NovelToon NovelToon
Kumpulan Cerpen Saat Hujan Turun

Kumpulan Cerpen Saat Hujan Turun

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Regina Maharani Rahman

Dua cerpen menarik dari dua genre berbeda, horor dan juga psikologi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regina Maharani Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Hujan Turun 1

Aku berkenalan dengannya secara tidak sengaja di suatu sore yang hujan. Kami berdua berdiri cukup dekat dikarenakan berteduh dari busur hujan yang turun. Tidak ada yang istimewa saat pertama kali melihatnya. Rambut gondrong sebahu, celana jeans sobek, kaus hitam polos yang dipadukan dengan kemeja flanel, sepatu sneakers serta jas almamater yang tersampir di tas ranselnya. Tidak ada yang istimewa menurutku dari penampilan pria berpostur tinggi tersebut.

Aku baru saja pulang dari rumah salah satu temanku untuk membantunya dalam sebuah proyek. Setelah lulus SMA setahun lalu, aku sempat kuliah. Tapi sayang, karena ayah meninggal dunia, aku pun harus berhenti. Aku mengambil keputusan berhenti karena tidak tega membebani ibu yang mengambil alih peran menjadi tulang punggung. Untuk mengisi waktu, secara otodidak aku belajar mendesain. Hampir semua desain ku pelajari. Mulai dari poster, pamflet, brosur, banner, spanduk, kaos, stiker hingga merambah ke desain interior. Dengan nekat aku juga mempromosikan keahlianku yang seadanya ini ke aplikasi belanja online. Hasilnya? Aku bisa menghidupi diriku sendiri dan juga menabung.

Tanpa sengaja aku melihat jika bahunya basah terkena tetesan air hujan karena ia berdiri di paling ujung halte yang penuh sesak oleh orang-orang yang berteduh. Dengan perlahan, aku bergeser ke sebelah kanan dengan niat memberikan ia ruang lebih agar bisa merapat dan tidak terkena air hujan.

"Aduh," pekikan dari sebelah kananku membuatku menoleh.

"Maaf kak, saya ngga sengaja," aku berucap pelan pada seorang wanita berbusana kantoran yang berdiri tepat di sebelah kananku.

"Liat-liat dong kalo mau geser," wanita itu menatapku dengan pandangan judes.

"Iya, maaf," aku nyengir untuk meredakan rasa malu.

Sesuai harapanku, lelaki di sebelah kiri ini ikut bergeser ke arahku. Setelah melihat jika ia terlindungi sepenuhnya dari hujan, aku kembali fokus pada ponsel dalam genggaman.

***

Halte menjadi sepi karena banyak orang sudah naik ke bis tujuan masing-masing. Hanya tersisa segelintir orang termasuk aku dan mahasiswa yang masih memposisikan diri di sebelahku.

"Duduk mbak," suara lelaki itu menarik kesadaranku dan membuatku menoleh. Dia menunjuk ke bangku halte tepat di belakangku. Saat aku melihat, wanita yang ku injak kakinya sudah beranjak bangun dari duduknya.

"Mas-nya aja silakan. Saya berdiri aja," tolakku halus. Hujan sudah berganti menjadi gerimis,dan aku memutuskan untuk pulang sebentar lagi.

Sebenarnya rumahku tidak begitu jauh dari sini. Jika mau, aku bisa saja menerobos hujan untuk pulang dari tadi. Tapi tidak, aku sengaja bertahan di halte ini untuk menikmati hujan. Untuk menikmati dingin yang datang dan untuk menikmati percikan air yang mengenai mukaku.

***

Prediksiku ternyata salah. Bukannya berhenti, hujan malah kembali turun dengan derasnya. Jam di ponsel menunjukkan hampir jam tujuh malam. Mau tidak mau, kali ini aku harus menerobos hujan karena bunda baru saja menelpon dan menanyakan keberadaanku. Sesudah memasukkan ponsel ke dalam saku celana, aku menggunakan tudung sweater dan membungkuk untuk mengikat erat tali sepatu. Aku harus berlari ke perempatan yang berjarak lima ratus meter dari halte untuk kemudian naik angkutan kota yang langsung menuju ke rumah. Saat sedang memindahkan tas ranselku ke bagian depan, sentuhan lembut terasa di lengan.

"Pakai ini aja Mbak," mahasiswa tadi menyodorkan sebuah payung lipat.

"Ngga usah Mas, saya bisa lari. Lagian, Masnya juga kan pasti perlu," untuk kedua kalinya aku menolak tawaran darinya.

"Pakai aja, saya kebetulan mau dijemput temen. Jadinya payung ini ngga berguna buat saya. Kalo buat Mbak, saya yakin pasti berguna banget," ia berkilah.

Aku masih mempertimbangkan tawaran mahasiswa itu saat teringat bunda yang suka mengomel panjang lebar jika aku kehujanan. Karena itulah akhirnya aku memutuskan untuk menerima payung pinjaman itu.

"Balikinnya gimana? Besok sore Mas nunggu kendaraan di halte ini lagi ngga?" tanyaku seraya menatap matanya. Entah kenapa, aku suka melihat matanya yang tajam dan dinaungi alis tebal itu.

"Iya, tapi belum tau jam berapa. Kalau ngga, saya boleh minta nomor telepon Mbak? Jadi pas saya di sini, saya bisa ngabarin."

Aku mengangguk dan menyebutkan sebaris angka. "Makasi pinjaman payungnya ya Mas. Saya duluan," ucapku yang hanya dijawab dengan lambaian tangan serta senyuman darinya.

Bergegas aku membuka payung dan berjalan beberapa langkah keluar dari naungan atap halte. Seketika titik air memberatkan tanganku yang memegang payung dan indera pendengaranku terisi dengan merdunya gemericik air yang jatuh. Saat teringat sesuatu, aku memutar badan dan kembali ke arah halte.

"Ketinggalan sesuatu mbak?" tanyanya saat melihatku menghampiri.

"Ngga. Cuma mau nanya, nama Masnya siapa ya?" aku berucap kencang diantara riuhnya bunyi hujan.

"Kai. Panggil aja saya Kai," senyumnya.

"Oke Mas Kai, saya Gia," aku balas tersenyum dan melambaikan tangan sebelum berbalik dan menerobos hujan.

1
Kristin Hluvart
Luar biasa
Lina Suwanti
kisah hidupnya Axava Kalara sungguh memprihatinkan.....suka sm dokter Tama n ingin mengadu domba antara kak Nday n kak Rebel tp ga berhasil
Rifca Farih Azizah
the best dah
Rifca Farih Azizah
gia bukannya sama Tomo?
Regina Maharani Rahman: iya kalo di radio tengah malam. kalo di sini sama kai
total 1 replies
alena
ini cerita kakanya teh inoxu 😍
Regina Maharani Rahman: Iyaah, ceritanya nyx 😆
total 1 replies
alena
axava kalara yg hantunya nongol di siaran radio tengah malem
Regina Maharani Rahman: Betul banget 😆❤️
total 1 replies
Yurnita Yurnita
hadir Thor
Romi Tama
tidak terduga
Dahlia Oppo
Alurnya keren
Dahlia Oppo
Ceritanya keren
Mami Mara
plot twist yg bagus 👏👏👏
Regina Maharani Rahman: makasiii 🤗❤
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
bagus2 cerita nya 🌹🌹🌹🌹🌹
Ai Emy Ningrum: masama 🤗🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!