NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Si BabySitter Cantik

Cinta Untuk Si BabySitter Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:681.8k
Nilai: 5
Nama Author: nafisa

Menjadi Ibu susu anak dari sepupu mantan suami!! sanggupkah Aeril bertahan menjadi ibu susu dari pria dingin dan kejam, apa lagi majikannya adalah sepupu dari mantan suami, dan itu membuat kenangan pahit hadir kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nafisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Membandingkan

"Mas ... kamu tuh sebenarnya liatin apa sih dari tadi sampai nggak merhatiin aku yang kepanasan kena matahari," rajuk Mia karena terkena sinar matahari.

"Iyya maaf sayang tadi aku ngeliat seseorang, kirain teman lama ternyata bukan," ucap Vano berbohong karena jika jujur hanya akan menambah masalah baru.

"Ya udah ayuk masuk mobil aku capek dari tadi berdiri."

"Iyya sayang." Vano menggandeng istrinya menuju mobil.

Setelah meletakkan belanjaan sang istri yang sangat banyak Vano kini mengantar istrinya yang sedang hamil untuk pulang ke rumah.

Setelah hampir empat puluh lima menit Vano dan Mia sampai di sebuah rumah mewah yang di hadiahkan oleh Ayah mertua Vano yang memang sangat kaya raya, sesuai dengan keinginan Ibunya.

"Mas bawain barang-barang aku ke kamar ya," perintah Mia.

"Iyya sayang," jawab Vano lalu segera mengambil barang-barang istrinya di bagasi mobil lalu menyusul istrinya ke kamar.

Vano begitu kuwalahan membawa barang belanjaan Mia, entah apa saja yang ia beli padahal baju-baju baru masih banyak yang belum ia pakai tapi selalu kalap mata jika melihat barang baru. Vano hanya bisa memaklumi tingkah istrinya yang menurut Vano sangat boros.

"Tolong susunin di lemari ya mas, aku capek banget terus pegel banget betisnya," titah Mia seraya memijit betisnya.

"Iyya." Vano hanya mengangguk samar mendengar permintaan istri yang baru beberapa bulan ini di nikahinya.

Vano mengeluarkan satu per satu belanjaan Mia dari paper bag lalu menyusunnya di lemari milik mereka. Setelah kurang lebih satu jam akhirnya pekerjaan Vano selesai dan berniat akan segera merebahkan tubuhnya di atas kasur bersama Mia.

"Mas ... pijitin betisnya, pegel banget," rengek Mia yang membuat Vano seketika membuang nafas kasar. Baru saja akan ikut beristirahat tapi ada saja keinginan Mia yang selalu ingin di penuhi dan itu membuat Vano sedikit kesal.

Seharusnya dia lah yang di layani bak Raja oleh Mia karena Vano adalah suaminya tapi di sini Vano lah yang selalu melayani dan memenuhi semua permintaan-permintaan Mia.

Tanpa banyak protes Vano segera memijat kaki istrinya dengan sedikit keras dan itu membuat Mia berjengit seketika.

"Mas .... Mas nggak ikhlas ya mijitnya, sakit ..." Mia mulai merajuk dan itu membuat Vano mendesah kesal.

"Mas nggak sayang sama aku ya, aku ini lagi hamil anak kamu Mas jadi wajar kalau aku gampang capek, kamu nggak ngerasain jadi aku sih." Mia membelakangi Vano dan memulai drama seperti biasanya, menangis.

Kalau sudah seperti ini urusannya akan menjadi berhari-hari, bisa sampai satu minggu Mia akan mendiamkan Vano dan tak bisa di pungkiri Vano akan mengingat Aeril di saat-saat seperti ini. Aeril yan mandiri, Aeril yang selalu mengalah, Aeril yang selalu memperlakukan Vano seperti raja, Aeril yang baik hati, Aeril, Aeril Aeril dan Aeril, tanpa sadar Vano terus menyebut Aeril dalam hatinya.

Teringat kejadian beberapa jam lalu ketika Vano tak sengaja melihat Aeril di parkiran bersama seorang bayi.

