NovelToon NovelToon
Selir Jenderal Perang

Selir Jenderal Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Dark Romance
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bella Bungloon

Di jebak oleh sahabatnya sendiri?
Setelah melewati malam panas dengan Jenderal Hang, Jie Xieye mengandung anak dari suami sahabatnya sendiri —Hang Tianyu.

***

Tak kunjung hamil, membuat Le Chieli frustasi, karena selalu mendapat tekanan dari keluarga Hang. Hingga, kemudian ia menjebak suami dan sahabatnya sendiri.

Namun, yang tidak Le Chieli ketahui, jika dia telah menghancurkan kehidupan sahabatnya.

Ini bukan hanya tentang menjadi selir terabaikan, tapi juga tentang cinta dari musuh suaminya.

Lantas, bagaimana kehidupan Jie Xieye sebagai selir tak di anggap?

Follow akun Author.
ig: bella_bungloon
fb : XCheryy Bella

TIDAK SUKA BISA DI SKIP YA KAKAK-KAKAK ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella Bungloon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

"Nyonya Ru, kandungan Anda baik-baik saja. Saya sudah tuliskan resep herbal untuk Anda."

"Terima kasih, Tabib Jie."

Setelah keributan tadi, Jie Xieye dan yang lainnya pergi ke sebuah kedai minum teh. Kedai sederhana yang belum ada pengunjung selain Jenderal Shen dan yang lainnya.

"Lagi-lagi saya merepotkan Anda, Jenderal Shen. Terima kasih sudah menolong saya, lagi." Jie Xieye membungkuk di hadapan Shen Zhaoling yang menatap nya dalam. Bahkan bibir pria itu sedikit terangkat membentuk senyuman tipis.

"Tidak masalah, Nona Jie. Toh, saya hanya kebetulan lewat dan melihat mu dalam kesulitan."

Jie Xieye tidak menyahut lagi, hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Namun alisnya sedikit berkerut. Apakah Jenderal Shen sudah lupa? Jika dia adalah selir Hang Tianyu?

"Tabib Jie, tentang apa yang mereka katakan, jangan Anda hiraukan. Saya percaya Anda adalah orang yang baik dan bijaksana." Ru Miya berkata dengan lembut, senyum nya ramah menatap Jie Xieye.

"Terima kasih, Nyonya Ru," Jie Xieye sedikit menunduk, tangan nya mengusap perutnya yang masih rata.

"... Anda tenang saja, apa yang mereka katakan, tidak akan bisa mematahkan saya. Mereka yang tidak tahu bagaimana rasa sakitku, bagaimana mungkin aku bisa di jatuhkan hanya dengan seuntai kata?"

Shen Zhaoling tersenyum tipis, sorot matanya tak lepas dari wanita di hadapannya. Padahal apa yang di katakan orang-orang tadi sangat menyakitkan dan bisa membuatnya meled4k, tapi Jie Xieye bukan hanya tenang, dia tahu kapan waktunya meled4k dan tetap diam tapi tetap menu suk tajam.

Sementara itu, Ru Miya tampak tersenyum tulus ke arah Jie Xieye, tapi keningnya berkerut melihat wanita itu terus mengusap perutnya. Tidak... Tidak, dia tidak bisa menahan untuk tidak bertanya.

"Tiba Jie, maaf—??""

Seolah mengerti apa yang di pikirkan wanita di depannya, Jie Xieye mengangguk pelan, kemudian mengangkat wajahnya seraya tersenyum lembut. "Saya juga sedang mengandung."

Wanita itu mengerjapkan matanya lucu. "Benarkah? Selamat Tabib Jie!" Ucap nya ikut merasa bahagia.

Jie Xieye tersenyum lembut. Tapi kemudian, Wuxi mendekat ke arah nya dan berbisik.

"Selir Jie, maaf. Apakah kita sudah bisa pergi?" Ucap Wuxi dengan berhati-hati.

Jie Xieye menangguk, lalu berdiri dan membungkuk ringan pada Shen Zhaoling dan Ru Miya. "Terima kasih untuk semuanya, saya harus kembali ke kediaman Hang."

