NovelToon NovelToon
Benih Yang Tertukar

Benih Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:69k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Lima tahun pernikahan Bella dan Ryan belum juga dikaruniai anak, membuat rumah tangga mereka diambang perceraian. Setelah gagal beberapa kali diam-diam Bella mengikuti proses kehamilan lewat insenminasi, dengan dokter sahabatnya.

Usaha Bella berhasil. Bella positif hamil. Tapi sang dokter meminta janin itu digugurkan. Bella menolak. dia ingin membuktikan pada suami dan mertuanya bahwa dia tidak mandul..

Namun, janin di dalam perut Bella adalah milik seorang Ceo dingin yang memutuskan memiliki anak tanpa pernikahan. Dia mengontrak rahim perempuan untuk melahirkan anaknya. Tapi, karena kelalaian Dokter Sherly, benih itu tertukar.

Bagaimanakah Bella mengahadapi masalah dalam rumah tangganya. Mana yang dipilihnya, bayi dalam kandungannnya atau rumah tangganya. Yuk! beri dukungungan pada penulis, untuk tetap berkarya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab sembilan belas. Berurusan dengan Polisi.

Selang beberapa saat seorang petugas polisi mendatangi butik, tempat Bella belanja. Bu Lilis dan Maya yang dicegah keluar dari butik, semakin ketakutan. Mereka tidak menduga kalau Gavin serius mengadukan mereka pada polisi.

Bu Lilis yang terlanjur menampar Bella menjadi panik. Dia menyesali tindakannya sehingga berurusan dengan polisi.

Pak polisi itu menghampiri Gavin. Menanyakan kronologinya. Gavin menjelaskan serta menunjukkan bukti percakapan yang diam-diam direkamnya.

Lalu polisi itu mendekati Bu Lilis dan Maya. Memintai beberapa keterangan. Lalu mencatat data Bu Lilis dan Maya.

"Pak Polisi, jangan tangkap kami. Perempuan itu telah menghina kami juga tadi." protes Bu Lilis.

"Iya, tapi Ibu yang telah memulai duluan. Ibu sengaja memicu keributan di butik ini. Bahkan Ibu juga telah melakukan tindak kekerasan, dengan menampar saudari Bella." sahut polisi dengan papan nama Anwar.

"Tapi Pak, dia itu telah keterlaluan menghina anak saya." Bu Lilis ngotot membela diri.

"Oke, ibu jelaskan saja nanti semua itu di kantor. Mari Bu, saya akan bawa ibu ke kantor polisi."

"Pak, ampuni saya Pak. Saya tidak mau dibawa ke kantor Polisi." Bu Lilis semakin panik lalu menoleh ke arah Bella dan Gavin. Bu Lilis melangkah tergesa dan berhenti didepan Gavin.

"Ibu minta maaf Bella, jangan laporkan Ibu ke Polisi. Maafkan Ibu." ucap Bu Lilis memelas, memohon rasa iba. Lenyap sudah sikap arogannya yang tadi dia pamerkan.

Gavin tersenyum sinis. Lagaknya saja yang angkuh, baru digertak saja sudah keder. Monolog hati Gavin.

Bu Lilis membungkukkan tubuhnya menghiba. Memohon pada Bella supaya memaafkannya. Dalam hati Bella merutuk, sudah tahu tabiat mantan ibu mertuanya itu.

"Sudah Bu, jangan banyak modus. Pura-pura aja menyesalnya." dengus Bella.

"Bella, Ibu benar-benar menyesal. Ibu janji lain kali tidak akan berbuat begitu." tatap Bu Lilis memelas. Yah, seumur hidupnya belum pernah berurusan dengan polisi. Wajar saja dia begitu ketakutan. Tadinya dia kira Gavin hanya menggertak. Gak taunya, polisi itu datang benaran.

"Oke, untuk kali ini aku terima permintaan maaf ibu. Tapi lain kali kalau ibu masih cari gara-gara dengan istri saya. Aku akan jebloskan ibu ke penjara." ucap Gavin puas yang melihat Bu Lilis dan Maya yang ketakutan.

Mereka memang perlu diberi pelajaran. Supaya ada efek jera sehingga tidak sesuka hatinya menghina orang lain.

