NovelToon NovelToon
My Crazy Roommate

My Crazy Roommate

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:105k
Nilai: 4.9
Nama Author: herlia ia

Tumbuh dalam keluarga broken home, ditambah kakak-kakak nya yang gagal dalam pernikahan, membuat Ardy enggan mempunyai pasangan. Fokusnya hanya prestasi dan karier yang cemerlang.
Terkenal dengan penolakannya terhadap wanita, Ardy dijuluki 'Lelaki Abnormal'.
Tentu saja julukan itu disematkan karena tubuhnya tak pernah bereaksi kala berhadapan dengan wanita seksi.
Namun berbeda dengan wanita satu ini.
Tingkahnya yang tomboy dan cuek justru membangkitkan rasa ingin tahu nya akan hal yang selama ini dia tolak.
Ikuti kisah selanjutnya Ardy dan Mili

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon herlia ia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gombalan Amir

Ardy keluar dari kamar mandi sambil menyugar rambut basahnya dengan handuk kecil.

Rencananya hari ini adalah mencarikan tempat tinggal baru untuk Millie. Pasalnya semalam saat hendak mengantarkan Millie ke kontrakannya, tempat itu sudah di dobrak dengan kasar oleh orang orang suruhan Jordan. Beruntung keberadaan mereka tidak diketahui, perlahan mereka pun menjauh agar tak menimbulkan kecurigaan.

Setelah selesai memakai stelan lengkap, Ardy turun ke bawah untuk membuat sarapan seperti biasa.

"Pagi.. maaf saya lancang mengotori dapur anda" sapa Millie saat melihat Ardy turun dari lantai 2 unit apartemennya.

Ardy tak menanggapi. Dia lantas duduk ditempatnya. Mengambil cangkir kopi dan mengisinya dengan cairan berwarna hitam pekat yang keluar dari mesin coffee maker.

Setelah itu tangannya meraih sehelai roti tawar dan menaruh telur mata sapi diatasnya lalu selada setelahnya dan ditutup dengan helaian roti tawar lagi.

Sebenarnya ini bukanlah gayanya. Ardy lebih suka mencelupkan roti tawar itu pada kopi. Namun demi gengsi dia melakukan hal yang sok ke barat baratan.

Ardy bahkan mengabaikan risoles yang Millie buat.

Uhh.. wanginya menggelitik hidung. Sarapan favorite nya kala masih kerja sampingan di cafe bersama Millie.

Millie mengangsurkan sepiring camilan teman ngopi itu ke samping cangkir kopi milik Ardy.

Dia bahkan memotongnya sehingga nampaklah isian camilan itu yang mana adalah kesukaan Ardy.

kress

Suara nyaring remukan tepung roti itu mengalihkan perhatian Ardy.

"Maygat isi ayam pedas mayo" gumam Ardy dalam hati saat matanya melirik sekilas pada potongan risol yang mengepul. Millie menaruh satu piring lagi untuk dirinya sendiri, lalu mengisi cangkir kopi dengan cairan pekat yang sama dengan Ardy dan menambahkan 1 butir gula batu kedalamnya.

Ardy terus melirik piring kecil berisi snack kesukaannya itu lalu mengacuhkannya dan berpura pura menikmati sandwich telur miliknya yang terasa hambar.

glek

Seret bo

"Apa anda tidak suka dengan risol?" tanya Millie entah sengaja atau tidak. Dia seperti memancing Ardy untuk mengakui jika itu adalah makanan kesukaannya.

Tadi malam mereka berdebat cukup serius. Pasalnya Millie tak mau tinggal jauh dari Ardy dengan alasan takut diincar suruhan ayahnya. Dia bahkan merengek minta tinggal di tempat Ardy dengan tak tahu malu nya. Dia bahkan berjanji akan menjadi bayangan pot bunga saat tunangan Ardy datang berkunjung.

Mati matian Millie membujuk Ardy yang bersikukuh menolak menampungnya.

Millie memperlihatkan tangannya yang terkena serpihan kayu dari tusuk sate yang dia tancapkan pada salah satu penjahat itu dengan wajah memelas.

Akhirnya Ardy mengobatinya dan mengizinkannya tinggal sementara di apartemennya dengan syarat

"Berhenti menganggapku temanmu karena aku bukanlah dia. Ingat bahwa aku adalah atasanmu. Bersikap hormatlah padaku" begitulah ucapan Ardy yang tegas namun langsung diangguki Millie.

Sekeras dan setegas apapun Ardy menyangkal jika dia bukanlah teman masa lalu Millie, Millie tak percaya. Namun jika dia juga bersikukuh bahwa Ardy tengah membodohinya, itu hanya akan membuatnya kembali menjauh.

Mana mau Millie melepas nya lagi.

Tapi bagaimana dengan tunangan Ardy? Millie berfikir dan seketika mendapat jawaban yang akan dia ucapkan kala disidang tunangan Ardy.

Itulah yang membuat Millie bertutur kata dengan sopan dengan nya kini. Dia harus mengesampingkan jati dirinya yang urakan, demi menempel terus dengan Ardy.

Sungguh Millie entah dirasuki setan apa hingga mau menjadi budak cinta..

eh..

Cinta?

"Hahaha... becanda kali.. cinta apaan.. elu cuma kesepian gak ada yang asik dijailin lagi, makanya sekarang lu mati matian ngejar dia" monolognya didepan cermin sembari menunjuk pantulan dirinya sendiri setelah selesai membersihkan diri.

"Pak Dep.. ekhem.. maksut saya, pak DAVID mau saya bekalkan risol nya?" Millie menawarkan.