...***...

Sementara itu, di sebuah kedai kecil di belakang pasar. Seorang wanita bertubuh gemuk duduk di atas lantai dengan keringat mengucur dari pelipisnya. Wajahnya memerah dan nafasnya terasa berat.

Weiyi —wanita bertubuh gemuk itu meraih cawan berisi air di atas meja kayu, dan meminumnya dengan sekali teguk.

Perlahan, nafasnya kembali berhembus secara teratur, tapi kata-kata dari Tabib Jie masih terus berdengung di telinga nya.

"Wajahmu mudah memerah saat marah, napas mu pendek dan berat, keringatmu keluar meski udara dingin, dan dada kiri sering terasa sesak, bukan? Itu adalah tanda jika tubuhmu menyimpan panas yang berlebihan. Dalam istilah tabib, ini disebut api hati, penyakit yang sering di derita orang yang terlalu sering marah dan menyimpan dendam. Jika kau terus seperti ini, amarahmu sendiri yang akan membuat jantungmu lemah dan tubuhmu lumpuh separuh."

Weiyi menahan napas sejenak. Lalu menggeleng cepat. "Cih, itu hanya omong kosong! Dia hanya menakut-nakuti ku saja."

Meski demikian, ia tak bisa menyembunyikan rasa takutnya.

Di tengah pikirannya yang berkecamuk, sebuah suara langkah kaki terdengar mendekat dan memasuki kedainya.

"Hey, kembalilah besok! Aku sudah tutup!" Teriak Weiyi tanpa menatap orang itu.

Seseorang bertudung merah elegan itu tersenyum tipis dari balik tudungnya. Sorot matanya menyala menahan wanita di hadapannya.

"Nyonya Weiyi, ini aku."

Tubuh wanita gemuk itu membeku sejenak, ia mengenali suara ini. Dalam sedikit, dia langsung bangun berdiri dan membungkuk memberi salam.

"Maaf, maafkan saya Nona."

Wanita itu membuka tudung nya, wajahnya cantik dengan hidung yang mancung, bibir ranum dan rambut hitam yang di ikat dan di hiasi tusuk konde berbentuk bunga anggrek putih.

"Bangunlah Nyonya Weiyi, aku kemari hanya untuk memberimu hadiah." Nada suaranya lembut tapi penuh siasat.

Mendengar kata hadiah, Weiyi langsung melupakan ketakutannya tadi. Dia buru-buru berdiri tegak dan tersenyum sumringah. "Anda memang baik, Nona Hang."

Hang Fei Rei, gadis cantik itu terkekeh kecil. Lalu mengeluarkan sekantong uang dan memberikannya pada wanita di hadapannya.

"Terus sebarkan lagi gosip itu. Tentang Jie Xieye... Dan  pastikan ia menjadi bahan tertawaan dan semua orang membenci dan mengutvknya."

Weiyi benar-benar melupakan ketakutannya tadi, ia menerima sekantong uang itu dan mengangguk antusias. "Tentu! Tentu Nona Hang!"

"Baiklah, aku harus pergi. Dan ingat, jangan libatkan namaku, aku akan memberikan mu uang lagi jika aku mendapat berita bagus tentang Jie Xieye."

Lagi? Seketika wanita gemuk itu mengingat kejadian pagi tadi di pasar. Dia kemudian menyimpan sekantong uang tersebut dan menahan kepergian Hang Fei Rei. "Tunggu, Nona! Saya masih ada berita bagus tentang Tabib Jie."

Hang Fei Rei mengentikan langkahnya, alisnya bejerurt dan dengan perlahan menoleh ke arah Weiyi. "Apa itu?" Tanya nya.

"Jadi pagi saya melihat Tabib Jie, seperti yang anda minta, saya mempermalukan nya di depan umum. Bahkan Nyonya Le tadi tiba-tiba muncul dan ikut mempermalukan Tabib Jie, tapi sepertinya Tabib Jie mengatakan sesuatu pada Nyonya Le, sampai membuat wanita itu memucat."

