NovelToon NovelToon
CLESIA

CLESIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Teen School/College / Tamat
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: PUSHI_BIRARA

Gadis pengidap Skizofrenia yang berusaha menemukan seseorang yang ada dalam mimpinya.

Clesia, selalu mengada-ada hal yang tidak nyata. Ia ingin mencari seseorang yang ada dalam mimpinya karena itu membuatnya bahagia.

Ayah nya semakin khawatir dengan kondisi anaknya, karena kian hari makin memburuk. Keputusan Ayah nya akan melakukan terapi ECT (Elektrokonvulsif) menjadi jalan satu-satunya demi kesehatan mental Clesia.

Akankah Clesia bisa menemukan seseorang tersebut? Atau keinginannya justru terbantahkan karena terapi ECT tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PUSHI_BIRARA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUMAH SIPUT

ENJOY AND HAPPY READING 🤗

♡♡♡

“Cel, kamu kenapa sih dari tadi melamun terus?” tanya Yudhis.

Clesia tetap diam tanpa kata sedikitpun yang akan terucap di mulutnya.

“Cel .. halooo”

Sapa Yudhis yang sedari tadi duduk di sampingnya sambil menemani lamunan Clesia, hingga tangan Yudhis pun melambai ke depan matanya.

Clesia pun tersentak kaget “Ahh .. iya? Ada apa?” tanyanya pada Yudhis.

Yudhis hanya tersenyum pasi, sembari menggelengkan kepalanya tanda menjawab bahwa tidak ada apa-apa.

Mereka saling diam disana, karena Yudhis pun tak tahu harus mengawali bicara seperti apa. Sepertinya Clesia sedang dalam mood yang buruk.

Aksa lewat di depan mereka berdua.

Clesia ingin memanggilnya tapi mulutnya enggan untuk berbicara dengannya, kenapa ini?

Clesia hanya memandangi Aksa berjalan saja, kepala Clesia mengikuti tubuh Aksa yang semakin jauh dari pandangannya.

Yudhis yang melihat itu, nampaknya sudah tahu situasi dari ini entah memang benar seperti itu atau hanya opini semata.

Clesia langsung berdiri dan mengikuti kemana Aksa akan pergi.

Sementara Yudhis di tinggalkan begitu saja, namun Yudhis juga tak bisa mengejar Clesia karena ini bukan urusannya.

♡♡♡

Langkah Aksa sangat cepat sekali, Clesia kehilangan jejak. Jalan yang ia tempuh ternyata itu adalah toilet pria, mana mungkin Clesia masuk ke dalam toilet pria.

Tapi jika di pikir-pikir, dulu Clesia awal kenal dengan Aksa juga gara-gara toilet pria.

Hahaha .. lucu sekali.

Clesia memilih untuk berbalik dan menunggunya saja di persimpangan ruang, ketika berbalik ia berpapasan dengan Aksa.

Aksa memandangi Clesia, begitu juga sebaliknya.

Mereka luluh antara di kedua pandangan itu, sorotan mata yang indah dan tampan dari seorang Aksa memancarkan pesona yang bikin hati Clesia tak karuan dan berdegup kencang.

Sementara, wajah Clesia yang polos dan manis di tambah dengan rambutnya tergerai bebas membuat Aksa terjatuh untuk memandang Clesia.

“Ohh .. Aksa .. “ sahutnya dengan pelan.

Aksa hanya diam memandang Clesia, entahlah pandangan rasa iba atau memang pandangan yang ia rindukan bercampur menjadi satu.

Setelah lama saling bertatap, Aksa melewati Clesia begitu saja.

“Tunggu .. “ ucap Clesia.

“Mau kemana lagi? Kini aku sudah dapat mengejarmu, tapi kamu malah menghindar lagi dan lagi” timpal Clesia dengan kesal.

Aksa pun menghentikkan langkahnya “Mau ke toilet, kenapa? Mau ikut?”

Sangat memalukan, kenapa juga Clesia harus mengatakan itu. Jelas-jelas di belakangnya adalah toilet pria.

“Oh silahkan” ucap Clesia rada canggung.

Setelah beberapa lama, Aksa keluar dari toilet dan masih terlihat Clesia disana yang menunggunya.

Aksa menghampiri Clesia “Ada apa?” tanyanya hingga mengagetkan Clesia yang sedang melamun.

“Kamu tahu tentang kematian ibuku?” tanya Clesia.

Deg ..

Aksa langsung teringat dengan dokumen yang di cari Dokter Ady saat itu.

♡♡♡

(Ruang Dr.Ady)

“Bagaimana Dy hasilnya?”

“Saya tidak yakin, om”

Ayah Clesia mengangkat alisnya dengan heran.

“Maksudmu?”

“Saya tidak yakin jika istri om dulu itu meninggal karena bunuh diri, tidak ada cukup bukti” balas Dokter Ady.

