NovelToon NovelToon
I'M THE VILLAIN

I'M THE VILLAIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Masuk ke dalam novel / Reinkarnasi / Chicklit
Popularitas:97.8k
Nilai: 5
Nama Author: penimelinda

UPDATE SETIAP HARI

kana, mahasiswi jurusan busana semester 5 yang hidup seorang diri di kota besar.

ia kuliah setelah mendapatkan beasiswa karena kepintarannya. namun, walaupun begitu dia juga membutuhkan uang untuk hidup.

hal itu membuatnya harus bekerja setelah pulang kuliah dan beberapa kali mengambil pekerjaan sampingan lain agar kebutuhannya tercukupi.

hal-hal di setiap harinya berlalu seperti biasa. setelah pulang kerja ia juga sempat membaca novel dan kadang membaca komik karena itu satu-satunya hiburan untuknya.

di malam itu, kana mendapat suatu masalah. kana yang selama ini hidup sendiri tiba-tiba didatangi beberapa pihak bank dan mengatakan bahwa kerabat jauhnya mempunyai hutang yang lumayan besar.

mereka datang berkali-kali bahkan ada beberapa rentenir ilegal ikut datang menagih hutang kerabatnya yang bahkan kana tak kenal.

hal itu membuatnya sedikit depresi dan bahkan takut untuk keluar rumah.

hingga beberapa hari berlalu kana mencoba bunuh diri di kamarnya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penimelinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Saat ini seluruh perhatian mengarah pada roselyn yang tengah di kelilingi 3 orang pria terkenal di kekaisaran.

Saat roselyn masih diam dirinya merasa semakin tertekan saat melihat seseorang yang juga berpengaruh di kekaisaran datang menghampiri.

"lady.. Salam untuk anda"

Ucapnya berjalan maju tersenyum sumringah memberi salam pada roselyn.

Vero, sang paus yang terkenal akan kekuatan sucinya jarang menampakkan wajahnya kini berdiri memberi salam pada roselyn. Seluruh tamu kembali berbisik-bisik melihat seseorang lagi yang bertambah mengelilingi roselyn.

"shht!"

Roselyn memainkan matanya menyuruh vero diam. Ia melotot memainkan kepala dan matanya agar vero menyingkir, ia tak ingin ada rumor tentangnya dengan kuil.

Apalagi saat ini sesuatu rahasia besar yang sudah mereka lindungi selama setahun sangat tak ingin roselyn bayangkan jika itu benar-benar terbongkar.

Vero yang melihat bagaimana roselyn bereaksi padanya menutup senyumnya yang tadi mengembang. Ia pun kembali membungkuk dan berjalan bersama pendeta lainnya menuju raja.

"maafkan saya nona! Saya lupa!"

Wajahnya menatap roselyn tak enak lalu langsung berjalan melewati kerumunan itu seperti tak ada hal yang terjadi.

Raizen tersenyum menatap wajah roselyn yang panik.

melihat senyuman dari sang putra mahkota, seluruh tamu pun ikut-ikutan kaget dan berbisik semakin kuat.

"dia tersenyum?"

Bagaikan disambar petir roselyn menjadi kaku memelototi wajah raizen. Bagaimana bisa anak ini tersenyum begitu, harusnya emosinya masih belum ada saat ini pikir roselyn.

Setelah lama terdiam akhirnya roselyn pun bergerak. Ia melepaskan pelukan tangan javier di lengannya.

javier sempat tak ingin melepaskan tangannya, namun saat melihat wajah marah roselyn dirinya langsung berjalan mundur menghimpit ke tembok.

"kamu diam disana"

Ancam roselyn menunjuk javier yang sudah menyender ke dinding sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Setelahnya ia membuang nafas kasar menatap gerald yang masih berdiri di samping.

ia berjalan mendekati gerald, terlihat wajah gerald tersipu malu membuat langkah kakinya terhenti.

"anak sial ini, benar-benar membuatku gila"

Roselyn menahan amarahnya lalu tersenyum menatap gerald.

