Four Twins. Mereka adalah seorang Bad Girl. Walaupun begitu, mereka adalah jenius muda. Mereka memiliki keluarga yang membuang keempatnya karena dituduh pembawa sial.
Namun siapa sangka, mereka adalah seorang pemimpin Mafia teratas di dunia yang biasa disebut sebagai Black Diamond.
Setelah mereka membalas dendam, mereka terbunuh dan terlahir kembali menjadi 4 bayi kembar di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zalfa Azz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Pasar Budak
《HAPPY READING》
.
.
.
.
Kavlar memerintahkan salah satu Pelayan untuk memanggil kan pemilik dari rumah budak tersebut. Sedangkan Lenna duduk dengan nyaman di pangkuan Alrick yang sedang duduk di kursi tunggu.
"Kak Al, mengapa disini banyak sekali budak?"tanya Lenna.
Yah walaupun dulu saat di zaman modern Lenna dan ke tiga kembaran nya pernah memiliki misi untuk pergi ke pasar gelap menyelidiki tentang perdagangan manusia. Di sana manusia di perjual belikan tidak sampai hingga 2 ribu orang.
Akan tetapi disini bahkan memiliki banyak sekali budak yang di perjual belikan, mungkin disini kurang lebih ada belasan ribu budak jika di total keseluruhan.
"Itu karena di rumah budak ini memiliki koneksi di luaran sana seperti di luar desa, kota, dan di luar Kerajaan. Oleh karena nya rumah budak ini menjadi terkenal dan terbaik.
Berbeda lagi dengan Kerajaan kita dulu yaitu Kerajaan Arcko. Di Kerajaan kita berasal, di larang keras untuk memperjual belikan manusia. Kau tahu itu kan Lenna"jelas Kavlar.
"Owh begitu ya, tapi aku bertanya pada Kak Al bukan Kak Kav wleeek"ucap Lenna menjulurkan lidah nya.
"Sama saja, lagi pula jika Alrick di luar tidak akan mau berbicara panjang"ucap Kavlar.
"Kak..."
"Apakah pelanggan yang terhormat mencari saya?"tanya Seorang Pria yang lumayan tampan. Usia nya mungkin 24-25 tahun.
"Hmm.. kami membutuhkan 1000 budak yang mempunyai fisik bagus dan sehat. Diantara nya harus ada beberapa yang memiliki sihir"ucap Alrick dingin.
Yah hanya beberapa yang memiliki sihir di rumah budak ini karena orang yang memiliki sihir di dunia ini sangat jarang dan hanya orang orang tertentu saja.
"Ba.. baik Tuan.. kami memiliki 20 orang yang memiliki sihir dan banyak budak yang sehat dan memiliki fisik bagus. Tolong tunggu sebentar, saya akan menyiapkan nya untuk anda"ucap Pria itu gemetar karena aura dingin dari Alrick. Kemudian pergi bersama beberapa pelayan dan meninggal kan 2 pelayan untuk melayani Alrick, Kavlar juga Lenna.
"Apakah pelanggan terhormat ingin menikmati teh dan kudapan?"tanya Pelayan dengan hormat.
"Ya berikan aku kudapan"ucap Lenna memerintahkan.
"Baik! mohon tunggu sebentar"ucap pelayan itu lalu berbalik pergi.
"Kak, mengapa disini hanya memiliki 20 budak sihir?"tanya Lenna.
Walaupun dia sudah tahu, tapi dia sangat tidak suka dengan keheningan jadi ia memutuskan untuk bertanya. Biasanya yang akan meramaikan suasana adalah Lunna dan Linna, tapi sekarang tidak ada mereka. Itu membuat keadaan menjadi hening.
"Karena di dunia ini yang memiliki sihir hanya 3:10 saja. Kita harus bersyukur karena kita memiliki sihir"ucap Kavlar tersenyum manis seraya mengelus kepala Lenna.
Tak lama kemudian, datanglah dua pelayan dengan membawa teh dan kudapan di tangan masing masing.
Mata Lenna berbinar saat melihat banyak kudapan di hadapan nya. Ia dengan senang hati mulai memakan nya. Kavlar yang melihat itu hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Dan Alrick hanya tersenyum tipis.
"Yang terhormat, kami telah menyiapkan semua yang anda pesan, semua budak telah berada di kereta"ucap Pria pemilik rumah budak.
"Ya, berapa semua nya"ucap Kavlar singkat.
"Semuanya 1.500 koin emas"ucap Pria itu menunduk hormat. Melihat dari pakainya dan aura mereka saja, pemilik rumah budak itu tahu bahwa mereka bukan lah orang biasa. Dia tidak boleh menyinggung orang penting di hadapan nya ini.
"Ini"ucap Alrick datar lalu memberikan dua kantong koin emas yang masing masing berjumlah 1000 koin emas.
"Kembalian nya untuk kalian saja"ucap Kavlar saat Pria itu akan mengatakan sesuatu yang mungkin tidak penting.
"Terima kasih pelanggan terhormat"ucap Pria itu membungkuk beberapa kali.
****
Mereka bertiga pulang dengan beberapa kereta di belakang mereka. Saat di perjalanan pulang ke rumah, mereka menjadi pusat perhatian para tetangga yang kepo.
Sedangkan di dalam rumah, Letta tertidur di kamarnya dengan Ryo di pelukannya. Ryo pasrah, Walaupun ia sulit bernafas karena pelukan dari Letta dan terkadang juga menindih nya. Haaah kau harus sabar Ryo.
Lunna dan Linna juga telah ketiduran di tempat awal mereka bermain catur beberapa saat yang lalu.
Ayo mampir dan baca novelku, judulnya "We Are Monsters!"
Terimakasih Author dan semuanya! xd