"Pak Polisi, lepaskan saja mereka. Untuk kali ini aku berbaik hati tapi tidak untuk kali lain."

"Baiklah Pak Gavin. Jika bapak mencabut laporan, saya akan melepas mereka." ucap pak polisi yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.

"Iya Pak, saya hanya menggertak mereka. Karena sikap mereka yang sombong dan keterlaluan sekali pada istri saya."

"Kalau begitu saya permisi dulu, Pak."

"Eh, tunggu dulu Pak. Saya mau ngasih hadiah buat istrinya, kan lagi hamil juga?" ucap Gavin.

"Eh, tau darimana, Pak?" seru Pak Anwar kaget plus lucu.

"Yah, kemarin itu gak sengaja berpapasan di rumah sakit." jelas Gavin santai. Menyerahkan bungkusan ke Pak Anwar, " dan ini untuk tambahan biaya persalinan." Gavin menyelipkan beberapa lembar uang berwarna merah.

"Eh, Pak Gavin. Tidak usah," tolak Pak Anwar halus. Dia sudah terlalu sering menerima kebaikan dari Gavin. Pak Anwar bukanlah orang lain bagi Gavin. Dia adalah polisi jujur yang sulit ditemukan di zaman yang sudah serba susah ini. Pak Anwar adalah salah satu petugas keamanan di kantor perusahaannya.

Namun, penolakan Pak Anwar, akan selalu berujung sia-sia.

"Saya permisi dulu Pak Gavin, mau melanjutkan tugas lagi. Terimakasih hadiahnya." Pak Anwar mohon pamit.

Setelah selesai membayar tagihan di kasir Gavin dan Bella keluar dari butik. Gavin memasukkan barang belanjaan Bella di bagasi mobil. Saat Gavin menghidupkan mesin mobil, tiba-tiba ponselnya berdering.

Gavin menerima panggilan dari Martin. Yang memintanya segera datang ke kantor. Setelah berbicara beberapa saat akhirnya Gavin menyudahi panggilan itu.

"Aku harus segera balik ke kantor. Ada hal mendadak yang harus aku urus. Barusan Martin memintaku."

"Kalau begitu aku naik grab saja," usul Bella. Karena jika Gavin mengantarnya ke rumah, akan menyita waktu Gavin. Jarak ke rumah dan ke kantor berselisih jauh.

"Hem, gimana ya?" Gavin ragu akan saran Bella.

"Atau aku ikut saja ke kantor. Setelah urusannya selesai mungkin, Martin bisa mengantarku pulang," ucap Bella lagi memberi saran.

"Apa kamu tidak bosan menungguku nanti?" Gavin melirik ke arah Bella.

"Di rumah juga aku tidak ada kegiatan. Palingan juga memasak sama Bi Nani."

"Okelah, kamu di ruanganku saja nanti. Bisa rebahan kalau ngantuk." akhirnya Gavin memutuskan membawa serta Bella ke kantornya. Mobil melaju di atas jalanan yang sedikit ramai.

Sepuluh menit, mereka akhirnya tiba di kantor. Gavin memarkirkan mobilnya di arah Utara, untuk memudahkannya nanti keluar, saat mengantar pulang Bella.

"Ayo," Gavin membukakan pintu untuk Bella. Menggamit lengan Bella menuju pintu masuk. Martin telah menunggu kedatangan Gavin. Begitu melihat bosnya muncul, dia kaget bosnya menggandeng tangan Bella.

Martin tersenyum tipis, takut bosnya melihat dan memberinya lagi hukuman.

"Bos, rekanan bisnis kita mendadak ingin bertemu Bos. Padahal jadwalnya masih minggu depan. Lima belas menit lagi mereka akan tiba." lapor Martin. Gavin mengangguk.

"Bel, ayok kamu ke ruanganku saja." ajak Gavin.

"Aku tunggu Bos di aula. Semua berkas sudah aku siapkan."

"Oke." Gavin bergegas mengajak Bella ke ruangannya, "kamu disini saja. Kalau ada yang perlu, tinggal minta bantuan sama resepsionis. Kalau mau ke kantin, di sebelah sana." Gavin menjelaskan secara singkat area kantor.

