DILARANG KERAS BOOM LIKE❗❗
Sebuah rencana jahat yang disusun oleh ibu dan kakak tirinya, membuat seorang gadis bernama Alena harus terjebak cinta satu malam bersama seorang pria asing.
"Apa semua ini, ha! " bentak ayah, melemparkan beberapa lembar foto ke wajah pucat Alena.
"Mulai sekarang kau bukan lagi anakku, silahkan angkat kaki dari rumah ini! "
Tidak cukup sampai di situ, lagi-lagi Alena masih diuji dengan keberadaan janin yang ada di rahimnya.
Beberapa tahun kemudian, Alena dipertemukan dengan pria asing malam itu.
Akankah kehidupan Alena bahagia atau malah semakin menderita?
Yuk.. Kepoin ceritanya di buku terbaru Iing Nirmala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iing Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan pernah meninggalkan ku
Apa kamu percaya kalau Arsha adalah putramu, Ez? “ mama Jesi menatap serius pada Ezra.
“Ma, “ Ezra menyela sembari menggeleng, berharap mamanya tidak lagi membahas hal ini, apalagi di hadapan istrinya.
Alena memilih diam tanpa berniat menimpali obrolan suami dan mertuanya, tangan wanita itu masih fokus menyuap sarapan, sedangkan telinga wanita cantik itu terpasang siaga menyimak apa yang mereka bicarakan.
Saat ini mereka tengah sarapan di ruang makan.
Sedangkan Arsha sudah lebih dulu berangkat diantar oleh sang kakek.
“Jangan-jangan Arsha anak pria lain dan meminta tanggung jawab padamu, “ sambung mama Jesi lagi menatap sinis pada Alena. Ia terus memprovokasi Ezra tanpa menghiraukan teguran putranya.
“Cukup, Ma.” Sentak Ezra meninggi, ia merasa perkataan mamanya sangat keterlaluan.
Bukankah Ezra sudah melakukan tes DNA dan menunjukkan hasil tes itu pada semua anggota keluarganya. Lalu, kenapa mama Jesi malah meragukan hal ini lagi. Tanpa tes DNA pun semua orang pasti bisa menebak kalau Arsha adalah anaknya. Mengingat wajah mereka berdua seperti anak kembar berbeda generasi.
“Kamu jangan terpedaya sama wajah sok polosnya, Ezra. Apa kamu tau kelakuan dia diluar sana? Yang tak ubahnya seperti seorang jalaang. Sengaja datang padamu dengan dalih anaknya, supaya bisa hidup kaya. “
“Atas dasar apa mama menuduhku seperti itu? “ kesabaran Alena mulai menipis, ia meletakkan sendok dan garpunya dengan kasar menimbulkan bunyi dentingan yang lumayan keras. Nada suara Alena masih terdengar rendah, menekan emosinya menyisakan sedikit rasa hormat pada ibu mertuanya tersebut.
“Semua orang juga tahu kalau kamu bukan wanita baik-baik. “
“Siapa yang lebih tau tentang ku? Apakah Disha? “ tanya Alena dengan senyum mengejek. “Dia memang selalu benar dari dulu, semoga mama tidak pernah menyesal mempercayainya, “sambung Alena lagi tanpa ingin membela diri. Ia merasa percuma memberikan penjelasan pada orang yang membencinya, karena sebaik apapun akan tetap buruk dimata mereka.
“Dan satu lagi, Mama harus tau kalau aku tidak pernah meminta Ezra untuk bertanggung jawab. Dia sendiri yang memaksaku untuk menikah dengannya. Kalau tidak percaya tanya kan langsung pada putramu, “ tantang Alena menunjuk Ezra dengan gerakan dagunya.
“Tanpa Ezra pun, kami tidak pernah kekurangan. Memang tidak sekaya keluarga Mattew, tapi aku masih sanggup menghidupi putraku. “ Setelah mengatakan hal itu, Alena segera berlalu dari sana tanpa memperdulikan suaminya.
Perkataan Alena membuat mama Jesi terdiam. Memang benar ia mengetahui semua hal itu dari Disha. Tapi ia percaya kalau Disha tidak mungkin berbohong.
“Kamu lihat kan! Wanita seperti apa yang sudah menjadi istrimu. Tidak punya tata krama dan etika! “ maki mama Jesi lagi. Menatap sebal pada Ezra yang hendak pergi menyusul istrinya.
“Alena seperti itu juga karena Mama.” Balas Ezra sedikit memiringkan badannya menatap mama Jesi sejenak. Kemudian ia bergegas menyusul Alena yang sudah masuk mobil lebih dulu.
“Sayang! “ Ezra sigap menahan pintu mobil yang ditarik Alena.
“Aku akan ke rumah papa dulu sebentar! “ dusta Alena.
