Terlahir di dataran es membuat Hao Chen harus menjalani pelatihan ekstra dari sekte kecil tempatnya tinggal.
Namun tidak di sangka, Hao Chen yang polos dan baik hati ternyata dulunya adalah dewa kematian yang begitu di takuti oleh dewa lain hanya dengan mendengar namanya.
Huhuhuhu.... 😭 Sangking bersalahnya author pengen ngubah judulnya jadi perjalanan penembusan dosa author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mager nulis nama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19.PENCARIAN SELESAI
Pencarian dilakukan sampai berjam-jam, sudah banyak tanaman obat yang Hao Chen temukan namun tidak ada satupun yang mampu menarik minat Hao Chen.
'Membosankan sekali, tanaman di sini tidak ada yang berguna. Dulu waktu masih berada di kerajaan, aku tidak perlu susah-susah mencari karena tinggal menyuruh pelayan saja, tidak kusangka mencari tanaman obat bisa sesulit ini, aku merasa sedikit bersalah dengan semua pelayan ku dulu.'Gumam Hao Chen, kemudian menatap langit.'Bagaimana kabar mereka semua, ya ?'
Tiba-tiba Ling An sedikit berteriak kecil, lalu menunjuk ke depan dan menyuruh Hao Chen untuk melihatnya.
Hao Chen melihat sesuatu yang di tunjuk Ling An, di sana terdapat banyak kawanan kelinci.
"Aku mau satu !"
Ling An berlari ke depan, kemudian melompat dan berhasil mengambil satu kelinci gemuk. Tiba-tiba kelinci lain berlari memasuki hutan, Hao Chen yang sadar ada sesuatu yang janggal segera memasang sikap waspada.
Tiba-tiba seekor macan salju melompat dan berdiri tepat di hadapan Ling An. Macan itu meraung, kemudian hendak mencakar Ling An, namun serangannya di gagalkan oleh Hao Chen yang kini terlihat berdiri di depan Ling An, menangkis beberapa serangan macan di hadapannya menggunakan sebilah pedang.
"Kucing nakal, aku akan membuat mu menjadi jubah bulu yang bagus,"
Hao Chen menggunakan tenaga dalamnya, ia menancapkan pedang di tangan sampai menembus tanah, memunculkan sepuluh kristal tajam dari dalam salju yang menghujam tubuh macan di hadapannya.
Hewan buas itu meraung ke sakitan dengan luka dimana-mana, Hao Chen segera mengakhirinya dengan menghujam jantung macan itu, menggunakan sebuah kristal tajam yang dikendalikan dari jarak lumayan jauh.
Hao Chen tersenyum puas dengan hewan satu ini. Bulunya yang tebal dan berwarna putih cocok dibuat menjadi mantel, dagingnya juga enak dan kaya akan tenaga dalam, sehingga kita bisa berkultivasi hanya dengan memakan dagingnya.
"Saya sekali, macam ini masih berumur muda. Jika ada yang lebih tua pasti mereka sangat langkah,"
"Maaf adik, aku selalu membuat mu repot,"Ujar Ling An nampak menyesali perbuatannya.
Hao Chen tersenyum,"Bukan salah mu kak. Sejak awal aku merasa ada sesuatu mengintai sekelompok kelinci tadi, kau tidak perlu merasa bersalah,"Hao Chen menatap seekor kelinci gemuk yang berada di gendongan Ling An, kelinci itu nampak damai sambil dielus-elus oleh tangan lembut Ling An.
"Ku dengar daging kelinci juga enak jika di panggang,"
Seketika mata kelinci itu terbuka lebar, dia menatap Hao Chen dengan tubuh menggigil ketakutan. Jelas dia sedang cari mati karena berani bermanja dengan Ling'An.
Hao Chen berjalan menghampiri Ling An, kemudian menatap kelinci di gendongan gadis itu dengan jarak yang sangat dekat.
"Paha mu sangat gemuk, kurasa lebih baik di tumis saja dengan tambahan beberapa jamur dan gelatin b4bi, kau pasti akan menjadi hidangan lezat."Air liur Hao Chen menetes, semakin membuat kelinci itu takut melihatnya.
