NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pembalap: COWOK 4G

Mengejar Cinta Pembalap: COWOK 4G

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Tamat
Popularitas:220.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jibril Ibrahim

DARI KISAH SEJATI...

Elijah si gadis tomboi---seorang musisi metal, tergila-gila pada Evan---seorang pembalap tampan, Cowok 4G---Gondrong-Ganteng-Gembel-Gila!

Menjadi pembalap bukanlah salah satu dari cita-citanya, terpikirkan saja tidak. Tapi demi mengejar cinta sang pembalap... Elijah turun ke sirkuit!

Note:
*Waktu dan tempat disamarkan/bukan yang sebenarnya
*Penokohan bersifat hiperbolis
*Karya didedikasikan untuk: Mendiang Denta Prayudha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jibril Ibrahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Verse-18

"Kamu mau pesan apa, Neng?" Ardian bertanya lembut pada Elijah, yang secara otomatis membuat para bajingan di sekelilingnya menoleh dengan tatapan mencela.

Evan melirik mereka dengan raut wajah datar.

Elijah menggeleng seraya memaksakan senyum. Wajahnya terlihat sedikit pucat.

Evan beranjak dari tempat duduknya dan meregangkan otot-ototnya, lalu berjalan pelan memasuki teras dan melongok ke dalam warung.

Wajah si pemilik warung seketika berbinar dan tersenyum cerah. Lalu segera beranjak dari tempat duduknya, kemudian membungkuk sekilas pada Evan dengan malu-malu.

"Ada bubur kacang ijo nggak?" tanya Evan, masih memasang wajah datar.

Gadis pemilik warung itu menggeleng setengah tersipu.

Semua orang menatap mereka tanpa bersuara.

Evan memutar tubuhnya dan berlalu dari teras, kemudian bergegas ke parkiran dan kembali dengan sepeda motornya. Tapi kemudian melewati warung itu dan meluncur di jalan raya.

Barangkali mau mencari warung lain yang menjual bubur kacang hijau!

Rekan-rekan pembalapnya hanya memandanginya tanpa berani bertanya.

Elijah menatap punggungnya sampai menghilang di kelokan.

Cowok-cowok berengsek yang ditinggalkannya langsung jelalatan ke dalam dan melirik si pemilik warung dengan senyum nakal, lalu kembali berebut dan saling baku hantam untuk mencapai jendela partisi.

Elijah memperhatikan mereka dengan alis bertautan. Jadi mereka diam dari tadi karena menghormati Evan? pikirnya sedikit jengkel. Bajingan!

Mereka berani mengganggu Elijah, bahkan di hadapan Evan. Tapi kenapa sekarang seolah mereka menunggu keputusan Evan. Seolah-olah gadis pemilik warung itu sesuatu yang harus menjadi jatah Evan.

Apa artinya ini? Elijah membatin gamang.

Diliriknya wajah si pemilik warung itu. Senyum di wajahnya telah sirna. Duduk tertunduk dalam diam. Tatapan kosongnya tidak bisa menutupi perasaannya yang hampa setelah kepergian Evan.

"Kamu yakin gak mau pesen apa-apa, Neng?" Ardian bertanya lagi. "Minum apa gitu?"

"Air mineral aja, deh!" Elijah menjawab tanpa minat. Lalu beranjak dan memesan sebotol air mineral dengan wajah arogan.

Ardian menepis tangan Elijah diam-diam, ketika gadis itu merogoh saku celananya untuk membayar minuman. Lalu memesan air mineral juga dan membayar keduanya.

"Ada yang bisa nganterin gua nggak?" Elijah bertanya pada semua orang dengan wajah lelah. "Tolong, dong!"

"Sama Koko aja!" Ardian menawarkan diri sementara yang lain baru saja membuka mulut.

Membuat mereka semua terperangah tak jadi menjawab.

Innu mengerjap dan tertunduk, lalu melirik Ardian melalui sudut matanya ketika pria itu bergegas ke parkiran. Tak berani menatapnya secara terang-terangan. Holeshot! pikirnya jengkel.

Holeshot adalah istilah yang diberikan kepada pembalap yang saat start dan saat memasuki tikungan pertama menjadi posisi terdepan.

