NovelToon NovelToon
Disenchanted

Disenchanted

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Teen School/College / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Jeehan tak menyangka bahwa akhir persahabatannya dengan Harris harus berubah menjadi perasaan cinta dalam munajat panjang. Dengan rangkaian doa dan pinta, ia mencoba mengetuk pintu langit bersama nama Harris di hatinya. Berharap laki-laki itu jadi kekasih halalnya kelak.

Namun, ia tak menyangka bahwa perhatian yang sahabatnya berikan hanyalah wujud dari rasa simpati sebagai teman. Yang Harris cintai sebenarnya ialah seorang perempuan di masa lalunya yang tanpa sengaja kembali hadir.

Rasa cinta yang semula Jeehan miliki harus terpaksa ia hapus saat Harris menyatakan cintanya pada Alisha. Mau tak mau Jeehan harus menelan pahitnya kecewa sendirian, sebab setelah sekian lama bersahabat, Harris masih tak memahami diri juga perasaannya.

Sejak saat itu, Jeehan memilih untuk menutup rapat hatinya sebab kecewa bukanlah episode yang ingin ia ulang, apapun alasannya. Lalu, bagaimanakah perjalanan cinta mereka? Akankah Jeehan berhasil menghapus Harris dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Disenchanted 19 — Ikatan Yang Terputus

"Astaghfirullah, Maura!"

Mendengar suara teriakan ayahnya, Jeehan yang semula asyik belajar mengerjakan tugas langsung lari ke kamar orangtuanya. Mengetuk pintunya dua kali, Jee meminta izin untuk masuk.

"Ada apa, Yah? Astaghfirullah!"

Dilihatnya sang ibu sudah tergeletak tak sadarkan diri. Jeehan lantas panik dan menghampiri Maura, menggoyang-goyangkan lengan dengan harapan agar ibunya mau membuka mata. Namun nihil, mata Maura terpejam rapat.

Jeehan beralih menatap ayahnya menyelidik. "Yah, ibu kenapa? Kok bisa pingsan?" tanyanya pada Hasya yang terdiam kaku. "Ayah?"

"Eh, iya. Ayah juga gak tahu, Jee. Tiba-tiba begini, coba kamu panggilkan dokter." Hasya menunjuk teleponnya di atas nakas lalu menelepon nomor dokter yang biasa memeriksa kesehatan Hasya.

"Ayah, kita bawa aja ibu ke rumah sakit! Jee khawatir Ayah!" pinta Jee saat nomor dokter tersebut dalam keadaan sibuk. Hasya mengangguk, namun tak lama dari itu, Maura mengerjapkan matanya.

Jee langsung saja memberinya minum. Maura mengambil gelas itu dan langsung meminumnya hingga habis setengah.

"Terima kasih, ya, Sayang. Ibu gak apa-apa kok, kamu pergipergi tidur ya Nak, sudah malam ini," katanya sangat lembut. Lalu Jee pun mengangguk tanpa berkata sepatah kata pun, meski kepalanya bertanya. Ada apa sih sama Ayah Ibu? Kok kayaknya serius? Pikir Jee.

Setelah Jee menghilang dibalik pintu. Maura menatap Hasya dengan sorot mata penuh luka dan kekecewaan. Ia lebih tak menyangka suami yang dipujanya bisa dengan begitu mudah mengatakan hal ingin menikah lagi.

Apakah pengabdianku untukmu kurang tulus, Mas? Apa kesalahnku hingga kamu mau menikahi perempuan lain? Apakah aku seburuk itu di matamu? Mengapa, Mas? Mengapa?

Maura bertanya-tanya di mana letak kesalahannya sebagai istri yang membuat suaminya memilih berpaling dari janji suci yang pernah dibuatnya 20 tahun yang lalu. Atau di bagian manakah ia pernah lupa melayani suaminya hingga lelaki yang amat dicintainya itu memilih pelukan lain. Maura jelas tak mengerti.

Hasya sama diamnya seperti Maura. Agaknya, laki-laki yang berstatus suami Maura itu tengah kalut dalam pikirannya sendiri. Antara bertahan dan meninggalkan, mana satu pilihan yang terbaik?

"Mas," panggil Maura lirih. Hasya menoleh.

"Boleh aku tanya? Apa alasanmu ingin menikah lagi?" tanya Maura lagi. Kini suaranya terdengar serak menahan tangis.

"Mas mencintainya dan ingin hidup bersamanya," jawab Hasya tanpa beban.

Dan jawaban itu sukses membuat air mata Maura jatuh luruh hingga ke pipi. "Dan aku? Mas tidak mencintaiku? Tidak mau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku, begitu?" tanyanya lagi penuh kalut. Sungguh kecewa hati Maura.

"Kamu juga tahu, Maura. Kita menikah karena dijodohkan, bukan karena cinta."

Lagi, Maura menekan tangisnya agar tak pecah padahal ia ingin sekali berteriak dan memaki, namun ditahannya kuat-kuat.

"Itulah sebabnya aku tekankan tentang komitmen, Mas! Dalam pernikahan, cinta bisa habis, tapi selama kita memegang komitmen itu bersama, pernikahan ini akan tetap baik-baik saja hingga akhir. Mengapa kamu tak pernah mengerti?" Maura kembali menangis setelah mengucapkan itu.

