NovelToon NovelToon
MESKI ISTRIKU BUTA

MESKI ISTRIKU BUTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Tamat
Popularitas:591.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: radetsa

Terlahir dari keluarga kaya, lantas tak membuat kehidupan Dalvin Fernando merasa bahagia. Apa pun yang ia ingini tidak akan pernah terwujud, karena pasti kakak tirinya akan merebut hal itu darinya, bahkan jika itu adalah seorang gadis.
Karena kecewa perempuan yang ia sukai lebih memilih kakak tirinya, Dalvin memutuskan menikahi gadis buta yang diamanatkan oleh almarhum sahabatnya kepada dirinya.
Soraya Amarta, gadis lugu dan buta membuat ia lebih dewasa. Meski mereka akan bertahan dalam pernikahan tanpa cinta.

By. Radetsa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Inikah Kenikmatan Yang Sesungguhnya Itu?

Ingat, pernikahan kita hanya karena terpaksa, Sora...

Soraya terus merenungi satu kalimat Dalvin semalam. Ia sadar akan hal itu, namun ia baru menyadari rasa sakitnya ketika Dalvin kembali mengulangi perkataannya sebagai tekanan untuk Soraya.

"Sora rindu mama dan papa..." Lirihnya sambil menangkupkan Wajahnya di atas telapak tangannya sendiri.

"Andai Sora tidak buta..." sesalnya lagi.

Soraya terisak. Ia baru merasakan perih lagi setelah terakhir kalinya ketika menyadari ia menjadi buta.

Tok tok tok

Soraya mengusap kasar wajahnya. Ia beringsut turun dari tempat tidur hendak membukakan pintu.

"Non Soraya, ini Bi Yuna..." Terdengar seruan bi Yuna dari luar.

"Sebentar, Bi..." Sahut Soraya berusaha menggapai pintu.

Soraya membuka pintu dengan perlahan. Ia menyembunyikan dirinya di balik pintu itu.

"Non, Bibi bawakan makan siang untuk Non Soraya... Boleh Bibi masuk?" Tanya bi Yuna. Di tangannya terdapat nampan berisi sepiring nasi beserta minumannya.

"Silakan, Bi..." Jawab Soraya sambil tersenyum.

Suara langkah kaki bi Yuna dapat ia dengar dengan jelas, sehingga ia tahu perempuan paruh baya itu telah masuk ke dalam kamar Dalvin.

Soraya menutup pintu, lalu mengikuti bi Yuna ke Sofa.

Setelah meletakkan nasi untuk Soraya di atas meja, bi Yuna menatap lekat wajah Soraya. Ia begitu takjub melihat kecantikan yang sebenarnya pada gadis itu.

"Non Sora pasti merasa terkekang, ya?" Tanya bi Yuna tiba-tiba.

"Maksud, Bi Yuna?" Soraya balik bertanya. Ia tidak mengerti mengapa bi Yuna mempertanyakan hal itu.

"Non Sora pasti ingin keluar juga, kan?" Bi Yuna tak menjelaskan. Ia seakan lebih tahu tentang Soraya dibandingkan dengannya sendiri.

"Sora hanya tidak mengerti mengapa Dalvin melarang Sora keluar, Bi... Sora bagai putri Rapunzel walau baru sehari berada di rumah ini..." Keluh Soraya.

"Bi Yuna mengerti perasaan Non Sora... Tapi percayalah, apa yang dilakukan tuan Dalvin adalah yang terbaik untuk dirinya dan diri Non..." Jelas bi Yuna.

"Apa hubungan Dalvin dan keluarganya tidak baik ya, Bi? Mengapa Dalvin bersikap begitu dingin jika berada di rumah ini?" Tanya Soraya.

"Ya, begitulah, Non..." Jawab bi Yuna.

Soraya hendak bertanya lagi, namun segera ia urungkan. Seperti halnya dengan masalah pribadinya, mungkin Dalvin pun juga begitu. Ia tidak ingin orang lain tahu.

"Kalau begitu Bibi kembali ke belakang ya, Non... Non Sora habisin makanannya..." Pamit bi Yuna.

"Baiklah, Bi... Terimakasih, maaf merepotkan Bi Yuna..." Ucap Soraya.

Selepas bi Yuna pergi, Soraya segera menyantap makan siangnya. Ia jadi tak berselera, namun sesuai pesan bi Yuna tadi, ia harus menghabiskannya.

****

Dalvin sangat lelah. Ia tampak mulai berputus asa. Setelah terakhir kali mengucapkan sumpah untuk tidak mau menginjakkan kakinya lagi di perusahaan papanya, ia harus gonjang ganjing mencari pekerjaan.

Sudah beberapa kali ia mengikuti interview, namun tidak satupun ia diterima.

Tabungannya mulai menipis, dan hal tidak mungkin jika ia harus merengek kepada papanya untuk biaya hidupnya dan Soraya.

