NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Berondong / Tamat
Popularitas:56.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Savira tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda. Dia menolongnya sampai membiarkan dia tinggal di rumahnya. Namun, seiring waktu berjalan, dia merasakan hal berbeda dengan pemuda ini. Hingga benih-benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya.

Namun, mengetahui jika pemuda yang dia tolong ternyata bukanlah orang biasa. Dia adalah seorang pewaris utama dari Perusahaan besar tempatnya bekerja.

Bagaimana setelah ini? Savira hanya merasa dibohongi oleh pemuda itu. Apa dia akan memaafkannya? Atau mungkin segala rintangan akan membuat dia menyerah begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yaudah Kita Pacaran?!

Savira menatap Shandy yang tertidur di sofa, sejam yang lalu pria itu benar-benar membuat Savira sedikit panik karena dia yang tiba-tiba muntah. Savira yang tadinya akan membawanya ke Dokter, tapi Shandy hanya mengatakan jika dia masuk angin biasa. Dan sekarang pria itu tertidur setelah minum obat.

Savira menyelimutinya, lalu dia mengecek suhu tubuh Shandy dengan punggung tangannya. Masih sama, suhu tubuhnya normal. Dan ini yang membuat Savira percaya jika Shandy hanya sedang masuk angin saja.

"Bikin panik aja deh. Eh, kenapa juga gue begini ya?"

Savira yang jadi kebingungan dengan perasaannya sendiri. Dia yang begitu panik saat melihat Shandy yang seperti itu. Sungguh Savira merasa sangat takut sampai Shandy kenapa-napa. Hal ini sama seperti dia takut kehilangan Kakaknya waktu itu. Mungkinkah rasa pedulinya sudah sebesar itu.

"Cepet sembuh ya, Shan"

Savira berlalu ke kamarnya, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Menatap langit-langit kamar, sebenarnya dia mulai goyah dengan perasaannya saat ini. Semakin kesini, semakin membuat Savira tidak bisa membohongi perasaannya pada Shandy. Bahkan kepeduliaannya semakin besar.

Ketika pagi datang, Savira benar-benar bangun saat mentari bahkan belum menunjukan sinarnya. Savira sebenarnya tidak cukup bisa tidur, karena dia yang terus kepikiran dengan keadaan Shandy. Membuat dia langsung keluar kamar dan melihat Shandy yang masih terlelap disana.

Savira berlalu ke dapur hanya untuk membuatkan bubur. Kali ini dia benar-benar menunjukan kepeduliannya.

Ketika Shandy terbangun dan masih merasa tubuhnya lemah. Shandy memegang dadanya sendiri, dia mencoba untuk mengatur nafasnya ketika terasa sakit dan juga sesak yang dia rasakan.

"Lo sudah bangun Shan, ini lo buatkan bubur"

Shandy langsung menoleh, melihat Savira yang datang dengan semangkuk bubur di tangannya. Shandy langsung tersenyum.

"Terima kasih"

Savira menatap Shandy yang sebenarnya masih terlihat pucat sampai sekarang. "Sebaiknya jangan dulu pergi kuliah. Lo harus istirahat"

Shandy hanya mengangguk saja, dia menatap bubur yang di bawa oleh Savira itu. "Kamu buat sendiri? Bisakah kamu menyuapi aku, kayaknya aku terlalu lemah untuk bisa makan sendiri"

Savira langsung memutar bola mata malas, karena tahu jika Shandy hanya sedang manja saja. Tapi meski begitu, Savira masih menuruti permintaannya itu. Dia menyuap Shandy dengan lembut.

"Panas gak?" tanya Savira.

Shandy menggeleng pelan, dia menikmati bubur buatan gadis ini.Dia sungguh semakin merasa di perhatikan oleh gadis ini. Apalagi ketika Savira mengusap sisa bubur di bibirnya. Gadis itu melakukannya dengan begitu lembut dan penuh dengan ketulusan.