"silahkan pergi. Aku sudah mengusirmu berkali-kali jadi untuk terakhir kalinya ku katakan"

dengan wajah yang tersenyum roselyn menampakkan gigi nya dengan mata yang menyipit.

"enyah kau. Orang gila"

Setelah mengatakan itu roselyn memutar langkah kakinya menatap putra mahkota yang masih berdiri menatapnya.

Terlihat wajah putra mahkota kembali datar namun sedari tadi ia tak pernah memalingkan wajahnya dari roselyn.

Deg.

Jantung roselyn berdetak sangat kencang. Tubuhnya bahkan merinding hingga ke ubun-ubun melihat putra mahkota yang kini berdiri di hadapannya.

roselyn pun menunduk memberi salam.

"salam pada matahari kekaisaran. Putra mahkota valencia"

Ucapnya lalu kembali berdiri tegak sambil tersenyum paksa.

roselyn menatap sekelilingnya. Terlihat banyaknya bangsawan memperhatikan mereka saat ini. Melihat hal itu roselyn menjadi gugup dan agak tak nyaman.

seakan tahu setelah melihat raut wajah roselyn, raizen mengangkat tangannya memberi aba-aba agar musik kembali di mainkan.

"lanjutkan pestanya"

Setelah mengucapkan itu seluruh bangsawan yang tadinya terdiam menyimak mereka kini bubar. Sambil berbisik mereka pun melanjutkan pesta dan beberapa orang yang lainnya mulai berdansa berpasangan.

gerald yang tadinya masih berdiri disana pun sudah menghilang entah kemana. Dengan ragu roselyn mengeluarkan sapu tangan milik putra mahkota. Namun saat ingin mengembalikan sapu tangan itu, pergerakan tangannya terhenti.

"RAI!"

Teriak seorang gadis cantik berlari kecil dengan senyum yang merekah kini tengah berlari mengarah mereka.

Roselyn pun kembali menyembunyikan sapu tangan itu dan langsung terdiam saat melihat gadis yang mendekat adalah aisha.

Roselyn berjalan agak mundur sambil memperhatikan raut wajah raizen.

"aisha?"

wajah raizen terlihat agak senang saat melihat aisha datang.

Roselyn mengerutkan keningnya merasa bingung.

"apa ini? bukan seperti ini. di dunia novel aslinya belum waktunya untuk raizen mendapat kan kembali emosinya"

Roselyn berjalan semakin mundur. Ia kembali memperhatikan bagaimana putra mahkota dan aisha yang berbincang. Setengah tahun sebelumnya sepertinya aisha dan putra mahkota benar-benar bertemu.

Mereka berkenalan dan menjadi teman karena aisha yang polos berhasil mendapatkan hati putra mahkota walaupun saat itu hanya secuil seperti harapan ku padanya.

Pandangan mata roselyn menjadi agak kabur. Ia menggeleng pelan sambil memegangi kepalanya hingga matanya tak sengaja melihat makhluk hitam besar yang ada diingatan igris kini memeluk erat tubuh aisha.

makhluk hitam itu memiliki aura jahat yang lebih besar daripada makhluk di dalam kamarnya. Roselyn terdiam memegang dinding masih mencoba menatap kearah dua orang itu.

matanya membelalak kaget melihat sesuatu hitam itu memasuki tubuh putra mahkota.

"ya, roselyn. Itu ulah penulis. dan kau harus tahu, emosi yang didapatkan putra mahkota darinya adalah emosi buatan yang sudah di atur oleh penulis novel itu"

kepala roselyn berdengung. Ia berlari menuju balkon dengan nafas yang memburu. Wajahnya keringat dingin setelah melihat langsung benda hitam itu.

"apa maksudmu igris?"

Ucapnya mencoba menetralkan nafasnya yang sudah tak beraturan.

"singkatnya. Anak perempuan itu adalah kekuasaan dari sang penulis. Anak itu adalah inti dari semua permasalahan yang dimana nantinya ia menggila karena diincar oleh diablo"

"dia bergerak sesuka hatinya karena dia adalah pemeran utama. Tapi kau harus tahu apa yang akan kau lakukan kan?"

