NovelToon NovelToon
One Night Stand With Presdir

One Night Stand With Presdir

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Romansa / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Alfiana

"Kau benar-benar sempit dan nikmat."

Akibat jebakan seseorang, Aksara tanpa sadar meniduri seorang gadis tidak bersalah. Gadis yang tidak dikenalnya, namun menjadi gadis pertama yang ia nikmati.

Bukan hanya gadis itu yang pertama, namun Aksa juga. Dia mengambil mahkota gadis itu secara paksa di bawah kendali obat.

Aksa menyelidiki gadis itu, yang ternyata hanya seorang pengantar makanan di restoran milik paman dan bibinya.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Aksa akan bertanggung jawab atau justru lari??


Update setiap hari‼️

Follow Ig : Alfianaaa05_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingat namaku baik-baik

"Oma, boleh tidak jika aku pulang dan mengambil barang-barangku di rumah paman dan bibiku."

Begitulah yang Ayesha ucapkan pada oma Nuri melalui sambungan telepon. Nada bicaranya yang terdengar takut dan ragu, malah membuat oma Nuri tersenyum.

Akibat dari permintaan Ayesha itu, kini Aksa harus datang ke apartemen pagi-pagi untuk mengantar gadis itu ke rumah paman dan bibinya.

"Apa wanita hamil akan selambat ini jika mengerjakan sesuatu?" Tanya Aksara dengan kesal.

Ayesha tersadar, ia buru-buru merapikan rambutnya dan mengangguk.

"Saya sudah selesai, Tuan. Maafkan saya karena terlalu lama," jawab Ayesha tanpa berani menatap pria itu.

Aksa hanya mendengus lalu melangkah keluar dari apartemen. Ayesha pun lekas menyusul, ia berjalan di belakang Aksara dan Xyan.

"Nona, berjalan di sebelah Tuan." Tutur Xyan dengan sopan.

Ayesha melongo sebentar. "Ha? Oh tidak usah, biar saja jalan di belakang saja." Sahut Ayesha menolak.

Aksara tidak mempedulikan obrolan antara Xyan dan Ayesha, ia tetap berjalan dan masuk duluan ke dalam lift.

Ayesha kini berada paling depan diantara Aksara dan Xyan. Wanita itu berharap lift segera sampai karena bau dalam lift seketika membuatnya mual.

"Nona, anda baik-baik saja?" Tanya Xyan dan Ayesha menjawabnya dengan anggukan kepala.

Ayesha tidak bisa bicara, mulutnya ia tutup dengan menggunakan tangan kanan nya. Jika ia buka, bisa-bisa ia langsung mual.

Aksara hanya berdehem sambil sesekali melirik Ayesha yang sedikit menundukkan kepalanya, tidak ada niat untuk bertanya seperti yang Xyan lakukan.

Sampai di lantai bawah, Ayesha langsung berlari keluar dan mual-mual tanpa suara. Aksa dan Xyan melihatnnya, dan Aksa langsung mendekat.

"Ada apa denganmu?" Tanya Aksa dengan nada tidak santai.

Ayesha menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa, Tuan. Saya hanya sedikit mual," jawab Ayesha.

Aksara tidak bicara lagi, ia lalu kembali melangkahkan kakinya dan disusul oleh Xyan dan Ayesha.

Sampai di lobby apartemen, Xyan duduk di kursi kemudi sementara Aksa dan Ayesha di kursi penumpang. Ya, mereka bersebalahan.

Mobil pun meninggalkan area apartemen menuju rumah jelek Nety dan Wardi. Darimana julukan rumah jelek, tentu saja Aksa yang menciptakannya.

"Oma, aku tidak mau ke rumah jelek dan terkutuk mereka."

Begitulah yang Aksa katakan pada sang oma kemarin, namun semua sia-sia karena pada akhirnya ia harus tetap mengantar Ayesha.

Selama perjalanan, tidak ada yang berbicara. Ayesha menatap keluar jendela, sementara Aksa sibuk dengan ponselnya.

Aksa tengah memeriksa laporan keuangan di usahanya sebagai penyelundup senjata api. Jumlah yang tidak sedikit, sekali kirim ia bisa membeli satu unit rumah mewah di kawasan Jakarta.

Namun penghasilan Aksa ini tentu tidak tercatat dalam pendapatan secara tertulis dimana ia harus membayar pajak beberapa persen dari penghasilannya.

