NovelToon NovelToon
NISSA

NISSA

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Nia masykur

season 1 : Nissa
season 2 : dikira janda
season 3 : istri kecil milik mas ganteng

Yusuf dengan terpaksa menerima perjodohan yang di lakukan oleh ibu sambungnya. ia melakukan itu semua agar Adam adiknya bisa secepatnya menikahi Luna, kekasihnya karena sesuatu hal.

"aku tidak tahu harus bagaimana. Tapi kini aku dan kamu telah menikah karena permintaan bunda ku. Dan ku lakukan demi adik ku dan itu pun tanpa persetujuan anak ku”ucap Yusuf

“apa om akan membuat surat perjanjian kontrak pernikahan?” tanya nissa.

“aku tidak akan melakukan itu. Karena pernikahan bukan lah sebuah bisnis yang harus terikat kontrak”

"lalu"

"kita adalah dua insan yang sama sama tidak saling mencintai. Jadi jika kamu nantinya telah menemukan orang yang tepat jangan pernah sungkan untuk bicara pada ku. Akan aku urus semua agar kamu terlepas dari ikatan ini".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia masykur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 KEPULANGAN REINA

Belum genap dua minggu Reina dan keluarga dari almarhumah ibunya memilih cepat pulang ke Indonesia setelah Reina tau dari eyangnya saat sedang saling berkabar dengan Wati jika proses pernikahan ayahnya dengan Nissa berjalan lancar.

Sekitar pukul 17.00 Reina sudah sampai di kediamannya. Iya melangkah masuk dengan cepat dan air muka yang sangat kecewa.

"Assalamualaikum oma… ayah… oma…"

"Waalaikumsalam" jawab Wati santai karena ia sudah tahu kepulangan Reina yang di percepat. Wati langsung akan memeluk cucu kesayangannya, namun Reina menolak pelukan Wati. "Nggak kangen sama oma?"

"Oma jahat hiks… hiks…" ucap Reina yang langsung menangis sejadi-jadinya.

Wati sudah memperkirakan ini akan terjadi karena Reina mengetahui ayahnya menikah pun, tak banyak bertanya dan mencoba menenangkan cucunya.

"Tenang dulu sayang, cup… cup… cup…" ucap Wati sambil memeluk Reina dan menepuk bahunya.

"Oma jahat, kalian semua jahat. Oma tahu kalau Rere nggak mau ayah nikah lagi tapi kenapa Oma… hiks... hiks... hiks..."

Belum sempat Wati menjelaskan kepada Reina. Nissa datang memberi salam. Wati pun menjawab salam nissa. Sedangkan Reina yang tahu kedatangan Nissa, ia langsung menghampiri Nissa dan langsung menampar Nissa dengan sangat keras sehingga pipi Nissa memar dan sudut bibirnya berdarah.

Tentu saja Nissa terkejut mendapat serangan dadakan di sore yang melelahkan ini.

"Aku benci sama kamu" teriak Reina nggak santai, yang langsung berlari mengunci diri kedalam kamarnya.

Wati yang terkejut akan tindakan Reina langsung menghampiri Nissa yang tengah berdiri merintih kesakitan memegangi pipinya.

"Assalamualaikum" ucap Yusuf.

Nissa terkejut mendengar suara Yusuf. "Bunda jangan ceritakan hal ini ke ayahnya reina" Wati pun langsung mengangguk dan Nissa pun langsung berlari menuju kamar.

"Nissa kenapa bun kok tiba-tiba lari?" tanya Yusuf yang langsung menyalami Wati.

Wajah Wati masih terlihat panik. "Bunda juga nggak tahu, dia juga baru pulang, mungkin kebelet" Tebak Wati asal. Alasan apa lagi coba kalau bukan 'kebelet' untuk menjawab, iya kan.

