NovelToon NovelToon
Agensi Detektif Hantu

Agensi Detektif Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Matabatin / Dikelilingi wanita cantik / Hantu / Kumpulan Cerita Horror / Roh Supernatural / Horor
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eko Arifin

Apakah anda mengalami hal-hal tak wajar disekitar anda?

Seperti suara anak ayam di malam hari yang berubah menjadi suara wanita cekikikan? Bau singkong bakar meskipun tidak ada yang sedang membakar singkong? Buah kelapa yang tertawa sambil bergulir kesana-kemari? Atau kepala berserta organnya melayang-layang di rumah orang lahiran?

Apakah anda merasa terganggu atau terancam dengan hal-hal itu?

Jangan risau!

Segera hubungi nomor Agensi Detektif Hantu di bawah ini.

Kami senantiasa sigap membantu anda menghadapi hal-hal yang tak kasat mata. Demi menjaga persatuan, kesatuan, dan kenyaman.

Agensi Detektif Hantu selalu siap menemani dan membantu anda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eko Arifin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 - Qorin Terpisah?

Suara-suara lantunan ayat-ayat suci menggema ke seluruh ruangan yang di sertai tangisan sanyu oleh para pembaca kitab suci saat tersayat hati mereka melihat kondisi empat pemuda terbujur kaku di depan mereka.

Salah satu pemuda itu adalah anak bapak kepala desa, yang ia tugaskan untuk menjadi security di desa ini.

Namun...

Setelah satu hari penobatannya, kondisi anak semata wayangnya sekarang sangat memperihatinkan.

Tubuh terbujur kaku, mata melotot ke atas tanpa bisa berkedip, mulut pucat dan terbuka menganga tanpa bisa di tutup membuat bu kades hanya dapat menangis sambil terus membacakan ayat-ayat suci, berharap keajaiban datang dari sang Pencipta.

Ketiga temannya pun mengalami hal yang sama sehingga mereka di satukan dalam satu ruangan bersama keluarga mereka yang ikut membacakan ayat-ayat kitab suci.

"Bagaimana ini pak ustadz? Kondisi anak saya kok tidak ada kemajuan..."

Pak kades bertanya sekaligus sedang istirahat setelah membaca ayat-ayat kitab suci dari magrib hingga jam setengah dua belas malam tanpa henti.

"Bapak tenang dulu. Saya sudah memanggil orang yang mengerti tentang masalah ini lebih dalam." jawab pak ustad menanti kedatangan agen detektif hantu.

"Tapi mereka bukan dukun kan?" tanya pak kades takut karena tidak ingin berhubungan dengan ilmu hitam.

"Bukan, bapak tenang saja. Saya dapat kabar detail dari teman lama di desa Tumbularas tentang jasa mereka tetapi..."

"Tetapi apa pak?"

"Tentu di pungut biaya sesuai dengan apa yang mereka kerjakan..." ujar pak ustadz sedikit ragu untuk memberikan informasi ini.

"Tidak apa-apa pak, berapapun duit akan saya bayar asalkan anak saya sembuh."

Tok! Tok! Tok!

"Selamat malam! Permisi! Kulo nuwun! Punten! Sepada! Helloo!" suara dua orang lelaki memanggil serentak dari luar layaknya anak-anak memanggil teman bermainnya.

"Pak ustadz, itu siapa? Apa mereka dhemit yang mencoba masuk rumah seperti kemarin?"

"Tunggu bentar pak, biar saya cek dulu..."

Pak ustadz pun mendekati pintu depan dan mencoba merasakan hawa di luar melalui tubuhnya. Jika ada respon bulu meremang berarti bukan manusia yang telah mengetok pintu rumah.

Namun, pak ustadz tidak merasakan apapun yang membuat ia membukakan pintu kediaman pak kades dan melihat dua lelaki berdiri.

"Selamat malam pak, kami dari Agensi Detektif Hantu. Kami datang untuk memenuhi panggilan anda..." ujar Ardian dengan bahasa sopan.

"Selamat malam mas. Kami sudah menanti kalian dari tadi. Cepat masuk mas, takutnya ada yang mau masuk selain kalian..."

"Oh, maksud bapak mereka?" tanya Rendy yang menunjuk jempolnya kearah belakang.

Pak ustadz pun mengalihkan matanya ke arah dimana Rendy menunjuk dan melihat pemandangan yang aneh, mengerikan namun juga lucu menjadi satu rasa.

"Woy! Woy! Woy! Dasar bocah gak ada adab! Kepala gue buka bola cil!"