"Benarkah?" Hang Fei Rei memakai kembali tudung merahnya. Dan Weiyi menjawab jika itu benar.

Tentu hal itu membuat Hang Fei Rei, senang. Dia kemudian mengeluarkan sekantong uang lagi dan memberikannya pada Weiyi, setelahnya ia pergi dari kawasan pasar.

"Jika ayahku yang merupakan kakak dari Bibi Suyue saja tidak di beri tahu mengenai pengangkatan selir ini, apalagi Le Hong?! Saat ini Shu Ji sedang mencoba menarik Le Chieli ke dalam kubu kita, mungkin kita juga bisa menggunakan ibunya."

Manik gadis itu semakin menajam, dan bibirnya menyeringai lebar di balik tudungnya. "Hanya aku yang pantas menjadi istri Tianyu! Hanya aku! Hang Fei Rei!"

...***...

Kembali ke Kedai Teh

Ru Miya membuka sebuah kotak berukuran sedang dan mendorongnya ke arah Shen Zhaoling. Di dalam kotak terdapat beberapa buku dan gulungan stempel.

"Jenderal Agung, di dalamnya ada daftar seluruh toko senjata milik keluarga Ru. Jika benar suamiku telah menyimpang. Gunakan ini untuk mengembalikannya ke jalan yang benar."

Shen Zhaoling membuka buku-buku tersebut dan berakhir menatap  gulungan stempel. Sudut bibirnya kemudian tersenyum, miring. "Terima kasih atas kerjasamanya, Nyonya Ru.

Ru Miya menghela napas berat, matanya terpejam dan tangannya meraba perutnya yang buncit. "Jadi suamiku benar-benar mencoba berkhianat?" Nada suaranya tegas tapi tidak bisa menyembunyikan rasa kesedihannya.

Keluarga Ru terkenal dengan persenjataan yang mereka buat. Mendiang Kepala keluarga Ru, hanya memiliki dua anak, salah satunya adalah Ru Miya, yang ia percayakan seluruh urusan keluarga Ru termasuk toko-toko persenjataan pada wanita itu. Dan Ru Miya menikah dengan seorang menteri hukum. Sayangnya, suaminya justru yang menjadi pelanggar hukum.

"Menteri Tan telah menandatangani kontrak penyatuan pasokan senjata dengan kamp rahasia di luar ibu kota. Bahkan ada laporan jika suamimu telah berkomplot dengan salah seorang pangeran kekaisaran."

Ru Miya menunduk, wajahnya kehilangan warna. Pantas saja beberapa kontrak toko milik nya banyak yang hilang dan bahan membuat persenjataan mendadak langka.

"Baiklah," Shen Zhaoling berdiri dan merapikan jubahnya. "Aku harus pergi ke istana."

Namun, sebelum Shen Zhaoling melangkah, Ru Miya kembali berkata. "Jenderal Shen, aku mendengar jika di istana telah terjadi sesuatu. Bisakah Anda berjanji pada saya? Tolong lindungi saudari saya di sana dan juga keponakan saya. Saya akan menyerahkan seluruh toko persenjataan Ru pada Anda."

Shen Zhaoling tersenyum tipis. "Selir Ru Ming, ya? Aku pasti akan melindungi mereka yang tidak bersalah, Anda tenang saja Nyonya Ru,"

...***...

"Apa Tabib Jie belum kembali juga?"

Seorang pelayan segera membungkuk dalam dan menjawab pertanyaan dari Tuan nya. "Menjawab Jenderal, Selir Jie beserta rombongan belum kembali."

Alis pria itu berkerut. Sorot matanya memicing tajam. "Apakah terjadi sesuatu dalam perjalanan mereka?" Gumam nya pelan.

Hang Tianyu menghela nafas pelan dan melambai memberi kode agar pelayan itu pergi. Namun setelah kepergian pelayan itu, langkah lainnya terdengar mendekat.

Saat kepalanya terangkat untuk melihat siapa yang datang. "Istriku?"

