NovelToon NovelToon
Miracles In December

Miracles In December

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Romansa Modern
Popularitas:33.5k
Nilai: 5
Nama Author: UTiik KriStiantii

CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI?

‘KARENA TIDAK SEMUA CINTA,SEJATI.’


Bugh
Bugh
Bugh

“Gue bersumpah,seujung kuku pun elo nggak akan pernah menemukan keberadaan Kanaya.”Teriakku tepat didepan wajahnya.Lalu kutinggalkan dia begitu saja.

Sejak saat hari itu,aku memutuskan untuk tidak tinggal bersama keluargaku.
Ya,memang itu yang aku alami.Bahkan lebih rumit dari yang sekadar orang lain pikirkan.

• Agra Atthafarizt Herdinata
• Agam Rayyan Atthafarizt
• Kirana Andrea Hilaya
• Kanaya Eisya Putra

Kuy baca ceritanya

Ini kisah Agra,Agam,Kanaya dan Kirana ya.Yang nanti bakal berlanjut keanak-anak mereka...


MAU MEREVISI DULU DAN MAAF JIKA NANTI TIDAK SINKRON DENGAN 'DARI SAHABAT KEAKAD' TERLALU LAMA HIARUS MEMBUTA DAKU LUPA ALUR TEPATNYA😂😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UTiik KriStiantii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Dirumah,Kanaya menunggu kedatangan Agra dibalkon rumahnya.Sudah sejak siang menjelang sore sebenarnya ia menginginkan rujak itu.

Tetapi karena ia sadar baru saja merepotkan Agra,akhirnya ia tahan dulu.

Tetapi hingga hampir pukul 22.00 tidak ada tanda-tanda Agra akan datang.

Kanaya menghela napas.Harusnya ia sadar ia sudah terlalu merepotkan Agra selama ini.Ditambah ia juga membuat Agra teramat kecewa karena kehamilannya ini.

Ia menyerah.Ia bertekad,sebisa mungkin ia tak akan merepotkan Agra.Jika memang Agra tidak bisa harusnya ia tidak mengiyakan permintaannya.Atau setidaknya memberikan penjelasan bisa tidak ia mencarikan rujak itu.

Tetapi ia belum ingin masuk kedalam kamarnya.Ia masih ingin menikmati angin malam dari balkon kamarnya.Meski mungkin angin malam tidak baik untuk kandungannya.

Ia duduk bersandar pagar balkon kamarnya.Mendongakkan kepalanya melihat banyaknya bintang-bintang diatas sana.

Seulas senyuman terbit dari bibir Kanaya.

“Nak,maafin mama.Bahkan mama tidak bisa jujur dengan papamu tentang adanya kamu.”Lirih Kanaya sangat lirih sambil mengusap perutnya yang masih rata.

Tanpa sadar Kanaya tertidur dibalkon kamarnya.

Dilain sisi,sepanjang perjalanan Agra merasa tidak tenang.Ia merasa bersalah dengan tidak mengirimkan kabar pada Kanaya.

“Turun!”Titah Enggar.Agra sedikit terkejut.Ia tidak menyadari jika mereka sudah sampai karena sedari tadi Agra terus melamun.

“Besok jemput gue pagi-pagi.Ingat rapat besok pagi banget.”Ucap Agra mengingatkan Enggar.Enggar hanya mengangguk.Ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan pulang menuju rumah kedua orang tuanya.

Agra sendiri juga memilih untuk pulang kerumah orang taunya,ia sedang tidak semangat pulang ketempat kost.

Tin tong Ting tong

Agra memencet bel rumahnya.Tak perlu lama menunggu pintu sudah dibuka dan ternyata Ave yang membukanya.

“Bocah ngapain jam segini masih melek?”Tanya Agra setelah ia berada didalam rumah.

“Busyet kak.Tugas gue banyak banget dah.Pusing kepala princess.”Keluh Ave sambil bergaya memegang kepalanya.

