NovelToon NovelToon
Kembali

Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Fantasi Wanita / Sistem / Percintaan Konglomerat / Chicklit
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: amy collections

Kisah seorang wanita bernama Alexi yang memulai perjalanan hidup kembali ke masa lalunya. Setelah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dia diberikan kesempatan kedua untuk menjalani hidupnya. Dia dikembalikan lagi ke sepuluh tahun sebelum kejadian tragis itu terjadi. Saat dia sadar tiba-tiba dia sudah ada dikamar kos tempat dia tinggal dulu. Alexi yang kebingungan dengan apa yang terjadi mulai mencari kenapa hal ini bisa terjadi padanya. Kenapa pula ada sistem aneh seperti yang ada dinovel-novel yang dia baca. Apakah dia bisa merubah kejadian buruk yang menimpanya dibantu sistem aneh tersebut. Perlahan Alexi mencari tahu dan mulai menjalani hidup yang sangat berbeda dari sebelumnya. Apa yang akan selanjutnya terjadi pada Alexi. Akankah dia bisa menjalani hidup yang berbeda atau sebaliknya. Dan mampukah dia percaya kembali dengan sesuatu yang disebut cinta setelah apa yang menimpanya. Atau dia hanya akan menjalani hidup baru tanpa adanya seseorang disampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amy collections, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan 2

"Kya hantu!" Aku berteriak sekencang-kencangnya dengan ekspresi penuh ketakutan. Aku melangkahkan kaki kananku dan mengambil ancang-ancang dan aku siap berlari sekencang kencangnya. Namun aku tidak bisa bergerak kemana-mana. Apakah mungkin ini yang sering dirasakan oleh orang yang sering bercerita bagaimana dia melihat hantu. Jantung berdegup kencang, keringat dingin mengucur dan perasaan yang ingin segera berlari mengeluarkan seluruh tenaga yang dia punya tetapi nyatanya tidak bergerak sedikitpun.

Wajahnya yang tadi cukup jauh mulai mendekati wajahku. Aku mencoba menatap kearah lain tetapi aku tidak bisa. Aku akhirnya menutup mata dan berharap dia segera menghilang.

"Tolong jangan ganggu saya, dunia kita sudah berbeda. Walau tampang saya memang agak ngeselin tapi saya bukan orang jahat. Pergi-pergi ya." Dengan wajah pucat dan tubuh bergetar aku mencoba mengatasinya.

"Kamu mengusir saya? Memang kamu yang punya hotel ini?" Dengan wajah yang sangat dekat dengan wajahku, serta ekspresi yang cukup datar.

"Kamu hantu modern ya kok bisa jawab pertanyaanku?"

"Memang ada yang namanya hantu modern dan hantu kuno? Dan asal kamu tahu ya aku ini bukan hantu, lagian mana ada hantu keren seperti aku." Jawabnya sambil menjauh dari wajahku dan kembali duduk seperti semula.

"Wow untungnya bukan hantu. Aku pikir kamu hantu yang menyeramkan. Ternyata cuma manusia biasa dengan sindrom narsis berlebihan." Jawabku sambil menghela nafas.

"Kamu ya benar-benar tadi kamu ngatain aku hantu sekarang kamu ngatain aku apa? Narsis! Ini bukan narsis tapi realita"

"Iya iya realita, terserah lah. Kamu ngapain disini?katanya kamu bukan orang yang menginap disini, kamu juga bukan karyawan kan? Bajumu tidak seperti mereka staff karyawan."

"Status kan juga bisa berubah, kamu tadi siang kang juga bukan tamu hotel. Ini juga berlaku buat aku kan?"

"Iya juga sih." Jawabku sambil menganggukan kepala.

"Tapi dari mana kamu tahu kalau tadi aku bukan salah satu tamu di hotel ini?"

Dia diam dan tidak menjawab perkataan ku. Aku menatapnya sambil berharap dia merespon ucapanku barusan. Tapi tidak ada yang terjadi setelahnya.

Kami duduk dalam diam seiring waktu berjalan.

Wuss, suara angin bertiup dengan kencang, tubuhku mulai merasakan kedinginan karena aku tidak mengenakan pakaian yang cukup tebal. Wajar saja karena aku menginap di hotel ini tanpa melakukan persiapan terlebih dahulu jadi aku tidak membawa pakaian ganti.

"Sebaiknya aku masuk saja lah." Aku berkata sambil melirik kepadanya. Dia masih diam tanpa respon apapun.

"Hei tunggu sebentar!"

"Hai hei hai hei, aku punya nama jangan sembarangan."

"Siapa?"

"Kenapa aku harus jawab."

"Oke namaku Leonard, kamu?"

"Aku Alexi, ya udah aku duluan ya dah." Aku pun bergegas meninggalkan dia dan masuk ke area restoran.

"Aku bilang kan tunggu sebentar!" Teriaknya sambil berlari mengikutiku. Aku hanya melirik ke belakang sesekali sambil tetap melangkah ke arah restoran.

Aku yang masuk restoran dan memesan secangkir Kopi.

"Saya pesan satu coffee latte."

" Baik bu. Ada yang mau dipesan lagi?"

" Sudah itu saja."

" Baik Kalau bapak ingin pesan apa?" Tanya pramusaji itu sambil menatap pria di sampingku.

"Saya pesan yang sama saja."

Aku menoleh dan memasang wajah dengan penuh ekspresi kesal.

"Dari tadi ditanya diam saja. Sekarang pesan minum saja ikut-ikutan." Aku berjalan menuju meja makan di sana dan dia juga mengikutiku.

"Nggak punya kegiatan lain apa selain ngikutin orang lain?"

"Kamu kali yang nggak punya pekerjaan dari siang sampai malam duduk saya jadi taman."