Le Chieli tersenyum manis, lalu membungkuk anggun memberi salam hormat pada suaminya. "Aku dengar jika Anda akan pergi ke istana?"

Hang Tianyu mengangguk, kemudian menarik tangan Le Chieli lembut untuk duduk di sebelah nya.

"Namun seperti nya kau sedang tidak baik-baik saja, apakah ada sesuatu yang mengganggu mu, suamiku?" Tanya Le Chieli yang sudah duduk di sebelah Hang Tianyu.

Pria itu tampak menghela nafas berat. Ia bahkan tak bisa tidur hanya karena memikirkan Jie Xieye, apakah wanita itu baik-baik saja?

"Tabib Jie belum juga kembali, aku khawatir telah terjadi sesuatu padanya. Seperti malam itu."

Wanita itu terdiam sejenak. Wajahnya sedikit menunduk. Jadi yang membuat suaminya yang biasanya gagah, penuh wibawa dan ketegasan tiba-tiba cemas, khawatir dan —takut?? Adalah Xieye?

"Bukankah Wuxi bersamanya? Anda tenang saja, Xieye pasti baik-baik saja." Ucap Le Chieli dengan senyum di wajahnya.

Namun itu tak membuat Hang Tianyu tenang begitu saja. Pria itu menggeleng pelan. "Dia sedang mengandung anakku, Chieli, sampai kapanpun dia tidak akan baik-baik saja. Akan banyak orang yang berusaha menyakiti nya."

1
Dela Agustina
gak update lgi cerita yg ini Thor padahal suka bngt sama cerita nya semoga ttp dilanjutin ya thor d tunggu update nya🙏🙏
Marvell Indra
faster up thor,,,💪💪💪
IG@bella_bungloon
maaf semua aku jarang update, akunya lagi kena tipes sm lambung🥲 mohon do'a nya semua
Nurhasanah
sering2 update thor ... semangatt 😍😍😍💪💪💪
IG@bella_bungloon: insya Allah ya kak, sibuk di rl huhuu🤧 makasih lohh sudah setia, maaf ya selalu di ghosting sama aku
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
lama aku tunggu thor.... apa-apapun mekasih updatenya
IG@bella_bungloon: terima kasih yaa🤧 iyaa nieh, sibuk di rl, pagi school, malem latihan hadrohh☺️ makasih yaa sudah setia♥️
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
semoga Allah merahmati arwah dan ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman...ammin..
aleena
innalillahi wainnailaihiroji'un
semoga Husnul khotima
untk keluarga yg ditinggalkan semoga sabar lapang Dada, ikhlas agar sang almrhumm pergi dengan damai
aamiin
🤲🤲🤲
Etty Rohaeti
semoga almarhumah Husnul khatimah
dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran
aamiin
IG@bella_bungloon: terima kasih kak🌹
total 1 replies
Marini Dewi
lanjut thor. sukses selalu
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk kakeknya
semangat Thor
Etty Rohaeti
Hay Thor ditunggu updatenya
terima kasih
Randa Ku Depresi
bru ketemu crtamu kak kok udh seru z crta nx lngsung gas keun lh
Arix Zhufa
semangat up nya ya thor
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
semoga dipermudahkan segala urusan keluarga...ammin...
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kalau aku... aku buat jeneral cirit-birit... biar dia buasir!!
Ulufi Dewi
klo emang nanti ada kerusuhan dikediaman jendral semoga jie xieye slamat dan menghilang sejenak biarkan yang pada iri senang dan jendral menyesal bahwa drumah nya ada srigala berbulu domba.....
IG@bella_bungloon: terima kasih idenya kak🌹😊
total 1 replies
Ulufi Dewi
semoga lekas sembuh kakek dan diangkat penyakit yang dideritanya 🤲🤲🤲
Ulufi Dewi
greget sm selir bodoh dan jendral bodoh
Ulufi Dewi
kenapa waktu ada pembunuhnya ga bsa ngelawan pake jarum beracun...
Arix Zhufa
visual nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!