Ling An nampak risih,"Jangan ganggu dia adik, sekarang dia peliharaan ku. Namanya Bai'Bai,"
Hao Chen berdiri lurus, menatap Ling An dengan perasaan tidak percaya."Kau yakin ingin memelihara hewan gemuk tidak berguna ini ? Bagaimana jika ku carikan seekor naga untuk melindungi mu ??"
Ling An nampak tidak tertarik dan lebih fokus dengan kelinci di gendongannya, membuat Hao Chen semakin kesal dengan kelinci itu, karena dia Ling An kini mengabaikannya.
"Seterah kau saja, aku akan pergi mencari tanaman kumis kucing. Malam nanti kakek akan bakar-bakar, jadi sekalian berburu saja."
Hao Chen berjalan pelan meninggalkan Ling An. Tiba-tiba senyuman terukir di wajah Ling An, karena samar-samar melihat sikap lucu Hao Chen ketika cemburu dengan seekor kelinci, mungkin anak itu malu untuk mengakuinya.
"Tunggu aku adik,"Ling An berlari kecil untuk mengejar ketertinggalannya dengan Hao Chen.
******
Di kediaman Ling Shi, nampak dia dan Wang Fei sedang berjalan bersama di sebuah taman. Mereka membicarakan banyak hal terutama tentang keburukan Hao Chen.
"Waktu kecil, Hao Chen adalah anak yang aktif. Dia suka berlari sambil terl4njang, sampai membuat ku pusing mengurusnya. Tapi dia adalah anak yang baik, bahkan untuk menyakiti semut saja dia bertanya kepada ku apakah boleh membunuhnya atau tidak,"
Wang Fei tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa, kesempatan untuk mengetahui semua rahasia Hao Chen jelas dia gunakan dengan baik.
"Ternyata Hao Chen sangat polos, lalu bagaimana bisa Hao Chen memiliki marga berbeda dengan bibi ?"
"Itu karena saat menemukan Hao Chen, terdapat sebuah kalu bertuliskan nama Hao Chen, kupikir itu adalah nama yang diberikan oleh orang tua yang membuangnya,"
Langkah Wang Fei seketika terhenti, Ling Shi yang melihat bertanya apakah dia tidak apa-apa, namun Wang Fei tidak menjawab karena termenung sebab baru tau kalau Hao Chen bukan anak kandung Ling Shi.
'Pantas saja Hao Chen tidak mirip dengan keluarganya. Tidak ! Yang lebih penting, misi ku untuk mendekati Hao Chen bisa-bisa gagal karena Ling An bisa saja menjalani hubungan dengannya,'Batin Wang Fei.
"Ada apa nak ? Apakah ada sesuatu yang mengganggu mu ??"Ling Shi nampak khawatir.
Wang Fei segera menggeleng,"Tidak bibi, aku baik-baik saja. Bagaimana jika kita kembali jalan-jalan ?"
Ling Shi tersenyum,"Baik, ayo kalau begitu,"Kemudian kembali berjalan.
'Ini tidak boleh dibiarkan, kata kakek aku harus sedekat mungkin dengan Hao Chen, minimal bisa menarik perhatiannya. Karena ambisi kakek yang besar untuk menjadikan Hao Chen salah satu dari kami, ak-aku harus mengikat tali hubungan dengan Hao Chen, tapi.. Bagaimana caranya ?? Anak itu nyaris tidak menyukai gadis manapun'
*******
Di sisi lain, Hao Chen dan Ling An telah memasuki bagian terdalam hutan sekte. Hawa menjadi semakin aneh, dengan banyaknya suara binatang buas di sekitar mereka.
Sebelumnya, Hao Chen sudah lebih dulu menyimpan tubuh macan salju di sebuah dahan pohon. Dengan benggunakan metode itu, dapat di pastikan hewan buruan Hao Chen terlindungi dari hewan buas lain.
Kini Hao Chen berjalan berdampingan dengan Ling An. Tak jarang Hao Chen melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan keadaan.