"Terima kasih ya"

Savira hanya mengangguk, dia menyimpan mangkuk bubur di atas meja. Lalu dia menatap Shandy dengan lekat. Bibir pria itu bahkan sedikit membiru, membuat Savira terus memperhatikannya.

"Lo gak mau periksa saja ke Rumah Sakit, Shan? Itu bibir lo sampe membiru gitu. Yang sering gue denger, kalo sampe bibir biru kayak gitu pastinya ada penyakit di bagian dalam"

Shandy tersenyum, dia mengusap bibirnya yang sebenarnya tidak akan merubah apapun. "Ini karena panas saja makan bubur barusan. Tenang aja, aku gak papa kok. Ini cuma masuk angin saja"

Savira tetap menatapnya dengan penuh penasaran. Merasa jika Shandy sebenarnya memang sakit, tapi pria itu tidak ingin mengatakan.

"Udah ah, kamu jangan terlalu khawatir kayak gitu. Kalau aku sakit juga pasti bakal bilang"

Savira hanya mencoba untuk percaya saja, dia mengambil mangkuk dan segera berlalu ke dapur. Tepat pada saat itu pintu kamar Kak Mena terbuka, Savira tersenyum melihat Kakaknya sudah menggendong Megan.

"Kak, ini bayi udah bangun ya jam segini. Mau kemana sih? Mau ikut Bibi kerja ya?" ucap Savira dengan gemas mengajak ngobrol Megan dalam gendongan Kakaknya.

"Titip dulu, Dek. Kakak mau mandi dulu"

Savira langsung mengambil alih Megan dari gendongan Kak Mena. Dia membawa bayi itu ke sofa dan duduk di samping Shandy.

"Megan sudah bangun jam segini? Mau kemana si?"

Savira hanya tersenyum saat ucapan Shandy malah sama dengan apa yang dia ucapkan. Shandy memegang tangan mungil Megan.

"Kamu lucu sekali si, nanti kalau kamu pergi kayaknya Bibi akan kesepian" ucap Savira.

"Tidak akan! Kamu pasti selalu bersama denganku dan tidak akan kesepian"

Savira langsung menoleh pada Shandy, sebenarnya dia cukup kaget dengan ucapan pria itu barusan. Menatap Shandy dengan penuh tanda tanya dan kebingungan.

"Memangnya lo bakal terus temenin gue disini?" tanya Savira.

Tiba-tiba Shandy memegang tangan Savira, dia mengecup punggung tangan itu. Membuat si pemilik tangan tertegun dengan sikapnya ini. Savira mulai tidak bisa mengendalikan dirinya dan perasaannya saat ini.

"Kalau aku benar-benar punya perasaan lebih sama kamu? Apa itu boleh?"

Pertanyaan Shandy ini sungguh membuat Savira sangat terkejut. Bagaimana pria itu yang ingin mengungkapkan perasaannya, tapi masih bertanya apa Savira mengizinkannya atau tidak. Sungguh, hati perempuan mana yang tidak akan luluh dengan sikap pria ini.

"Shan, kalo lo ngomong kayak gini. Pastinya gue malah bingung gimana jawabnya. Langsung aja ke intinya, bisa?"

Shandy tersenyum, seperti mendapat sebuah lampu hijau untuk perasaannya ini. Melihat pipi Savira yang sudah memerah sekarang, padahal Shandy saja belum mengatakan apa-apa.

"Jadi pacarku, Savira. Aku tidak bisa lagi menahannya lagi. Aku mencintaimu"

Savira benar-benar membeku sekarang, masalahnya dia juga tidak menyangka Shandy akan to the point seperti ini. Benar-benar tidak ada basa-basi apapun.