“Princess?Bar-bar kek gitu Lo bilang princess,buta kali mata lo.”Ledek Agra.

Plak

Ave memukul bahu Agra cukup keras.Membuat sang empu mengasuh kesakitan.

“Gila.Status aja cewek,tenaga beuh.Preman.”Cibir Agra.Ave mencebikkan bibirnya kesal.

“Av,besok hari minggu kita gas rumah ayah Azka.Kita rujakan disana.”Ajak Agra.Ave langsung menghentikan langkahnya.

.”Dalam rangka paan?”Tanya Ave.

“Kanaya tadi ngidam rujak.Lalu mana ada rujak tengah malam gini.Jadi besok kita rujakan dirumah dia.”Bisik Agra.Ave manggut-manggut setuju.

“Bang.”Panggil Ave.

Agra yang sudah memegang handle pintu kamarnya berhenti dan menengok kearah Ave.

“Bagi uang dong!”Pinta Ave disertai cengiran khasnya.”Lagi bokek bang.”Lanjutnya.

Agra mengeluarkan dompetnya.Mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu lalu memberikan pada Ave.Ave jelas terlihat girang karena hal itu.

“Makasih Abang sayang.”Ucap Ave.Ia lalu kembali keruang tv untuk melanjutkan tugasnya.

Sebagai mahasiswa baru,jelas saja ia harus beradaptasi dengan lingkungan dan tugas-tugas kuliah yang pasti lebih banyak.

“Dasar bocah.”Gumam Agra sambil menyunggingkan seulas senyum.

Keesokan harinya,Enggar menjemput Agra saat jam masih menunjukkan pukul 06.00.Dan saat itu Agra bahkan masih tidur dikamar.

“Ma,Agra udah bangun?”Tanya Enggar pada Arka setelah ia mencium punggung tangan Arka.

Memang maunya Arka dan Althaf untuk dipanggil mama dan papa oleh Enggar.

“Tumben pagi sekali?”Tanya Arka.

“Ada rapat pagi ma.Ditambah pekerjaan ada yang perlu direvisi karena kata bos ada sedikit kekurangan.”Jelas Enggar.

“Dasar tuh anak.Masih tidur dia.”Jelas Arka.”Ya sudah mama bangunin dia dulu.Tuh Ave ada dibelakang sama papanya.”Lanjut Arka.Enggar lalu berjalan menuju taman belakang.

“Selamata pagi pa,Av “Sapa Enggar.Ia lantas mencium punggung tangan Althaf.

Saat itu Althaf sedang membaca koran,sedangkan Ave ia sedang bermain game disebelah Althaf.

“Loh Enggar,tumben Nggar pagi banget?”Tanya Althaf.

“Ada rapat pa.Ada pekerjaan yang perlu direvisi.”Jelas Enggar lagi.

“Pagi bang Enggar.”Jawab Ave.Tetapi matanya tidak sedikitpun teralihkan dari ponselnya.

Althaf yang melihat hal itu lantas langsung merebut ponsel milik Ave.Ia sangat tidak suka jika anak-anaknya bersikap tidak sopan kepada orang lain.

“Pa,kalah nanti itu Ave.”Keluh Ave sambil mengerucutkan bibirnya.

“Bangunkan kakak kamu!Papa yakin mamamu pasti gagal membangunkan Agra.”Titah Althaf.

Dengan kesal Ave meninggalkan dua laki-laki berbeda usia tersebut.

“Bang Agra mana ma?”Tanya Ave saat melihat Arka yang baru saja keluar dari kamar Agra.

“Mama nyerah kalau disuruh bangunin Agra nak.”Jawab Arka kesal.

“Ayok,Ave kasih tahu gimana caranya membangunkan kebo macam bang Agra.”Ajak Ave.Ia kesal setiap Agra tidak bisa dibangunkan,ialah yang disuruh membangunkan Agra.

