkali-kali.
MAKANAN GRATIS UNTUK PASANGAN.
"Yaelah...gue mana punya pacar."ia menggigit jari,baru saja hendak pergi,seseorang menyapanya.
"Sendiri aja neng."alaska menoleh mengernyitkan dahi.seorang pria berkepala plontos tersenyum ramah.
"Mau masuk?yuk sama om aja."
Alaska langsung mengernyit jijik."lo nggak liat apa!itu kan khusus yang punya pacar."tekannya di akhir kalimat.
"Kamu cewek kan?toh,kamu kelihatan imut."hal itu membuat alaska makin kesal,ia merolling bola matanya.
"Heh botak!denger ya,gue tuh cowok."
Pria itu terkekeh."Masa sih?tapi wajah kamu cantik banget lho."ia mengerlingkan sebelah matanya
Alaska mengeraskan rahangnya,tangannya terkepal dengan kuat.bisa nggak sih,dia nonjok muka bajingan tengik ini?
"Asal lo tahu ya.gue ini cowok.pria tulen,paham lo?!"tapi pria itu lagi-lagi terkekeh geli.entah apa yang di tertawakan pria sialan itu.
"Saya suka yang seperti ini."gumamnya membuat alaska sedikit merinding.'apaan sih pria gila ini.'batinnya menatap jijik kearah pria plontos itu.
"Coba buktikan kamu itu laki-laki tulen.atau—paman sendiri yang buktiin."mata dan tangannya mengarah ke dada alaska,tapi langsung di tepis kasar oleh alaska.gila memang!mau melecehkan anak orang secara terang-terangan ya?
"Apaan sih lo,nggak sopan tahu."desis alaska tajam.
pria itu nyengir."tuh buktinya kamu nggak berani.kamu pasti nyamar kan?"
"Nyamar kepala botak lo.lo mau gue teriak kalau lo ngelecehin gue."ancam alaska mendengus kesal,ia sudah tak punya sopan santun saking kesalnya.
Pria itu langsung kicep."hahahaa...santai dong.tadi paman kan cuma bercanda."alibinya dengan gelisah.
Lalu mengalihkan pembicaraan."Udah,anggap aja saling bantu.kamu sebenarnya juga mau makan kan?mumpung makanan gratis."ia langsung narik alaskan ke dalam.
Alaska memberontak."Lo mau gue teriak ha?!"
"Duh,jangan kasar gitu.paman kan gak ngapa-ngapain kamu."alaska langsung menepis kuat tangan pria yang megang tangannya lalu mendengus.
Beberapa menit kemudian mereka sudah duduk di dalam kafe.saat resepsionis bertanya hubungan mereka,pria plontos itu malah menjawab santai,"Dia pacar saya,dia ini tomboy."
Dan anehnya resepsionis itu percaya saja,Astaga!ternyata wajah imutnya,selain membawa keberuntungan ada kalanya membawa kesialan.
Namun di tengah kekesalannya,matanya tiba-tiba menangkap dua sosok yang sangat dikenalnya.
Syakila.
Dan Galen.keduanya sedang duduk santai menikmati makanan.
Alaska langsung menyipitkan mata."Tunggu—mereka juga masuk?"ia melihat syakila dan galen secara bergantian.
Lalu matanya membulat."Berarti..."senyum jahil perlahan terukir di wajahnya.
'ASEKKK!'pekiknya dalam hati.'Dapet berita hot nih!'
Tangannya saling menggosok penuh semangat.'Jangan-jangan...syakila sama galen pacaran?'alaska sampai terkekeh sendiri.'Benerkan,felling gue selama ini.'
"Kenapa kamu ketawa sendiri?"suara pria plontos itu membuat alaska langsung tersadar.
"Oh...itu..."ia tersenyum canggung.
"Nanti temani paman sebentar ya.ada yang ingin paman tunjukan ke kamu."ucapnya genit.
Alaska terdiam,dia mengeraskan rahangnya.pria brengsek ini masih juga mengganggu nya.
"Ekhem,paman permisi bentar ya."
"Mau ke mana?"
"Ke kamar mandi,gue udah kebelit nih soalnya."ucapnya setenang mungkin.
"Hm."
Alaska berjalan santai ke arah lorong belakang.begitu memastikan pria itu sudah sibuk menyantap makanannya...ia langsung berbalik arah.
"Gas!"
Alaska berlari sekencang mungkin menuju pintu utama dan tembus keluar,ia berlari terbirit-birit.
Lalu berhenti tatkala sudah jauh dari lokasi,kini ia sudah berada di keramaian.Hosh.....hosh...
"Huft... selamat."ia menoleh sekilas ke belakang.
"Untung nggak dikejar."
Alaska mengusap dadanya lega."Dahlah."
"Lain kali gue nggak mau keluar malam lagi."ia mendengus sambil meludah kecil ke samping karena kesal.
Jijik banget dia ngingat ucapan pria bajingan itu,tapi..kira kira apa ya,yang ingin pria itu tunjukan?
