NovelToon NovelToon
NARA

NARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:747.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Hanna

Nara seorang gadis biasa dan sederhana terpaksa harus menikah dengan pria yang tidak pernah dia kenal sebelumnya karena sebuah surat wasiat dari kakeknya.

Dia harus rela berpisah dengan kekasihnya dan menjalani kehidupan pernikahannya yang bagaikan neraka.


Follow IG Author : @hanania442 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Revan segera berlari kecil mencari keberadaan Nara. Dia mencoba memanggil nama wanitanya, namun tidak

ada jawaban. Sepertinya Nara sedang beristirahat dikamar tidur mereka.

Betul saja ketika Revan membuka pintu kamar terlihat  Nara sedang duduk di tepi ranjang menghadap ke arah luar jendela.

Revan berlutut tepat dihadapan Nara dan menggenggam erat kedua tangan istrinya dan mencium tangan itu dengan satu kecupan.

Nara tak bergeming. Dia tetap menatap kosong kearah luar jendela.

Revan heran dengan sikap Nara yang terlihat dingin dan tidak peduli dengan kehadiranya.

Namun kini Revan tidak perlu cemas karena beberapa saat lalu dia baru saja membaca sebuah artikel tentang kehamilan, dalam artikel itu mengatakan bahwa mood wanita hamil memang sering berubah. Apalagi di kehamilan trimester pertama ini.

Sejak mengetahui Nara hamil. Revan jadi sering mencari berita tentang kehamilan, bahkan dia sudah mendapatkan nama untuk calon bayinya.

Sepertinya dia harus segera memberi tahu Nara tentang nama untuk bayi mereka kelak.

Tetapi ada berita besar yang lebih penting dan Revan yakin berita ini akan membuat Nara sangat bahagia dan moodnya akan membaik.

Revan beranjak duduk di samping Nara.

“Ada berita bahagia untukmu,” ucap Revan menatap Nara dengan senyumman.

Namun Nara hanya menoleh sekilas lalu mengabaikan kembali Revan.

“Hei,, kamu kenapa?”tanya revan

Revan menghembuskan napas kasar. Menahan emosinya. Memang butuh kesabaran yang penuh untuk menghadapi wanita hamil.

“Baiklah, aku akan menceritakan berita baik itu apa walaupun kamu tidak bertanya.”

“Papa sangat bahagia mengetahui bahwa dia akan menjadi seorang kakek dan papa akan memberikan semua perusahaannya kepadaku, dan semua kuasa penuh ada padaku ketika anak kita lahir nanti.” ucap Revan dengan bangga di hadapan Nara

“Selamat!” jawab Nara dengan tetap

“Nara, kamu terlihat tidak senang dengan berita ini?” Revan meraih pundak Nara dan memposisikan agar Nara menghadap padanya.

“Dengarkan, walaupun semua itu atas namaku. Kamu juga memilik hak yang sama denganku karena kamu istri dan ibu dari anak-anakku.”

“Ceraikan aku, Revan.”

“Kamu sedang bercanda? Aku tidak suka candaan murahan seperti ini."

"Ini bukan candaan."

Revan berusaha mencerna apa yang baru saja di katakan Nara. Berharap semua itu hanya salah mendengar.

“Ini enggak lucu Nara. Kamu marah karena aku terlambat pulang dan tidak membawakanmu cemilan? Baiklah jangan marah lagi setelah aku mandi kita akan makan di luar.”

Revan beranjak dari duduknya dan membuka kancing kemejanya satu persatu dan bersiap untuk mandi. Namun, Nara mengucapkan kata-kata itu lagi.

“Aku serius Revan. Aku ingin kita bercerai,” ucap Nara dengan derai air mata.

Revan terdiam membeku. Untuk bernapas saja rasanya sangat sulit. Terasa sangat sesak dan sekujur tubuhnya seperti tersengat aliran listrik.

“Aku tidak sanggup jika harus berbagi cinta. Aku tidak ingin membagi suamiku dengan wanita lain.”

Nara menundukkan wajahnya dan meremas pinggiran ranjang dengan kedua tangannya. Berusaha menguatkan dirinya sendiri.

