Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan.
Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.
Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut.
Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.
Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31: Sniper Panah Angin di Tebing Gantung
"Sniper Panah Angin!" Meilin menyipitkan matanya, sepasang mata elangnya langsung mengunci ke arah puncak tebing seberang yang berjarak sekitar dua ratus meter.
Di sana, di balik kabut salju yang tebal, siluet lima pria mengenakan pakaian kamuflase putih salju berdiri tegak sambil memegang busur raksasa. Mereka adalah unit penembak jitu elit Kerajaan Bei yang dilatih langsung oleh Davin menggunakan doktrin tactical sniping modern yang dikombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh kuno.
Syuuut! Syuut! Syuut!
Tiga anak panah angin berikutnya melesat dalam formasi segitiga taktis, mengunci seluruh rute pelarian unit komando Meilin di atas tebing gantung yang licin. Salah satu pemuda didikan Meilin terlambat merunduk; bahu perisut kakinya terkena efek goresan angin, membuatnya terlempar ke tepi jurang es.
"Gao Zan, amankan barisan belakang! Jangan biarkan mereka mengambil posisi menembak beruntun!" perintah Meilin penuh otoritas mutlak.
Meilin tidak mundur. Kebengisan dan gairah bertempur seorang agen elit meledak sepenuhnya dari dalam dirinya. Ia melempar jubah bulu dombanya yang tebal untuk mengalihkan pandangan musuh, lalu melesat maju menembus badai salju dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Ia melompat dari satu serpihan es gantung ke serpihan es lainnya, meminimalkan area tubuhnya yang terekspos menggunakan teknik gerak zigzag modern.
Dari puncak tebing seberang, pemimpin sniper musuh terkejut melihat sasaran peraknya bergerak secepat hantu malam. Ia buru-buru menarik tali busurnya kembali, menyalurkan seluruh Qi internalnya ke ujung mata anak panah untuk melakukan tembakan eksekusi mati.
Namun, Meilin tidak berniat membiarkan musuh menembak lagi. Sambil melompat di udara, tangan kanannya meraba saku taktis pinggangnya, mengeluarkan sebuah ketapel besi modifikasi pegas tingkat tinggi yang ia simpan sebagai senjata jarak jauh cadangan. Menggunakan bola-bola baja kecil yang telah direndam dalam cairan Racun Pemutus Nadi buatan tokomu, Meilin membidik dengan akurasi forensik.
Wuuush!
Bola baja tersebut melesat membelah badai salju, bergerak lebih cepat daripada anak panah angin musuh.
Plak!
Bola baja itu menghantam tepat di tengah dahi sang pemimpin sniper dengan kekuatan penetrasi yang luar biasa besar. Efek racun kelumpuhan saraf instan langsung menyebar ke otak pria itu, membuat matanya membelalak kaku sebelum tubuhnya ambruk, jatuh tergelincir ke dalam jurang es sedalam ratusan meter di bawahnya.
Empat sniper yang tersisa langsung panik melihat pemimpin mereka dilenyapkan dalam satu kedipan mata dari jarak jauh. Kehilangan koordinasi taktis membuat formasi tembakan mereka berantakan.
Tepat pada momen krusial itu, sebuah raungan naga yang dahsyat mendadak bergemuruh dari arah koridor bawah.
BUM!
Sesosok tubuh tinggi besar berjubah naga hitam emas melesat naik dari dasar lembah es dengan pengerahan Qi internal tingkat puncak yang luar biasa masif. Kaisar Long Feng telah tiba. Amarah cemburu dan rasa protektifnya yang membara karena melihat wanitanya diserang dari kejauhan membuat pedang pusaka kekaisarannya memancarkan pendaran cahaya emas yang menyilaukan mata menembus badai salju.
"Bajingan Kerajaan Bei! Rasakan ini!" teriak Long Feng penuh otoritas mutlak seorang dewa perang.
Dengan satu ayunan pedang vertikal yang luar biasa besar, Long Feng melepaskan tebasan gelombang energi Qi emas murni yang membelah seluruh lapisan salju puncak tebing seberang. Ledakan kekuatan dalam tersebut menghancurkan posisi pertahanan empat sniper tersisa hingga mereka terlempar ke udara dan tewas seketika akibat organ dalam yang hancur berantakan sebelum jasad mereka menyentuh tanah.
