Tiga tahun menyimpan rasa dalam diam bukan hal yang mudah.apalagi kalau orang yang kamu cintai tidak pernah benar-benar melihatmu.
"gue Syakila adzkia putri.hanya ingin satu hal,yaitu bisa bersama kakak kelas yang selalu jadi alasan gue buat datang kesekolah setiap pagi".
Namun,takdir justru mempertemukan dia dengan seorang badboy yang penuh rahasia,namanya Galen athar wijaya.hingga terjadi suatu insiden yang membuat mereka harus menjalin kesepakatan yang dapat menguntungkan satu sama lain.
"Mari kita buat kesepakatan di mana lo harus tutup mulut soal kejadian barusan.dan gue bakal atur lo sama zayyan".
"Lo beneran?tapi sampai kapan?"
"Ya...sampai lo jadian sama dia.setelah itu kesepakatan kita selesai!"ucapnya serius.
"Deal..?"ucapnya mengulurkan tangan.
syakila meraih tangan itu dan kesepakatan pun di mulai.
setelah lama berlalu syakila berhasil dekat dengan zayyan bahkan lebih dari sekedar teman.namun perhatian itu...
kalau penasaran ikutin terus ya kelanjutannya.bye🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyra Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fatamorgana
"Memilikimu adalah halusinasi.kamu objek yang nyata namun terasa fatamorgana"
By:Syakila Adzkia Putri
________
Pagi yang cerah,dengan sinar matahari yang hangat dan lembut,seorang gadis tengah menatap ke luar jendela mobil.kepadatan sudah terjadi di mana-mana.jalanan sudah ramai dengan suara klakson dan deru mesin,seperti simponi yang penuh berenergi.
Melihat gerbang Zenith High School,ingatannya berpindah pada sosok laki-laki yang selama ini di kaguminya.ia tersenyum simpul saat mengingat kenangan masa SMP-nya yang di mana laki-laki itu mengajarinya melukis.
Gadis itu tak lain bernama Syakila Adzkia Putri.gadis yang tengah memegang handphone, melihat notifikasi dari sahabatnya.sembari merapikan bajunya yang sedikit kusut.
Lea tomboy
"sya,lo dimana?"
Syakila cute
"udah di sekolah".
Lea tomboy
"datang ke halaman belakang sekolah ya!gue tunggu.muach💋"
Hendak ingin balas chatnya,tanpa sengaja ia menabrak tiang listrik,yang terasa sangat keras dan padat.
syakila cute
"Tayi.."
sedangkan di belahan bumi lain
"Maksudnya?tega bener dah ngatain gue tai sya".cibir lea membalas chatannya dengan syakila.
Di satu sisi
Auchh...
"SIAL,JALAN TUH PAKE MATA! MATA LO BERFUNGSIKAN?"
Bentakan itu membuat syakila mendongak, menetap objek yang dia tabrak barusan.ternyata seorang laki-laki yang di telinga terdapat tindik. dia pikir tadi tiang listrik.
Syakila segera menundukkan kepalanya,"Aku minta maaf".ucapnya terbata-bata melihat punggung lebar itu.
Terdengar helaan nafas berat dari laki-laki itu."Masih pagi udah bikin kesel aja!dasar,cewek sial!"sarkasnya dengan jelas terdengar di telinga syakila.baru laki-laki itu melanjutkan langkah tanpa mau menoleh sedikitpun ke arahnya.
Melihat perginya laki-laki itu...tanpa menerima permintaan maaf darinya,membuat ia menghela nafas panjang dan kembali melihat ponselnya.
Lea tomboy
"Maksud lo apa sya?kok lo bilang gue tai sih!"
Syakila cute
"Sorry itu tadi typo.maksudnya ini sekolah kan luas banget,gue nggak tahu mana halaman belakangnya lea..."
Lea tomboy
"oke.gue sherloc lokasinya.gue tunggu ya!"
Syakila cute
"Oke."
Syakila mengikuti petunjuk dari hp-nya,lokasi yang dikirimkan oleh lea barusan.hingga terdengar suara seseorang memanggil namanya.
"Syakila!"
Gadis itu menoleh.ternyata lea yang tengah melambaikan tangan ke arahnya.
_______
Di bawah rimbunnya dahan pohon yang di dekat lapangan basket,hanya memberi celah sempit untuk cahaya itu masuk.
Di situ terdapat dua gadis yang duduk di kursi yang tersedia di bawah pohon.dengan angin yang berhembus halus menyentuh kulit,yang dapat merilekskan tubuh maupun pikiran.
"Lo tau nggak sih,baru-baru ini gue dapat info baru loh!"
"Info?info apa?"beo syakila
"Lo tau nggak.hasil folling cowok tertampan di sekolah kita?"syakila menggeleng pelan,tak mengerti dengan apa yang di katakan temannya itu.
Melihat gelengan kecil dari syakila,membuat lea semakin bersemangat untuk memberitahukan kepada temannya yang ketinggalan zaman ini.
"Katanya sih,seangkatan kita.tapi—kak zayyan juga tampan sih."racaunya sembari menatap ke arah lain lalu mengelus-elus dagunya dengan ibu jari dan jari telunjuk.