"Shan, lo yakin dengan perasaan itu? Gue itu lebih tua dari lo"

"Aku pernah bilang 'kan, jika usia hanyalah hitungan angka. Dan ketika aku sudah berani mengatakan cinta, maka aku sudah sangat yakin dengan perasaanku sendiri"

Savira menahan senyum, entah kenapa dia tidak bisa menahan rasa bahagia dalam dirinya ini. Sungguh Savira yang begitu tidak menyangka Shandy akan mengungkapkan perasaannya secepat ini.

"Yaudah"

Shandy langsung mengerutkan keningnya, menatap Savira dengan lekat. "Yaudah apa?"

Savira memalingkan wajahnya karena dia malu sendiri. Padahal ini bukan pengalaman pertama dalam berpacaran. Tapi mungkin karena dia yang mendapatkan pria lebih muda darinya, membuat Savira jadi malu begini. Bertingkah seolah masih remaja sekolah.

"Yaudah kita pacaran"

"Hao..hao.."

Savira langsung terkejut mendengar celotehan ala bayi dari Megan. Lalu dia menatap Shandy dan keduanya tertawa.

"Bisa-bisanya lo nembak gue depan anak bayi kayak gini. Haha"

Bersambung

1
Ayumi Mutiara
sumpah ya baca cerita ini nangis😭 sambil 🤣🤣🤣ketawa jga karna sedih bercampur ketawa, pokok ceritanya menarik bngt, semangat ya buat yg nulis cerita ini👍
Nita.P: mampir di luka cinta pernikahan. karya terbaruku Kak. makasih sudah mampir disini
total 1 replies
Nanang Aja
gas keun
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Nita.P: Mampir di karya terbaruku.. judulnya RINDU YANG TERLARANG.. bantu ramaikan Kak
total 2 replies
sunshine wings
😍😍😍😍😍
Nita.P: Baca karya terbaruku.. judulnya RINDU YANG TERLARANG.. Bantu ramaikan
total 1 replies
Masfaah Emah
siap aku mampir Thor 😘💪
Nita.P: Mampir di karya terbaruku. judulnya RINDU YANG TERLARANG.. Bantu ramaikan Bunda
total 1 replies
Pujiastuti
akhir yang bahagia antara Sandy dan Savira,,,,,,,

ditunggu kak karya selanjutnya tetap semangat 💪💪💪
Masfaah Emah: engga terasa udah end lagi 🫢 makasih Thor atas karya nya 👍 smoga sukses di cerita yang baru 😘💪
total 1 replies
Oma yeni*🦋
uh, sedih banget thor 😥
Oma yeni*🦋
keren cerita nya
Nita.P: Baca cerita terbaruku.. Judulnya RINDU YANG TERLARANG.. bantu ramaikan Kak
total 2 replies
Masfaah Emah
siap Thor d tunggu up nya cumungut💪
Masfaah Emah
Alhamdulillah terungkap sudah kebenaran nya, Untung wanita itu jujur klau tidak hancur lah rumah tangga Sandy
Pujiastuti
akhirnya kebenaran terungkap juga,,,,


lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
Nanik Arifin
sepertinya dia wanita baik", boleh lah buat kamu Lang... klo dia mau... 😂😂😂
Nita.P: suka sepikiran deh sama author haha
total 1 replies
Nur Adam
lnjut
Masfaah Emah
Serapi apa pun bangkai d bungkus lama-kelamaan akan tercium jga baunya
Pujiastuti
sebentar lagi kebenaran akan terungkap semoga wanita yang ada difoto mau jujur sama Sandy kalau dia disuruh sama paman Ahsan
Masfaah Emah
smoga aja photo itu hanya jebakan saja dan Sandy ga ngelakuin apapun 🤲
Nur Adam
lnjut
Pujiastuti
apa yang sebenarnya terjadi sampai Sandy sempat lupa, semoga aja wanita yang ada disalam foto bisa menjelaskan yang sebenarnya terjadi biar Savira Ngak kepikiran lagi
Oma Gavin
semangat up kak cerita nya bagus
Nur Adam
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!