Seorang Gadis cantik bernama Nona Chin tak sengaja masuk kedalam sebuah novel yang di bacanya, sebuah Novel pemberian dari seorang kakek tua di hutan.
Nona yang mengetahui dirinya bertransmigrasi ke dalam Novel yang di baca nya, akhirnya berencana untuk merubah Gadis Culun dan penakut itu menjadi Gadis pemberani layak nya dirinya.
Dimalam pertama dirinya masuk kedalam Novel, dirinya pun mengalami kejadian yang sama persis di dalam cerita novel itu. Kejadian dimana anak buah Dona membakar kontrakan nya hingga membunuh tubuh yang yang di tempatinya.
Namun karena Rena tahu jalan cerita Novel dan siapa musuh musuh nya, akhirnya nona Chin berencana untuk membalas dendam kepada orang orang yang telah membuatnya menderita. Yaitu membalas dendam terhadap Robert dan Dona, orang yang telah membuat ibunya mati sehingga dirinya terlantar tanpa keluarga.
Namun pembalasan dendam terhadap Robert dan Dona, malah membawa dirinya bertemu dengan kelompok Organisasi Misterius yang membantai keluarga ibu nya.
Apakah Rena/Nona Chin bisa membalaskan dendam itu, atau malah sebaliknya dia yang mati di tangan mereka.
Ikuti jalan ceritanya……
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19 (MENYAMAR)
Beberapa hari kemudian Rena mencari pekerjaan, begitupun dengan Jen. Siapa sangka ternyata takdir sungguh mendukung nya, dia melamar pekerjaan di kediaman Yeong sebagai pelayan.
Dan hari ini awal Rena bekerja di kediaman Yeong.
"Kau pelayan baru?" Tanya Dona yang tidak mengenali wajah jelek Rena.
Rena menyulap wajah nya menjadi sangat sangat jelek, kulit hitam dekil, gigi tongos dan rambut sedikit keriting serta memakai kacamata tebal. Benar benar bukan seperti Rena.
"Benar nyonya," jawab Rena dengan suara yang di ubah.
"Baiklah, buatkan aku teh." Perintah Dona.
"Baik," ucap Rena pergi, namun saat sedikit menjauh raut wajah Rena berubah datar dan dingin.
Alisha yang berpapasan dengan Rena hanya melihat sekilas, sedangkan Rena menundukkan kepala sedikit tanda hormat.
"Ma, apakah dia pelayan baru?" Tanya Alisha.
"Em…" jawab Dona membaca buku majalah
"Sepertinya dia sangat aneh. Dari tatapan yang ku lihat seperti nya dia sangat misterius." Ucap Alisha.
"Kau terlalu banyak berfikir." Jawab Dona masih sibuk membaca majalah.
"Beneran Ma, aku tadi sempat melihat sekilas. Dan sepertinya aku tidak terlalu asing dengan wajah nya, tapi siapa ya?" Fikir Alisha sambil mengingat.
"Sudah tidak usah kau pikirkan pembantu dekil itu. Bagaimana kamu dengan Farel? Apakah dia tetap menolak mu?" Tanya Dona
"Em, dia tetap menolak ku. Aku kesel dengan dia Ma, bantu aku dong Ma." Rengek Alisha.
"Ini semua gara gara wanita jelek itu," kesel Alisha saat mengingat Rena.
"Apakah kau sudah tahu siapa wanita itu?" Tanya Dona.
"Sudah, dia hanya wanita miskin yang hidup di kontrakan." Jawab Alisha.
Rena yang mendengar dari arah belakang mencengkram nampan yang ia bawa, wajah nya sangat mengerikan, lalu saat sampai di depan mereka dia berubah menjadi culun dan sedikit bodoh.
"Ini minumannya Nyonya." Ucap Rena meletakkan minuman di atas meja.
Alisha yang melihat kembali pelayan itu meneliti dari atas hingga bawah. 'Jelek'.
Em….
"Kalau begitu saya permisi." Ucap Rena.
Alisha terus melihat Rena yang pergi hingga punggung nya menghilang dari tempat itu.
"Kenapa kau melihat sampai segitu nya?" Tanya Dona.
"Dia itu merasa mencurigakan Ma." Ucap Alisha.
"Mencurigakan bagaimana? Dari tadi kamu berpikir seperti itu." Tanya Dona.
"Mencurigakan karena dia terlalu jelek, mana mungkin coba ada wanita sejelek itu." Ucap Alisha.
"Kau itu ada ada saja. Kirain Mama apa." Ucap Dona sedikit terkekeh.
"Oh ya Ma, aku mau menemui Tante Jenni. Aku ingin meminta bantuan pada nya agar membujuk Farel untuk tidak membatalkan pertunangan." Ucap Alisha.
"Pergilah. Mama juga ada ketemuan dengan teman." Ucap Dona.
"Aku pergi dulu ya Ma." Ucap Alisha pergi meninggalkan rumah menuju kediaman keluarga Iskandar's.
Setelah Alisha pergi Dona pergi kekamar nya untuk berganti pakaian. Namun saat hendak membuka lemari betapa kaget nya dia melihat tulisan darah di kaca.
Aaaaa…..
Dina menjerit kuat hingga suara nya sampai di dapur.
"Pembalasan di mulai, aku akan membunuh mu."
Para pelayan yang mendengar suara jeritan Nyonya nya langsung bergegas pergi menuju asal suara.
"Ada apa Nyonya? Apa yang terjadi?" Tanya para pelayan.
"I..itu.. di..disana." tunjuk Dona pada tulisan di kaca.
Para pelayan itu beralih melihat,.dan benar saja di kaca terdapat sebuah tulisan dengan darah.
"Siapa yang melakukan ini?" Tanya pelayan
"Tidak tahu." Jawab pelayan lain.
Sedangkan Rena yang ada di sana, tersenyum kecil, namun senyum itu tidak ketara. Yang ketara adalah wajah dingin dan datar nya, sehingga tidak ada yang mengetahui.
.
.
.
.
.
Secara Mak pandainya hanya membaca, so dengan karyamu ini semua.. sangat-sangat menghibur Mak
Makasih atas karyanya y thor
Sukses dan sehat sellau buatmu thor..