Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4.3 Perang
Tiba tiba Bulkrish datang,
"Dimana Mei?" Bulkrish
"Kemana aja kau 3 bulan ini!?" Eka
"Kau tak perlu tau. Eka, kau tak menceritakan rahasiaku pada Mei kan?" Bulkrish
"Kau tak perlu tau, yang pasti Mei sekarang sangat membencimu," Eka
"Eka kau-!" teriak Bulkrish
"Kau yang salah, siapa suruh kau menikah dengan Raeya, aku tak bisa menolak perintah Mei, aku memberitau semua yang Mei suruh bongkar," Eka
"Aku tak akan membiarkan Mei meninggalkanku," Bulkrish
Bulkrish pergi.
.
.
.
Malamnya, Mei berjalan jalan di Malioboro, Mei membeli beberapa kemeja pria dan lainnya,
"Aku lapar," Mei
Mei pun memanggil taksi dan pergi ke restoran sate di sekitar sana, setelah memesan, Mei pun memakan makananya,
"Hmmm enaknya, disini ada pizza juga," Mei
Mei memakan semua, Mei melihat ponselnya yang lain, Mei yang melihat berbagai postingan, Mei pun merasa senang karena merasa bebas.
.
.
.
Kebesokannya, Mei pergi ke Bali dengan penyamarannya, Mei datang ke sebuah gedung besar disana, Mei pun masuk ke sana diam diam, saat Mei sampai di ruang kerja Presiden, Mei menatap seisi ruangan,
"Katanya mafia, kenapa ruang utama bisa diterobos dengan mudah," Mei
Mei duduk di kursi besar utama, Mei melepas semua penyamarannya, dan Mei melihat beberapa dokumen,
"Eka terlihat tulus, tapi- sebenarnya ini ruangan Presiden atau ruang pribadiku. Di meja ada fotoku bahkan sampai di dalam kacanya, di dinding ada lukisan, foto, dan juga boneka yang persis boneka kesukaanku ad di sofa. Eka Galung itu udah gila ya, dia terlalu terobsesi padaku," Mei
Mei melihat pemandangan di luar kaca jendela yang besar sekali sambil tetap duduk di kursinya, tak lama seseorang membuka pintu dan masuk,
"Siapa kau??" Eka
Mei berbalik dan menatap Eka, Eka sendiri ama terkejut hingga membeku,
"Hai Eka, udah lama tak bertemu," Mei
Eka bergegas memeluk Mei saat Mei berdiri di dekatnya,
"Akhirnya aku menemukanmu Mei, aku menggila karena mencarimu," Eka
"Aduh si anjing gilaku ini, ternyata benar benar menggila ya," Mei
Mei melepaskan pelukan Eka lalu tiduran di sofa sambil memeluk boneka yang ada disitu,
"Selama aku pergi, katanya kau sangat gila, kau bahkan membakar habis semua yang sekiranya akan membuatku dalam bahaya, aku bahkan melihat kau menghabisi nyawa pasukanmu sendiri karena kesal tak menemukanku," Mei
"Kamu melihatku?" Eka
Mei mengangguk, "Dijalanan New York, kau menembak habis 100 orang, untung saja aku tak kena tembak," Mei
"Kamu melihatku tapi kamu tak kembali?" Eka
"Aku lagi menenangkan diri, aku gak mau kayak di film film, baru ada pengkhianat langsung bunuh diri, aku gak mau mengorbankan diri karena aku hanya akan mengorbankan yang bersalah," Mei
Eka bertekuk lutut di hadapan Mei lalu mencium Mei,
"Mei, maafkan aku, aku tak becus," Eka
"Eka, aku mau sesuatu, kamu bisa mengkabulkannya," Mei
"Apapun itu," Eka
"Aku mau- ada perang, hancurkan SHG palsu Bulkrish, dan habisi Putri Mantan Presiden itu, aku mau menjadi Ratu yang kau janjikan, kau bisa mengkabulkannya?" Mei
"Baiklah, segalanya untukmu," Eka
Eka mencium leher Mei dan membuat kissmark disana, sedangkan Mei memikirkan hal lain,
"Anak itu memang benar benar sudah keterlaluan, aku harus menghukumnya," bathin Mei.
.
.
.
