Anak Konglomerat ternama,Dia dicelakai oleh temannya sendiri yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya. Namun berkat kalung giok naga pemberian Nenek, Jiang Are melintasi ruang waktu.
Begitu bangun, Jiang Are menyadari bahwa dirinya masih hidup! dan mendapatkan System yang akan membantunya menggapai puncak keabadaian didunia kultivasi dengan menyelesaikan Quest, agar dapat kembali ke bumi lagi.
Akankah Jiang Are mampu membalas dendam kepada orang yang telah mencelakainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19 - Takterduga
Bagian 19 - Menarik!
Are mendengarkan pembicaraan mereka
"Apakah kalian tahu?, tentang batu jiwa yang berumur 10.000 Tahun itu!." Ucap Npc X
"Ah, tentang itu? aku pernah mendengarnya. kabarnya sangat berbahaya pernah ada suatu pasukan yang mau mengambilnya namun mereka banyak yang tewas hanya pimpinan mereka yang selamat!. Namun aku lupa di tingkat apa pimpinannya" Ucap Npc J
"pimpinannya berada di tingkat prajurit elite, dan pasukan yang mereka bawa kebanyakan di tingkat senior perak." -, Npc D
"apakah kalian tahu siapa yang menyerang mereka?." Ucap Npc X
"untuk detail penyerang yang menjaga batu jiwa itu. aku belum mengetahuinya lebih detailnya seperti apa" Ucap Npc D
"Sempat aku bertanya pada pimpinannya, namun dia tidak mau buka mulut. mungkin karena depresi, sampai ketika aku melihat kaisar turun tangan juga tidak mau mengatakan secara detail. Namun dia hanya berpesan. Ehem..
'Sosok yang melindungi batu jiwa itu ada 2 Orang, memiliki mata merah, memakai Armor, dan memiliki tekanan jiwa Tidak wajar, setingkat Alam kekosongan. kami tidak ada kesempatan untuk menyerang. jika kesana setidaknya harus mencapai jiwa di alam kekosongan'
melihat pimpinan berkata itu, aku tidak berniat untuk kesana. jika kesana malah seperti menyerahkan diri bukan?" Ucap Npc J
--- Tuan pesanan makanan siap ---
"Ah, baik" Ucap Are
Pelayan menata makanan dan minuman, Are kembali mendengarkan
"Sudahlah Ayo, kita pergi sekarang." Ucap Npc X
Ah sudah selesai yah, informasi yang dapat membantuku. untungnya aku tidak tergesa gesa kesana terlebih dahulu
"apakah ada tambahan yang lain Tuan?" Ucap Pelayan
Are hanya menggerakan tangan (tidak).
jika aku kesana dahulu tanpa banyak pikir bisa saja terbunuh dengan mudah. Aku akan mencoba kesana ketika menginjak kekosongan nanti. karena makanan sudah siap lebih baik mencobanya dahulu
-- Makan --
Rasanya sangat biasa saja tetapi harganya semahal ini, Ah ya sudahlah yang penting terisi perutku.
-- Setelah Makan --
Are meletakan uang di atas piring. lalu bergegas pergi membeli pakaian, saat berjalan menuju ke toko pakaian melewati tempat sempit, Are melihat seorang laki laki di bawah umur sedang yang dibully oleh orang.
Bagian 19.1 - Penindasan
"Sampah tidak berguna sepertimu, yang hanya memiliki tungku tak berguna ingin menguasai dunia?. bermimpilah saja dasar bodoh!" Ucap Npc G //Menendang dan memukul
"Haha orang cacat sepertimu lebih baik kamu tidak terlahir, hidupmu akan terus kami siksa" Ucap Npc S //Memukul perut tengah
Korban bully mencoba berdiri dan melawan
"walaupun aku tidak berguna! namun impianku bukan suatu hal yang bisa kamu tertawakan!!" Ucap Korban Bully. //Memukul kepala Npc G
"Tceh berani sekali kamu memukulku terima ini." Ucap Npc G //Memukul Kepala
Korban bully menahan tangis dan sakit menerima pukulan cukup berat, mencoba untuk berdiri.
"pukulan mu ini tidak ada apa apanya, ayo pukul lagi aku" Ucap Korban Bully. //Berdiri Tersenyum
"Sialan, mati saja kau" Ucap Npc S. //memukul bagian perut
Korban bully terjatuh dan tidak dapat berdiri lagi, Npc G mendekati lalu menarik rambut kepala dan membisikan "Jika kau tidak macam macam dengan kami dan tidak berusaha tampil keren setiap hari, mungkin aku tidak akan menyiksamu!!"
"Mari kawan kita pergi" Ucap Npc S
Npc G meludahi korban bully lalu pergi
Eheg eheg hwa //menangis kencang dan Memukul jalan
"mengapa aku seperti ini, mengapa!! aku terlahir dengan tubuh cacat dan tungku tidak berguna ini, aku dibuang, aku ditindas, padahal aku hanya ingin membantu seseorang, apakah aku salah!!. aku juga ingin menggapai mimpi itu apakah masalah!!. dunia ini memang kejam." Ucap Korban Bully //Menangis Menyalahkan Keadaan
Are masih melihat ke arah korban bully itu dari kejauhan, bila semisal aku tidak memiliki system didunia ini. mungkin aku akan sama seperti orang itu
"Tuan Are, orang itu memiliki potensi luar biasa. akan tetapi tidak ada orang yang dapat mengaktifkannya. Jika tuan dapat membantunya mungkin saja dia akan berguna di kemudian hari" - System
namun aku tidak tahu cara untuk meningkatkan kultivasi miliknya, apakah aku layak untuk dapat mengajarinya?