Syakila tampak jengah mendengar ucapan lea yang tak penting baginya."Ck,lea kalau cuma mau bahas itu,lebih baik gue pergi".ucapnya yang hendak bangkit dari kursi.
"Eh,eh-mau ke mana?...jangan sensian gitu dong.gue kan belum siap ngomong!"paniknya menarik lengan baju gadis itu agar kembali duduk.memang temannya yang satu ini,sering emosi kalau udah bahas tentang lawan jenis.agak laen emang!kalau ada kerabat kalian dokter psikologi,tolong kabarin gue yah!
Dia berdehem singkat."oke,gue bakal bilang namanya Galen Athar Wijaya,dia bahkan menyamai ketampanannya dengan kak zayyan. bukan dari fisik aja.ada yang bilang dia itu jago di segala bidang,seperti memenangkan olimpiade matematika dan lainnya.tapi sih,rumornya tuh bocah bisa di bilang nakal banget.pernah sewaktu smp dia nerjang abang kelasnya,sampai bonyok tuh muka karna nyium dinding."jelasnya panjang lebar.
Lea menguap lebar,"lo mau nggak liat potonya?dia emang ganteng ada aura-aura badboy nya,kece abis!"tawarnya.
Syakila menggeleng cepat."nggak!tuk apa coba,ganteng tapi bejat."semburnya membuat lea terkekeh geli.
"bagusan lagi kak zayyan."batinnya.
"lagian apa sih hubungannya sama gue?engga ada kan."ujarnya yang merasa buang-buang waktu saja bahas hal yang nambah dosa.
"Ga ada sih...gue tahu nuntut ilmu emang penting.tapi,kehidupan remaja kaya kita bukan hanya soal itu.semua orang pasti punya seseorang yang dia suka.lo sendiri ada nggak?"lea balik nanya pandangannya mulai menatap intens seakan-akan mencari apa yang di sembunyikan oleh syakila.
Hal itu membuat sang empu gusar dan mencoba mengalihkan pandangan."emh...kayaknya enggak ada."jawabnya mantap mencoba menutupi rasa curiga di hati temannya.
Lea mencuramkan alisnya merasa agak aneh melihat syakila.
Astaga!
Jangan bilang temannya satu ini belok sendiri.tiba-tiba ia jadi merinding.
"Masa sih?"tanyanya cukup memastikan dan syakila mengangguk mantap.
"Ouh,gitu.."lea menggaruk tengkuknya merasa sedikit tidak percaya.apa mungkin syakila belum puber?sampai pandangannya tak sengaja menangkap sosok zayyan dan teman-temannya yang sedang bermain bola basket.
"Kak zayyan..."gumamnya pelan.tapi terdengar samar di telinga syakila.
"Ha~"syakila mengerutkan keningnya tak paham dengan apa yang di ucapkan lea barusan.
Tiba-tiba lea bangkit dari kursinya."sya,lo jagain dulu buku judge yang paling berharaga di hidup gue.gue mau kasih support buat kak zayyan biar makin semangat,atau lo mau ikut?"syakila menggeleng."enggak.gue di sini saja."lea pergi meninggalkan syakila seorang diri di bawah pohon rindang.
"KAK ZAYYAN! SEMANGAT!" pekiknya dari kejauhan.
Syakila mulai menghela nafas panjang."lea,lea...sebenarnya gue mau jujur sama lo,kalau gue suka kak zayyan.tapi—"
Srak
Dia kembali menghela nafas."gue malu buat ungkapinnya.gue takut, nanti nama gue ada di buku judge elo."
Srak!
"seandainya lo tahu.gue suka ke dia—lo pasti ketawain atau gosipin gue.ck,gak kebayang ekspresi apa yang lo tunjukin ke gue."celotehnya tak lepas dari zayyan yang sedang memasukkan bola ke ring.
Srak!
Srek!
'Suara apaan dah,dari tadi bunyi mulu.aarrgghh...syakila lo pasti ngehalu lagi.palingan itu cuma burung.' monolognya yang mencoba menghiraukan suara itu.
syakila memegang kepala dengan kedua tangan sembari menunduk.
Lalu gadis itu menatap kedepan dengan helaan nafas kasar.'positif thinking aja sya.'batinnya ketika mendengar kembali suara di atas pohon rindang itu.
"seandainya lo tahu kalau gue udah suka sama kakak dari smp.bakal gimana ya,reaksi kakak.gue takut kakak jijik dan makin ilfil sama gue kak."curhatnya sambil menopang sebelah pipinya,matanya tak teralihkan sedikitpun dari laki-laki yang memakai jersey orange,yang semakin menambah kadar ketampanannya.
"kak zayyan.boleh ngga-"
"Ck.berisik banget sih lo.kalo suka tuh tinggal bilang.mengganggu aja orang tidur."sungut seseorang dari arah belakang syakila.
Gadis itu terperanjat kaget sampai berdiri tegak,lalu berbalik."Heh,siapa lo?"tanyanya sembari matanya meliar mencari sosok tersebut.
Bersambung~