"Yusuf ke atas dulu bun"

"Yusuf" ucap Wati membuat langkah Yusuf terhenti. "Reina sudah pulang sekarang ada di kamarnya"

Yusuf melihat air muka Wati seperti menghawatirkan sesuatu, ia pun langsung beranjak ke kamarnya. Di lihatnya Nissa tidak ada namun terdengar gemericik air di dalam kamar mandi. Yusuf pun langsung mengetuk pintu kamar mandi.

"Nis… Nissa…"

"Iya om. Nissa lagi mandi om kalau butuh kamar mandi ke kamar tamu dulu ya om" ucap Nissa sambil berteriak.

Yusuf pun langsung melepas jasnya dan langsung menuju kamar Reina. Yusuf mengetuk pintu beberapa kali namun Reina tetap saja tidak mau membuka kan pintu.

"Rere kalau Rere nggak mau bukain pintu buat ayah. Lebih baik ayah kembali ke Jakarta lagi" sebuah jurus ancaman yang pasti membuat Reina luluh. ayah satu anak ini tahu dimana letak kelemahan anaknya.

Tak lama Reina pun membuka kan pintu, Yusuf pun langsung masuk. Yusuf Memeluk dan menenangkan putrinya yang tengah menangis. Sedangkan Wati ingin tahu cara Yusuf meluluhkan hati anaknya, berada di ambang pintu mendengarkan percakapan antara ayah dan anaknya itu.

"Ayah jahat" ungkap Reina kesal.

"Ayah minta maaf re…"

"Ayah sudah janji sama Rere nggak akan nikah kalau Rere nggak setuju. Ayah nggak nikah aja sudah nggak perduli sama Rere, ayah gak ada waktu buat Rere apa lagi sekarang ayah nikah pasti ayah akan lebih sayang sama istri muda ayah itu" tuturnya marah dalam mengutarakan isi hati.

"Rere ayah minta maaf kalau ayah nikah nggak kasih tau Rere dulu, nggak izin sama Rere ayah minta maaf nak. Tapi ayah janji kalau Rere mau menjalin hubungan baik sama Nissa ayah akan menetap disini ayah nggak akan tinggal di Jakarta lagi kecuali karena pekerjaan yang benar-benar tidak bisa ayah tinggalkan"

"Jadi ayah bela dia" Reina jelas tak terima. sudah sangat lama ia meminta ayahnya untuk menetap dI kota ini tapi selalu memberikan alasan yang selalu sama. Pekerjaan. Tapi sekarang dengan mudahnya ayahnya berjanji menetap di Malang setelah menikah secara diam-diam.

"Bukan begitu nak"

"Buktinya ayah bilang begitu ke Rere hiks hiks hiks… sejak dulu Rere mau ayah menetap di sini ayah nggak mau giliran sekarang apa?" ucap Reina kecewa.

"Sayang semua sudah terjadi. Allah mentakdirkan ayah menikah seperti ini hingga membuat Rere kecewa ayah minta maaf. Namun kita harus bisa menerima semua dengan ikhlas nak. Mungkin caranya harus seperti ini agar ayah bisa Deket sama anak ayah yang cantik ini”

"Ayah janji akan tetep sayang sama Rere"

"Janji. Lagi pula mana ,mungkin ayah nggak sayang Rere" ucap Yusuf kemudian langsung memeluk Reina. Sedangkan Wati yang sejak tadi mendengarkan semua pun terus mengucap syukur.

Yusuf pun langsung menuju kamarnya setelah Rere sudah mengerti dan tenang. Ia melihat Nissa yang sedang mengompres pipinya dengan air dingin. Yusuf langsung duduk di samping Nissa dan menarik tangan kirinya yang sedang mengompres.

"Om"

"Sampai seperti ini?" ucap Yusuf yang langsung akan menyentuh sudut bibir Nissa yang terluka, namun belum sampai jemari Yusuf menempel, Nissa memundurkan kepalanya."Maaf. Maafkan Rere"

"Eh ini bukan karena Rere om, tadi aku…"

"Aku tahu. Rere sebenarnya gadis yang baik dia seperti itu hanya karena mengira kamu akan merebut ku darinya dan takut waktu ku akan lebih banyak berkurang lagi"

"Eh… mana mungkin aku merebut ayah dari seorang anak"

Yusuf menghela nafasnya. Ia merasa sangat lelah dengan pekerjaannya dan sekarang Reina ya harus ia beri pengertian. "Aku mau mandi dulu"

.