Dan Ave selalu saja ada ide konyol untuk bisa membuat Agra segera bangun jika ia yang membangunkannya.

Satu ide langsung muncul ketika melihat Agra tertidur tanpa selimut.

Pelan-pelan Ave naik keatas kasur,lalu menggulung Agra menggunakan selimut dan berteriak sedikit histeris.

“Bang Agra bangun.Banjir bandang bang.”Teriak Ave.

Agra yang sedang tertidur pulas tergagap mendengar teriakan Ave.Arka yang melihat hal itu menggelengkan kepalanya.Ia terkadang heran dengan tingkah dua anaknya yang ini.

“Ban...Ir....ban...Ir.”Teriakan Agra tidak terdengar jelas karena ia digulung selimut oleh Ave.

Jangan ditanya,Ave sudah jelas tertawa terbahak-bahak melihat Agra yang sedemikian.

Diluar rumah,Althaf dan Enggar segera berlari masuk mendengar teriakan Ave.

Agra sendiri setelah terlepas dari gulungan selimut itu langsung menatap Ave dengan tatapan horor.

Ave lantas turun dari kasur,Agra mengejarnya dan jadilah aksi jejar-kejaran hingga keduanya naik turun kasur.

“Hahaha ampun bang.Ampun!”Ucap Ave sambil terus berlari.

“Adik durhaka lo.Selalu bikin gue jantungan.”Omel Agra.

“Hahaha salah Lo huh...huh...sendiri yang...kebo.huh huh huh.”Jawabnuya ngos-ngosnya.

Seperti inilah drama yang akan terjadi setiap Ave yang membangunkan Agra.

Terkadang mereka,anggota keluarga bingung dengan dua kakak beradik yang sering bertengkar tetapi sesungguhnya saling membutuhkan.

Dan akhirnya..

Gluduk

Ave terjatuh lalu terjun bebas kelantai.Ia mengaduh kesakitan.Pura-pura sudah pastinya.

“Drama.”Cibir Agra.

“Nggar Lo ngapain subuh gini udah dimari?”Tanya Agra.

“Oy...ini udah hampir setengah 7,dan Lo bilang masih subuh bang?Astagah.Punya Abang beg*k gini ya.”Sahut Ave.

“Afsheen.”Tegur Althaf.Jika Althaf memanggilnya dengan nama Afsheen dan dengan nada yang serius itu artinya Ave sedang melakukan kesalahan.

"Hehehhe...maaf pa."Jawab Ave sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“What?Aduh kesiangan nih entar.”Ucapnya.Ia langsung mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.

Sementara Agra mandi dan siap-siap,Arka meminta Enggar untuk sarapan terlebih dulu.

Arka tahu betul jika orang tua Enggar sama sibuknya dengan para pekerja kantor lainnya,jadi sudah dipastikan jika Enggar belum sarapan.

“Nggar,kamu sarapan aja dulu!”Ucap Arka saat mereka sudah ada dimeja makan.

“Nggak enak ma sama Agra.”Jawabya sopan.

“Kamu sarapan sekarang,biar nanti Agra dimobil.Kalau nanti kalian sarapan bareng,yang ada kalian tambah telat.”Jawab Arka.

“Iya bang,kayak bang Enggar nggak tahu gimana bang Agra kalau makan aja.Ngunyahnya kudu dihitung dulu.Sudah sesuai standar gizi belum.”Sahut Ave.

Mendengar itu,Enggar tertawa.Melihat keakraban keluarga ini ia terkadang merasa iri,karena waktunya bersama keluarganya selama ini sangatlah sedikit.

“Nanti Agra biar mama siapkan ditempat makan.”Ucap Arka lagi.

Enggar mengangguk.

Berada diantara keluarga ini membuatnya merasakan bagaimana arti keluarga yang sebenarnya.

Ia bersyukur bisa bersahabat dengan Agra,meski terkadang sikapnya membuat orang naik darah.Tapi sebenarnya ia sosok yang humoris.