Penghasilan Aksa tertutup, hanya dia dan Xyan yang tahu nominalnya. Ibaratnya, Aksara tidak akan jatuh miskin jika perusahaan milik keluarganya bangkrut sekalipun, karena harta dari hasil jual beli senjata ilegal tidak termasuk dalam harta yang tercatat negara.

Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di rumah milik Nety dan Wardi. Xyan menghentikan mobilnya di depan rumah itu.

"Tuan, sebentar ya." Ucap Ayesha lalu keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.

Xyan menoleh ke belakang, menatap atasannya itu dengan bingung dan aneh.

"Anda tidak mau menemani nona Ayesha ke dalam, Tuan?" Tanya Xyan mengingatkan.

Aksara hanya menatap Xyan sekilas, tidak ada kata yang terucap dari mulut pria tampan berjas hitam itu.

"Kalo begitu biar saya yang turun." Kata Xyan seraya membuka seatbelt nya.

"Memang dia sedang mengandung anak siapa? Dia memandang anakku jika kau lupa, Xyan." Ketus Aksara lalu keluar dari mobil.

Aksara menatap rumah yang tidak lebih besar dari garasi di mansion omanya, ia berdecak sebentar lalu melangkah mendekati pintu.

"Ayesha, cepat. Aku akan menunggumu disini," kata Aksara dari luar.

Pintu tiba-tiba saja terbuka dan memperlihatkan seorang pria dengan tatapan kesal. Matanya berkaca-kaca seperti habis menangis.

"Oh jadi kau, jadi kau yang sudah membuat sepupuku hamil hah!!" Bentak Aaron dengan penuh emosi.

Aksa tidak menjawab, ia hanya melirik Aaron dengan tatapannya yang tajam itu.

"Kenapa kau hanya diam, jawab pertanyaanku!!" Ucap Aaron lagi.

Aksara menggaruk pelipisnya, ia menganggukkan kepalanya lalu menatap Aaron dengan santai.

"Ya, aku ayah dari bayi yang Ayesha kandung." Jawab Aaron tenang.

"Dasar bajingann." Umpat Aaron mencengkram kerah baju Aksa dan siap menghadiahi pukulan, namun Ayesha datang dan mencegahnya.

"Kak, jangan!!" Tegur Ayesha melepaskan tangan Aaron dari kerah baju Aksa.

Aksa mendengus, ia merapikan bajunya yang sedikit berantakan karena ulah pria aneh di hadapannya ini.

Ayesha mengambil posisi di depan Aksa, seperti sedang melindungi Aksara dari tatapan dan pukulan Aaron.

"Kenapa kau mencegahku, Ay. Biarkan aku memukul wajahnya, minggir!" Kata Aaron.

Ayesha menggelengkan kepalanya, kedua tangannya terbuka lebar sebagai larangan darinya untuk mendekati Aksa.

"Jangan, Kak. Buat apa kakak memukulnya, lagipula dia mau bertanggung jawab atas anak ini." Ucap Ayesha menjelaskan dengan sabar.

"Lalu bagaimana dengan masa depanmu, apa kamu nggak mikirin itu, Ay?" Tanya Aaron.

"Masa depanku akan baik-baik saja, setelah melahirkan aku akan hidup bahagia dengan anakku." Jawab Ayesha sedikit ragu dengan ucapannya.

Aksa menghela nafas. "Hentikan perdebatan ini, aku harus ke kantor." Ucap Aksa dengan dingin.

Ayesha menoleh ke belakang, lalu sedikit menjauh dari pria itu.

"Maaf, Tuan. B-baiklah, ayo pergi." Ajak Ayesha dengan gugup.

Aaron memegang tangan Ayesha. "Ay, kamu yakin mau ikut bersamanya? Tidak kah kamu lihat wajahnya menyeramkan?" Tanya Aaron.

Aksa menatap kesal Aaron, enak saja wajah tampan nya dibilang seram.

"Jaga mulutmu sebelum aku merobeknya." Ucap Aksa penuh penekanan.

Ayesha ketakutan, ia buru-buru mendorong Aaron masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya.

"Tuan, kakak sepupu saya memang begitu. Jangan marah padanya, ampuni dia ya." Pinta Ayesha menyatukan kedua tangannya.

Aksa hendak bicara, namun sebuah suara menghentikan niatnya untuk menimpali kata-kata gadis di depannya.

"Mau apa kalian kesini? Mau kembali ke rumah ini kamu, Ay?" Tanya Nety dengan senyuman merendahkan.