Alaska langsung mengibaskan tangan membuang pikiran aneh di benaknya."aahhh...bodo amatlah."
Yang penting ia selamat."Bundaaa..."teriaknya dalam hati,kalau putranya ini hampir saja di lecehkan.
Di belahan dunia lain.
Pria botak itu sedikit bingung,pasalnya sudah setengah jam anak itu tak kembali.ia menghela napas,mungkin sudah kabur kali ya...
Padahal dia ingin mengajaknya membeli permen gula dan bermain roller coaster.dia memegang kalung almarhum anaknya,ia jadi teringat kembali dengan mendiang putrinya yang tomboy dan suka bermain wahana mematikan itu.ia tersenyum hambar.
Tapi....ya mau bagaimana.bocah itu pasti takut dengan perilakunya,padahal dia sering menggoda putri kecilnya seperti itu dan berakhir di tonjok anaknya.
Ck,sangat di sayangkan.
_________
Usai keluar dari kafe,syakila dan galen kembali menyusuri keramaian pasar malam.lampu warna-warni masih menyala terang.
tapi suasananya sudah tak seramai beberapa waktu lalu.
Tapi...
Keempat teman mereka tetap tak terlihat.syakila berdiri berjinjit,berulang kali menoleh ke kanan dan kiri.
"Ke mana sih mereka?"galen memasukkan kedua tangannya ke dalam saku.
"Kita cari lagi."ucap syakila.
laki-laki itu menghela napas."Gue udah capek."
"Ya masa kita pulang gitu aja?"tanya syakila.
Bukan nya menjawab galen justru kembali bertanya."Gue bilang juga apa?"
"Gue udah capek."tekannya.
Tapi gadis itu tetap bersikeras ingin mencari lea, zayyan,melisa,dan zaendra.sementara galen sudah kehilangan kesabaran.
"Kita udah muterin hampir satu jam.tapi mereka nggak ada kan?!"
"Ya kali aja—"
"Kalau mereka masih di sini,dari tadi juga udah ketemu."potong galen kesal.
Syakila menggigit bibirnya."Tapi..."
Galen mengembuskan napas kasar."Terserah, deh."laki-laki itu berbalik badan."Gue cabut."
"Eh.Galen!"panggilnya tapi laki-laki itu tetap berjalan tanpa menoleh sedikit pun.
"GALEENNNN!"
laki-laki itu seolah tuli dan terus berjalan sampai sosoknya menghilang di antara keramaian.
Syakila mendecak pelan."Nyebelin banget sih!"ia menghentak-hentak kan kakinya ke tanah.
Kini...ia benar-benar sendirian,syakila mengeluarkan ponselnya.seketika matanya langsung membulat.
"Jam sebelas?"ia mengusap wajahnya lelah.
"Kurang ajar!masa sih,gue ditinggal gitu aja."ia mencoba memesan taksi daring,beberapa kali menekan tombol pesan.
Namun...
Maaf,tidak ada pengemudi yang tersedia.
Syakila mendesah panjang."Sial!"ia mencoba sekali lagi.
Hasilnya tetap sama."Astaga~"mau tak mau,ia harus berjalan menuju halte bus malam yang letaknya cukup jauh.
Langkahnya mulai menyusuri trotoar.berbeda dengan pasar malam yang ramai—jalan itu jauh lebih sepi.
Angin malam berembus pelan,membuat tubuh syakila merinding.ia memeluk dirinya sendiri sambil menggosok kedua lengannya.
"Huh...dingin banget."
Langkahnya semakin cepat,sesekali ia menoleh ke belakang.tak ada siapa-siapa bahkan pengendara juga tak ada.
Namun entah kenapa—perasaannya mulai tidak enak.semoga saja nggak ada orang aneh,ia menelan ludah.
Baru saja doa itu terucap dalam hati.
Tiiin!
Suara klakson terdengar dari belakang.
"Ah!"gadis itu refleks melompat kecil karena kaget.namun ia tidak berani menoleh.
'Mungkin gue jalan terlalu ke tengah ya?'ia segera bergeser hingga nyaris berada di ujung trotoar.
Namun...
Tiiin!
Klakson itu berbunyi lagi.kali ini lebih lama,
syakila mulai merasa ada yang tidak beres dengan mempercepat langkahnya.
Pergi...
Ia harus cepat pergi.
Tiiin!
Tiiin!
Tiiin!
Suara itu kembali terdengar berkali-kali. jantungnya semakin berdegup kencang.
Tangannya yang dingin kini sedikit gemetar.'Kenapa sih,mobil itu masih di belakang gue...?tanpa berpikir panjang,ia semakin mempercepat langkahnya hingga nyaris berlari.
Saat itulah...
Sebuah suara memanggilnya dari belakang."WOY!"
Deg!
Syakila membeku,langkahnya terhenti,napasnya tercekat,ia menelan ludah dengan susah payah.
Tamatlah sudah dirinya.jangan bilang orang itu sedang mengincar dirinya....
Bersambung~