"Bwahahaha! Gue Kapten Tsubasa coeg! Lari, lari, lari! Terbang dan berlari~"

Teriak sosok tuyul kecil yang berlari kesana kemari sambil menggiring Gundul Pringis yang tidak tertawa, karena ia kesal di perlakuan tidak menyenangkan oleh dhemit kecil ini.

"Tendangan halilintar!" teriak Ucil senang saat menendang keras Gundul Pringis dan membuat kumpulan dhemit di depannya terpental seperti bola bowling yang menabrak pin-pinya.

"Gol, gol, gol! Ucil Ozora lagi dan lagi mencetak gol untuk team Nankatsu! Sorakannya mana baby!"

Ucil berteriak sambil lompat-lompat kegirangan.

"Minggir woy, minggir kalian! Remnya blong ini bre! Ahhhhhh!"

Pak ustadz melihat sosok Pocong yang melesat dengan cepat dan menabrak kumpulan dhemit di sekitar, membuat mereka terpental jauh.

Ucil yang melihat Om Poci pun tertawa terbahak-bahak dan guling-guling di tanah.

"Hihihihihi! Mati kalian! Matilah untuk kedua kalinya!"

Suara wanita nyaring dan mengerikan membuat pak ustad bergidik ngeri saat melihat Kuntilanak merah menghajar dhemit-dhemit di sekitar.

Pak ustadz pun keheranan dengan apa yang ia lihat namun, Ardian dengan cepat membuyarkan pikirannya, "Udah pak, kita masuk aja... biarin mereka bersenang-senang."

"O-oh, iya nak. Silahkan masuk."

Mereka bertiga pun masuk ke kediaman pak kades dan mencoba menghiraukan suara-suara tawa di luar rumah.

**********

Saat memasuki rumah, Ardian dan Rendy merasakan energi positif yang di karenakan oleh bacaan ayat-ayat kitab suci saat mereka di bimbing oleh pak ustadz menuju sebuah ruangan besar.

Di sana mereka melihat banyak orang mendampingi empat pemuda terbujur kaku di tikar.

Rendy pun segera mendekati salah satu pemuda itu dan menempelkan tangan kanannya ke dahi pemuda yang terbujur kaku seperti sedang mengalami stroke.

Ardian pun ikut menemani Rendy dan mencoba menghiraukan tatapan tajam orang-orang yang ada di ruangan itu.

Sejenak kemudian, Rendy berdiri bersama Ardian dan menemui pak ustadz yang menunggu di luar ruangan.

"Bagaimana kondisi mereka mas? Saya dari kemarin sudah mencoba untuk menyembuhkan mereka dengan air doa tetapi, untuk minum saja mereka tidak bisa..." tanya pak ustadz yang sedang bersama pak kades.

"Jadi kondisi mereka seperti sudah dari kemarin pak?" tanya Rendy.

"Iya mas... kronologisnya..." Pak kades mencoba untuk menjelaskan tetapi di hentikan Rendy dengan mengangkat telapak tangannya kedepan, tanda dia sudah tahu apa yang terjadi.

Ardian pun membiarkan Rendy karena ia lebih tahu, penerawang sahabatnya itu jauh lebih tajam dalam membaca garis waktu masa lalu, meskipun dia bisa berasumsi setelah melihat kondisi tubuh mereka.

"Gimana, Ren?" tanya Ardian.

"Ini Qorin mereka sudah terpisah dengan tubuh mereka, Ar." jawab Rendy pendek.

Ardian mengangguk pelan, membenarkan dugaan pribadinya.

"Maksudnya Qorin mereka terpisah itu gimana ya mas?"

Rendy menengok ke arah Ardian dan di jawab dengan anggukan, tanda bahwa dia boleh menjelaskannya.

"Jadi menurut kami, Ruh dan Qorin itu sesuatu yang berbeda namun mereka itu menjadi satu kesatuan dalam tubuh manusia dan terikat di dalamnya."

Rendy mencoba menjelaskan maksud mereka dengan simple dan mudah di pahami oleh orang awam.

"Dua hal ini tidak boleh terpisah dalam jangka waktu yang panjang karena bisa mengganggu kinerja tubuh manusia, membuatnya kaku dan susah bergerak, bahkan untuk berkedip, makan dan minum pun kesulitan."

Pak kades dan pak ustadz pun mendengarkan penjelan Rendy dengan seksama.

"Karena sesungguhnya hanya maut yang bisa memisahkan mereka..."

Rendy pun selesai menjelaskan dan membuat pak kades dan pak ustadz kebingungan.

"Tuh kan, mereka gak paham, Ar. Elu sih pake acara ngizinin segala..."