Maha melirik rekannya dengan tatapan prihatin.

Elijah mengedar pandang, meneliti wajah-wajah mereka satu per satu dengan wajah aslinya—dingin dan arogan.

Sikap cuek gadis itu selama ini hanyalah kamuflase. Kepada siapa pun yang belum begitu dikenalnya, Elijah akan memasang wajah cuek.

Tapi inilah sifat aslinya---keras!

Keras, sekeras selera musiknya.

Keras, sekeras keinginan dan usahanya mengejar Evan Jeremiah.

Keras!

Keras idup lu, Malih!

Innu menatap syok wajah Elijah. Sedikit terguncang melihat perubahannya.

Maha sampai mengerjap dan mengerutkan dahi. Kenapa anak ini bisa tiba-tiba berubah dewasa dalam hitungan detik? pikirnya takjub.

Apa iya, dia anak esempe? pikir Igun terkejut.

Galang dan Martin Hernandez juga meliriknya dan bertukar pandang.

Tak lama kemudian, Ardian muncul dan membawa gadis itu pulang.

Para pembalap itu masih membeku memandangi punggung mereka sampai menghilang.

Yang menjadi pertanyaan mereka, apa yang membuat gadis itu berubah?

Detik berikutnya, Evan muncul membawa sekantong bubur kacang hijau dan berhenti di depan warung, tapi tidak segera turun dari sepeda motornya, hanya membungkuk dan meneliti seluruh teras dengan mata terpicing. "Di mana Lea?" ia bertanya meneriaki semua orang.

"Siapa Lea?" Anak-anak setan bertanya serempak.

"Ponakan si Dwi!" hardik Evan tak sabar.

"Oh, namanya Lea?" gumam Igun.

"Balik sama Ko Ard!" jawab Maha. "Barusan doang. Pas bat dia keluar lu masuk!"

"Yailahhh…" Evan mengerang. "Emang ngapa kaga mau nunggu gua?"

"Kalo lu nanya gua, terus gua nanya sapa?" Igun balas mengerang.

Evan mendesah kasar dan memutar sepeda motornya, sejurus kemudian, cowok berengsek itu sudah melesat meninggalkan sirkuit.

"Kita juga cabs, yuk!" ajak Igun sembari beranjak dari tempat duduknya.

Dua rekan gilanya serempak mengikutinya.

Setelah membayar minuman mereka, ketiga anak setan itu bergegas ke parkiran.

Martin dan Galang mengikuti mereka tanpa tergesa-gesa.

Tapi semuanya kembali ke rumah Bibi Aria nyaris bersamaan.

Elijah dan Ardian yang sedang duduk berhadap-hadapan di meja makan serentak mengangkat wajah dan melongok ke luar rumah.

"Lu ngapa si pada ngikutin gua?" Teriakan Evan terdengar dari pekarangan. "Takut bat emang kehilangan Bang Tampan?"

Elijah terkekeh tipis dan kembali tertunduk.

Ardian memperhatikannya.

Tak lama kemudian, Evan menyeruak ke dalam rumah dan bergegas ke arah mereka.

Keduanya kembali mengangkat wajah dan menoleh pada Evan.

Evan melewati mereka menuju rak, mengambil mangkuk dan sendok, kemudian berbalik ke arah mereka.

Mata Ardian dan Elijah bergulir ke sana kemari mengikuti gerakan cowok itu.

Evan meletakkan mangkuk di meja, tepat di hadapan Elijah dan membuka bungkusan yang dibawanya, lalu menuangkan bubur kacang hijau ke mangkuk, meletakkan sendok di atasnya kemudian menyorongkannya ke dekat Elijah. "Makan!" katanya pada Elijah. "Lu keliatan pucet tadi! Darah lu pasti drop lagi!"

Ardian dan Elijah terperangah.

Evan memutar tubuhnya lagi, bergegas ke wastafel, membuka pintu di bawahnya dan membuang plastik bekas bungkus bubur tadi ke tempat sampah. Lalu bergegas keluar tanpa bicara lagi.

Ardian dan Elijah masih memandanginya sampai dia menghilang.

Keheningan menyergap mereka setelah kepergian Evan.

