Hati Kanaya hancur saat mengetahui bahwa suaminya berselingkuh bahkan sudah menikah siri selama lima tahun dan lebih menyakitkan lagi keluarga suaminya mengetahui dan mendukung pernihakan Riko dan Sinta. Selama ini Kanaya selalu bertahan dan menerima semua perlakuan keluarga suaminya itu. keluarga Riko tidak pernah mengaggap Kanaya sebagai bagian dari keluarga mereka hanya menganggap Kanaya sebagai pembantu di rumah itu.
Kanaya lebih sakit hati lagi pada saat mendengar pengakuan anaknya bahwa keluarga suaminya itu menyakiti anaknya bahkan Riko sendiri tidak perduli sama sekali terhadap anaknya.
Apakah Kanaya akan tetap mempertahankan pernikahannya atau memilih berpisah setelah mengetahui pengkhianatan suaminya itu serta perlakuan keluarganya terhadap putrinya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fianaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
Bab 19
“Oh ya besan uang warisan itu gimana ya, apa besan kesini karena ingin memberikan uang warisan itu ya” ucap Jihan terlihat senang dan celingukan mencari keberadaan uang warisan itu.
Tanpa rasa malu Jihan menanyakan uang warisan itu kepada Arumi. Arumi heran dan tidak habis pikir dengan Jihan bisa-bisanya dia menanyakan masalah uang warisan padahal saat ini suasana tidak mendukung untuk membahas soal uang warisan.
Seharusnya Jihan menasehati anaknya itu bukan malah memikirkan uang warisan.
“Untuk apa Tante menanyakan uang warisan itu?” Tanya Anisa kepada Jihan.
“Saya tidak akan membagikan uang warisan itu sekarang” ucap Arumi kepada Jihan.
“Loh kenapa, kan itu haknya Kanaya jadi harus di kasih lah ke Kanaya” ucap Jihan kepada Arumi.
“Lagian Tante juga kenapa mendukung perceraian Kanaya sama Riko, apa tidak kasihan kepada Kanaya yang akan menjadi janda itu” ucap Jesika kepada Arumi.
Lagi Jesika dan Anisa berdebat yang membuat Arumi menghentikan mereka.
Sekarang giliran Arumi dan Jihan yang berdebat soal uang warisan sampai akhirnya Kanaya datang menghampiri mereka.
“Ma ayo kita pergi sekarang” ajak Kanaya.
“Kanaya apa kamu tidak pikirkan lagi keputusan yang sudah kamu ambil” ucap Riko kepada Kanaya.
“Saya sudah memikirkan baik-baik keputusan yang sudah aku ambil mas dan keputusan aku sudah bulat untuk bercerai dengan kamu mas” ucap Kanaya dan pergi dari sana.
“Apa kamu tidak pikirkan anak kamu, gimana nanti ana tau kalau kalian berpisah pasti Ana sangat sedih dan terpukul mendengar kalian berpisah” ucap Jesika yang membuat langkah Kanaya kembali terhenti.
“Kamu jangan egois Kanaya pikiran anak kamu itu” ucap Jihan seakan-akan bijak.
“Justru Karena aku memikirkan anakku” ucap Kanaya berusaha menahan amarahnya.
“Kalau kamu memikirkan anak kamu seharusnya kamu tidak minta cerai dari suami kamu, kasihan kan Ana tidak mendapatkan kasih sayang dari papanya lagi” ucap Jihan.
“Selama ini Ana juga tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari papanya , justru Ana hanya merasakan iri dan sakit hati Karena papanya lebih menyayangi keponakannya dari pada anaknya sendiri, asal kamu tau mas sikap kamu terhadap Ana membuat dia merasa dia tidak memiliki papa. Aku juga tau kalau kamu pernah menyakiti anak kamu” ucap Kanaya lantang tidak bisa membendung amarah lagi ketika dia teringat kembali akan ucapan anaknya itu tentang papa dan juga keluarga suaminya itu.
Riko yang mendengar itu melotot menatap Kanaya tajam.
Plaaaak....
Riko menampar Kanaya di depan keluarga Kanaya. Ana yang ada di luar hampir saja teriak ingin menghentikan papanya itu namun Ana bisa menahannya. Ana membekap mulutnya sendiri, air matanya jatuh saat melihat papanya menampar wajah mamanya itu.
Tidak ada yang tau bahwa Ana juga mendengar semuanya. Keluarga Kanaya masih mengira bahwa Ana berada di dalam mobil.
Ana memutuskan untuk turun dan ingin mendampingi mamanya, namun langkah Ana terhenti dan Mendengar semuanya dari luar. Ana yang melihat suasana semakin memanas membuat Ana tidak berani masuk.
“Jaga ya ucapan kamu, itu semua tidak benar” ucap Riko mengelak.
Rehan yang melihat itu pun segera maju ke arah Riko
Bughh
Rehan langsung menuju Riko dengan brutal untungnya dengan cepat Arumi menahan anaknya agar tidak lagi menghajar Riko.
“Ana sendiri yang menceritakan sama aku dan semua itu ada buktinya mas, ada rekaman yang menunjukkan kamu menyakiti anakku mas” ucap Kanaya yang membuat Riko kaget dan takut.
Riko terduduk di salah satu kursi yang ada disana. Riko menahan sakit akibat serangan dari Rehan tadi. Dan sekarang Riko di kejutkan dengan ucapan Kanaya. Riko berpikir Jika benar ada bukti itu akan menjadi masalah besar untuknya.
“Kanaya kamu jangan fitnah aku ya Kanaya” ucap Riko berusaha tidak menunjukkan ketakutannya.
Kanaya merasa ini tidak akan selesai-selesai pasti Riko tidak akan mau mengakui perbuatannya itu. Kanaya lebih memilih pergi dari pada terus berdebat dengan orang yang egois.
Riko berusaha mengejar Kanaya namun Riko di halangi oleh Rehan untuk tidak mengikuti Kanaya lagi. Namun Sekarang Riko malah menyerang Rehan. Terjadi perkelahian antara Riko dan Rehan. Untungnya mereka cepat di pisahkan.
Sedangkan Ana yang melihat mamanya ingin keluar secara pergi dari sana dan masuk ke dalam mobil. Ana menghampiri air matanya.
“Kenapa semuanya jadi seperti ini ya Allah” ucap Ana sedih. Ana lebih memilih untuk berpura-pura tidur. Dia tidak mau keluarga itu tau kalau dia mendengar semuanya dan menangis.
“besan soal uang warisan gimana?” tanya Jihan yang tidak ada hentinya menanyakan soal uang warisan.
Pertanyaan itu membuat Arumi menghentikan langkahnya untuk pergi dari rumah itu.
“Saya sudah ambil keputusan uang warisan itu tidak akan saya bagikan sekarang” ucap Arumi.
“Loh tidak bisa gitu dong besan, uang itu harus di bagikan sekarang” ucap Jihan yang kekeh ingin uang warisan itu di bagikan sekarang juga.
“Anda tidak bisa paksa saya untuk membagikan uang warisan itu sekarang” jawab Arumi yang membuat Jihan kesal.
“Itu namanya tidak adil ibu Arumi” ucap Jihan tidak menyerah.
“Adil tau apa anda tentang adil?” tanya Arumi kepada Jihan.
“Udahlah ma, dia itu ingin memiliki uang warisan itu makanya orang itu bicara seperti itu ma” ucap Anisa yang lagi membuat Jesika kesal dan geram.
“Siapa bilang tidak kok, jangan-jangan kamu lagi yang ingin menguasai semua warisan itu, kamu itu kan janda” ucap Jihan menohok yang membuat Anisa semakin geram.
“saya sudah mengambil keputusan saya tidak akan membagikan uang warisan ini sekarang, uang warisan ini akan saya bagikan setelah masalah Kanaya selesai” ucap Arumi pada akhirnya.
“Tidak bisa gitu dong buk, hak Kanaya harus di berikan” ucap Jihan yang masih tetap ingin uang itu dibagikan sekarang.
“terserah saya, saya mau memberikan kapan, itu hak saya bukan urusan anda ibu Jihan yang terhormat, lagian soal hak Kanaya itu urusan saya” ucap Arumi sebisa mungkin tenang.
Anisa mengajak mamanya pergi dari sana jika mereka terus disana yang ada mereka akan terus mendengarkan Bu Jihan yang membahas soal harta warisan itu.
Namun sebelum pergi Anisa berbalik badan dan mengatakan “Sampai bertemu di persidangan Minggu depan bapak Riko yang terhormat” ucap Anisa dan melanjutkan langkahnya.
Jihan bahkan tidak bisa lagi menahan keluarga Kanaya itu.
Jihan kesal bukan main seharusnya hari ini mereka bisa mendapatkan uang warisan itu tapi semuanya gagal.
Sedangkan Ria dan Joy hanya diam tidak mau terlalu ikut campur. Ria memilih membawa Tiko ke ruangan lain namun Ria masih bisa mendengar semua ucapan mereka yang ada di ruang tamu.
sedangkan sisi dan adiknya berada di dalam kamar. Semenjak Kanaya dan keluarganya datang Jihan menyuruh sisi membawa adiknya itu ke dalam kamar.
“Jadi kamu kenal dengan Kanaya?” tanya Riko dengan tatapan tajam.