NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Kinan dan Darwin bertemu pada malam hujan yang penuh bahaya. Untuk menghilang dari masa lalu mereka, keduanya pindah ke sebuah desa dan berpura-pura menjadi suami istri.

Di balik kehidupan sederhana sebagai guru TK dan petugas kebersihan puskesmas, mereka menemukan berbagai kejanggalan yang merugikan warga. Saat berusaha mengungkap kebenaran, perasaan yang awalnya hanya sandiwara mulai berubah menjadi nyata.

Namun tidak ada yang tahu bahwa Kinan adalah bos mafia yang ditakuti, dan Darwin adalah CEO yang sengaja menghilang dari dunia bisnis.

Ketika rahasia mereka terbongkar, mana yang lebih sulit dipertahankan: penyamaran, atau perasaan yang terlanjur tumbuh?

Pernikahan 2 Rahasia: Antara CEO dan Bos Mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Banyak Bertanya

Tak lama kemudian, seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun keluar dari ruangan di sebelah.

"Ada apa?"

Pegawai itu menjelaskan singkat.

Pria itu menoleh kepada Darwin. "Yang biasa menyapu dan membersihkan puskesmas sudah sepuh. Beliau masih bertahan karena kami belum menemukan pengganti."

Darwin melihat seorang lelaki tua di halaman yang masih mengayunkan sapu lidi perlahan.

"Nanti beliau tetap membantu beberapa hari untuk menunjukkan pekerjaannya."

Darwin mengangguk. "Saya siap."

Pria itu tersenyum tipis. "Kalau begitu, mulai hari ini juga."

Tanpa banyak bicara, Darwin menerima sapu yang disodorkan lelaki tua itu.

"Namaku Pak Darto," ucap lelaki tua tersebut sambil menyerahkan sapu lidi yang gagangnya sudah mulai halus karena sering dipakai. "Pelan-pelan saja. Yang penting tempat ini tetap bersih."

Darwin menerima sapu itu dengan kedua tangan.

Pandangan mereka beralih ke halaman puskesmas yang dipenuhi daun-daun kering. Tanpa menunggu perintah lagi, Darwin melangkah lebih dulu menuju halaman, sementara Pak Darto mengikuti dari belakang dengan langkah yang jauh lebih pelan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kinan masih memegang boneka kain pemberian Sasa.

Ia tidak buru-buru mengembalikannya. Sebaliknya, ia mendudukkan boneka itu di pangkuannya.

"Kalau begitu..." Kinan menatap seluruh kelas. "Hari ini Bu Guru punya murid tambahan."

Belasan anak langsung menoleh ke arah boneka itu.

"Namanya siapa, Bu?" tanya Dito.

Kinan berpura-pura berpikir. "Hm... siapa, ya?"

"Nono!"

"Bukan!"

"Cici!"

Anak-anak mulai saling bersahutan. Ruangan kembali ramai.

Kinan tersenyum tipis. Ia membiarkan mereka berdebat beberapa saat sebelum menepuk tangan pelan.

"Baik. Nanti kita pilih namanya bersama."

Semua anak mengangguk antusias. Sasa masih diam. Namun jemarinya sudah tidak lagi mencengkeram ujung bajunya.

Kinan mengambil sebuah kotak berisi krayon warna dari atas meja guru. "Hari ini kita menggambar."

Sorak kecil langsung terdengar.

"Tapi..." lanjut Kinan, "setiap orang harus menggambar teman yang ingin diajak bermain."

Anak-anak segera sibuk mengambil kertas. Suara kursi bergeser memenuhi ruangan.

Dito sudah lebih dulu memenuhi kertasnya dengan coretan berwarna biru.

Naya menggambar bunga yang jauh lebih besar daripada rumahnya.

Rafi sibuk meminjam krayon milik teman di sebelah.

Kinan berjalan perlahan mengelilingi kelas. Ia tidak banyak berbicara. Sesekali ia membetulkan posisi pensil seorang anak. Sesekali merapikan kertas yang hampir jatuh. Ketika tiba di meja Sasa, kertas anak itu masih kosong. Kinan tidak bertanya. Ia hanya meletakkan sekotak krayon di sampingnya.

"Lima menit lagi Bu Guru kembali." Lalu ia melangkah pergi.

Beberapa menit kemudian, saat Kinan membantu Dito mengikat tali sepatu, terdengar suara kecil dari belakang.

"...Bu." Suara itu lirih. Sangat lirih. Namun cukup membuat seluruh kelas mendadak sunyi.

Kinan menoleh perlahan. Sasa masih menunduk.

Di atas kertas putihnya, kini tergambar dua sosok yang bergandengan tangan.

Kinan berjongkok di samping meja itu. "Bagus."

Sasa tidak menjawab.

"Ini kamu dan ibu?"

Kepala kecil itu mengangguk. Kinan mengamati gambar tersebut beberapa saat. "Kalau yang ini..."

Telunjuknya berhenti sebelum menyentuh kertas.

"...ayah?"