“Lalu, bagaimana sekarang Dy? Apa hasilnya sangat tidak memungkinkan untuk menyatakan ini bunuh diri?” tanyanya dengan cemas.

“Kenapa om melakukan ini?”

Ayah Clesia tertegun dengan pertanyaan yang tak terduga dari Dokter Ady.

Pikir Dokter Ady, bagaimana mungkin seorang suami yang tega meng-alibikan kejadian itu tidak pernah ada, justru menganggapnya bunuh diri?

Tak ada yang salah memang jika melihat situasi ini, tapi haruskah menyatakan ini adalah bunuh diri?

Dulu, Zara Bianca adalah pasien dari kakek Dokter Ady. Ia di diagnosa Bipolar Disorder dan Skizofrenia secara berkala, saat itu memang dirinya sedang mengandung 8 bulan.

Sangat berbahaya jika wanita hamil memiliki Bipolar Disorder karena setiap saat memiliki mood swing yang sangat drastis.

Ada 2 episode pada pengidap Bipolar Disorder ; yaitu episode MANIA, yang dimana si pengidap akan merasakan kesenangan yang sangat memuncak.

Dan berikutnya adalah DEPRESI yaitu dimana keadaan yang sangat benar-benar terpuruk hingga bisa menuju pada perlakuan Self Harm atau bunuh diri.

Bisa saja ketika dia sedang berada di fase Depresi akan melakukan Self harm dan menyakiti dirinya beserta kandungannya sendiri.

Ditambah lagi, ia seorang yang terkena Skizofrenia di waktu yang bersamaan. Sangat mungkin bisa menyatakan ini adalah bunuh diri, tapi tak cukup bukti untuk mengklaim bahwa kejadian yang sebenarnya tak pernah ada.

“Memang benar, bahwa istri saya meninggal karena pendarahan yang hebat akibat melahirkan Clesia, tapi saya tak mau Clesia tahu masalah ini sebenarnya, bisakah kamu lakukan ini untuk Clesia, Dy?” tanya Ayah Clesia dengan sangat cemas.

♡♡♡

“Sorry, saya tidak pernah tahu soal itu, jadi permisi” jawab Aksa.

“Sebentar, aku ingin menanyakan sesuatu padamu” cegah Clesia.

Aksa kembali melihat Clesia “Apa?”

“Kenapa kamu menghindar dariku? Kamu marah?” tanya Clesia dengan yakin.

Aksa mendekat pada Clesia, mereka berhadapan. Aksa harus menundukkan kepalanya karena tinggi Clesia sejajar dengan pundak Aksa.

Aksa memasukkan tangannya pada saku celana sembari menundukkan kepala untuk menatap Clesia.

“Saya kira, kamu udah tahu jawabannya” tanya Aksa dengan lirih.

“Jawaban apa?” Clesia semakin bingung dengan Aksa.

“Bukan hanya marah, saya kecewa denganmu, kamu tahu saya lagi sekarat karena anxiety tapi kamu kemana? Kamu malah seneng sama cowo lain”

“Kamu gak pernah peka, apa harus rasa sayang dan suka ini di katakan?”

Penjelasan Aksa yang sungguh tak terduga dari Clesia membuat Clesia ingin menangis, Aksa terus menatap mata Clesia yang berbinar karena air mata.

“Aksaa .. iya, aku memang dekat dengan Yudhis saat itu, bukan karena gak peduli padamu, karena aku tahu kamu masih ada untuk Naisa, aku tahu bagaimana perasaan Naisa sebagai sesama perempuan”

Kini air mata Clesia tak bisa tertahan lagi, ia mengeluarkan air matanya tanpa sadar.

“Lalu, apa kamu tahu perasaan saya waktu kamu deket dengan cowo lain? Pernah mikir kesana?”

“Soal Naisa, Naisa udah ninggalin saya karena dia tahu saya pengidap anxiety, dia hanya pura-pura mau tunangan sama saya, pada akhirnya dia ninggalin saya dan pergi dengan cowonya”

Clesia yang mendengar penjelasan Aksa itu, langsung memeluk Aksa dengan sangat erat “Maafin aku Aksa, plis maafin aku”.

Aksa masih terdiam dan mematung, ia tak kuasa menahan air matanya. Lalu perlahan Aksa membalas pelukannya.

Mereka lekat bagaikan permen karet yang sudah terkunyah dan tertinggal di bawah meja.

Mereka sama-sama merindukan satu sama lain, kini mereka bisa saling jujur dengan perasaannya. Tapi, apakah Aksa akan terus berbohong padanya mengenai kematian ibunya? Jika di pikir-pikir Aksa hanya tahu kisah itu dari Dokter Ady, bahkan Aksa tak tahu benar apa tidaknya soal kematian bunuh diri yang di lakukan oleh ibunya.