"Baiklah, aku mungkin akan rebahan saja." ucap Bella. Bella meyakinkan Gavin untuk tidak mengkhawatirkan dirinya. Supaya Gavin tenang mengikuti rapat.

Dengan langkah bergegas, Gavin menuju ruang aula. Sesampainya disana para stafnya sudah berkumpul. Mereka mengadakan rapat kilat sebelum rekanan tiba.

Tiga jam berlalu. Akhirnya pertemuan itu selesai. Dan akan dilanjutkan lagi minggu depan.

Bella yang sudah mulai bosan, memutuskan pergi mencari makanan. Karena perutnya sudah terasa lapar.

Sementara, Gavin masih melanjutkan rapat lagi antar stafnya.

Selain karena sibuk, Gavin juga lupa kalau hari itu Bella ia titipkan di ruangannya. Bella enggan untuk menelpon. Akhirnya mengikuti petunjuk Gavin, Bella pergi ke kantin. Sekedar untuk mengganjal perutnya yang lapar.

Beberapa pasang mata melirik ke arah Bella yang memasuki kantin. Mereka belum pernah melihat Bella sebelumnya. Sehingga mereka heran.

Bella merasakan dirinya jadi pusat perhatian, beberapa karyawan yang sedang istirahat di kantin itu. Sehingga dia sedikit gugup ketika hendak memesan makanan.

"Ada yang bisa saya bantu, Bu?" seorang pelayan kantin datang menghampiri.

"Saya mau pesan kopi ori saja, ada?" bisik Bella perlahan." dia mendadak tidak percaya diri. Karena tatapan yang menyorot padanya. Ada beberapa yang tersenyum nakal, membuat Bella merasa tidak nyaman.***

1
Yuen
rudapaksa itu artinya diperkosa thor
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 👍🙏, Horas juga Kak /Determined/
checangel_
Itu karena karma bukan sih?/Facepalm/
vj'z tri
semangat ya Mak 🤩🤩🤩🤩🤩 aku tunggu karya wokeh selanjut 🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Linda pransiska manalu: oke, makasih ya. mungkin taon depan saja biar fokus. karena hari natal mau dekat ini.
total 1 replies
Sunaryati
Lastri dan Soraya mat di hutan, tinggal Alex, yang punya urusan dengan Mac
Linda pransiska manalu: sudah tamat Bun. Alex juga sudah mendapat hukuman dari Max. lewat narasi saja. paket bangkai anak dogginya yang diletakkan di depan pintu, bun. maaf ya, tamatnya dipercepat. karena dampak bencana alam di tempat Mak. hiatus beberapa hari, karena jaringan tidak ada.
total 1 replies
Linda pransiska manalu
iya terpaksa Mak tamatkan. karena retensi gagal. terimakasih juga atas dukkungannya membaca karya Mak.
Arin
/Heart/
Arin
Beneran ini udah End??
Makasih Thor.
Sunaryati
Maaf semoga kembali seperti semula, Thoor, sembuh dan sehat selalu
Sunaryati
Lama baru up Thoor. Semoga dendam kamu segera terbalaskan Bella. Lalu hidup Damai da tumbuh adik kembar
vj'z tri
semoga cepat pulih ,bisa kembali beraktivitas seperti biasa bahkan lebih baik dari sebelum nya 🤲🤲🤲🤲 amin
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣 jujur amat max beauty and the beast
Sunaryati
Alex berani menyentuh Bella nyawamu taruhannya
Sunaryati
Orang yang dicari Max ketemu Bella
Linda pransiska manalu
bukan, tapi pariban, Mak. klo di suku batak, mereka boleh menikah.
vj'z tri
aku bantu ingatkan dia orang yang ngantar istrimu kemarin🤣🤣🤣🤣
Linda pransiska manalu: 🤣🤣🤣🤣lupa Gavin, Mak.
total 1 replies
vj'z tri
max adek Bella 🫣🫣🫣🫣
checangel_
Ingat Bu, fakta berbeda dengan kenyataan loh 🤧
checangel_
Gimana kalau rapat dulu sebelum emosi meluap?😂
checangel_
Satu pendapat✅👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!