“Nara jangan seperti ini. Aku mohon kita sudah berjanji memperbaiki semuanya. Apakah ini ada hubunganya dengan Natali? apa wanita itu mengatakan yang tidak-tidak padamu?”

“Ini tidak ada hubunganya dengan Natali. Aku sudah tahu semuanya Revan. Jangan terus menutupi kesalahanmu. Itu membuatku semakin muak!”

Aku memang bukan semangatmu, aku hanya pendukung berlidah kelu. Membiarkanmu pergi memang bukanlah cara terbaik, tapi aku memintamu untuk kembali pun bukan cara yang tepat. Biarlah semua ini mengalir dengan semestinya.

"Nara, katakan dengan jelas. Apa yang sebenarnya kamu bicarakan."

"Di saat seperti ini kamu masih saja bersandiwara. Apa kamu pikir selama ini aku bodoh tidak berdaya. Aku berusaha menahan semuanya untuk keluarga kita. Tapi semuanya hancur karena ke bohongan demi ke bohongan yang kamu ciptakan. Begitu sulitkan kamu berkata jujur padaku."

Revan terduduk lemas di bawah kakiku. Dia terdiam, membeku tanpa kata.

Hatiku semakin sakit terasa tercabik - cabik. diamnya itu sudah menjawab semuanya, bahwa memang benar adanya. Ada wanita lain di kehidupan kami.

"Siapa yang mengatakan ini padamu?"

"Apakah hanya itu yang kamu ingin tahu. Lalu bagaimana dengan perasaanku, apa kau pernah bertanya bagaimana perasaanku saat mengetahui semua pengkhianatan ini."

"Aku tidak sanggup untuk mengatakan ini padamu, Nara."

"Brengsek, ****. Kamu sudah menghancurkan semua impian kita! Aku kau anggap apa selama ini?"

"Nara, aku akan menjelaskan semuanya saat kamu sudah tenang."

Revan keluar dari kamar. Menutup rapat pintu.

Begitu pentingkah wanita itu, sampai kamu tidak jujur padaku. Lalu untuk apa dia mempertahankan aku selama ini.

Dengan polosnya aku selalu menantinya pulang ke rumah, memberikan aku seluruh cinta dan perhatiannya.

Namun, semuanya hanya sandiwara belaka. Sandiwara saling mencintai.

Jangan lupa 👍 ❤️Vote & Comment

Follow IG Author: @hanania442

1
Nai Christian Kolb
lanjut
Ira Wati
kalau aku pergi aja dari hadapan lelaki seperti itu
Na_ernaauk
aku mampir thor...
sejauh ini memang menarik ceritanya....
Nur Kholifah
mudah2han nara berjodoh sama alvian
Nur Kholifah
nara kamu kok bodoh amaat siih.mau maunya jadi mesin pembuat anak buat revan dan mona.sungguh bodooh
Nur Kholifah
revan mempertahankanmu hny untuk harta papanya
🌼stfaiza
lanjutin dong thor yg novel Raya...kan penasaran...knp kok gk lnjut...pdhl bagus lho thor😄😄😄😄
fina eva devanti
baca novel ini bawaannya emosi terus astagfirullah:(
Tatik Pkl
Asistennya Revan???? Ah tebak2 buah semangka 🤓🤓🤓
Tatik Pkl
Anak tiri ga tau diri...
farida ainur
bagus banget
Lanny Tan
Seru thor, jadi baper...

Mampir jg ke novelku ya : HARD TO SAY GOODBYE, ini bikin baper jg lho... Thx...
Zilvi Purnama
lanjut
Irna wisudawati
lanjut Thor...
Bentang Azza
monoton ceritanya gk seruuuu cwe nya kyk murahan
ᶠˡᵃ•Fit.ry_Hiatus☘️
Nunghu ceritanya si Sean Kak,.. 😁
Diajenk Yanti
jujur menurutku tdk ada 1 wanitapun yg mau berbagi suami, jika ada dia munafik
Vida Kasim
Ferdian. .aq padamu. .wkwkkkk
Vida Kasim
agak mendingan aq baca.nya...emosi berkurang hehehe
Vida Kasim
nara..kayaknya kmu terpikir mo kembali ke revan lg yh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!