NovelToon NovelToon
Sepotong Hati

Sepotong Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern
Popularitas:191.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoemi

Sebuah kisah tentang senja, ketulusan, dan penghianatan. Kebohongan mampu tercipta di depan siapa saja, tapi hati adalah cermin kejujuran. Membohongi hati adalah usaha terkonyol yang membutuhkan ekstra tenaga dan perjuangan.

Viola, seorang gadis yang kehilangan ingatannya dan diselamatkan oleh seorang bernama Sean. Ketika seberkas ingatan mampu ia ingat, isinya adalah sebuah kenangan paling menyakitkan dalam hidupnya. Ia telah dikhianati oleh tunangan dan sahabatnya sendiri. Sebuah rasa sakit dan kecewa yang dalam, menyelinap dalam hati Viola, membuatnya ingin berjuang untuk menjadi sosok yang kuat. Sebuah hati yang terluka, yang berharap suatu saat menemukan ketulusan dan cinta.

"Sepotong hati diujung senja adalah hatiku yang menyimpan segala rasa. Rasa yang tak mampu kuungkap terkurung dalam bisu jiwa. Hanya isyarat yang terlaku oleh tubuh yang rapuh. Berharap kasihmu berlabuh memberi segenap kedamaian yang teduh."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peraturan

Dulu aku berpikir bahwa hidupku sangat menyedihkan bahkan mengenaskan. Dikhianati oleh orang-orang terdekat dan kehilangan segalanya, termasuk ingatan yang ikut kabur meninggalkanku. Sendiri. Sunyi dalam keterasingan tanpa mengenal siapapun.

Aku pernah berpikir untuk menyerah pada hidup. Mengakhiri segalanya. Toh tidak ada lagi yang menginginkaku, tak ada yang peduli pada keberadaanku. Apalagi ketika berkas ingatan yang kudapat kembali adalah tentang Alex dan Jesy. Rasanya aku sendiri ingin mengutuk hidupku, menyalahkan Tuhan yang begitu tidak adil padaku. Namun kini semua pemikiranku telah berubah. Apalagi setelah yang kualami tadi malam.

Sekarang aku sangat bersyukur atas hidupku. Jika aku tak kehilangan segalanya dan dibuang oleh Alex, aku tak akan pernah sampai di tempat ini. Aku tak akan mengenal Kak Sean, Kak Zi, dan semua "orang asing" yang dengan tulusnya menganggapku sebagai keluarga di sini. Kini, aku menyadari bahwa Tuhan sangat baik. Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untukku. Hanya dengan mengambil semua yang kumiliki, maka aku diberi-Nya sesuatu yang lebih. Keterpurukanku adalah cara Tuhan menunjukkan kepadaku siapa sebenarnya orang yang jahat dan siapa yang tulus terhadapku. Tuhan tidak pernah salah, hanya kita yang suka berprasangka buruk terlebih dahulu.

Tok tok tok!

Seseorang mengetuk pintu kamarku.

"Nona, boleh saya masuk".

Suara Bryan terdengar dari balik pintu.

Suara Tuan Bryan. Tidak biasanya dia ke mencariku, apalagi masih sepagi ini. Apa aku telah berbuat kesalahan salam? Sejenak aku terlalut dengan pikiranku.

"Nona, apa Anda ada di dalam?" Suara Bryan kembali tertengar.

"Iya, masuklah!"

"Selamat pagi, Nona Viola."

"Pagi, Tuan. Hal penting apa yang membuat Anda mencari saya sepagi ini?"

"Bolehkan kita bicara sambil duduk, Nona?"

"Oh, maaf. Silahkan, Tuan?"

Bryan berjalan menuju sofa, duduk, dan meletakkan beberapa file di atas meja. Aku mengikutinya, bersiap mendengarkan sesuatu yang sepertinya sangat penting.

"Semalam Nona Zianeta telah mengumumkan dan menyambut Anda sebagai "adiknya" di keluarga ini. Jadi saya ke sini untuk menyampaikan peraturan-peraturan dasar yang harus Anda patuhi sebagai bagian dari keluarga ini"

Peraturan keluarga? Peraturan ini juga kah yang membuat Kak Sean begitu tunduk pada Kak Zi? Aku bertanya pada diri sendiri. Lebih baik aku mendengarkan Bryan dengan benar agar aku tidak membuat kesalahan kedepannya nanti.