.

.

Tak lama kemudian Yusuf selesai mandi dan mendapati Nissa lagi video call dengan Amira.

"Iya Mira bubun juga kangen. Nanti kalau libur bubun pulang sayang"

"Mila kangen pengen di gendong"

"Ulu-ulu manjanya anak gadis"

"Dari kemarin Amira minta video call in kamu nduk" ucap Jumiasih memberi tahu.

"Iya bu maaf Nissa malah sampek lupa kasih kabar ibu"

"Dimana Yusuf nak?"

Nissa melihat kearah Yusuf yang sudah memakai pakaian lengkap.

"Om Yusuf lagi mandi bu"

"Loh kok suaminya masih di panggil om to nduk. Mbok ya di panggil mas atau apa gitu lo"

Yusuf langsung duduk di samping Nissa dan langsung merangkul Nissa mesra. "Nbgak apa-pa bu, Yusuf di panggil om"

"Eh nak Yusuf. Bagaimana apa Nissa merepotkan disana?" tanya Jumiasih khawatir. Melepas anak gadisnya dengan cara seperti ini membuatnya takut tidak menghormati dan menghargai suaminya.

"Nggak bu. Nissa mandiri banget" ucap Yusuf sambil menarik pipi Nissa.

"Dia melayani kamu dengan baik kan nak?"

Yusuf dan Nissa saling berpandangan. "Maksud ibu?" jelas pertanyaan Jumiasih terdengar ambigu. Melayani dalam hal apa. Mereka jadi saling memandang.

Tiba-tiba sambungan video call terputus Nissa pun langsung menjauh dari Yusuf. Sungguh ia merasa canggung jika berdekatan dengan suaminya ini.

Saat makan malam Nissa tidak ikut turun makan malam. Sedangkan semua di ruang makan nampak seperti biasanya. Adam dan Luna yang semakin romantis dan Yusuf masih tetap memanjakan anaknya.

Setelah selesai makan, Yusuf langsung menata makanan lagi ke dalam piring dan langsung menuju kamar. Di dalam ruang kamar tidak ada wujud Nissa akhirnya Yusuf menuju balkon dimana Nissa berada.

Bersambung...

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰

Ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰

1
erinatan
Alhamdulillah akhirnya selesai juga Ampe aku bela2in begadang lupa makan lupa mandi lupa anak lupa suami🤣🤣GK Deng bercanda tp kalo Ampe begadang beneran thor
erinatan
wuuuiiihh visualnya aku suka...sempurna😘😘😘
erinatan
horang kaya mah makanya Ama lauk doank nasi tuh cuma nyempil dikit GK kyk kite makan nasinya sebakul lauknya seuprit😂😂😂
erinatan
aku suka aku suka😘😘😘😂😂
erinatan
panas otakku🤣🤣🤣
erinatan
tp Reyna kyknya dijodohin deh Ama duda asisten bapake
erinatan
gengsi di gedein sih....
erinatan
gaspolll om Yusuf🤣🤣🤣
erinatan
🤣🤣🤣sungguh pasangan yg kocak
erinatan
semakin seruuuuu😘😘😘😂😂
erinatan
Yusuf dunk
erinatan
hooh aku suka buanget sama cewek yg bisa bela diri keren abiiizzzzz👊👊
erinatan
aku selalu suka karya2mu thor wlpun kadang gantung😁😁
erinatan
GK ada Thor visualnya apa udah dihapus kok GK sda
erinatan
serruuuu
erinatan
lanjuuuuuuutttt
erinatan
aku selalu suka karya2mu thor tp sayang GK pernah sampe ending gantung😵‍💫😵‍💫
erinatan
hampir kyk cerita ruby
Susanto Dhanie
Luar biasa
Meyla A'ulia
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!