Emily tidak menyangka jika hidupnya akan berubah seratus persen ketika ia memutuskan untuk mau di nikahi seorang perjaka kaya raya bernama Kendrick Enderson.
Ia merasa bahagia bisa di terima dengan baik oleh Kendrick. Meskipun ia pernah gagal dalan membina rumah tangga sebelumnya.
Tak lama ia menikah, Emily direpotkan dengan sikap positif sang suami yang selalu cemburu buta padanya.
Apakah Emily bahagia dengan pernikahan keduanya kali ini?
Ataukah dia akan kembali gagal seperti di pernikahan pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak atau suami
"Kenapa gugup?"
"Ya aku takut saja tidak ada kamu di sisi ku. Tapi ternyata tanpa kamu aku bisa ngobrol santai dengan Mama."
"Kenapa, kamu berpikir mereka seperti apa. Sudah ku bilang kamu akan kaget jika sudah mengenal Mommy dan kakakku ku dengan baik."
"Ya, baru kali ini aku berjumpa dengan orang orang yang rendah hati."
"Kan sudah aku bilang. Keluargaku bukanlah keluarga yang memandang segala sesuatu dari status sosial. Jika kamu lebih mengenal Mommy. Kau pasti akan semakin jatuh cinta sifat mommy. Aku sendiri pun juga begitu mengagumi kepribadian Mommy. Karena dia begitu bijak dalam memandang segala sesuatu."
"Aku mandi dulu ya sayang. Baru setelah itu kita istirahat bersama." ucap Kendrick seraya melepaskan satu persatu kancing kemejanya dan kemudian ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Begitu selesai membersihkan diri. Kendrik kemudian keluar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan celana panjang tidurnya. Tetapi ia tidak mengenakan atasan. Ia sengaja bertelanjang dada.
Sambil mengusap usap rambutnya yang yang masih dengan handuk. Kendrik kemudian melempar handuknya sembarangan dan kemudian ia menuju meja rias untuk memakai wewangian khas pria.
"Sembarangan sekali kamu menaruh handuknya sayang." ujar Emily, kemudian ia bangkit dari tempat tidur dan meraih handuk basah Kendrik dan kemudian membawanya ke kamar mandi.
Baru saja Emily keluar dari kamar mandi. Kendrick sudah menyambar Emily dan mengendong sang istri.
"Ken." pekik Emily.
"I Miss you."
Emily pun kemudian mengalungkan kedua tangannya ke leher Kendrick. Dan Kendrik membawa Emily menuju ke atas tempat tidur.
Sesampainya di atas tempat tidur, Emily kembali duduk bersandar di headbord tempat tidur.
Sambil tiduran, Kendrik kemudian meletakkan kepalanya di atas pangkuan Emily.
Suami istri itu pun kemudian saling pandang. Saling tatap penuh cinta dan perasaan mendamba. Satu tangan Emily kemudian terangkat dan membelai rambut basah sang suami.
"Kau pasti merindukan aku?" tanya Emily, sambil terus mengelus-ngelus rambut Kendrick.
"Pikir saja sendiri. Pengantin baru, yang baru saja dia malam bersama tapi harus berpisah. Aku tidak akan membahas soal Jasmine. Aku hanya ingin bilang aku rindu kamu."
"Maaf."
"Tidak usah minta maaf. Kamu tidak salah. Ini adalah sebuah konsekuensi jika aku menikah dengan mu."
"Apa kau kesal." tanya Emily lagi dengan penuh rasa ingin tahu.
"Bagaimana aku kesal. Jika memiliki mu saja sudah membuat aku bahagia. Lagi pula aku tidak akan bisa menang melawan anak mu."
Mendengar ucapan Kendrick barusan sedikit tergelitik hati Emily. Karena sang suami menyebut Jasmine dengan sebutan anakmu. Satu hal yang terdengar aneh di telinga Emily.
"Maksud mu apa Ken? Dia itu putriku. Apa kamu tidak menerima Jasmine dengan ikhlas?"
Merasa salah ucap, Kendrick pun merasa menyesal. Karena ia telah sedikit kasar memilih kata-kata yang ia ucapkan tadi.
"Maaf, aku salah ngomong. Maksud aku, aku tidak mungkin egois untuk memintamu tidur di Mension sedangkan jasmine menginginkan kamu dan membutuhkan kamu di apartemen. Itu maksud aku."
"Maafkan, untuk hal itu. Ini pasti sangat sulit untukmu. Tapi kau tau kan resikonya dari awal jika kau menikah denganku. Kamu tahu aku adalah seorang janda dan memiliki seorang anak. Tidak mudah bagi ku untuk memutuskan aku bersedia menikah dengan mu. Jadi, jika sewaktu-waktu Jasmine menginginkan aku. Aku juga harus siap untuk bersama dengannya."
"Tapi kamu juga harus ingat kau sudah menikah dengan ku Emily."
Emily tidak menjawab ucapan Kendrick ketika ia mengukuhkan status dirinya yang sebagai suami. Yang juga punya hak atas dirinya.
"Kenapa Jasmine tidak mau tinggal di sini. Padahal aku sudah menyiapkan kamar khusus untuknya."
"Berikan dia waktu. Aku sudah bicara dengannya baik-baik. Tapi jika dia belum mau untuk tinggal di sini. Aku juga tidak bisa memaksanya."
"Apa dia tidak suka dengan ku. Atau, apa yang harus aku lakukan. Aku juga ingin memenangkan hati Jasmine."
"Ini adalah faktor internal dalam diri Jasmine sendiri. Mama juga menyarankan untuk tidak memaksakan Jasmine untukmu mau tinggal di sini. Karena yang terbaik untuk Jasmine saat ini adalah kenyamanan."
"Maaf sayang, jika aku terlalu menuntut mu, maaf. Akulah yang begitu tidak sabaran untuk menikahi mu. Aku yang tidak sabaran selama ini. Mungkin aku juga harus menyadari ini semua. Dan aku juga harus bersikap dewasa. Aku tidak boleh bersikap ke kanak kenakan. Karena akulah yang harus bisa mengalah dengan Jasmine. Jangan dipikirkan ya sayang. Maafkanlah aku, lupakan saja soal antara aku dan Jasmine. Aku harusnya memberikan keleluasaan terhadap dirimu. Dan tidak memberikan mu pilihan untuk memilih. Yang penting bagi ku kamu nyaman dan tidak tertekan."
"Aku akan berusaha adil sayang. Bagaimana pun kamu adalah suami ku sekarang. I love you."
"Love you more." jawab Kendrick yang kemudian langsung bangkit dari rebahannya dan langsung menyerang sang istri.
br ank satu sdh mulai berubh bagaimana klu dpt ank dr suami br dan jasmine msh kekeh blm mau serumh dgn mu emely mkn lambt laun bs2 ank mu dkt lg dgn asrafh dan km nnt menyesal emely
.walaupun ken sdh anggp jasmine ank nya sndri walau bkn ayah kandung nya.skrg emely dilema antara.milh nemani ank dan nemani suami.dampak dr cerai korban ny ank..secara gk lngs jasmine blm siap menerima ayah br dln hdp nya krn dia pikr ayah nya ttp asrafh begitu jg dgn amanda dia jg gk pernh anggap klu amanda ibu smabung nya sblm asrahf dan amanda cerai..
wajar Ken seperti itu Emely dia kan baru merasaakan surga Dunia, dari itu kau harus bisa membuat suami mu benar benar butuh kamu.