Ardy meliriknya sekilas lantas menjawab "ekhem, gak perlu. Saya gak suka yang di goreng" jawabnya ketus.

"Lah, emang ntu telor ceplok kaga di goreng? semprul emang obos ini. Ya kali bikin telor ceplok ditiupin" protes Millie yang hanya bisa diungkapkan dalam hati.

Ardy selesai dengan sarapannya lantas menyesap habis kopi pahit nya. Segera melangkah pergi sebelum dia kehilangan akal dan melahap habis camilan kesukaannya.

"Eh, pak.. boleh numpang?"

bruk

Millie menabrak punggung Ardy karena gerakan yang tiba tiba berhenti.

"Kamu tinggal disini numpang, sekarang berangkat kerja juga numpang. Apa kamu tak punya malu?" cebik Ardy.

Bukannya tak suka ditempeli Millie, hanya saja dia tak mau mengambil resiko Millie terlihat bersamanya dan menggagalkan rencananya. Karena Millie adalah kelemahannya untuk melawan sang ayah.

"Hehe.. saya.. gak tau kemana larinya ******** saya..emm maksud saya.. rasa malu.."

'Sialan ni mulut gak bisa diajak kompromi' gerutu Millie dalam hati sambil membekap mulutnya sendiri karena keceplosan.

Ardy tercengang dengan ucapan absurd Millie. Wajahnya bahkan memerah.

"Maaf.. salah ngomong" lanjut Millie mencicit.

Tak berkata apa apa lagi, Ardy memilih melanjutkan langkahnya menuju mobil.

"Kamu diantar Amir saja" titahnya kemudian memilih mengendarai mobil sendiri dengan mobil yang lain.

Ardy tak mau datang ke rumah sakit menjadi bahan gosip para pegawai.

Millie sedikit kecewa, dan Amir memperhatikan hal itu.

"Mir, kamu antar dia" titah Ardy pada Amir lantas melangkah ke dalam garasi untuk mengambil mobil lain.

"Siap bos. Asiik.. dikasih kesempatan pe de ka te nih" ucap Amir antusias. Dan hal itu didengar oleh Ardy.

Millie membuka pintu depan dengan lesu.

"Kamu duduk di belakang" titah Ardy tiba tiba menggeser tubuh Millie lantas masuk ke jok penumpang depan.

Millie yang terkejut mengulum senyumnya terlebih melihat Amir menaikan jempolnya seraya mengedipkan sebelah mata.

"Loh, bos. Katanya mau pake.."

"Saya cape. Udah buruan, telat nih" potong Ardy tak mau membahas.

"Yahh, gak jadi.."

"Udah jangan protes. Kerja kerja" ketus Ardy kembali memotong keluhan Amir.

Tak sudi Ardy membiarkan ajudannya mendekati Millie.

Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Berhubung mereka berangkat lebih awal, jalanan masih lengang dan tak khawatir akan terjebak macet.

"Non dokter, suka sop tulang ga?" tanya Amir memecah kesunyian di dalam mobil.

"mmm.. sop iga, sop buntut, sop kaki, suka semua. Tapi lebih suka iga sih. Kenapa? mau ngajakin makan siang bareng? saya tau restoran enak tapi murah yang nyediain menu itu" jawab Millie antusias.

"Waaah.. boleh tuh. Nanti kita bisa sekalian tukeran tulang aja, non" tukas Amir sesekali melirik Millie melalui kaca spion.

"Maksudnya?" Millie bingung.

"Iya, non dokter jadi tulang rusuk saya, saya jadi tulang punggung non dokter, gimana" jelas Amir membuat Ardy seketika menoleh padanya.

Sedangkan Millie terkekeh dengan gombalan ajudan Ardy.

Ardy kembali mengangkat ponselnya sebagai kode jika Amir telah melewati batas.

'Mampus, udah di blokir, dipotong pula'

1
Nining Chili
👍👍👍
Rita Juwita
kereenn Thor ceritanya seruu..
👍👍
saya cantikkj
😃
Yustin Aryani
Luar biasa
Andriyati
seru ceritanya,, ngakak muluk
Nuraeni Muhlisin
ceritanya keren abis,,happy ending👍👍
Mastini M. Pd
hua/Sob//Sob//Sob//Sob/
Mastini M. Pd
daku padamu Thor /Kiss/bikin gemes yg baca nih 😀
Mastini M. Pd
jangan bilang kl depit tuh suaminya Mia....gak ikhlas daku/Scowl//Scowl/
Mastini M. Pd
kenapa Ardy meninggal Thor?/Cry//Cry//Cry/
Mastini M. Pd
Luar biasa....karya yg sangat menghibur. tdk bertele-tele...othornya keren....tq Thor
Mastini M. Pd
jiakakak....ngakak abis mbaca part ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
mee: hahahhahahahaha
total 1 replies
Mastini M. Pd
/Facepalm//Facepalm/millie mmg anbeleivable
Mastini M. Pd
haha...jd gemes dg pasangan ini /Kiss/
Mastini M. Pd
Jordan tuh bapak kandung nya kah? semoga di dunia nyata gak ada yg spt itu ya Thor...
Mastini M. Pd
ya ampun/Facepalm//Facepalm/
Mastini M. Pd
huahaha....Amir ... sabar ya.../Facepalm/
Mastini M. Pd
Karyamu keren sekali Thor.... terimakasih sdh memberi bacaan segar yang membuat bahagia. sukses selalu Thor...
Zahra Rika
keras kepala ih
Zahra Rika
ekspresi lo mirrr ngakak sumpah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!