BLURB👇
Lian dan Yumna, adalah sepasang anak manusia yang berteman sejak kecil, harus berpisah ketika orang tua Lian memutuskan untuk memindahkan anaknya belajar ke luar negeri. Selama lima belas tahun mereka berpisah dan bertemu kembali saat mereka remaja. Mereka pun menjalin hubungan asmara. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang mereka harapkan. Penuh permasalahan dan rintangan. Terlebih hadirnya orang ketiga di antara mereka. Suatu hari, Lian dan Yumna tak sengaja menghabiskan waktu bersama. Hingga hubungan mereka melampaui batas, dan menyebabkan Yumna hamil!! Hal itu membuat Yumna frustasi berkepanjangan. Apalagi orang tua mereka tidak merestui hubungan mereka. Yumna semakin terpuruk. Setiap hari hanya ada penyesalan yang tak berarti dalam dirinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayana Lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wisuda
Hari ini adalah hari bersejarah bagi Mahasiswa dan Mahasiswi seangkatan Yumna dan teman temannya. Setelah melalui berbagai macam ujian dan telah disidang, mereka akhirnya lulus dan diwisudakan. Serangkaian acara demi acara telah mereka lakukan di kampus ternama tersebut. Di sana sini yang terlihat hanya kebahagiaan dari raut wajah setiap mereka yang telah lulus dan tak terkecuali orang tua mereka yang datang untuk mendampingi anak anak mereka yang akan diwisuda. Dan disetiap mata memandang terlihat mereka yang berfoto ria bersama teman teman dan keluarganya dengan memamerkan atribut toga mereka.
Yumna bersama ibunya keluar dari ruangan tempat di mana acara pelantikan wisuda diselenggarakan. Mereka terlihat sangat bahagia hari ini.
"Alhamdulillah.. Sekarang anak ibu sudah jadi sarjana!! Ibu bangga sekali pada kamu Yumna!! Kamu lulus dengan nilai yang amat baik.." seru Bu Afni bangga.
"Alhamdulillah ya Bu, ini semua berkat doa ibu.. tanpa Ibu, Yumna mungkin gak bisa jadi seperti yang sekarang.." balas Yumna senang. Hari ini dia terlihat sangat anggun menggunakan kebaya modern berwarna peach.
"Iya, dong! Kamu kan anak Ibu, apapun akan Ibu lakukan untuk kamu. Kamu harus janji gak akan pernah buat Ibu kecewa dengan sikap kamu. Tetaplah seperti ini, menjadi kebanggaan Ibu seutuhnya. Walau Ibu tau, kamu adalah anak yang baik dan berbakti, juga anak yang pintar, tapi Ibu takut jika suatu hari nanti kamu membuat Ibu dan orang orang sekitarmu menjadi terluka akan sikapmu.. karena setiap manusia itu gampang berubah..." Bu Afni menasehati Yumna.
"Iya, Bu. Yumna paham maksud Ibu. Insya Allah Yumna tidak akan pernah melukai perasaan Ibu karna sikap Yumna. Yumna akan berusaha tetap menjadi anak yang baik buat Ibu dan orang lain.." jawab Yumna dengan segenap perasaannya.
"Oh, sayang Ibu.. sini peluk dulu!!" Bu Afni memeluk erat anak semata wayangnya itu.
"Hey, Yumna!" suara Firly menghentakkan sendu senda antara ibu dan anak itu.
Firly, Raras dan Karin datang bersama orang tua mereka masing masing. Keempat gadis itu pun menyalami para orang tua mereka yang memang sudah saling kenal. Kemudian orang tua mereka pamit karena mempunyai kesibukan masing masing yang harus diselesaikan. Yang tertinggal hanyalah Bu Afni, ibu Yumna.
"Yumna, sepertinya kita udah lama deh gak ngumpul bareng.." Firly memulai pembicaraan.
"Bener tuh!!" teriak Raras dan Karin bersamaan.
"Ntar malam kita ngumpul di rumahku, yuk," ajak Firly.
"Asik juga tuh!!" seru Raras dan Karin lagi.
"Gimana Yumna?? kamu mau kan??!!" tanya Firly berharap Yumna mengiyakan.
"Hemmm..." Yumna tampak ragu untuk menerima ajakkan teman temannya. Disisi lain dia merasa tidak enak jika harus menolak ajakan mereka.
"Kamu gak bisa ya Yumna??" tanya Firly kecewa karena melihat Yumna tampak tidak meyetujuinya.
"Bukan aku gak mau, hanya saja, malam ini aku harus membantu Ibu di Cafe. Belakangan ini wisatawan cukup banyak yang mengunjungi pantai. Jadi aku harus stand by di warung kami. Maaf ya teman teman... aku mohon maaf sekali, mungkin lain kali aku usahakan deh," ucap Yumna merasa tidak enak. Ketiga temannya pun memahami. Namun, Bu Afni tidak setuju dengan ucapan Yumna barusan.