Memang benar bahwa mereka menikah karena dijodohkan kedua orang tua mereka. Maura yang lugu mau saja menikah dengan Hasya saat itu. Meskipun ia tahu bahwa laki-laki di hadapannya itu tak mencintainya.

Maura pikir, seiring berjalannya waktu, Hasya pasti akan bisa mencintainya. Atau paling tidak, Hasya bisa memegang komitmen yang dibuat bersamanya dua puluh tahun lalu. Namun agaknya Maura melakukan kesalahan besar. Pendapatnya salah besar.

Janji suci yang Hasya ucapkan dua puluh tahun silam, harus hancur, atas nama cinta. Cinta pada perempuan lain. Sungguh Maura tak rela jika ikatan yang mereka buat di hadapan Rabb mereka harus hancur begitu saja. Tetapi, bagaimana bisa ia bertahan?

"Aku mengizinkanmu menikah lagi, Mas. Tapi dengan satu syarat," kata Maura setelah hening beberapa saat.

"Apa itu? Katakanlah!" ucap Hasya tak sabar. Dalam hati, ia berucap syukur sebab Maura memberinya izin untuk menikah lagi.

Maura mengambil napas beberapa saat sebelum berbicara. Apa yang hendak dikatakannya ini, mungkin akan membawa mahligai pernikahannya ke ambang kehancuran.

"Ceraikan aku."

Dua kata yang membuat bahu Hasya seketika melemah. Demi apapun, ia tak menyangka Maura akan meminta perceraian sebagai jalan akhir.

"Maura, jangan mengada-ada. Mas tak mungkin bisa melakukannya," kata Hasya lemah dengan sorot memohon.

"Mengapa tak bisa, Mas? Jika kamu ingin menikahi perempuan itu, maka ceraikan aku. Demi Allah, aku tak rela dimadu."

"Maura, jangan mempersulit aku dengan syaratmu itu!" kata Hasya dengan nada agak tinggi.

"Ini juga berat buatku, Mas. Apakah kamu pikir pernikahan dan perceraian adalah hal yang sepele? Gak Mas. Dua-duanya memiliki tanggung jawab dan konsekuensi yang besar. Pernahkah kamu berpikir bagaimana perasaanku sebelum kamu bertanya dan meminta izinku untuk menikah lagi?"

Dada Maura kembang kempis, ingin rasanya ia menumpahkan semua keluhannya malam itu. "Aku tidak seshalihah itu, Mas, yang bisa dengan ikhlas dan tegar menerima pernikahan suamiku. Aku tak bisa, Mas, hatiku dan jiwaku tak bisa menerimanya," kata Maura panjang lebar. Tangisan kembali menguasai matanya.

Dan Hasya terdiam, tak tega juga rasanya ia melihat tangisan pilu dari Maura. Jika dipikirkan lagi, Hasya memang keterlaluan malam ini. Tak seharusnya ia langsung mengatakan keinginannya begitu saja. Hasya seharusnya memikirkan segala sesuatunya dengan baik.

Maura sudah mengubah posisinya menjadi berbaring membelakangi Hasya, namun dalam sunyinya malam, tetap dapat ia dengar isak pilu seorang Maura. Tapi, tak ada yang bisa Hasya lakukan selain ikut berbaring juga.

Tanpa mereka tahu, bukan hanya keduanya yang menahan sesak dan tangis. Jeehan juga susah payah menahan tangisnya dibalik pintu. Ia mendengar semuanya. Ia mengetahui segalanya.

Ya Allah, ujian apa ini? Apakah Ayah dan Ibu benar-benar mau berpisah? Aku harus bagaimana?

1
falea sezi
terusan jee mana jangan bkin gantung donk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
fokus saja pada kebahagiaanmu Jee
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
salah orang woy 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Bastian udah kabur 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Setuju,
Semangaaat Jee 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Surprise 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Hadeuh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kan bener,ngapain marah" 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih ternyata numpang dirumah istrinya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jangan pas seneng" aja, noh urus suamimu yg lagi sakit 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Emang bukan madu tapi racuun 🤬
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Salah sendiri kenapa harus ada perempuan" padahal cukup 1 perempuan 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
alasannya karena ayahmu punya istri baru 😏
falea sezi
kok end thor
Mukmini Salasiyanti
udah End ajaa.... ??
hiks.. hiks...

Gk usah buat sequelnya kk Hern..
sedih&kecewaku sdh Habis disini..
ikut Terbang bersama Jee
(eaaaaaaa lebay....)
wkwkwk

tp kl kk berazzam tuk itu..
yaahh dgn Terpaksa la aqu read
dgn syarat Jee hidup bahagia dgn pria lain.. NO HARRIS!!!!
(eh.. situ Siapa ya, kok ngatur Author..
hihiiiiiiiii)
HK: Entah harus berakhir di sini atau tetap lanjut, kita pikirkan idenya dulu Kak Min. Thanks ya udah baca karya recehan author ini. 🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kebangetan nih masa ayahnya gak tau kl anaknya sekolah disitu😏
falea sezi
hahahah mampus kau azab tuh buat pelakor ma anak nya nunggu karma bapaknya stroke aja q
Mukmini Salasiyanti
tell the truth..
walaupun itu sgt pahit.....
Mukmini Salasiyanti
aihhhhh
ternyata, thor..
begini jg alurnya???
HK: Tunggu kelanjutannya /Chuckle/
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Bagus laaa kl ingat Bastian..
kukira kyk drama di novel2,
bakal Harris yg kena getahnya

wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!