“Ka,nggak kuliah?”Tanya Enggar saat mereka sudah selesai sarapan.Jangan ditanya Agra saat ini masih dikamar entah melakukan ritual apa.Touch up wajahnya mungkin.

“Nanti bang jam 10.Dua mata kuliah doang.”Jawab Ave.

“Kenapa nggak ngekost aja?”Usul Enggar.

Sejenak Ave memikirkan apa yang Enggar ucapkan ada benarnya.Menyewa tempat kost adalah solusi terbaik agar ia tidak merasa lelah yang berlebihan.

Tetapi bisa bertemu keluarga setiap hari lebih penting.

“Kagak ahh bang.Ntar nggak bisa julitin bang Agra saban hari lagi.”Jawabnya enteng.

“Dasar adik durhaka lo.”Sahut Agra.

Ia sudah terlihat rapi dengan setelah kemeja berwarna navynya beserta blzer dengan warna senada.

Bahkan Ave terpesona melihat ketampanan seorang Agra.

“Wah bang.Coba Lo bukan Abang gue,udah gue jadiin selingkuhan Lo.”Canda Ave.

“Selingkuhan?”Tanya Agra,dan Ave mengangguk.

“Gue yang kagak sudi Lo jadiin selingkuhan bocah.”lanjutnya.Ave mencebikkan bibirnya karena hal itu.

“Yuk Nggar.Tancap gas.Kudu ngebut kita.”Ajak Agra.

Keduanya lantas segera berangkat menuju kantor.Kebetulan hari ini mereka tidak ada jadwal kuliah.Sehingga bisa dikantor dari pagi hingga sore.

HOLLLLA BANG AGRA KEMBALI NIH...ADA YANG KANGEN NGGAK????

KURANG LEBIH BANG AGRA GANTENGNYA MACAM TU LAHHHH

1
Eka Bundanedinar
setahun lbh ya g dilanjut lg kak
Kim Reyaa
please lanjut kk....bagus bget ini 😭😭😭
Arnieta Acika Marsa
kok gemes sih sama agama masak habis berbuat g inget sama sekali.sih tu Arga suruh tanya terakir kali sama kanaya kmn ngapain aja gitu biar inget tu
Eka Bundanedinar
g ada rasa salah sma sekali ya si afam bahkan sama anknya g nyadar kah ikatan drah daging
Kim Reyaa
😭😭😭😭 kanaya....kasihanya qm nay. agam bener2 ya .
Kim Reyaa
akhirnya up....kangen bang agra hiks. eh malah udah mp aj 😂😂
Cimol bojot kavling keuangan
penasaran akutu ending.n kaya gmn kumaha... meskipun update.n s'abad ttp d pantengin pemberitahuanna thor . ... ting lami teuing update deui.n
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
heleh skian abad ini baru up ..kirain udah punah 🙄
Eka Bundanedinar
ya ampun bang kilafnya knpa sama andara sih...
Eka Bundanedinar
ngilang kemana dulu kak... bang agra diumpetin mulu
Khanaya Fitri
sering up ja biar yg baca semangat g lupa sampe mana ceritanya biar makin seru bacanya
Cimol bojot kavling keuangan
sering sering di bikin konflik kak.... biar seru 😂😂
Khanaya Fitri
Alhamdulillah wis up lagi ya. moga lancar terus up nya g mandeg lama kaya kemarin kemarin.
Ardha Navara: amin kak
total 1 replies
Ardha Navara
hahahah iya kakak Eka🙏🙏
Eka Apriliani Inderita
First comment, bukan nih?
dewa
seabad ini ngilangnya
Eka Bundanedinar
smngt up kak
Arvi
lanjuttt terus
Arvi
semangat thor
Cimol bojot kavling keuangan
semangat semangat thor... terusin up.a
udh seneng up tiap hari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!