NovelToon NovelToon
Tidurkan Aku

Tidurkan Aku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lalu Unaiii

Liam tidak pernah merasakan cinta sebelum bertemu dengan Lyra Maharani, perempuan yang masih terikat dengan masa lalunya hingga membuat Liam meradang lantaran cintanya tak kunjung disambut oleh Lyra.

"Menikahlah denganku." -Liam Malik

"Saya tidak bisa."-Lyra Maharani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalu Unaiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Liam sampai di mansion tengah hari, setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan dari bandara.

Setelah meletakkan barang-barang yanng dibawanya ke tempatnya, Liam segera memasuki kamar mandi untuk membersikan diri. Rasa lelahnya mungkin akan berkurang jika dia berendam air hangat.

Setelah hampir setengah jam berada di kamar mandi, Liam akhirnya keluar dengan handuk kecil yang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah. Dia merasa sudah lebih segar setelah membersihkan diri.

Liam akan melangkah ke luar sebelum matanya menyadari keberadaan paper bag yang tadi dibawanya tergeletak di atas sofa begitu saja.

Liam mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamarnya, dia kemudian mendekat ke arah sofa, duduk sembari meraih paper bag berwarna coklat tersebut.

Paper bag itu berisi beberapa bungkus biskuit, coklat, juga permen jeli dan beberapa cemilan lainnya. Liam mengusap-usap rambutnya yang masih basah sembari matanya meneliti isi paper bag yang sekarang berada di pangkuannya.

Dia masih belum tau apa yang akan dia lakukan dengan paper bag itu. Setelah berfikir beberapa saat Liam bangkit dari duduknya, berjalan menuju jendela besar di kamarnya yang mengarah ke belakang mansion. Dia menyibak tirai penutup kaca jendela tersebut agar bisa mengintip keluar, ke arah paviliun.

Liam mengamati teras, menajamkan indra menglihatannya untuk mencari keberadaan seseorang yang sedang difikirkannya saat ini. Namun sayang orang yang dicarinya tidak terlihat di teras paviliun tempat di mana biasanya bocah itu bermain.

Tirai jendela kembali ditutup oleh Liam, Sofia tidak terlihat di teras paviliun, apa bocah itu sedang tidur siang?

Liam kembali duduk di sofa dekat paper bag itu berada. Rambutnya yang masih setengah lembab menjuntai menutupi keningnya. Handuk kecil yang tadi digunakan untuk mengeringkan rambutnya juga masih tersampir di bahunya. Liam menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, fikiran dan tubuhnya sama-sama lelah.

“Tok..tok...tok...”

Suara pintu yang diketuk dari luar mengisi indra pendengaran Liam. “Permisi Tuan, makan siang sudah siap.”

Suara yang Liam yakini merupakan suara milik Lyra menyusul suara ketukan pintu tersebut.

Tanpa menjawab apa-apa Liam segera bangkit, berjalan cepat untuk membuka pintu kamarnya. Lyra terlihat sedikit terkejut, namun segera perempuan itu mengendalikan ekspresi wajahnya. Dia kira Liam sedang berada di kamar mandi karna tidak menjawab sahutannya.

“Permisi Tuan, makan siang sudah siap,” ulang Lyra sedikit kikuk, lalu perempuan itu balik badan.

“Apa saya sudah menyuruh kamu pergi?”

Pertanyaan dari Liam seketika menghentikan langkah Lyra yang hendak beranjak dari depan laki-laki tersebut.

“Maaf Tuan.” Lyra menunduk, entah apa lagi yang diinginkan laki-laki di depannya ini, Lyra kembali berdiri di hadapan Liam.

“Saya ingin tidur setelah ini,” ucap Liam.

“Hah?”

“Saya yakin kamu mendengar dengan sangat jelas apa yang saya katakan, jangan pura-pura tuli,” ucap Liam, matanya menyorot tajam pada Lyra.

“Maaf Tuan, tapi-“

“Saya tidak sedang meminta tolong atau meminta izin, saya sedang memberi tahu. Jadi, kamu tidak perlu menanggapi dengan kalimat panjang, cukup Ya.”

Setelah mengatakannya Liam berjalan keluar kamar, entah dengan sengaja atau tidak dia menabrak tubuh Lyra yang masih mencerna apa yang dimaksud oleh laki-laki tersebut. Hal itu menyebabkan mau tidak mau perempuan itu berpegangan pada tubuh kekar laki-laki tersebut agar tidak terjatuh.

“Seharusnya kamu menghindar saat saya akan lewat,” ucap Liam kemudian berlalu dari sana.

Lyra mengembuskan nafasnya pelan, mencoba mengontrol emosinya, perasaan berdebar yang biasanya dia rasakan saat berdekatan dengan Liam entah kenapa berubah menjadi perasaan jengkel saat ini. Liam sudah terlalu bersikap semena-mena terhadapnya.

Setelah cukup tenang, Lyra akhirnya mengikuti Liam yagn sudah lebih dulu berada di ruang makan, Bi Mirah terlihat sudah menata makanan di atas meja makan.

“Bibi, siang ini saya sudah membuat janji dengan dokter, Bibi harus kembali memeriksa kondisi punggung Bibi.” Liam berucap setelah Bi Mirah selesai menghidangkan makanan di piringnya.

“Bibi sudah tidak apa-apa Tuan,” jawab Bi Mirah. Perempuan tua itu menatap Liam merasa tidak enak.

“Saya tau sekarang Bibi sudah merasa baik-baik saja, tapi apa salahnya jika melakukan pemeriksaan? Nanti Bibi akan diantar oleh Mamat, tidak ada penolakan lagi,” putus Liam.

“Baik Tuan.”

Bi Mirah hanya bisa menurut saja, dia tidak mungkin bisa menentang apa yang dikehendaki oleh Liam, lagi pula apa yang dilakukan oleh laki-laki itu adalah untuk kebaikannya sendiri.

Lyra yang sedang berada di dapur hanya bisa menghela nafas mendengar itu. Entah Liam sengaja membuat Bi Mirah keluar dari mansion atau tidak yang pasti dengan Bi Mirah pergi tidak ada lagi alasan Lyra menolak.

1
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Alvivia
mulai meleleh
Alvivia
nina bobo...o..nina bobo..kalo kamu tidak bobo gue tabok
Alvivia
dulu om galak ..sekarang om baik
Alvivia
sabar om....
Alvivia
lanjutkan karya mu thor.....ceritanya bener2 menarik
Nini Munasari
bagus tulisannya rapi enk d baca
Nur HafniOctavia
keren
Nur HafniOctavia
Kecewa
Saeti Yayat
cerita yang mengangkan tapi lucu
Phoo
Mantan suami lyra aja belom dapet ganjaran. Eh udah slesae aja. Kenapa buru-buru banget sih thoor tamanya. Padahal baca dr awal udah menarik, eh kebelakang mengecewakan.
MiatY#penggemarnovel📚❤️📖
🌟🌟🌟
Nadi Rosmiaty Manaba
Buruk
Nadi Rosmiaty Manaba
Kecewa
Siti Sarifah
bagus critanyap
Siti Sarifah
bagus critanya
Inah Ilham
Luar biasa
Inah Ilham
bayi raksasa lagi tantrum 🤣🤣
Inah Ilham
akan kecil itu jujur om, belum bisa bohong 🤣🤣🤣
Vannya.bee@gmail.com Septiani.bee
akn jth cinta g ya Liamnya k Lyra?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!