"Emang kenapa kalo kamu ngumpul bareng teman temanmu malam ini. Ibu gak pa pa kok Yumna. Kan masih ada Bu Dewi yang membantu Ibu. Kamu pergi saja, Ibu izini kok.. kamu jangan khawatir.." Bu Afni mencoba meyakinkan Yumna.
"Benarkah Bu??" tanya Yumna ragu.
"Iya, Nak. Pergilah malam ini ngumpul bareng teman temanmu, supaya kalian bisa bertukar pikiran.. " balas Bu Afni.
"Tapi, Bu..??" Yumna masih ragu.
"Ya, udah gini aja deh," potong Karin. "Kalo begitu kita ngumpulnya di Cafe Yumna aja, kan enak tuh sambil menghirup udara malam di pantai. Trus, Yumna juga bisa sekalian membantu ibunya melayani pengunjung. Gimana??" usul Karin.
"Boleh juga!!" ucap Firly dan Raras setuju.
"Ya udah, kalo begitu kita deal ya, ntar malam kita ngumpulnya di Cafe Yumna," kata Karin.
"Oke!!" seru Firly dan Raras.
Yumna dan ibunya pun saling melemparkan senyuman.
"Kalo begitu, ntar malam Tante masakin yang special deh buat anak anak Tante yang cantik cantik ini. Dan semua nya free,, bebas!! Ga ada yang boleh bayar!!" Bu Afni ingin membuat mereka menjadi bersemangat.
"Ha.!!! Yang benar Tante??" teriak Firly, Raras dan Karin bersamaan.
"Bener, dong! Masa tante bohong sih.." ucap Bu Afni.
"Asyiikkk..." seru mereka lagi.
Yumna tertawa geli melihat tingkah ketiga sahabatnya yang senang sekali jika mendapatkan gratisan. Padahal, ketiga temannya itu merupakan anak dari pengusaha besar. Jika hanya membayar makanan sederhana seperti di Cafe sudah pasti itu masalah kecil bagi mereka.
"Apakah aku boleh ikut bergabung??" Lian tiba tiba datang mendekati. Dia datang bersama ibunya. Dia membawa serangkai bunga untuk Yumna.
"Lian.." gumam mereka semua.
"Bu Sofie..??" ucap Bu Afni semangat. Mereka berdua berpelukan dan saling cipika cipiki.
"Selamat siang, Bu Afni,, selamat ya, anak gadisnya sudah berhasil menjadi sarjana.." ucap Bu Sofie.
"Sama sama, Bu! Ini semua berkat Ibu dan suami, kalo bukan karna..."
"Sstttt...." belum selesai Bu Afni melanjutkan kalimatnya, Bu Sofie memotongnya. Bu Sofie sudah tahu apa yang ingin dikatakan Bu Afni kepadanya.
Bu Sofie tersenyum ramah. Dia menggenggam tangan Bu Afni.
"Kita ini sahabat, dan sahabat harus saling mendukung," ucap Bu Sofie. Bu Afni tersenyum mendengar perkataan temannya itu.
"Aheemm.." Lian membuyarkan percakapan kedua ibu ibu tersebut.
"Yumna, ini buat kamu. Selamat ya.. Semoga ilmu yang kamu dapatkan bermanfaat," Lian menyerahkan serangkai bunga mawar putih yang dibawanya kepada Yumna.
"Makasih, ya!!" balas Yumna sumringah. Ia menerima bunga yang diberi Lian.
"Selamat ya, Yumna.. dan yang lainnya.." ucap Bu Sofie kepada Yumna dan ketiga temannya yang lain.
"Terima kasih, Tante," jawab mereka serentak.
"Oh, iya. Perkenalkan saya Raras, Tante." Raras memperkenalkan diri kepada Bu Sofie.
"Saya Karin," giliran Karin pula.
"Saya Firly, kita sebelumnya sudah pernah bertemu di pesta ulang tahun saya, apakah Tante masih ingat.." tanya Firly.
"Tentu dong saya ingat, kamu anaknya teman saya. Masa saya lupa sih.. baru juga ketemu kemaren," jawab Bu Sofie tersenyum.
Mereka pun tertawa lepas. Menyambut hari hari yang dinanti. Selama ini mereka telah sama sama melalui banyak rintangan dan tantangan. Kini giliran mereka yang merasakan sebuah pencapaian.
Yumna, Raras, Firly dan Karin melemparkan topi toga mereka ke atas dengan senyuman yang mengambang lebar di wajah mereka. Disaksikan dengan tawa bahagia dari orang orang sekitar mereka.
( Bersambung..😊)
Jangan lupa like , follow , vote and comment ya readers tersayang😃
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa