NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Bianca?

Elvano berdiri beberapa saat di depan pintu balkon ruangannya. Kalimat yang tidak sengaja dia dengar terus terngiang di kepalanya.

"Istrinya yang sekarang bukan Bianca yang sebenarnya." dia menghela napas pelan.

"Mungkin aku salah dengar." Baginya, hal itu terdengar terlalu mustahil. Mana mungkin seseorang bisa menjadi orang lain?

Elvano akhirnya memilih mengabaikan pikirannya dan kembali memasuki ruang kerja.

....

Nara buru-buru memasukkan ponselnya ke dalam tas. Wajahnya masih sedikit pucat. Saat berbalik, dia mendapati Elvano sudah berdiri di dekat sofa.

Pria itu sedang menatap Elora yang masih tertidur pulas.

"Rapatnya sudah selesai?" tanyanya, Nara berusaha terdengar senormal mungkin.

"Hm."

Elvano menoleh sekilas ke arah istrinya. "Kamu menangis?"

Nara refleks menyentuh sudut matanya. "Hah?" dan saat ini dia baru sadar jika matanya memang sedikit berair.

"Tidak. Mungkin hanya kelilipan." elak Nara yang membuat Elvano tidak langsung percaya.

Namun pria itu memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh. "Kalau lelah, kita pulang sekarang."

Nara mengangguk pelan. "Baik."

.....

Dalam perjalanan pulang, Elora masih tertidur di pangkuan Nara. Mobil melaju dengan tenang. Sesekali Elvano melirik ke arah sampingnya.

Nara tampak mengusap rambut Elora dengan lembut. Tatapannya terlihat penuh dengan kasih sayang.

Tanpa sadar, sudut bibir Elvano terangkat tipis. Entah sejak kapan, pemandangan itu mulai menjadi sesuatu yang ingin ia lihat setiap hari.

.....

Sesampainya di mansion, Elora akhirnya terbangun. Balita itu mengucek kedua matanya.

"Sudah sampai ya mama?"

"Iya." Jawab Nara sambil tersenyum.

Namun begitu turun dari mobil, Elora justru berhenti melangkah. "Kaki Elora capek."

Nara tertawa kecil. "Baru jalan sedikit sudah capek?" tapi dia langsung membungkuk membelakangi anak itu. "Sini, Mama gendong." tawarnya.

Elora dengan semangat langsung naik ke punggung Nara. "Yeay."

Melihat itu, Elvano menggeleng kecil. "Kamu juga pasti lelah." ucapnya langsung menghampiri Nara. Wanita itu menatapnya sekilas sambil tersenyum. "Tidak apa-apa."

"Elora ringan, kok." bohongnya. Baru beberapa langkah, napas Nara mulai sedikit terengah. Elvano yang melihatnya langsung mendekat.

"Turunkan Elora."

"Tidak usah. Aku masih kuat." Nara berusaha mengatur nafasnya. Dia menatap kedepan lalu berjalan beberapa langkah, tapi bobot anak itu cukup membuatnya kewalahan hingga dia kembali berhenti.

"Turunkan Elora." ucap Elvano tenang, tetapi terdengar tegas.

Dengan sedikit tidak rela, Nara menurunkan Elora. Tanpa banyak bicara, Elvano langsung mengambil alih anak itu dan menggendongnya.

"Masuklah dan istirahatlah, biar Elora di urus pengasuh. Jangan sampai kamu jatuh sakit lagi." ujar Elvano yang langsung berjalan menuju pintu rumah mereka.

Nara masih mematung di tempatnya. Namun tatapannya terlihat terharu dengan tutur Elvano yang terdengar sangat perhatian. Dia menyentuh dadanya yang berdetak. "Apa aku mulai mencintainya?"

....

Sore harinya.

Elora mengajak kedua orang tuanya bermain balok di ruang keluarga. "Mama di sini. Papa di sana."

Balita itu mengatur posisi mereka dengan wajah serius. "Kenapa Papa jauh sekali?" protes Elvano yang merasa tersisihkan

Nara terkekeh kecil melihat wajah sebal pria itu. Sementara Elora menggaruk kepalanya bingung. "Harus dekat mama ya papa." ucap anak itu. Lalu Elora menggeser tubuh Elvano hingga duduk tepat di samping Nara.

Jarak mereka kini hanya beberapa senti. Nara langsung menahan napas. Sementara Elvano tetap tenang, meski sesungguhnya dia juga merasa canggung. "Oke."

"Kita bikin rumah." ujar Elora yang mulai menyusun balok. Nara ikut membantu.

Namun karena terlalu semangat, tangannya tanpa sengaja menyenggol susunan balok yang sudah tinggi.

Bruk....

Semua balok akhirnya runtuh. Nara langsung menutup mulut. "Ups..."

Elora memandang sendu rumah balok yang dia susun tadi, tapi berkahir hancur.

Nara menatap khawatir balita itu, dia pikir Elora akan menangis. Namun...

Anak itu justru tertawa keras. "Hahaha. Mama lucu."

Nara ikut tertawa. "Maaf ya, mama tidak sengaja menyenggol nya. Kalau begitu kita bangun lagi." ajak Nara yang diangguki anak itu dengan semangat.

Kali ini Elvano ikut menyusun balok itu. Melihat ayahnya ikut bermain, Elora semakin semangat.

Tidak lama kemudian, rumah balok itu akhirnya berdiri dengan kokoh.

"Horeee jadiii!" Seru Elora sambil bertepuk tangan.

"Papa, mama ini rumah kita." Elora menunjuk tiga balok kecil yang disusun berdampingan.

"Ini Papa."

"Ini Mama."

"Ini Elora."

Hati Nara menghangat. Tanpa sadar dia mengusap kepala Elora. "Iya ini rumah kita."

......

Menjelang malam. Elora mulai mengantuk. Terlihat dari mata anak itu yang terlihat sudah sayu. Nara dengan cepat menggendongnya lalu membawa anak itu menuju kamar.

Setelah menyanyikan lagu pengantar tidur, balita itu akhirnya terlelap. Saat hendak keluar kamar, Nara mendapati Elvano sedang berdiri di depan pintu.

"Sudah tidur?" tanya pria itu singkat.

"Iya." jawab Nara lalu menutup pintu kamar sang anak dengan pelan, jangan sampai terdengar suara sekecil apapun.

Mereka berjalan berdampingan menuju lorong. Suasana kembali hening. Tiba-tiba Elvano membuka suara. "Terima kasih."

Nara menoleh heran ke arah pria itu. "Untuk apa?" tanyanya penasaran. Dia merasa tidak melakukan apa-apa hari ini.

"Karena sudah membuat Elora sering tertawa." sambung Elvano serius. Untuk pertama kalinya dia merasa anaknya terlihat lebih bahagia daripada sebelumnya. Dan dia yakin, itu semua karena istrinya.

Bianca yang dulunya acuh, kini terlihat sangat perhatian. Dan jujur, dia ingin wanita itu tetap seperti ini. Apapun akan dia lakukan demi keutuhan keluarganya.

Nara tersenyum kecil. "Aku juga senang melihatnya bahagia." bahkan dia merasa sudah cukup senang dengan kehadiran Elora yang perlahan membuatnya lengkap.

Dia yang tidak pernah terpikirkan untuk menikah apalagi memiliki anak, merasa sangat senang dengan kehadiran Elora di hidupnya. Dan dia harap, anak itu tetap ada di sisinya.

Elvano mengangguk. "Rumah ini jauh lebih hidup setelah kamu berubah."

Kalimat itu membuat langkah Nara terhenti. Dia menundukkan kepala agar Elvano tidak melihat matanya yang mulai berubah sendu.

Andai pria itu tahu. Wanita yang berdiri di hadapannya ini memang bukan Bianca istri sah nya.

Melainkan Nara. Karyawannya yang dulu bekerja di kantornya.

Disini, Nara hanya berusaha menjaga kebahagiaan keluarga ini. Bahkan banyak teka-teki yang belum dia pecahkan tentang kehidupan Bianca dulu.

Di balik pintu kamar, Elora yang ternyata belum benar-benar tidur mengintip sambil tersenyum jahil.

"Papa sama Mama berduaan." ucapnya bersemangat. Setelah papa dan mamanya tidak terlihat lagi, dia kembali naik ke atas kasurnya lalu memeluk boneka kelincinya.

"Elora senang."

Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mansion Ardhana dipenuhi perasaan hangat yang perlahan menghapus luka-luka lama.

Namun, jauh di luar sana, Damian menatap foto keluarga Ardhana yang baru saja diterimanya dari seseorang.

Senyumnya perlahan terangkat.

"Nikmatilah kebahagiaan kalian. Karena sebentar lagi, aku akan datang mengambil semuanya."

1
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
Wawasan Ilmu NgertiYuk
wahhhh cerita baruuuuu💪
Dinda Putri
up
waya520: siappp
total 1 replies
Dinda Putri
lanjut💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!