"Ya, kita mah jujur aja sama apa yang kita lihat. Kalau mereka tidak berkenan pakai jasa kita ya mau bagaimana lagi. Ilmu kita pun ada batasnya." jelas Ardian santai karena tidak ingin ada kebohongan antara dia dengan klien.

"Saya gimana enaknya aja mas, yang penting anak saya dan teman-temannya bisa normal kembali. Sama para dhemit di luar juga tidak mengganggu desa ini lagi..." pinta pak kades.

"Baiklah kalau begitu... Ini kita mesti gimana, Ar?" tanya Rendy.

Ardian pun berpikir sejenak sebelum menatap pak kades, "Saya minta spidol hitam, lima gelas air putih dan lima lembar kertas kosong, tapi kertas gambar bukan yang bergaris."

Pak kades bergegas masuk ke kamar anaknya yand terdapat beberapa alat sekolah sebelum kedapur untuk memenuhi permintaan Ardian.

Sementara pak ustadz merasa dirinya tidak berguna dan tidak dapat berbuat banyak namun Ardian dapat melihat kegusaraan beliau dan mencoba memberikan kata-kata semangat.

"Bapak tidak boleh merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Selagi saya kemari, ada energi-energi positif di setiap rumah desa ini."

"Apa bapak ini yang menyuruh mereka untuk membaca ayat-ayat suci? Soalnya energi positif itu bisa jadi tameng buat hadepin dhemit di luar sana..." Rendy pun dengan polosnya ikut nimbrung.

"Gue yakin begitu... lagipula, kehadiran pak ustadz di sini memberikan harapan dan ketenangan untuk keluarga empat pemuda itu, meminimalisir kepanikan mereka..." lanjut Ardian.

"Astagfirullah..." ucap pak ustadz pendek mengingat nama Tuhan yang Maha Pengampun, "Terima kasih nak sudah mengingatkan."

"Sama-sama pak." jawab Ardian dengan senyum sedangkan Rendy bingung arah pembicaraan mereka.

Tidak lama kemudian, pak kades datang dengan membawa beberapa barang yang di pinta Ardian dan meletakannya di meja ruang tamu.

"Oke... Ren, sekarang waktunya kerja."

"Siap bossku!"

1
Endra Wahyuni
karya yg bagus dan menarik thorr,, semangat berkarya ❤
Rosy
aduh kasihan Mbah Sanca dikeroyok...
Jihan Hwang
aku mampir thor, masih nyimak.. ayo mampir dinovelku juga ya jika berkenan/Smile//Pray/
Tenth_Soldier
Mbah Sanca is in da house.. /CoolGuy/
Rosy
Suasananya menyeramkan, aku pingin Nuŕ seperti temennya Kurosagi Ichigo yg cewek bisa healing sama perisai sinar...buat perlindungan
Eko Arifin: Baru belajar Ilmu medis sama pak Dokter biar naik level.
total 1 replies
Rosy
Siapa yg sakit Kak? Moga cepat sembuh ya Kak...
Eko Arifin: Adek cewek author. Sudah hampir 1 minggu ada di rumah sakit, baru tadi malam kesadarannya mulai membaik.

Semoga kedepannya semakin baik.
total 1 replies
Andriani
hantu yuuuu
Andriani
okk
Tenth_Soldier
Cepat sembuh buat yang bersangmutan, doa terbaik dari kami...
Eko Arifin: Amin bro. Terima kasih atas doanya.
total 2 replies
Gunawan Chandra
hantunya orang padang yaa...
Eko Arifin: Wkwkwkw... punya temen orang padang. Lucu aja bro kalau denger dia bicara.
total 1 replies
🎧✏📖
salam kenal 👋jika berkenan mampir juga👍🙏
Rosy
mawar buat Kak Rendy
Rosy
Malar buat kak Nur...biar semangat
Tenth_Soldier
Secangkir kopi untuk Nur biar nggak ngantuk.. /Smile/
kylie_Alettha°
𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭 𝐲𝐨𝐤𝐤, 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐧𝐢𝐡𝐡
Eko Arifin: Makasih kak sudah mampir. Semoga suka ceritanya
total 1 replies
Rosy
aku suka mbak kuntiiiiii
Tenth_Soldier
oiya aku mau nanya itu mbah Sanca... mbah kakung apa mbah Putri? 😂
Eko Arifin: Siap abangku
total 3 replies
Tenth_Soldier
*) mengangguk
Tenth_Soldier
mudah2an itu bukan Ardian... tapi si Itchy... /Grin/
Rosy
masih ada serigala ...kan kak
Eko Arifin: Serigala punya Ardian cuma kumpulan tikus yang merubah bentuk menjadi satu sosok, bukan serigala beneran.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!