Tujuh tahun.
Cukup lama untuk sebuah pernikahan.... tapi tidak sedikitpun cukup untuk membuat Noah Luca Tyga mencintai istrinya.
Evelyn Yarvi.
Wanita cantik yang ia nikahi karena sebuah perjodohan. Istri yang selalu ada, tapi tak pernah di anggap.
Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri cantik. Namun, putri itu lahir bukan dari cinta, melainkan dari bayi tabung. Karena bagi Noah, menyentuh Evelyn sama saja dengan mengkhianati hatinya yang masih terperangkap pada masa lalu.
Baginya, Evelyn hanya wanita yang menikahinya demi harta.
Setiap hari, Evelyn berjuang. Berjuang mendapatkan secercah perhatian dari suaminya yang bahkan tak sudi meliriknya.
Sampai kapan ia harus bertahan?
Haruskah ia menyerah dan pergi.... atau terus berjuang demi cinta yang mungkin tak akan pernah ia miliki?
Dan bagaimana jika mantan kekasih Noah kembali, siap menghancurkan sisa-sisa rumah tangga yang sejak awal sudah retak?
Mampukan Evelyn bertahan... atau justru ia pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Isi Dari Amplop Coklat
Brianna menatap Noah dengan wajah bingungnya. "Apa yang Kakak maksud?" tanya Brianna.
"Pergi dari sini, dan jangan memengaruhi putriku lagi dengan hal-hal yang buruk," ucap Noah dengan wajah datar dan tatapan tajamnya.
"Hal buruk? Maksudnya apa, Kak? Selama aku dekat dengan Skylar, aku tidak pernah memengaruhinya, apalagi tentang hal buruk," ucap Brianna membela dirinya sendiri.
Noah tersenyum miring. "Kamu pikir aku tidak tahu apa yang selama ini kamu lakukan kepada putriku, dan apa tujuanmu kembali mendekatiku?" ucap Noah, dan ucapannya itu membuat Brianna terdiam.
"Papi... Jangan memarahi Tante Brianna. Sky enggak suka," ucap Skylar. Bocah kecil itu sudah terlanjur menganggap Brianna sebagai sosok wanita yang baik.
"Skylar, masuk ke kamarmu sekarang," ucap Noah.
Tapi Skylar menggelengkan kepalanya. "Enggak... Sky enggak mau... Sky mau sama Tante Brianna," ucap Skylar seraya bocah kecil itu memeluk paha Brianna dengan erat.
Dan hal itu membuat Noah semakin emosi. "BI... BIBI!" teriak Noah, dan ini pertama kalinya semua _maid_ yang bekerja di rumah ini mendengar teriakan Noah yang seperti ini.
Dengan cepat Bi Siti datang seraya berlari. "Iya, Tuan," ucap Bi Siti.
"Bawa Skylar ke kamarnya sekarang," ucap Noah.
"Baik, Tuan... Ayo, Nona kecil, kita ke kamar sekarang," ucap Bi Siti meraih tangan Skylar yang memeluk paha Brianna.
"Enggak... Hiks... Hiks... Hiks... Sky enggak mau... Sky mau sama Tante Brianna," ucap Skylar sambil menangis.
Bi Siti menatap ke arah Noah, tapi pria itu hanya menatapnya tanpa ekspresi. "Ayo, Nona kecil," ucap Bi Siti sambil menarik paksa Skylar.
"Jangan memaksanya jika dia tidak mau," ucap Brianna.
Tapi Bi Siti tidak menanggapi ucapan wanita itu. Ia tetap menarik tangan Skylar hingga pelukan bocah kecil itu terlepas, dan membawa Skylar pergi dari sana meskipun bocah kecil itu menangis dan memberontak.
"Kak Noah," Brianna meraih tangan Noah, tapi dengan cepat pria itu menepis tangannya dengan kasar.
"Pergi dari sini," ucap Noah, dan pria itu ingin kembali melangkah menaiki tangga.
"Kak Noah... Kenapa Kak Noah tiba-tiba berubah seperti ini... Bukankah Kak Noah mencintaiku? Aku sudah kembali, Kak... Ayo kita menikah," ucap Brianna.
Noah kembali menghentikan langkahnya. "Mencintaiku?" ucap Noah seraya ia kembali menghadap ke arah Brianna.
Brianna menganggukkan kepalanya. "Ayo kita kembali seperti dulu lagi, Kak... Tujuh tahun yang lalu aku pergi karena aku merasa sakit hati karena Kakak tiba-tiba menikah... Dan kini aku kembali lagi, Kak. Aku kembali hanya untuk Kakak dan hubungan kita yang sempat terhenti," ucap Brianna.
Noah menghela napas kasar. "Itu dulu, Brianna. Aku akui, selama tujuh tahun ini aku tidak bisa melupakanmu, dan aku memang sangat berharap untuk kembali bersamamu... Tapi setelah aku mengetahui apa tujuanmu, seketika rasa cinta itu hilang," ucap Noah.
Brianna menggelengkan kepalanya seraya ia menatap Noah dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. "Pergi dari sini sebelum aku meminta penjaga untuk mengusirmu," ucap Noah. Pria itu melangkah pergi dari hadapan Brianna yang mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
"Baik, aku akan pergi, Kak Noah... Tapi jangan mengira jika aku akan menyerah. Justru ini baru awal dari semua tujuanku," gumam Brianna. Setelahnya, wanita itu melangkah pergi dari sana.