Jemari Sasa yang memegang krayon mendadak membeku. Anak itu tidak mengangguk. Tidak juga menggeleng.

Pintu kelas terbuka pelan. Guru yang tadi lewat berdiri di ambang pintu. "Bu Kinan."

Kinan menoleh.

"Maaf mengganggu. Kepala sekolah memanggil sebentar."

Kinan berdiri. "Sasa, lanjutkan menggambarnya, ya." Sasa kembali menunduk.

Di luar kelas, guru itu berjalan berdampingan dengan Kinan menyusuri koridor. Setelah memastikan mereka cukup jauh dari ruang kelas, ia baru membuka suara. "Ibu jangan heran kalau Sasa berbeda dengan anak-anak yang lain."

Kinan menoleh.

"Ibunya masih dirawat di puskesmas."

"Sudah lama?"

"Hampir dua minggu."

"Kalau ayahnya?"

Langkah guru itu melambat. Beberapa detik berlalu sebelum ia menjawab. "Lebih baik jangan terlalu banyak bertanya soal keluarga mereka."

"Kebetulan saya hanya..."

"Saya tahu." potong bu Dwi. "Tapi warga di sini terbiasa menjaga urusan masing-masing." Ia melangkah lebih dulu meninggalkan Kinan.

Kinan masih berdiri di koridor. Pandangannya beralih ke arah halaman sekolah yang mulai dipenuhi cahaya matahari.

Kalimat terakhir guru itu masih terngiang. Warga di sini terbiasa menjaga urusan masing-masing.

.

.

Di halaman puskesmas, Darwin mulai mengayunkan sapu lidi. Daun-daun kering bergerak membentuk tumpukan kecil.

Pak Darto mengikuti dari belakang dengan langkah pelan. "Jangan buru-buru," katanya. "Daun di sini besok juga jatuh lagi."

Darwin tidak menjawab. Matanya justru memperhatikan selokan di sisi halaman. Airnya tidak mengalir. Lumpur dan sampah menutup hampir seluruh permukaannya.

Belum sempat ia mendekat, sebuah sepeda motor berhenti di depan puskesmas. Seorang pria turun tergesa-gesa sambil menggendong anak perempuan berusia sekitar lima tahun. "Wati... tahan sebentar." Pria itu berlari masuk.

Beberapa menit kemudian ia keluar lagi. Anak itu masih berada dalam gendongannya. Wajah pria itu tampak semakin kusut.

"Pak..." Darwin menghampiri. "Belum ditangani?"

Pria itu menggeleng pelan. "Obatnya habis." Hanya itu yang ia ucapkan. Sesaat kemudian mesin motor kembali menyala. Pria itu pergi, membawa anaknya menjauh Dari halaman puskesmas.

Darwin menoleh ke arah Pak Darto. "Pak... sering begini?"

Pak Darto tetap mengayunkan sapu. "Sudah biasa."

Pandangan Darwin beralih ke bangunan puskesmas itu. Cat dinding mengelupas. Selokan dipenuhi lumpur. Pot-pot bunga kosong tanpa tanaman. Dan sekarang ia melihat satu hal lagi. Obat yang seharusnya tersedia... ternyata bisa habis begitu saja.

1
Kayla Rane
tambah seruuu lihat aksi Kinan. kak indah mau masuk grup author gak. kalau mau chat japri yuk. tukeran no wa
Kayla Rane
lanjutt Thor tmbah seru
Kayla Rane
tuh kan bener. keukehh waeee... 🤨
Kayla Rane
huuuh dsr Roni rese. mau nyulik Sasa, ntar jd jaminan lagi nyuruh Linda kudu nandatangani surat lahan 😤
Kam1la: terimakasih kak...sudah berkomentar 👍👍
total 1 replies
Kayla Rane
Yee Kinan pahlawan wanita. gak nyangka ih Thor Kinan trnyata ahli bela diri /Joyful//Bye-Bye/
Kam1la: kan bos dia...😄
total 1 replies
Kayla Rane
Kinan ayo bantu Sasa! kasian ibunya
Kayla Rane
kesel si Roni, maksa pisan heuuh
Kayla Rane
bagus Linda lawan aja suamimu yg TDK tanggungjawab tapi sok tanggung jawab 😤
Kayla Rane
kasar ih s Roni, GK tau diri ga tau malu🤨
Kayla Rane
🥺 ya kasian linda
Kayla Rane
Andika siapa tiba2 Dateng, jahat apa baik ga ya orangnya /Scream/
Kayla Rane
yee keren banget kinan🤭💪
Kayla Rane
lanjut seru 🤭
Kayla Rane
haha lucuu/Joyful/ darwin
Kayla Rane
keren lanjutkan k😇
Kam1la: siap..
total 1 replies
SANG
Lanjut ya dek💪👍
Kayla Rane
lanjutkan k😍
Kayla Rane
😍🤭 Darwin kapan jatuh cinta sama Kinan nya?
Kayla Rane
yeey udah nikah juga 😍
SANG
Keren 💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!