"Jangan harap kamu, Ay. Rumah ini sudah terkunci bagimu." Tambah Nety.

Ayesha menggelengkan kepalanya, ia hendak mencium punggung tangan paman dan bibinya, namun mereka menolak.

"Apa pria yang sok kaya ini sudah tidak mampu menghidupi mu sampai-sampai membawamu kembali heuh?" Tanya Wardi merendahkan.

Wardi lalu menatap Aksara. "Berlagak ingin meratakan restoran milik kami, padahal kemampuan saja tidak punya." Tambah Wardi tertawa puas.

Aksara siap melawan dan memukul wajah hitam Wardi, namun tangannya di pegang oleh Ayesha.

Ayesha melempar tatapan penuh permohonan sambil tetap memegang tangannya, dan entah mengapa Aksa seperti luluh melihatnya.

Ayesha senang karena Aksa tidak jadi untuk bicara, ia lalu kembali menatap Nety dan Wardi.

"Paman, bibi. Aku hanya datang untuk mengambil barang-barangku," ucap Ayesha menjelaskan.

"Oh, baguslah. Sekarang pergilah!" Usir Nety dengan tangan terlipat di dada.

Ayesha mengangguk, ia lalu melangkahkan kakinya untuk pergi, namun terhenti karena Aksa masih diam disana.

"Kalian berani-beraninya menghinaku, ingat namaku baik-baik. Aku Aksara Delvin Abiputra." Ucap Ayesha penuh penekanan.

Pintu rumah terbuka, Aaron kembali keluar setelah diam dan menguping dari dalam rumah.

"Siapa? Anda siapa?" Tanya Aaron melototkan matanya.

Aksara tidak menjawab dan langsung pergi, tidak lupa ia menarik tangan Ayesha untuk pergi juga dari sana.

MAIN-MAIN SAMA AKSA, SALAH EYY😖

Bersambung...............................

1
Queen Syaa
Soal xyan dan tiara
Konok Neng
yesa polos apa bodoh sih
Konok Neng
masa ggak ada balasan atas kejahatan mereka.. sampai aksa dewasa tak terjadi apa pun,,.. dendam aku thorr
Konok Neng
bikin pusing tapi senangnya gendong,, dikit dikit gendong,, 😊😃
Konok Neng
pasangan iblis
Konok Neng
kasihan sekali kau ay,, aku malah 3 mengasuh dan membesarkan ponak an, 2 laki laki satu perempuan,, sementara aku sendiri mempunyai 7 orang anak,, malah gaji suami pas pasan,, namun itu tidak membuat kami semakin susah,, ajy menyayangi ke 3 nya sama seperti anak anakku sendiri.. tak pernah aku membedakan mereka.. sampai sekarang.. ke 3 nya tidak mau jauh dariku,,, padahal mereka masih ada ayahnya,, tapi sdh menikah lagi,, makanya mereka tidak mau ikut ayahnya,, semenjak ibunya meninggal ayahnya harus kerja mereka di titipkan kepadaku,, dan alhamdulillah suamiku tidak mengeluh,, karena kami yakin rezeki anak anak itu ada di masing masing mereka.. dan semoga mereka semua bahagia akur selamanya..
Konok Neng
bukan berhati manusia
Konok Neng
di mana mana yg namanya perawan pasti sempit dan enak lah.. 😁😀
~ Portgas D Ace ~
kelasszz omaa
Fresysia Kunu
Lumayan
Fresysia Kunu
Luar biasa
juwita
emg bener klo bos yg lp gpp. tp klo bawahan yg lp bos akn marah🤣🤣 aq ngalamin bos mah g pernah salah🤣🤣
juwita
goblok banget si al gedek bego dia udh tau paman sm bibi nya g suka sm dia
juwita
ku doan biar ngidamnya parah ke aksa
juwita
mafia ogeb. lbh grecep oma nya dr pd dia.
juwita
mampir
Ari Sawitri
lagian goblok banget si Ayesha kenapa jg masih bertahan dirumah neraka itu .. bs keluar dan kerja kan .. kenapa mesti kerja di situ yg tdk menghargai dirinya
juwita: bener ka. gemes banget sm dia smpe mohon" pdhl. kan bisa nyari krj di tempat lain dr pd di situ hny di jadiin budak
total 1 replies
Umi Syafaah
Luar biasa
yellya
🙏🤗🤗
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Niswa
Ekhemm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!