"Nona harus mengingatnya dengan baik. Peraturan dasar di sini adalah tidak membantah apapun yang dikatakan oleh Nona Zianeta, setia, dan tidak menjadi pengkhianat. Untuk peraturan lain yang bersifat teknis, anda bisa membacanya di sini." Bryan menyerahkan sebuah file padaku.

"Silahkan dibaca, Nona. Jika ada yang belum jelas, Nona bisa bertanya".

Aku membaca dengan teliti file yang diberikan Bryan. Hanya ada satu peraturan utama seperti yang dikatakan Bryan tadi dengan tambahan sebuah kalimat: Berkhianat sama dengan mati. Bulu kudukku merinding membacanya. Apa pengkhianat di sini akan benar-benar dibunuh? Hei, tapi ada hukum di negara ini, tidak mungkin mereka membunuh bukan? Mungkin ini hanya kiasan saja. Pasti seperti itu.

Aku memutuskan tidak menanyakan tentang kalimat itu pada Bryan. Lagi pula asal aku patuh dan tidak membatah semua akan aman dan baik-baik saja. Kak Zi sangat baik padaku, jika aku membantahnya itu artinya aku tidak tahu diri bukan? Aku akhirnya melanjutkan membaca "beberapa" aturan tambahan yang jumlahnya mencapai lima halaman. Pantas saja semua orang di sini begitu patuh, tidak banyak bicara hal yang tidak berguna, dan tidak ikut campur hal-hal yang tidak menjadi urusannya. Ternyata semua telah tertera jelas dalam peraturan ini, tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

"Bagaimana mana, Nona, apa anda sudah mengerti?"

"Iya, saya paham, Tuan."

"Nona, apa anda tahu siapa Nona Zianeta sebenarnya?"

Aku menggeleng, "Tidak, Tuan." Dari mana aku bisa tahu, semua orang di sini tidak ada yang mau bercerita padaku.

Bryan menyerahkan beberapa file lagi padaku. Aku kembali menerimanya.

"Di dalam file yang ada di tangan Anda itu adalah data lengkap tentang Nona Zianeta, Tuan Muda Sean, dan orang-orang yang diperkenalkan pada Anda semalam."

Aku mendengarkan kata-kata Bryan sambil mulai membuka file yang kuterima. Tapi, Bryan tiba-tiba menghentikanku sebelum aku sempat membaca apapun.

"Nona, sebelum Anda membacanya, pertimbangan terlebih dahulu kata-kata saya ini. Apapun yang Anda ketahui di dalam file tersebut tidak boleh Anda bocorkan pada siapapun. Jika Anda melakukan itu, tidak ada yang bisa menjamin keselamatan Anda. Bahkan Tuan Muda Sean juga tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk menolong Anda. Jadi anda memiliki dua pilihan, membacanya atau tidak".

Aku tertegun. Siapa sebenarnya mereka. Kenapa Bryan sampai memeringatiku seperti itu? Atau jangan-jangan kata mati dalam peraturan utama tadi artinya benar-benar akan dibunuh? Aku jadi ragu. Apa yang harus aku pilih.

"Anda bisa memikirkan dan mempertimbangkan terlebih dahulu jika ragu Nona," Bryan seperti membaca apa yang ada dalam pikiranku.

"Anda bisa kembalikan file itu pada saya, jika Anda sudah yakin, Anda bisa menemui saya lagi untuk membacanya. Tenang saja, sekalipun Anda memilih tidak membaca itu, Anda tetap bisa tinggal di sini dan menjalani hari-hari seperti biasanya. Hanya saja, Anda tidak akan bisa benar-benar menjadi bagian dari keluarga ini. Tidak akan ada yang menjawab pertanyaan Anda terkait jati diri Nona Zianeta, bahkan Tuan Muda sekalipun. Bukankah Anda sangat penasaran selama ini?"

Benar juga, selama ini tidak ada yang mau bercerita tentang Kak Zi, kecuali hal-hal yang bersifat umum seperti dia pemilik rumah ini atau kesukaannya terhadap bunga mawar. Orang-orang yang dikenalkan tadi malam juga bukan orang sembarangan, tetapi mereka terlihat sangat patuh dan baik juga pada Kak Zi.

"Sepertinya Nona masih perlu waktu untuk berpikir. Jadi biar saya membawa kembali file tersebut dan Anda bisa segera bersiap untuk sarapan bersama yang lain."

