NovelToon NovelToon
I am a Virgin

I am a Virgin

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:24.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Emma Shu

Elena

"Pria itu unik. Suka menyalahkan tapi menerima saat disalahkan."

Elena menemukan sosok pria pingsan dan membawanya pulang ke rumah. Salahkah dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Keinginan

Elena sempat tertegun. Dia yang berminat berjualan soto, tapi justru Boy yang bersemangat kerja keras mencari uang dan mengumpulkannya untuk modal usaha. Elena ingat lembaran rupiah yang telah dikumpulkannya di bawah papan tempat tidur Salva. Sudah cukup banyak. Itulah uang hasil kerja keras Boy. Selama ini Boy memberikan seluruh uang hasil kerjanya kepada Elena. Boy nyaris seperti kakak tertua di rumah itu. Dia mengayomi, melindungi, bahkan mencarikan nafkah tanpa sepeserpun mengharap imbalan. Boy benar-benar telah mengubah kehidupan Elena. Bagaikan malaikat yang diturunkan Tuhan untuk menjaga Elena dan adiknya.

Elena berlari mengikuti Boy keluar. Menyambar karung yang menggantung di samping rumah. Menyangkutkannya di bahu. Berjalan menjajari langkah Boy.

Hari ini mereka mencari tempat baru, menyusuri jalan padat kendaraan di tengah kota dan memungut barang bekas. Terkadang mengobrak-abrik isi kotak sampah yang bertengger di trotoar dan memungut barang yang bisa ditampung.

Karung besar di punggung Elena baru berisi separuh. Sedangkan karung Boy telah berisi penuh. Sesekali Elena mengusap keringat di pelipis dengan punggung telapak tangan.

Boy mengamati wajah Elena yang kusut dibasuh keringat. Hatinya iba.

“Laen kali lo di rumah aja, deh. Biar gue sendiri yang kerja,” kata Boy sembari mengiringi langkah gadis itu. Hanya semangat yang membuat kaki gadis itu tetap terus melangkah.

“Gue udah biasa kali,” jawab Elena sekenanya.

“Itu dulu, sekarang kan ada gue. Jangan buat gue merasa percuma ada di rumah lo,” sahut Boy. Lalu ia menoleh ketika tidak mendengar sahutan. Ternyata Elena berhenti, gadis itu tampak asik mengamati seorang ibu yang sedang sibuk melayani serbuan ibu-ibu yang berkerumun membeli soto. Sorot mata Elena menunjukkan betapa ia sangat berharap dapat berjualan seperti ibu itu.

Boy menyenggol bahu Elena dengan uraian senyum. “Udah dihitung belum uang simpenan kita? Gue yakin secepetnya kita akan segera berjualan.”

Elena menatap Boy dan tersenyum lebar. Perkataan Boy menumbuhkan semangat baru di dadanya. Benar, ia akan secepatnya berjualan soto bermodalkan uang pencarian Boy.

Karung berisi barang-barang bekas sudah tidak lagi menggayut di punggung Elena dan Boy setelah mereka menyetornya kepada orang yang biasa menampung. Elena mengajak Boy langsung ke pasar. Mereka berbelanja. Diantara desakan para pembeli di pasar daging, sayur, cabe dan buah, Boy dan Elena berkeliling mencari yang murah. Padat dan ramai.

Boy sekalipun tidak pernah mengeluh meski yang dipijaknya becek dan bau. Tangannya menjinjing seplastik kecil perbelanjaan. Ia mengikuti kemanapun Elena melangkah. Mirip seperti anak ayam mengikuti induknya. Sesekali kakinya menginjak sendal jepit Elena yang berjalan di depannya hingga membuat langkah Elena tersendat dan akhirnya ubun-ubun kepalanya terantuk dagu Boy.

“Jangan diinjek, dong!” protes Elena sebal setiap kali sendalnya terpijak.

Boy tersenyum. Namanya juga tidak sengaja.

Sekarang mereka sudah sampai di tempat lengang. Boy mengajak Elena makan, mereka memasuki warung soto. Duduk di kursi panjang yang mejanya sudah diisi beberapa orang. Mereka berdesakan diantara pembeli yang lain. Boy rela hanya separuh badannya saja yang menempel di kursi, demi Elena. Mereka menyantap soto yang dihidangkan dengan lahap. Nikmat.

“Mau minuman hangat? Teh? Kopi? Atau...”.

“Nggak,” potong Elena. “Ntar uangnya habis.”

Elena terbiasa makan apa adanya dan minum air mineral. Rasanya berlebihan bila harus makan dan minum mengikuti selera.

TBC

1
NFC
ya Allah.. 😭😭
Nur Syamsi
caranya, jgn temui dia dan stop komunikasi....dg Dinda ..
Nur Syamsi
sekuat"nya hati Wanita, maka tetap akan rapuh jga bila dapat masalah ..
Nur Syamsi
El jgn marah dulu tunggu penjelasan dr Revan....
Nur Syamsi
suka sama keluarga Tante Vira, Tdk memandang status.... Bijaksana dalam bertindak...
Nur Syamsi
waduh ada tantanganni buat El
Nur Syamsi
😭😭😭 Alhamdulillah masih ada orang kaya yg hatinya mulia
Nur Syamsi
hubungi yg ada di kartu nmanya Elena ....pasti yg kehilangan dompet merasa panik ....kayak yg kamu rasakan skrang
Nur Syamsi
bilang sja nti sy minjam, siapa tau ada orang baik ...yg bisa minjemin ...
Nur Syamsi
mmang Uda dirampok Krn dompetnya sdah tdk ada mungkin ATM lain yg mmang dipegang nyuk bik Nur
Nur Syamsi
mudah" an orang tua Revan
Kustri
jualan soto libur dl
Kustri
lha atm revan apa dibawa bik nur?
kan revan hampir dirampok crita'a
Kustri
ngomong" ikat pimggang revan apa adh dijual, klu blm jual aja Van, buat biaya oprasi hehee
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian anak yatim piatu, dan mirisnya org kaya tetangganya Tdk Maw menolong 😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭
Kustri
bahasa'a lbh sopan napa thor, bidan krudung ungu pasti lbh tua & sdh membantu lho
Yanni Santoso
g sanggup bacanya y Allah tega bbgt tetangga nya
Yanni Santoso
sesek banget baca part ini elena begitu berat beban hidupnya
Yeni Wahyu Widiasih
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!