Di Mansion, Bulkrish sedang menerima telepon,
"Halo," Bulkrish
"Boss, ada grup mafia yang menyerang inti Y2G, sekarang Y2G benar benar hancur,"
"Apa!? Bagaimana bisa!?" Bulkrish terkejut
"Kata mata mata yang berhasil selamat, Boss mafia besar yang melakukannya,"
"...? Eka Galung?" tebak Bulkrish
"Iya Boss, penghancuran terus terjadi jika seperti ini, markas yang ada di NP akan hancur,"
"Aku mengerti, aku akan menyelesaikannya," Bulkrish
Bulkrish menutup teleponnya,
"Sial!!! Eka Galung berani melakukan ini!! Beraninya dia!!" teriak Bulkrish
Tiba tiba Raeya datang,
"Putra, kenapa?? Aku mendengar kamu berteriak," Raeya
"Eka Galung, dia mencoba menghancurkan grup mafiaku," Bulkrish
"Apa?? Tapi bukannya ada perjanjian antar kalian??" Raeya
"Menurutmu seorang Eka Galung akan diam walau ada perjanjian, yang bisa mengendalikan Eka sampai Eka tanpa pikir panjang melanggar perjanjian hanyalah- Mei, tapi- Arghh!!! Sial!!" Bulkrish
Bulkrish pergi,
"Kenapa selalu Mei dan Mei!!! Apa bagi mereka hanya Mei satu satunya wanita didunia ini, liat saja Mei, aku akan menghabisimu secepatnya," Raeya
Tiba tiba seseorang datang,
"Menghabisi Mei hah?? Kau yakin??"
"Kau-" Raeya
Orang itu membekap Raeya dan Raeya terpingsan, orang ity membawa pergi Raeya darisana.
.
.
.
Di Mansion Eka, Eka dan Mei ada disana,
"Wahh ini mansion atau istana, ini mansion pribadimu," Mei
"Yaaa, aku hanya sekedar membelinya untuk koleksi, dimana ada dirimu, disitulah rumahku," Eka
Mei tiba tiba bergelayut manja pada Eka,
"Benarkah??" Mei
"Tentu saja," Eka
"Tapi aku gak percaya," Mei sinis
Mei kembali berjalan sendiri,
"Aku sudah menyuruh Dinara Mumuk menculik Putri Mantan Presiden, aku akan mneyuruhnya membawanya kemari," Mei
Mei tiba tiba merasa mual dan pusing,
"Mei kamu kenapa?" Eka
Mei terpingsan.
.
Saat dokter sudah dipanggil dan memeriksa Mei,
"Dokter, bagaimana Mei??" Eka
"Nyonya hanya kelelahan dan sedikit stress, jadi tolong jaga kesehatan Nyonya dan janinnya, janinnya masih sangat muda dan bisa rentan dengan segala kondisi," Dokter
"Janin?? Mei hamil??" Eka
"Iya, kalau saya perkirakan usianya seharusnya sudah 3 bulanan, jadi harus di jaga baik baik," Dokter
"Ah baik, saya mengerti," Eka
"Ini resep obat dan vitaminnya, dijaga kesehatan Nyonya. Kalau begitu saya pergi, jika ada apa apa, hubungi saya lagi," Dokter
"Ya baiklah," Eka
Dokter pergi,
"Mei hamil, 3 bulanan? Mei pergi setelah bercintaku denganku dan itu tanpa pelindung, berarti bayi Mei ini, kemungkinan milikku. Akhirnya aku dan Mei bisa menjadi keluarga kecil," Eka
Eka tersenyum menatap Mei.
.
.
.
Kebesokan harinya, Mei terbangun dan melihat disisinya,
"Eka," Mei
Eka terbangun,
"Mei, kamu udah terbangun sayang, mau kubuatkan makanan," Eka
"Aku mau makan di luar," Mei
"Baiklah, kamu bersiap siaplah," Eka
Eka pergi,
"Eka- jadi jauh lebih lembut, kenapa ya??" Mei bingung.
.
.
.
Saat sudah selesai bersiap, mereka pun pergi ke mall terdekat, Mei yang melihat barang barang bayi pun mendekat,
"Wah Eka, liat baju ini lucu, ada kuping kelincinya," Mei
"Iya, lucu, kamu mau beli beberapa?" Eka
"Apa boleh??" Mei
"Kenapa tidak," Eka
"Bayiku cewek atau cowok ya, keduanya pun gak masalah," bathin Eka
Mereka pun berbelanja ini dan itu, Eka juga diam diam membeli banyak peralatan bayi dari tempat tidur, gendongan, mainan, baju, bahkan kereta bayi, Eka juga membeli berkotak kotak susu ibu hamil yang kadaluwarsanya masih sangat lama dalam usia yang berbeda.
Setelah puas berbelanja, Eka dan Mei pun makan di pizza hut dan saling mengobrol.
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