Ia butuh waktu sendiri untuk memenangkan pikiran, tapi tidak mungkin juga mengatakan hal yang sebenarnya pada Ezra, ia juga tidak ingin membuat pria itu makin merasa bersalah padanya. Hidup berdampingan dengan orang yang membencinya, membuat Alena perlu menyiapkan mental baja.
“Aku akan mengantarmu! “Usul Ezra, tanpa babibu langsung menyusul masuk kedalam mobil, duduk di kursi penumpang samping kemudi.
“ Tidak usah, Mas. Itu Cakra sudah menunggumu dari tadi! “ tolak Alena lagi, ia menunjuk mobil Ezra yang sudah ada Cakra didalamnya.
“Biarkan saja, gajinya tetap jalan meskipun dia aku tidak berangkat bersamanya, “ ucap Ezra mengabaikan perkataan Alena, ia segera memasangkan safety belt pada tubuhnya.
“Baiklah, kalau begitu aku saja yang diantar Cakra. Kamu bisa ke kantor pakai mobil ini.“ Ucap Alena mengalah, ia bersiap membuka pintu mobil hendak keluar. Namun tertahan oleh cekalan tangan Ezra.
“Tidak bisa,” Ezra tidak bisa terima dengan usulan Alena. Jangankan membiarkan Cakra berduaan sama Alena, melihat pria lain saja melirik Alena membuat Ezra sudah kebakaran jenggot.
“Terus maunya gimana? “ Alena mulai jengah meladeni tingkah Ezra. Jika sebelumnya mama Jesi yang membuatnya naik darah, sekarang gantian dengan suaminya.
“Aku tau kamu menghindari ku. Tapi jangan pernah berpikir akan meninggalkanku hanya karena mama. Love you so much, “Ezra melabuhkan kecupan penuh sayang di kening Alena sebelum keluar dari mobil. Ia melangkah gontai menuju mobil mewah miliknya.
Alena terpaku sembari memperhatikan mobil suaminya yang lebih dulu meluncur. Ia juga sempat memikirkan hal itu, perpisahan adalah jalan terbaik untuk mereka. Perkataan Ezra barusan mengingatkannya, bagaimana perasaan Arsha jika hal itu terjadi.
“Tidak! Aku tidak boleh egois. Menghadapi ibu dan kakak tiri saja aku sanggup, apalagi ini hanya mertua. Dan aku tidak sendirian seperti dulu, aku punya Ezra dan Arsha bersamaku, “monolog Alena pada dirinya sendiri.
Ia mulai mengemudikan mobilnya menuju kediaman Harrison. Tanpa Alena sadari ada sebuah mobil yang mengikutinya dari belakang sejak keluar dari kawasan elit mansion Mattew.
*
*
“Tuan, sepertinya ada yang aneh dengan penyakit anda. Bukankah dokter bilang hanya stroke ringan, tapi saraf-saraf anda semakin hari semakin lemah, “Aldi yang jadi perawat Abraham pun memberanikan diri menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.
Aldi yang sudah merawat Abraham lumayan lama, merasa heran dengan perkembangan kesehatan majikannya. Mengkonsumsi obat mahal bahkan diimpor dari luar negri, bukannya membaik keadaan Abraham malah menurun.
“Aku juga sependapat dengan mu, “sahut Abraham dengan suara yang tidak jelas, karena bibir pria paruh baya juga tidak normal karena troke yang dideritanya.
“Apa obat ini bermasalah? “ monolog Aldi masih bisa didengar oleh Abraham. Ia memperhatikan obat-obatan yang Abraham konsumsi setiap hari.
“Coba kau cek obat itu ke dokter, “ pinta Abraham yang dimengerti oleh Aldi.
Abraham juga merasa demikian, semakin hari tubuhnya malah semakin lemah. Tidak ada kemajuan sedikitpun.
Setelah pekerjaannya selesai, Aldi segera pergi ke rumah sakit dengan membawa beberapa butir obat. Ia langsung menuju ruangan dokter sesuai arahan Abraham sebelumnya.
“Sudah berapa lama Tuan Abraham mengkonsumsi obat ini?” tanya dokter.
“Semenjak dia sakit, Dok. Mungkin sekitar dua tahunan, “ jelas Aldi menebak-nebak, karena bukan Aldi merawat Abraham sebelumnya, melainkan salah satu pembantu. Karena pembantu tersebut sudah tua dan tidak sanggup lagi bekerja, mama Disha memilih mempekerjakan seorang perawat untuk mengurus suaminya.
Mendengar apa yang dokter katakan, membuat Aldi yakin ada yang salah dengan obat itu. Ia yang kebingungan bertanya-tanya dalam hati, siapa pelakunya.
*
*
Like dan komen seperti biasa ya.
Tbc.
novel Arsha aja dulu kak,baru menyusul yang lainnya 😌🤗🤗
Btw makasih kak Ling, novelnya keren, Happy ending lagi.semangat terus untuk berkarya ya kak Ling 🤗😍😍😍