Sebuah kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu membuat Baby Corn harus kehilangan sebelah kakinya. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga bulan. Sementara kekasihnya Lucky meregang nyawa di lokasi kecelakaan.
Seorang dokter bernama Maxime, memantau perkembangan kesehatan Baby dari mulai terapi sampai ia dinyatakan sembuh. Perlahan timbul rasa suka pada Baby. Karena berstatus duda, ia tak pernah mengakui jika dirinya jatuh cinta pada Baby.
Setelah siuman, Baby tinggal di Paris, Perancis, sebuah kota yang penuh keromantisan. Ia berharap bisa melupakan kenangan pahit setelah kehilangan sebelah kaki dan juga kekasihnya.
Cita-citanya terhenti karena fisik yang cacat, membuat Baby harus membuat kaki palsu. Di saat yang sama, perjuangan cinta dokter Maxime diuji ketika Baby memutuskan untuk masuk dunia modeling.
Bagaimana perjuangan dokter Maxime dalam meraih cintanya, apa Baby bisa menjadi supermodel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. MANTAN ISTRI YANG TIDAK TAU DIRI
Kakek Delicious telah memberikan restu dan doanya untuk Maxime. Apa pun yang ia lakukan, kakek akan mendukungnya dari belakang. Maxime juga sudah menyatakan keinginannya jika mungkin beberapa bulan lagi ia akan menjalin sebuah hubungan serius dengan seorang wanita.
Kakek Delicious, sempat menahan tawanya ketika Maxime menyebut nama Baby Corn sebagai wanita, padahal ia tau betul siapa yang sedang di dekati Maxime itu.
Tanpa Maxime ketahui, gerak-geriknya selama ini tetap berada dalam pemantauan dan pengawasan Kakek Delicious. Hanya saja, Maxime tak menyadari hal tersebut. Mungkin karena Maxime terlalu giat bekerja, sehingga perhatiannya hanya terfokus di sana.
Bahkan latar belakang Baby juga sudah kakek selidiki semuanya. Tetapi untuk saat ini, ia membiarkan cucunya memilih jodohnya sendiri. Kakek tak akan ikut campur selama Maxime tidak meminta bantuannya.
Baby Corn adalah seorang gadis belia yang baru mekar-mekarnya. Meski dia seorang disable, tetapi kakek Delicious sangat suka akan kegigihan Baby Corn untuk memperjuangkan mimpinya. Belum lagi sikap Baby yang ceria dan mempunyai good attitude, membuat kakek memberikan restunya.
"Apapun keputusanmu, kakek sudah mempercayainya," ucap Kakek sambil menepuk pundaknya.
"Terima kasih, Kek. Kalau begitu aku permisi pulang."
"Hati-hati, sampaikan salamku pada gadis manismu," ucap kakek sambil tersenyum.
"Eh .... " Maxime tersenyum kikuk ketika mendapati ucapan kakek saat menyebut Baby Corn sebagai seorang gadis.
Tapi memang pada kenyataannya, Baby adalah seorang gadis, bukanlah wanita dewasa. Mungkin Maxime-lah yang terlalu terobsesi. Hingga akhirnya ia salah menyebut dan menyamakan Baby sebagai wanita dewasa.
Setelah Maxime pergi, Kakek mendudukkan kembali dirinya di atas kursi goyang miliknya, tepatnya di halaman belakang mansion. Sebuah tempat ternyaman ketika ia sedang menikmati suasana pedesaan di bukit Montmartre.
"Lagi pula, nenek juga belum kembali, jadi lebih baik menikmati hidup yang tenang dan nyaman seperti biasanya."
.
.
Saat ini Baby Corn sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit untuk chek up kesehatan kakinya. Kejadian beberapa hari lalu mengharuskan dirinya untuk memakai kaki palsu yang baru. Sehingga jadwal chek up yang baru harus ia penuhi.
Beruntung saat dr. Maxime pergi ke luar kota, ia menitipkan perawatannya pada dr. Haris. Sehingga, hari ini ia sudah bisa menggunakan kaki palsu yang baru.
🍂 Di Rumah Sakit
"Wah, kau tampak cantik sekali saat menggunakan kaki yang baru, Corn Baby."
"Heh, namaku bukan Corn Baby, dokter! Tetapi .... "
"Baby Corn ... " ucap dr. Maxime yang baru saja datang.
dr. Haris tersenyum melihat kedatangan sahabatnya itu, setidaknya setelah ini, ia bisa kembali liburan. Begitulah pemikirannya dr. Haris yang sangat suka traveling.
Hati Baby tiba-tiba tergelitik, ketika mendengar suara yang sangat ia rindukan. Tetapi ia tak berani menoleh karena takut akan kecewa saat ini.