Long Feng mendarat di samping Meilin dengan napas yang sedikit memburu. Tanpa memedulikan jajaran mayat pengintai musuh, lengan kekarnya langsung bergerak secepat kilat menyergap pinggang ramping Meilin, menarik tubuh sutra perak wanita itu masuk ke dalam dekapan jantannya yang sangat erat dan posesif.
"Lin Meilin! Kau benar-benar ingin membuatku gila?!" suara bariton Long Feng terdengar serak, dipenuhi oleh kelegaan yang amat sangat sekaligus kemarahan posesif yang meluap-luap. Tangannya yang besar mencengkeram tengkuk leher Meilin, memaksa wajah cantik istrinya mendongak menatap lurus ke dalam manik mata hitam pekatnya yang berkilat tajam. "Aku melihat anak panah angin itu hampir menyentuh tubuhmu dari bawah tadi! Jika ada satu saja peluru mekanis atau panah terkutuk milik Davin yang melukaimu, aku akan meratakan seluruh kota ibu kota Kerajaan Bei menjadi lautan darah malam ini juga!"
Meilin menatap ke dalam sepasang mata elang suaminya yang dipenuhi oleh api cinta dan hasrat kepemilikan yang mutlak tanpa batas. Detak jantungnya di dalam dada kembali berpacu cepat, sepenuhnya terbiasa oleh jeratan emosional intens yang diberikan oleh penguasa tertinggi daratan kuno ini. Sebuah senyuman licik namun luar biasa memikat perlahan terukir di bibir cantiknya.
"Tenanglah, Long Feng. Jalur tebing gantung ini sudah bersih dari ranjau dan penembak jitu," bisik Meilin sambil menaruh telapak tangannya di atas pelindung dada bidang suaminya yang panas. "Pasukanmu kini bisa melewati Pegunungan Cangshan tanpa hambatan lagi. Pertunjukan pembuka milik Davin... telah resmi kita hancurkan."
Long Feng menatap wajah menawan rubah kecilnya di bawah siraman salju malam, gairah kepemilikannya kian mengunci takdir mereka berdua di perbatasan utara ini. Ia mempererat dekapannya, membungkuk untuk menuntut sisa pajak keselamatannya dengan kecupan hangat yang membakar di tengah dinginnya malam kutub.
Keberhasilan melumpuhkan unit penembak jitu di Pegunungan Cangshan membuka jalan bagi tiga puluh ribu kavaleri elit Pasukan Serigala Hitam. Mereka bergerak bagai air bah senyap, menembus perbatasan utara dan resmi menginjakkan kaki di dataran es Kerajaan Bei. Salju di wilayah ini jauh lebih pekat, membekukan padang rumput menjadi hamparan kristal putih yang tak berujung.
Satu minggu kemudian, di bawah penyamaran total, Lin Meilin dan Kaisar Long Feng berhasil menyusup ke Lembah Tengkorak Putih, lokasi di mana Makam Terlarang Kekaisaran Kerajaan Bei berada. Tempat itu merupakan kompleks makam bawah tanah kuno yang dipahat langsung di kedalaman gunung es.
"Bos," Paman Chen yang sudah menunggu di pos bayangan luar melangkah maju, tubuh paruh bayanya dibalut jubah bulu serigala lokal. "Unit perintis kita dari Toko Obat Seribu Penawar telah melumpuhkan penjaga luar. Namun, kami menemui jalan buntu di gerbang utama makam. Pintu batu seberat sepuluh ton itu tidak memiliki slot kunci tradisional atau mekanisme roda gigi kuno."
Meilin, yang malam itu mengenakan jubah tempur hitam ketat bersanding dengan jubah bulu hitam milik Long Feng, berjalan mendekati gerbang batu raksasa tersebut. Senter minyak buatan tokonya diarahkan ke tengah pintu.
Begitu cahaya menerangi permukaan batu, sepasang mata elang Meilin menyipit tajam. Guratan takjub sekaligus kebengisan melintas di wajah cantiknya.
Di tengah gerbang batu yang dingin itu, tertanam sebuah pelat baja modern yang sangat kontras dengan arsitektur kuno di sekelilingnya.
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
semangat ya
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