Apa itu anakku dan Aeril? Ah Aeril maafkan aku, aku sepertinya menyesal telah meninggalkanmu, sungguh.

Vano mengusap wajahnya frustasi, keputusannya meninggalkan Aeril demi membahagiakan Ibunya malah berujung dia yang tidak bahagia, tapi Vano mencoba menerima takdirnya meski sulit. Saat ini Mia tengah mengandung anaknya dan Vano tak mau mengulangi kesalahan yang sama kepada Mia, walau bagaimana pun Mia kini adalah istrinya yang wajib ia bahagiakan.

Vano mencoba membujuk Mia dengan memeluknya dari belakang saat Mia tidur membelakanginya demi keutuhan keluarganya meski Vano harus menekan egonya sebagai lelaki. Vano terus memeluk Mia dengan erat berharap Mia akan berhenti marah dan kembali ceria seperti biasanya tapi Mia tak bergerak sedikitpun dari posisinya.

Paginya Vano bangun seperti biasa karena akan berangkat ke kantor, setelah rapi Vano turun untuk sarapan bersama istrinya.

Di meja makan Mia tengah asyik mengunyah sarapannya tanpa memperdulikan Vano yang juga duduk di sebelahnya. Mia tetap serius menyuap nasinya sembari bermain ponsel dan itu membuat Vano lagi-lagi hanya bisa mendesah kecewa.

Seumuh hidup, Vano bahkan tak pernah di abaikan oleh wanita, bahkan Aeril mengemis tak ingin di tinggalkan oleh Vano, tapi di sini Vano benar-benar seolah tak di anggap.

"Maaf buat kejadian semalam," ucap Vano tulus agar Mia berhenti merajuk tapi Mia bahkan tak merespon suara dari Vano dan terus saja sibuk dengan ponselnya.

Karena kesal di abaikan Vano menyudahi makannya padahal baru saja dua sendok yang masuk ke dalam mulutnya, perutnya sudah tak lagi lapar karena ia terus di acuhkan oleh istrinya.

Dengan perasaan kesal Vano memacu mobilnya dengan kencang mengingat bagaimana sikap Mia yang sangat kekanak-kanakan dan manja.

Pada saat lampu merah mata Vano tertuju pada seorang wanita dan bayi yang ada di dalam gendongannya, dan lagi-lagi fikiran Vano tertuju pada Aeril, mengapa akhir-akhir ini Vano begitu sering memikirkan Aeril?

Malamnya Vano pulang dan tak lupa membeli seikat bunga mawar untuk Mia berharap dia akan luluh dengan bunga yang Vano berikan.

Setelah memarkirkan mobilnya di garasi Vano segera masuk ke dalam rumah dan mencari sang istri untuk memberinya kejutan.

Saat masuk ke dalam kamar Vano menyembunyikan bunga di belakang tubuhnya dan kebetulan sang istri sedang berada di depan cermin riasnya, rutinitas Mia setiap malam sebelum tidur untuk merawat kulit dan wajahnya.

Tanpa banyak bicara Vano memberikan bunga mawar yang telah di tata sangat cantik itu kepada Mia.

"Maaf sayang ... aku mohon, ya." Vano berlutut di depan istrinya sembari memasang wajah penuh penyesalan, sesuatu yang tak pernah ia lakukan kepada Aeril dulu tapi sekarang Vano di tuntut harus selalu bersikap manis dan mengalah oleh keadaan. Benar kata orang bahwa kamu harus mengorbankan hal besar untuk sesuatu yang besar.

Mia mendesah kesal tapi ia juga tak bisa terus-terusan mengabaikan Vano karena sesungguhnya ia sangat mencintai Vano sejak pertama mereka di pertemukan.

"Baiklah, tapi jangan bersikap seperti itu lagi," ucap Mia manja.

Vano perlahan berdiri dan memeluk istrinya yang kini tengah hamil anaknya. Vano mengecup keningnya lalu mengecup perut istrinya yang mulai terlihat membesar.