"Tempat ini sangat sunyi, kita harus waspada."
Ling An tersenyum kepada Hao Chen di samping,"Adik, lihatlah, Bai'Bai tertidur sangat pulas, membuatnya nampak sangat lucu. Bagaimana menurutmu adik ?"
Hao Chen nampak acuh,"Di mata ku, kelinci itu tetap makanan, kakak tidak bisa mengubah pandangan ku dengan cara apapun,"
Ling An hanya tertawa kecil, kemudian di depan, mereka melihat sebuah bukit bersalju tipis. Di bagian puncak bukit terdapat sebuah pohon hijau yang sangat indah, membuat Ling An menjadi sangat senang dan berlari menaiki bukit itu. Sedangkan Hao Chen hanya tersenyum kecil melihat nya sambil berjalan menyusul.
Di atas terdapat banyak bunga dandelion salju, mereka nampak bermekaran dan terbang tertiup angin. Ling An melompat dan berlari kegirangan, bermain bersama Bai'Bai yang sudah jinak dan penurut. Hao Chen yang baru sampai di atas bukit segera memeriksa setiap tempat di atas bukit itu guna mencari tanaman kumis kucing. Hao Chen tersenyum lebar ketika menemukan tanaman yang di cari-cari tumbuh di balik pohon.
"Akhirnya, tanaman kumis kucing.."
Hao Chen tersenyum puas melihat tanaman itu memiliki 5 kumis,"Tuan Bai pasti senang, karena tanaman ini memiliki umur jauh lebih tua, pasti khasiatnya tidak main-main."
Hao Chen mencabut tanaman itu dengan akar-akarnya. Hao Chen melakukan nya dengan perlahan agar tidak merusak tanaman langkah itu.
Ketika tanaman itu berhasil di dapatkan. Hao Chen merasa senang dan puas, ternyata begini rasanya berusaha dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
"Rasanya cukup melelahkan, namun lumayan asik. Ternyata begini rasanya berusaha mendapatkan sesuatu, tidak buruk juga."Gumam Hao Chen.
*Plok
Sebuah bola salju tepat menempel di wajah Hao Chen. Sedangkan Ling An yang melakukannya tertawa terbahak-bahak.
"Adik, apakah kau sudah mendapatkan tanamannya ? Jika sudah ayo bermain dengan kami !"
Hao Chen mengusap wajah, dan nampak sedikit kesal."Kak, bisakah kau bersikap sedikit serius ? Kita berada di tengah-tengah hutan,"
Bukanya berhenti, Ling An tetap melompat dan bersenang-senang. Hao Chen yang sadar dirinya terlalu serius menanggapi sesuatu merasa sedikit bersalah, sebab tidak ada salahnya menyenangkan Ling An, lagian sekarang dirinya masih berumur 8 tahun, masa yang harusnya memang digunakan untuk bersenang-senang.
Hao Chen duduk bersender di bawah pohon, sedangkan tanaman kumis kucing berada di sampingnya. Hao Chen memperhatikan Ling An bermain di tengah-tengah bunga dandelion salju, gadis muda itu nampak sangat senang.
Tanpa sadar Hao Chen tersenyum tulus ketika melihat Ling An tersenyum cantik, nampak lebih indah dari salju, atau pemandangan manapun.
"Dia.. C-a-n-t-i-k sekali"Hao Chen seketika terkejut,"Apa yang baru saja ku katakan ? Kenapa dewa kematian seperti ku berpikir begitu. Dia itu adalah sepupu ku, meski kami tidak ada hubungan darah sama sekali,"Gumam Hao Chen, membuang perasaan buruk yang terus tubuh dihatinya tiap kali melihat Ling An tersenyum, murung, kecewa, marah atau bahkan bahagia.
#Mau nanya dong, disini siapa yang dulunya suka sama sepupu sendiri ? Owkowkowk gua juga :/
Bentar lagi time skip !! Bosan gua lihat MC cebol, jadi gak leluasa membunuh.
💪
💪
🤩😎
sayang nya pembaca tdk pernah tahu bgmana HC bisa menguasai kepandaian yg di miliki nya itu