"Kamu kan juga begitu ngapain ngatain orang!" Jawabku dengan ketus.

Pesanan kopi yang kita pesan pun datang. Dan Seiring berjalannya waktu obrolan kami juga semakin nyambung. Bukan obrolan penting hanya obrolan basa-basi untuk mengisi kekosongan.

"Kenapa kamu dari siang sampai malam duduk di taman itu?" Tanya dia dengan wajah penuh penasaran.

"Taman itu kan dibuat untuk orang nikmati jadi apa ada yang salah kalau aku duduk di sana?"

"Tidak juga sih, tapi jarang-jarang ada orang yang duduk di sana sendirian."

"Memangnya ada yang salah, tidak ada aturan yang mengatur itu kan?"

"Iya sih"

"Bunga black eyes Susan yang ada di taman itu benar-benar indah." tanpa sadar aku mengomentari salah satu bunga yang ada disana. Dia menatapku lagi dengan mata yang terbuka cukup lebar, seakan-akan dia begitu kaget dengan ucapanku.

"Kenapa ada yang salah dengan ucapanku?"

"Tidak, tidak ada." Jawabnya Sambil mencoba mengalihkan pandangan dariku. Setelah itu tidak ada obrolan lain lagi dan karena waktu yang sudah malam aku kembali ke kamar tempat aku menginap.

Keesokan harinya aku bangun cukup siang. Mungkin karena aku kemarin tidur cukup terlambat karena saking lupa waktunya atau karena pengaruh kopi yang aku minum. Aku bergegas ke bawah dan menuju lobby hotel untuk sarapan. Ada beberapa menu yang disiapkan oleh pihak hotel. Semuanya terlihat sangat menggiurkan untukku. Aku mengambil beberapa makanan kemudian menuju ke tempat meja makan.

Beberapa menu sudah bercampur ke satu piring yang aku bawa. Ku sendok makanan dan kumasukkan ke dalam mulutku.

" Hai xi!"

"Uhuk uhuk!" Aku kaget dengan suara barusan dan tersedak makanan. Suara siapa itu benar-benar menggangguku tidak tahu apa orang lagi mau makan. Aku menoleh ke belakang dan muncullah sesosok wajah yang tidak asing untukku.

"Ngapain sih muncul lagi?"

"Ini kan tempat umum jadikan bebas."

"Iya iya iya iya iya." jawabku sambil memasang wajah kesal dan melanjutkan sarapanku. Dia dengan santai duduk di depanku sambil menikmati menu sarapan yang sama denganku.

"Setelah ini kamu mau ke mana?"

"Aku mau ke laut."

"Ngapain?"

"Berenang sama hiu." jawabku sambil bergegas membereskan makanan yang ada di meja dan pergi meninggalkannya.

"Serius nih." Jawabnya sambil menolehkan wajah ke arahku. Aku yang sedikit kesal tetap pergi meninggalkannya.

Aku kembali ke kamar dan menikmati liburan yang sudah tidak lama aku nikmati dengan tidur sepuasnya sampai siang. Karena waktu sudah siang aku bersiap-siap untuk pergi ke tempat lain dan keluar dari hotel. Karena aku tidak membawa barang bawaan dan juga baju ganti Aku memakai bajuku yang kemarin dan berencana segera pulang ke tempat kos untuk ganti baju.

Aku turun ke arah lobby dan menyerahkan kunci kamar kepada resepsionis yang ada di sana.

"Ini kuncinya ya."

"Baik bu, terima kasih sudah menginap di hotel kami."

Aku bergegas keluar ke arah parkiran, tetapi sebelum aku sampai di sana ada seorang pria yang bersandar di samping mobil berwarna merah yang cukup mewah. Ya benar, dia Leonard orang yang aku temui dari kemarin.

"Kamu bawa mobil? Mobilmu diparkir di area sebelah mana?"

"Tidak aku tidak bawa mobil."

"Oh ya sudah sekalian saja bareng denganku."

"Tidak, terima kasih tapi aku bawa kendaraan sendiri."

"Katanya kamu tidak bawa mobil?"

"Memang kendaraan di dunia ini hanya mobil."

Dia diam dan memasang wajah yang bingung.

"Huft, aku menghela nafas, aku membawa motor dan itu di parkir di area sebelah sana jadi aku duluan ya." Aku bergegas meninggalkannya dan segera menuju parkiran tempat aku memarkirkan motorku. Tetapi anehnya dia malah mengikutiku ke arah parkiran.

"Kamu ini kenapa sih? Memang aku ada salah sama kamu sampai kamu harus mengikutiku setiap saat?"

"Minta nomor kamu dong."

"Buat apa, kita kan tidak ada urusan apa-apa?"

"Ada dong."

"Apaan?"

"Yang membuat acara seminar kemarin itu aku jadi secara tidak langsung kita ada urusan"

"Maksudnya?" aku bertanya sambil kebingungan.

"Nanti kalau ada acara seminar lagi aku kabari supaya kamu bisa ikut, atau bisa saja nanti kamu mendaftar ke tempatku"

"Oh oke, jadi ini ceritanya lagi promosi?" Aku segera memberikan nomor teleponku kepadanya. Dia pun tersenyum, aku kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

1
Ai licht
lumayan..
Garang Anggriawan
lanjuttt thorrr semangat ,jangan lupa jaga kesehatan ,dan jangan lama lama upnya ok😘👌💪
Hulk
lanjut tor..jngn tellu lama up nya..novelnya bagus👌
Respati Wijaya
sumpah sihh ini novelnya bagus banget ...👍😭❤ tapi yg buat saya sedih author kga mw up gila gilaa. 😭😭
flower bean
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
Gadis Sandman
Bagus thor terus di pertahan kan ya thor.....aku sampai salfok baca novelnya😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!