"Iyya tuan putri, aku berjanji akan melakukan apa saja yang tuan putri inginkan." Vano mengankat telunjuk dan jari tengahnya yang artinya dia berkata sungguh-sungguh.

"Aku lapar, dari siang belum makan." Mia mengelus perutnya.

"Baiklah tuan putri, aku akan segera mengambil makanan, tunggulah di sini." Vano segera turun ke dapur untuk mengambil makanan untuk istrinya.

"Nah sayang ini makanan untukmu dan calon bayi kita." Vano menyerahkan piring yang berisi nasi juga beberapa lauknya.

"Ihh sayang kok makanan kayak gini?

Kamu mau bikin aku gendut malam-malam di kasih nasi." Mia kembali merajuk.

Ya Tuhan ... berikan hamba kesabaran.

Vano ingin sekali emosi tapi ia segera meredamnya mengingat ia baru saja berbaikan dengan istrinya.

"Loh ini kan baik buat bayi kita sayang, biar dia sehat di dalam sana," bujuk Vano.

"Aku nggak mau, aku maunya makan buah aja titik."

"Baiklah tunggu di sini." Vano mengambil kembali nasi yang tadi ia bawa lalu kembali ke dapur untuk mencari makanan yang istrinya mau.

Dengan hati kesal Vano mengambil buah-buahan dan menaruhnya di dalam piring. Mia bahkan tak bisa menghargai usaha keras Vano untuknya, Vano bahkan belum sempat untuk mandi tapi terus saja di suruh ini itu.

Aeril tak akan mungkin memperlakukanku seperti ini, ah Aeril kenapa aku jadi selalu membandingkanmu dengan Mia.

1
Raisya Almira
Abi lama-lama mulutnya kayak si Sari,pedes amat ngomongnya...Pergi aja Aeril biar tau rasa tuh c Abi..😒
Raisya Almira
pasang CCTV Boss,jangan ngomel yg akan berakhir dengan penyesalan nantinya...tuh si Sari makin lama makin seenaknya saja...😡
Raisya Almira
Abi kurang tegas orang nya 😒
Caca 🌻
udah tamat aja kak
Caca 🌻
Luar biasa
amelianhaliza
emang dirumah orang kaya gk punya cctv ya.. apa kayanya kaya boongan
amelianhaliza
ya allah othor selera humornya yee, apel groak😂😂
amelianhaliza
seruuuu sukaaa, untung muncul ini novel di beranda
ωα⏤͟͟͞R∂αн🦐
padahal q selalu menunggu upnya
arthiagucia: mampir yu ke novel ku,"aku masih mencintaimu by arthiagucia"❤️
total 1 replies
ωα⏤͟͟͞R∂αн🦐
blm up lagi
.NURALIfA SURDA
kok belum lanjuuuuuut lagi sudah lamani
arthiagucia: kk mampir yuk ke novel ku "Aku masih mencintaimu by arthiagucia"
❤️
total 1 replies
🍓🍓🍓
rasakno🤣
🍓🍓🍓
abi modus🤣
🍓🍓🍓
babu setres bayi di kasih obat tidur🤣
🍓🍓🍓
udah riel kmu kan di situ kerja ketika sudah gk dipercaya gak di hargai pergi aja daripada tekanan batin masih bnyk majikan yg gak buta mata hati percaya dech krn aq juga pernah jd babu krj 2 org gini yg slalu di fitnah di negara org pula😆
🍓🍓🍓
hhhhh sari kerja opo yo kan naira wis di urus airen pa jd babu berlagak boz gitu🤣
🍓🍓🍓
hhhhhh naira hajar terus bapakmu😆
🍓🍓🍓
mertua dan suami kek gini halal di racun gak sih😆
Malika
lope lope juga untukmu thorr..
arthiagucia: salam kenal, saya pendatang baru mampir yuk ke novel ku " Aku masih mencintaimu by arthiagucia 🌹🌹
total 1 replies
𝓭𝓪𝓪𝓱𝓱𝓱
blm up ya
arthiagucia: hi salam kenal, saya pendatang baru.
mampir yuk ke novel ku "aku masih mencintaimu by arthiagucia ❤️
makasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!