Mata Dalvin begitu sayu. Sebuah perusahaan besar berdiri di hadapannya.

"Angkasa Raya... Hal mustahil jika aku bisa masuk dan bergabung di perusahaan ini... Papa Amira pasti akan menolakku..." Gumam Dalvin. Ia baru menatap luarnya saja, namun ia sudah terlebih dahulu pesimis dan memutar arah membelakangi gedung itu.

Dalvin mengangkat lengannya untuk melihat waktu. Ia menghela napas berat. "Sudah sore..." Ocehnya.

Dalvin kembali ke mobilnya dan memutuskan untuk pulang.

Di perjalanan pulang, ia tak sengaja melihat pedagang burger yang sangat sepi pembeli. Ia merasa kasihan, lalu menepikan mobilnya tepat di samping gerobak pedagang itu.

"Sora pasti akan menyukainya..." Ucapnya sambil tersenyum mengingat istrinya di rumah.

"Bungkus dua, Pak..." Pintanya.

Pedagang itu mengangguk. Tampak binar bahagia di wajah tua yang mulai keriput.

Baru saja pesanannya dibungkus, beberapa orang datang berkerumunan untuk membeli juga. Pedagang itu semakin semangat. Dengan buru-buru ia menyelesaikan pesanan Dalvin.

"Ternyata benar, tidak ada usaha yang mendustakan hasil... Semangat Dalvin..." Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.

Dalvin kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah. Sesampai di rumah, seperti biasanya ia akan langsung masuk ke kamarnya. Kali itu ia melihat papanya, namun papanya terlihat acuh dan tidak menghiraukan kedatangannya.

Hati Dalvin begitu sakit jika diacuhkan seperti itu. Tapi ia sadar, sudah menjadi resiko baginya, apalagi ia menikah tanpa memberitahu papanya kandungnya sendiri.

Dalvin membuka pintu kamarnya perlahan-lahan. Ia melihat ke sekeliling. Kamarnya kosong. Ia tak menemukan keberadaan Soraya di dalam.

"Sora..." Panggilnya.

"Soraaa..." Ulangnya lagi.

"Soraya Amarta?"

Beberapa kali ia memanggil, namun sama sekali tidak ada jawaban. Dalvin berlari kearah kamar mandi. Baru saja ia hendak menarik gagang pintu, namun pintunya malah terbuka terlebih dahulu dari dalam.

Awalnya ia sangat terkejut. Baru saja ia hendak memaki, Soraya bergerak menampakkan tubuhnya yang hanya dibaluti handuk putih.

Dalvin mematung. Matanya sama sekali tak berkedip melihat keindahan tubuh Soraya. Rambut Soraya pun juga tersimpan dalam gulungan handuk.

Oh Tuhan, inikah kenikmatan yang sesungguhnya itu?

Dalvin menelan ludah pelan-pelan. Ia yakin gadis itu belum mengetahui keberadaannya. Ia bergerak pelan dan kembali ke pintu kamar, lalu berpura-pura membuka pintu seolah-olah ia baru saja datang.

1
Febri
bagus kali kak kalau udah rilis judul ny yg baru kalau bisa taq taq ya kak/Joyful//Joyful/
Ratna Dewita Sari: terimakasih kk... Sekarang novel Still in love masih on going kk... mampir y kk🙏
total 1 replies
Desri Yuni
kerennn bngt
Audya
sip, nanti kalau udah dibuat kasih aba-aba kak, wkwkwk, biar gak kelewatan bacanya, hehe
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Ratna Dewita Sari: silakan, kk🤗
total 1 replies
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Haposan Parningotan
sangat menginspirasi.
AitchAre
mana lanjutan duta Ama pandan nya?
Ratna Dewita Sari: hehe, maaf kakak... masih di memory
total 1 replies
Adila Edariani
hai noveltoon perkenalan nama saya adila edariani senang banget baca noveltoon bikin seru dan bahagia
Lilis Fiska
ah jd sedih😢
Feechan46 ok
semangat Thor
Ratna Dewita Sari: makasih kakak 🤗
total 1 replies
Bear
duta ga selah hebat author nya jelas jelas yang misahin si duta pas operasi skip AE blokkk
@azma@
selalu yakin karyamu terbaik.. 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Nina Maryanie
lah dokter nya GX bisa jaga amanah..kenapa mesti di bocor kan dengan si penjilat itu sih. .hadeh
Nina Maryanie
menarik
Nina Maryanie
nyimak
Nia Nurasiyah
ka,radesta aku kembali tapi aku ganti akun, dulu akun aku rahayu,aku baru nemu lagi cerita" mu karena hp ku di riset,aku seneng banget nemu lagi cerita mu
Ratna Dewita Sari: terima kasih kak Rahayu🥰
total 1 replies
Christy Ling
👍👍 bagus
Selvy Anton
Luar biasa
jagalah hatimu hanya untukku
sorayaMungkin anak org kaya. yg mau d jodohkan dg devin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!