Noah yang ingin masuk ke dalam kamarnya mendengar suara tangisan Skylar yang terus-menerus memanggil nama Brianna. Tapi meskipun begitu, Noah tetap masuk ke dalam kamarnya. Pria itu merasa sangat pusing sekarang. Apalagi ia baru saja mendapatkan informasi dari Asisten Arlo tentang apa tujuan Brianna kembali muncul di dalam hidupnya.
Noah mendudukkan dirinya di atas sofa. Ponselnya berdering, dan itu panggilan masuk dari asistennya. Dengan cepat pria itu menjawabnya.
"Hmm, katakan," ucap Noah saat panggilan sudah tersambung.
"Maaf, Tuan... Saya tidak mendapatkan informasi mengenai di mana saat ini Nyonya Evelyn berada," ucap Asisten Arlo di seberang sana.
"Aku tidak mau tahu. Tetap cari keberadaannya," ucap Noah. Untuk pertama kalinya, pria itu merasa frustasi seperti ini.
"Dan mengenai soal Brianna, tetap selidiki dia. Apa perlu sewa detektif?" ucap Noah lagi. Setelahnya, pria itu memutuskan sambungan teleponnya.
Noah memijat keningnya yang terasa pusing. "Arggh... Sial... Bisa-bisanya aku ditipu olehnya," ucap Noah kepada dirinya sendiri.
Noah tidak sengaja melihat amplop cokelat dari Evelyn yang belum sempat ia lihat isinya.
Pria itu bangkit dari sofa seraya melangkah ke arah meja nakas dan meraih amplop cokelat itu. Dengan gerakan yang terlihat sangat pelan, Noah membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya.
Ting
Tring... Tring... Tring...
Noah mengerutkan kening saat melihat sebuah cincin yang terjatuh dan menggelinding di bawah kakinya.
Pria itu berjongkok dan meraih cincin itu. Cincin itu adalah cincin milik Evelyn, lebih tepatnya cincin pernikahan mereka.
"Ini kan cincin milik Evelyn. Kenapa dia menyimpan cincin ini di dalam amplop?" gumam Noah seraya menatap cincin emas dengan permata kecil di tengahnya.
Noah tersenyum tipis, entah apa yang merasuki pria itu sampai ia tiba-tiba tersenyum seperti ini. "Cincin ini masih terlihat sangat baru. Dia merawatnya dengan sangat baik, padahal aku sudah tidak tahu di mana aku menyimpan cincin milikku," gumam Noah.
Lalu, Noah kembali melihat isi dari amplop itu. Ia kembali mengerutkan kening saat ia melihat kartu hitam miliknya yang ia berikan kepada Evelyn tujuh tahun yang lalu.
Perasaan Noah mendadak tidak enak. Pria itu segera membuka lipatan kertas yang ada di tangannya.
Degh
Tangan Noah bergetar saat membaca isi dari kertas itu, yang tak lain adalah surat gugatan cerai dari Evelyn Yarvi, istrinya.
"Tidak... Ini tidak benar... Evelyn tidak mungkin melakukan ini kepadaku... Dia sangat mencintaiku... Aku yakin ini hanya surat palsu. Evelyn... Dia... Dia tidak mungkin meninggalkan Skylar. Dia sangat sayang kepada Skylar... Juga sangat sayang kepada Oma," gumam Noah seraya ia menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan surat gugatan cerai dari Evelyn yang saat ini berada di tangannya.
Setelahnya, Noah kembali berdiri dan melangkah keluar dari kamarnya dengan sangat terburu-buru. Pikiran pria itu saat ini sangat kacau.
"Papi..." Skylar memanggilnya, tapi Noah tidak menoleh sedikit pun ke arah putrinya itu. Ia tetap melanjutkan langkahnya.
"Ayo, Nona kecil," ucap Bi Siti.
"Sky mau sama Tante Brianna, Bi," ucap Skylar dengan mata bocah kecil itu yang terlihat sembab karena menangis.
Bi Siti hanya diam saja ia tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada Nona keculnya itu , Skylar masih terlalu kecil untuk mengerti semua nya , Bocah kecil itu hanyalah sosok anak yang sangat polos dan sangat mudah untuk di pengaruhi oleh Brianna.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya guys 😊🥰🤗🙏.
nyesellll g ada gunanya noah...
mantan adalah maut....
sukurin.... salah siapa mmberi ruang untuk mntan merusak rumah tanggamu...
untuk ap km mnyesali noah... andai km tak tau kbusukn sabrina... km pasti kmbali dgnnya....
skrg km kalang kabut mncari evelyn.... yg hnya km jdikn pelarian saat km tau siapa jalang yg sll km berikan kebebasan keluar masuk rumahmu...
tK ada perempuan yg sanggup brtahan saat khadirannya sll di abaikan suami jga anknya....
selamat khilangan perempuan cantik... baik & tulus yg slm ini km sia" kn noah...
bntr lgi km bkl gelojotan.... saat evelyn bneran prgi jauh...
dan itu real... bukan trik sprti yg sll km tuduhkn untuk evelyn...
ap kah pelakor idamanmu akn ttp brtahan di smpingmu saat km jatuh...
baru juga hidup tenang Noah and family ,,
semoga aj dy kabur ny ke kebun binatang ,, tempat asal ny ,, jgn sampe dy ngeganggu Evelyn ma ank2 ny lgi ,, 😒😒😒😒😒😒
awaaas aj yx kak ,, 😒😒😒😒😒😒/Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly/
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