Sementara dr. Maxime yang sudah sangat merindukan Baby sedikit kecewa, karena Baby tak kunjung menoleh padanya. "Apa dia tidak merindukan aku?"
dr. Haris melihat ada hal yang tidak beres di sini, tetapi ia tetap bersikap tenang. Ia juga ingin melihat respon Baby dan dr. Maxime selanjutnya. Tetapi lima menit berlalu, tak ada kejadian apapun, hanya keheningan yang tercipta di sana.
"Kenapa kalian terdiam? Apa kalian tidak saling merindu?" ucap dr. Haris membuat lelucon.
Baby melotot ke arah dr. Haris, bisa-bisanya ia mengatakan hal yang begitu memalukan. Tapi benarkah Duce-nya benar-benar ada di sini. Dengan susah payah, Baby memutar tubuhnya dan seketika matanya berkaca-kaca saat melihat Maxime berada di sana.
Dengan sorot matanya yang tajam, dan bibir tipis yang sedikit melengkung, semakin membuat ketampanan dr. Maxime bertambah berkali-kali lipat.
"Dokter Magicom ... hueee ...."
"Kok magicom?" sungut Maxime tidak terima.
Sementara itu, dr. Haris menahan tawanya. Tetapi ternyata mulutnya tidak dapat di rem.
"Kalian benar-benar pasangan aneh!"
Melihat orang yang ia rindukan datang, Baby mendekati dr. Maxime dan memeluknya. Tubuh Maxime membeku mendapatkan pelukan seorang wanita. Melihat kejadian itu dr. Haris memberikan isyarat agar Maxime membalas pelukan Baby.
Meski terlihat gugup, Maxime membalas pelukan Baby. Ia juga mengelus punggung Baby untuk menenangkan gadis kecilnya itu.
.
.
🍂Agency Model Lumery
Hari ini Cherry ada jadwal fashion fotography
di sebuah studio pemotretan. Tetapi spesial hari ini, Kak Mariska hanya menggunakan Cherry sebagai modelnya. Sementara Baby tidak ikut karena ada jadwal chek-up ke Rumah Sakit.
Melihat pose-pose Cherry di depan kamera, sebenarnya Kak Mariska kurang suka dengan hasilnya. Tetapi sayang, tidak ada model lain, sementara Baby sedang ijin chek-up.
Setelah sesi pemotretan pertama, Cherry harus berganti baju dan riasan yang baru. Saat ini ia masih dibantu seorang MUA untuk memoles kembali wajahnya.
"Wajah Nona begitu cantik, kenapa tidak menikah kembali?" tanya MUA itu dengan tiba-tiba.
"Belum nemu yang cocok."
"Masa, sih. Gimana kalau aku kenalkan pada seseorang?"
"Hm, boleh, tetapi nanti saja, ya. Aku masih ada beberapa urusan penting saat ini."
"Oke."
MUA itu kembali merias wajah Cherry dengan make up yang baru. Lalu membantunya memakaikan baju yang baru.
Tak lama kemudian, ia kembali berpose dengan gayanya yang sedikit seksi. Beberapa saat berlalu, kegiatan siang itu akhirnya selesai. Cherry menuju meja riasnya untuk memeriksa ponselnya yang berada di dalam tas.
Saat melihat ponselnya ia terkejut, ia membaca sebuah pesan penting dari seseorang. Orang tersebut melaporan jika Maxime baru saja pulang dari rumah kakeknya di Montmartre.
"Dia kembali lagi ke rumah, kakek? Apa hubungan mereka sudah membaik?"
"Hm, tetapi sepertinya aku harus merubah rencanaku kembali."
Mengingat mantan suaminya dekat dengan gadis remaja membuat Cherry tak bisa hidup tenang. Apalagi Maxime sudah berhubungan baik dengan keluarga besarnya. Sepertinya saat ini ia harus kembali mendekati Maxime.
"Sepertinya berpura-pura rela keluar dari dunia model bisa menarik perhatian kembali Maxime."
"Oke aku akan mencoba setelah ini."
Sedangkan dari kejauhan, penilaian model yang dilakukan oleh Mariska masih berlangsung. Atas perintah seseorang, Mariska dibayar dengan harga tinggi untuk mengeluarkan Cheerry dari agency modelnya.
Lelaki itu sengaja membayar lebih mahal padanya, dengan tujuan untuk membalaskan dendam. Bukan hanya Baby dan Maxime yang merasa telah disakiti Cherry. Melainkan ada beberapa lelaki mantan kekasihnya yang ada masalah dengannya.
Sikap Cherry yang ternyata menyukai kehidupan malam dan dunia bebas. Belum lagi pergaulannya dengan model-model papan atas, membuat kesombongannya diatas rata-rata. Mungkin hal inilah yang membuat Maxime tidak bisa mempertahankan pernikahannya.
.
.
Maxime tersenyum mengingat moment di mana ia dan Baby melepas kerinduan tadi siang. Rasanya ia kembali merasakan masa-masa mudanya kembali.
"Ha ha ha, perasaan apa ini?"
Maxime mencoba membuyarkan lamunannya, lalu kembali fokus bekerja.
...🌹Bersambung🌹...