Elijah menelan ludah dengan susah payah, kemudian tertunduk memandangi bubur yang dibawa Evan.

Jadi tadi dia nanyain bubur kacang buat gua? kenang Elijah getir. Entah bagaimana tindakan pria itu menyentuh hatinya—menohok telak di ulu hatinya.

"Kamu punya anemia?" Pertanyaan Ardian mengusik Elijah dari lamunannya.

"Ya," jawab Elijah parau. Tak berani mengangkat wajahnya. Suaranya tercekat di tenggorokan. Perutnya seketika menegang dan seluruh dadanya terasa perih. Dan dia sudah hampir menangis.

Lemah, Malih!

"Kalo gitu kamu istirahat, ya!" Ardian beranjak dari bangkunya. Lalu menepuk lembut puncak kepala gadis itu seraya tersenyum.

Elijah menelan ludah lagi, dan masih saja terasa tercekat di tenggorokan. "Makasih ya, Ko…"

"Terima kasih sama Evan," tukas Ardian, lembut, tapi menohok.

Elijah langsung tertunduk. Bener, katanya dalam hati. Gua gak tau terima kasih!

Ardian bergegas keluar dengan langkah-langkah pelan yang masih saja elegan padahal cuma keluar dapur.

Sebutir air mata menggelinding di pipi Elijah setelah kepergian Ardian. Gadis itu masih tertunduk memandangi bubur di hadapannya, masih belum menyentuhnya.

Dia meratiin gua, batinnya terharu.

"Masih gak mau makan?" Suara seseorang mengejutkan Elijah.

Gadis itu tersentak dan menoleh ke arah pintu.

Evan berdiri di sana menyandarkan sebelah bahunya pada bingkai pintu dan bersedekap, menatapnya. "Gua belinya jauh di Sukabumi," kelakarnya datar dan tanpa tertawa. Bersikap seolah-olah mereka sedang di Jakarta.

Elijah mendesis menahan tawa. Lalu berpaling sesaat untuk menyeka air matanya.

Evan menarik tubuhnya dari pintu, kemudian berjalan mendekat dan menarik bangku di sisi Elijah. "Awas aja kalo gak diabiisin, lu yang gua abisin," ancamnya seraya bertopang dagu dengan wajah menghadap Elijah.

Elijah mengulum senyumnya dan tertunduk. Lalu mulai menyantap bubur itu hampir menangis karena terharu.

Hening.

Elijah menyantap buburnya tanpa meninggalkan suara, sementara Evan terus menatapnya dari samping.

Setelah cukup lama terdiam…

"Lu gak mau nawarin gua?" Evan merongos memarahinya.

Elijah hampir tersedak karena tertawa.

1
Lies Atikah
masih nyimak thor lnjt
Vlink Bataragunadi 👑
ah ternyata based on true story....sedihnya ada yg meninggal beneran ya..... thx Thor sdh membuatnya menjadi seindah ini....
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: terima kasih atas apresiasinya
total 1 replies
Vlink Bataragunadi 👑
rieut ih othorna /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: hahahaha /Joyful//Joyful//Joyful/
bukan maen
total 1 replies
Nusan
penggambaran keluarga aja bikin iri
Nusan
hahahahahahahah🤣🤣🤣
Nusan
ngakak terus aku baca ini
Nusan
Nyonya meneer berdiri sejak tahun 1918 kan ya haha 😂
Vlink Bataragunadi 👑: kasian ya ga cape apa. bediiri mulu wkwkwk
total 1 replies
Nusan
gpp deh
Nusan
oke, ini baru tampan 🥰
Nusan
hahah sue emang penulisnya 😂
Vlink Bataragunadi 👑: author nya emang rada2 wkwkwk
total 1 replies
Nusan
hahahaha 😂 ngakak
Nusan
astaga... 🤣
Nusan
Gak jadi deh 😌
Nusan
uuuuuwww mawuuuu 🥰
Goe Soka Cara Loe
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Goe Soka Cara Loe
Eddan🤣🤣🤣
Goe Soka Cara Loe
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Goe Soka Cara Loe
jemari keriting 🤣🤣🤣
Goe Soka Cara Loe
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Goe Soka Cara Loe
Ada-ada saja penulis keparat yang bikin ketawa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!