"seperti yang kau tahu, ini sudah berbeda jauh dari kejadian asli. Karena anak itu mengetahui posisinya yang sebagai pemeran utama harus mengambil kembali posisinya. Ia akan melakukan apapun untuk mengambil kembali hati orang lain"

Roselyn terdiam menatap bulan yang bersinar terang. Nafasnya kini sudah membaik, ia pun kembali berjalan memasuki ruangan pesta.

"apa yang harus kulakukan?"

Gumamnya berdiri diatas tangga melihat banyaknya orang-orang yang tengah berdansa.

"jauhkan putra mahkota darinya. Sebelum diablo, kita harus mengurus pengganggu lain"

Setelah mendengar jawaban igris, kepalanya berhenti berdengung menandakan igris sudah pergi dari pikirannya.

Dengan langkah kaki yang anggun roselyn menuruni anak tangga dan kini berjalan menuju putra mahkota.

"putra mahkota, izinkan saya berbicara dengan anda sebentar"

Roselyn sesekali melirik kearah aisha yang masih bertempelan dengan makhluk hitam itu.

Terlihat makhluk hitam yang tadinya tenang menyalurkan kekuatannya kedalam tubuh raizen menjadi marah.

Seperti mereka ingin memasukkan sesuatu yang lain pada raizen, roselyn menutup matanya merasa tak kuat dengan keberadaan makhluk hitam itu.

"genggam tangan putra mahkota sekarang! Dia berusaha memasukkan kebencian padanya! Cepat jauh kan!"

Kepala roselyn tiba-tiba kembali berdengung. Ia memegang kepalanya dan langsung menarik tangan raizen.

"maafkan saya"

Cicit roselyn pelan lalu berlari sambil menarik tangan raizen menjauh dari aisha. Kepalanya berdenyut kuat setelah mendengarkan igris yang berteriak di kepalanya.

Langkah kakinya melambat saat mereka menuju ke salah satu balkon. Roselyn menutup pintu balkon dan langsung terduduk menyender di pintu.

Melihat roselyn yang terduduk dengan wajah panik membuat raizen bingung.

"lady..anda kenapa?"

Tanya nya bingung memperlihatkan wajah datarnya.

"kau itu bodoh, bisa-bisa nya tak melihat makhluk hitam begitu"

Ucap roselyn kesal mencoba menenangkan wajahnya. Namun bukannya tenang, ia melotot kaget menatap raizen.

"AKU SUDAH GILA!"

Batinnya berteriak merasa bodoh karena sudah berbicara tak sopan pada raizen.

***

Bersambung

Ig:penimelinda_

1
SERAPHINE🌹
Luar biasa
Dede Mila
mampir lagi
Armyati
lagi kak 😍 up up up 🙏 gak sabar nunggu lanjutannya 💪💪💪 semangat
Dede Mila
kurungan ayam...🤭🫣
Dede Mila
hadir...
Dede Mila
mampir laaaah.....
Vivi 99
knp blom up juga ya thor?
Lala Kusumah
Luar biasa
Lala Kusumah
Biasa
Lala Kusumah
sedih... jd mau koment jg bingung.... lanjutkan....
t
Luar biasa
archmage18
cepat sembuh thor
Kania Rahman
👍👍👍👍💪💪💪💪🙏🙏, sehat selalu dan sukses terus 👍👍
Kania Rahman
lanjut thor semangat 👍👍
N¥anxi
Hadir mampir
pey
sumpa ini awalnya gabut doang 👁️👄👁️
Ruminah
🚑🚂🚃🚋🚋🚋🚢🛳️🛳️🚋🚎🚎🚎🚎🚎🚃🚋🚎🚎🚎🚂🚂🚃🚃🚃🚋🚋🚋🚂🚑🚑🚓🚋🚋🚄🚒🏎️🚃🚎🚎
vio~~~~
lanjutt..
Nurul Zarina
hebat
sevi0e
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!