"Tuan dapat percaya dengan kemampuan tuan dan bantuan System, untuk lebih jelas meningkatkan setiap kekuatan dapat melihat panduan pada buku Cultivator" - System
bagaimana kalau aku tidak mau?, aku tidak tertarik untuk membantunya,-
"Kalau begitu tidak ada pilihan lain lagi" - System
pergi saja dah, karena korban bully sudah pingsan serta aku dapat melihat bagaimana kerasnya dunia. Saat hendak mau pergi…
Bagian 19.2 - Menolong
Peringatan ada misi wajib yang harus dilakukan!!
"Tuan harus mengadopsi, Anak yang memiliki tungku jiwa. Tuan diharuskan Memperlakukan dengan baik dan tidak boleh menindasnya!!, hadiah yang akan didapatkan : 2000 point tukar" - System
System ini namanya memaksa tahu, aku tidak mau!!. bagaimana jika aku membiarkan saja
"Apabila menolak maka Ranah Jiwa, point tukar, point skill, semua basis kultivasi milik Tuan akan dihapuskan dengan paksa." - System
Sialan kau system!! huhhh
Menghela napas, hah tidak ada pilihan lain. Are berjalan menghampiri korban bully yang sedang tertidur itu. bawa saja ke rumah ketika sudah sampai baru aku obati.
-- Sesampainya di rumah ---
Tch luka yang cukup berat, ambil air dan kain untuk membersihkan badan. Are membersihkan luka luka, Sudah bersih juga. Are memeriksa denyut nadi untuk mengetahui kondisinya.
Ach, kondisinya benar benar parah Meridiannya pun tidak terdeteksi. malang sekali hidupmu nak, akan aku bantu ringankan beban hidupmu
System belikan 1 buah pil tingkat 4 pembangkit dantian. mengeluarkan jarum akupuntur dan pil pembangkit dantian, segera Are melakukan teknik pembangkitan dantian sesuai yang pernah kulakukan. namun sayangnya aku harus memandu menerapkan auranya ke tempat yang sesuai, setelah memakan waktu cukup lama. Ah akhirnya selesai!.
Aku hanya membuka 7 Meridian saja untuk saat ini, karena aku tidak mau bila aku membantu membuka 9 Meridian bisa saja ada orang sekitar berkumpul kemari dan bisa saja anak ini bertindak sombong. Apabila anak ini bertindak tidak sesuai ajaran ku nanti, jangan salahkan aku system bila membunuhnya!!
"System tidak akan memihak, karena jika Anak ini melanggar aturan yang tuan berikan. maka system tidak akan melarang Tuan untuk menghukumnya" - System
Anak ini akan membaik dengan sendiri, lebih baik aku berkultivasi memahami buku itu, supaya aku tidak salah dalam melatihnya.
Are menenangkan diri kursi dekat anak itu
--- 1± Jam kemudian ---
Ah… di mana aku?, apakah aku sudah mati?. Melihat sisi kanan kiri
"sebenarnya ada di mana aku ini, dan siapa orang itu?. dan mengapa badanku bersih tidak ada luka!." Ucap Korban Bully
Jangan jangan orang ini yang telah membantuku, tidak tidak!! didunia ini semua hanyalah orang jahat tidak mungkin orang ini membantuku tanpa adanya niat. mungkin saja aku akan dibunuh setelah menggapai sesuatu, atau bisa saja aku dibuat tumbal. celaka aku harus pergi pelan pelan dari sini
Are merasakan anak itu telah tersadarkan diri, eh mau ke mana dia?, biarkan saja mau apa dia lebih baik aku pura pura tidak melihatnya.
Aku harus berhati hati jangan sampai membangunkan orang itu, maafkan dan terima kasih!!, Ucap Korban Bully
disaat berhasil keluar dari kamar rumah, dia melihat Rune yang terpasang
"ah apakah ini aura banyak sekali!! mengapa tidak ada habisnya seakan daerah ini adalah yang paling bagus untuk berkultivasi." Ucap Korban Bully //Terkejut
"tetapi sayangnya aku tidak dapat berkultivasi bukan? dengan keadaanku yang cacat ini" Ucap Korban Bully //Melihat ke tangan, wajah penyesalan
Are menghampiri bocah itu yang terkagum dan menyalahkan diri.. "Kata siapa kamu tidak bisa berkultivasi bocah!, bodoh"
karena alur bagus ya lanjut ajalah😌
Contohnya :
"Aku sangat bosan hari ini" Ucap Are sembari menyandarkan kepalanya pada meja.
Kalo versi pikiran tuh pake : "Batin,Pikir"
Contohnya :
'Aku sangat bosan' Pikir Are setelah pulang ke rumah.