♡♡♡

Keesokannya, Aksa sedang berolahraga di ruang santai dan Clesia melihatnya saat itu.

Senyum Clesia merekah, entah kenapa rasanya sangat senang sekali.

Memang benar lebih baik menjadi rumah siput, sangat lucu jika dibandingkan langsung terang-terangan.

Clesia terus memandangi Aksa tanpa henti, entahlah itu membuatnya nyaman dan senang.

“Cel .. lagi lihat siapa?” Yudhis membubarkan lamunannya.

Clesia tersentak kaget dan langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Enggak kok, enggak lihat siapa-siapa”

“Kenapa merah mukanya?” tanya Yudhis.

“Hah?” Clesia langsung memegang mukanya.

“Pasti lagi seneng, karena apa? Ceritain dong!” ucap Yudhis.

“Enggak kok, siapa juga yang lagi seneng” sangkal Clesia.

Yudhis pun ikut melihat suasana disitu, dan memang disana ada Aksa yang sedang melatih ototnya dengan nge Gym.

Kemudian, Aksa mendekat pada Clesia dan Yudhis yang tengah berdiri bersama disana.

“Namamu siapa?”

“Saya Yudhis, mas”

Mereka berdua saling berjabat tangan dan tersenyum.

“Oh iya, sorry waktu itu saya pernah kasar sama cewe ini” ucap Aksa.

“Ahh iya enggak papa, saya cuma gak suka ada lelaki yang kasar pada perempuan, itu aja kok” jawab Yudhis sembari tersenyum.

Aksa menganggukkan kepalanya dan tersenyum hingga terlihat giginya yang rapih dan bersih.

“Mau kemana?” tanya Clesia pada Aksa yang ingin pergi.

Aksa pun menatap Clesia dengan tersenyum.

“Mau keluar, cari makanan mau nitip?”

“Boleh ikut?”

Aksa menggelengkan kepalanya dan menyuruh Clesia untuk beristirahat saja.

Clesia pun cemberut layaknya anak umur 5 tahun yang tak dapat mainan dari orang tuanya. “Oke, aku nitip bubur ayam yaa”.

Aksa menganggukkan kepalanya sambil menunjukkan tanda “Oke” lewat tangannya.

Lalu, Aksa pergi mengenakan jaket dan mengambil kendaraan motornya di parkiran.

♡♡♡

(Dalam kamar Clesia)

Clesia menulis di buku Diary nya yang sudah lama tak ada tulisan lagi.

**Tuhan biarkan aku menyayangi nya selayak nya teman,

Jangan beri dia sesuatu yang dia tak mampu,

Jangan jauhkan dia dari pandangan ku,

Aku benar" tak sanggup jika dia hilang,

Aku bukan teman yang baik untuk nya,

Tapi kepercayaan nya padaku membuatku enggan meninggalkan nya,

Di tinggalkan nya pun aku tak sanggup,

Jagalah dia tuhan aku menyayangi nya**.

♡♡♡

“BRAAAAAAAAKKKKKKKK ....”

Pandangannya sangat kabur, ia tak bisa melihat seseorang dengan jelas yang menolongnya.

Akhirnya dia tak sadarkan diri di tempat.

BERSAMBUNG ...

JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN PADA CERITA INI DENGAN CARA :

● VOTE

● COMMENT

● SHARE

SEE U AND THANK YOU ❤

1
Mila Nugroho
ceritanya keren kak sangat meng edukasi,.. tambah wawasan phisikis dan kejiwaan yang mudah di cerna karna penjelasanya ada alurnya. terimakasih kak
PUSHI BIRARA: Terimakasih kembali karena sudah mendukung cerita ini ❤😁
total 1 replies
nisafdlla
Ceritanya bagus banget kak, bacanya emosinya dapet banget, sedih,senang,kecewa, marah. semua lah.
juga ceritanya informatif😊
PUSHI BIRARA: Yeyyy terimakasih atas dukungannya ❤😁 stay tuned yaa untuk novel yang baru 😊
total 1 replies
La Nindy
thor visual nya bikin ilfil...
tapi serah deh...yg penting ceritanya seru.
La Nindy: love you thor
total 2 replies
Desvi Dwkrn
ceritanya bagus banget thor, banyak ilmunya. semangat terus buat author buat karya-karya selanjutnya😊😊
PUSHI BIRARA: Terimakasih ❤ 😁
total 2 replies
Rozita Tha
mantap thor

jgn lupa mampir di karyaku😊
PUSHI BIRARA: Oke 😁 drop dong karyanya
total 1 replies
Pratiwi Tiwi
sempat mengalami hal serupa..😔
PUSHI BIRARA: Tetap semangat yaaa ❤
total 1 replies
Boba
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!