Follow IG: harumini_12
“Percuma shalat, mainnya saja ke klub malam,” cibir Meri pada sang suami yang belum ada sehari menikahinya.
“Dari pada kamu, shalat tidak, ke klub malam iya,” celetuk Oza, seorang pria tampan, pemilik beberapa hotel bintang lima didalam dan juga luar negeri. Yang terpaksa menerima perjodohan yang dilakukan oleh sang mommy, dengan gadis yang ditemuinya di klub malam saat dia sedang menghadiri acara pesta ulang tahun rekan kerjanya.
mengingat keduanya bertemu pertama kali di sebuah klub malam, membuat keduanya salah paham, tanpa tahu yang sebenarnya terjadi. Mengingat lagi pertemuan keduanya di klub malam, mereka sama- sama sedang menghadiri pesta ulang tahun.
Bagaimana keduanya menjalani rumah tangga yang bagaikan kucing dan anjing, akankah ada cinta yang tumbuh diantara keduanya dengan berjalannya waktu, atau sebaliknya, ketika mereka sama-sama memiliki pujaan hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiang Listrik
Mommy Berlian menautkan dahinya mendengar apa yang baru saja sang menantu tanyakan. "Sayang, maksud kamu apa? Tidak normal?" tanyanya penasaran.
"Iya Mom, kalau normal kan berdiri tegak tuh, bagaikan tiang listrik,"
"Apanya yang berdiri tegak, sayang?"
"Itu Mom, milik dia," Meri menunjukkan jari telunjuknya pada seleting sang suami yang duduk tidak jauh darinya. "Masa tadi pagi, saat aku tidak sengaja menarik handuk dia, aku..."
Oza yang merasa sang istri akan mengatakan yang tidak tidak, saat sudah membahas kejadian tadi pagi, apa lagi sudah membahas tentang handuk. Dengan segera mendekati sang istri, lalu membekap mulutnya, hingga tubuh Meri terjatuh diatas kasur.
"Sayang, apa yang kamu lakukan? Lapaskan menantu mommy," ujar mommy Berlian.
"Mommy mau cucu kan, lebih baik Mommy dan juga Ibu keluar dari kamar,"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Oza membuat mommy Berlian langsung mengukir senyum. "Jadi, kamu mau..."
"Iya Mom, sekarang tinggalkan kami,"
"Oke sayang, harus jadi ya, biar mommy tambah cucu," dengan antusias mommy Berlian kini menarik tangan ibu Rina agar segera meninggalkan kamar, percaya jika sang putra akan segera memproduksi sel telur agar dia bisa segera mendapatkan cucu dari putra bungsunya. "Pelan pelan sayang, jangan terburu buru," ucapan terakhir mommy Berlian sebelum menutup pintu kamar Meri.
Meri yang sedari tadi coba melepas tangan Oza yang terus membekap mulutnya, akhirnya bisa melepas tangan sang suami saat sang ibu dan mommy mertuanya sudah keluar dari dalam kamar.
"Dasar gila! Apa kamu ingin membuat aku mati!" kesal Meri yang kini beranjak dari tempat tidur dan melotot pada sang suami.
"Lagian punya mulut itu dikondisikan,"
"Kenapa memangnya, betul apa yang aku katakan bukan, jika kamu itu tidak normal, makanya sampai tua belum pernah memiliki kekasih,"
"Jaga bicara kamu,"
"Udah ngaku saja, aku sudah melihat sendiri tadi pagi, itu kamu tadi pagi tidak berdiri tegak," ucap Meri sambil menunjuk seleting celana milik Oza. "Kalau normal itu berdiri tegak, tidak seperti kamu yang menggelantung, dasar tidak normal!"
Tentu saja ucapan yang keluar dari bibir Meri sang istri, membuat Oza tidak terima karena senjata miliknya dikata tidak normal, karena jelas jelas miliknya bisa berdiri dengan tegak.
Membuat Oza kini menarik tangan Meri, lalu menjatuhkannya diatas kasur.
"Apa yang kamu lakukan!"
"Membuktikan padaku, jika aku normal,"
"Oke, coba tunjukkan, aku mau lihat," tantang Meri yang kini memiringkan tubuhnya agar dia bisa menatap sang suami yang kini sedang melepas ikat pinggang yang dikenakannya. "Kenapa berhenti?" tanya Meri saat Oza kini berhenti melepas ikat pinggangnya. "Kenapa, memang benar kan, jika kamu itu tidak normal,"
"Terserah apa yang akan kamu katakan," sambung Oza yang kini menjatuhkan bokongnya untuk duduk diatas tempat tidur. Ketika dia mengingat lagi, apa yang akan dilakukannya adalah hal konyol, untuk apa dia menunjukkan senjatanya pada wanita yang tidak dicintai, apa lagi dalam keadaan emosi.
"Cie tidak normal," ledek Meri yang punya julukan baru untuk sang suami, karena tuduhan awalnya jika sang suami adalah teh celup tidak terbukti sama sekali.
Oza tidak ingin lagi menanggapi ucapan Meri, karena dia langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur, saat rasa pusing di kepalanya memang belum sepenuhnya hilang.
"Tolong jangan ganggu aku, aku butuh istirahat, dan aku pinjam kasurmu ini,"
"Pakai saja," sambung Meri yang tidak beranjak dari tempat tidur, membuat Oza kini menautkan keningnya.
"Kenapa kamu masih disitu?"
"Aku juga mengantuk, berdebat denganmu membuat aku lelah," jawab Meri. "Lagian kamu juga tidak akan tertarik dengan aku, meskipun aku telanjang dihadapan kamu, kamu kan tidak normal!" ucap Meri penuh penekanan, dan langsung memposisikan tubuhnya mencari posisi yang nyaman untuk tidur.
Iya, nyaman untuk Meri, tapi tidak dengan Oza, yang tidak pernah sekalipun tidur bersama dengan lawan jenis disatu tempat tidur yang sama.
"Za, aku ingin bertanya padamu. Bagaimana dengan pernikahan kita ini?"
Bersambung.................
jagain tuh oza..
repot kl masih oleng
blom kapok ya tian jeblosin lgi k penjara aja tuuh dua2nyaa