"Tidak, Tuan. Apa lagi yang harus saya pikirkan. Saya sebatang kara, tidak memiliki apapun. Kak Sean telah menyelamatkan saya dan Kak Zi membiarkan saya tinggal di rumahnya. Di sini semua orang begitu baik pada saya. Jika saya harus mengabdikan diri saya di sini dan menutup mulut seumur hidup pun saya bersedia. Biar saya membaca semuanya dan akan saya menutup mulut saya rapat-rapat atas apa yang saya ketahui."

"Baiklah, Nona. Jika itu keputusan Anda, saya ucapkan selamat datang Nona. Semoga Anda bisa memenuhi apa yang Anda katakan."

"Tentu saja, Tuan." Aku pernah dikhianati orang-orang yang aku percayai. Aku tahu bagaimana rasanya sakit hati karena pengkhianatan. Aku tidak akan memberikan rasa sakit itu pada orang yang telah menolongku.

"Kalau begitu silahkan Nona menyimpan file-file itu dan membacanya nanti. Sekarang silahkan turun, sebentar lagi waktu sarapan. Jangan sampai Nona Zianeta menunggu."

"Bagaimana jika aku membacanya sebentar? Setelah itu aku akan menyusul untuk sarapan bersama yang lain." Aku sudah sangat penasaran dan tidak sabar.

"Apa Nona sudah lupa dengan peraturan yang tadi Anda baca? Sebaiknya Anda menghafal dan memahaminya dengan benar! Saya permisi." Bryan segera berdiri dan beranjak meninggalkan kamarku.

Sial! Dasar bodoh! Aku baru saja membacanya tadi, tapi aku sudah lupa, padahal jam belum juga berganti! Aku mengumpati diri sendiri.

Tertulis jelas pada salah satu poin ataran tambahan, tidak boleh membuat Nona Zianeta menunggu, tapi aku malah ingin melanggar aturan itu usai membacanya. Untung Bryan mengingatkanku. Aku tidak boleh membuat Kak Zi kecewa.

Aku segera membereskan semua file yang diberikan Bryan. Menyimpannya dalam laci. Kemudian bergegas turun menuju ruang makan. Aku lihat Lilian sudah duduk di sana bersama Kak Simons.

1
Bunda Safira
kapan hati violA hadir
triram ❤️
thorrr terusan viola,Sean,Lucas dong segerakann dulu...penasarannnnnnn niiiii,,
Savera
3 thn mana tahannnm
Bang Zay
hati viola kapan rilis
Eka PS
Ditunggu season selanjutnya ...
Oh iya, ada koreksi nih thor ...
Klo minum barengan aka toast, ngomongnya "cheers" yah ....
Good Luck for your next work!!!!

Ganbatte Kudasai (頑張ってください)
Jiā Yóu 加油
Hwaiting 화이팅
Keep up the good work!!!
Eka PS
Ikutan nyesek bareng Viola ...
Berdo'a saja
ayo Thor bangun lahhhhh
Berdo'a saja
Aku masih menunggu mu thorr
Berdo'a saja
thorrr kapan up mu🤔🤔🤔🤔🤔
Berdo'a saja
yoummmmm rinduuu
Berdo'a saja
Ayo up sayang jangan lama lama udah rindu nih
Berdo'a saja
emmnnn
Berdo'a saja
ada persaingan
Berdo'a saja
belum belum dah nangis duluan tuh si rie
Berdo'a saja
hemmmm siapa yg terpilih oleh hari
Berdo'a saja
Ah lama tidak nengokin youmi, jadi kangen apa kabar youmi👋
yoemi noor: hai kak ... Alhamdulillah Yoemi baik. kakak gimana? ini nulisnya masih tersendat-sendat, kak sekarang. ada kerjaan di RL ... 🙏 semoga secepatnya bisa rutin nulis lagi
total 1 replies
sri utami
keren kak
sri utami
Baru baca thor, keren penulisannya rapi banget😍
sri utami
Baru baca thor, keren penulisannya rapi banget
yoemi noor: terima kasih kak
total 1 replies
yuni utami
menunggu cerita selanjutnya ttg sean, viola en lucas.
sehat sll thoorrr...

misssssssss....sooo muuuuccchhhhh
yoemi noor: siap kak Yuni ... doakan Yoemi bisa secepatnya aktif nulis lagi ya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!