NovelToon NovelToon
Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Kesawa

Novel ini menceritakan tentang sejarah Indonesia di abad - 9 M. Di dalamnya terdapat kisah romansa antara Wanita dari Abad 21 yang masuk ke abad 9. Wanita itu ternyata reinkarnasi dari Putri Mahkota Kerajaan Medang dan jatuh cinta dengan Pangeran Pikatan. Pernikahan ke duanya akan menghasilkan maha karya agung Candi Prambanan yang bisa kita lihat sampai sekarang.

jangan lupa mampir ke karya ku :

Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus.

Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku

Cerita ini mengadung sedikit kisah nyata dan ditambah dengan cerita fiktif untuk membangkitkan cerita di dalamnya.

Cerita yang berkaitan dengan sejarah merupakan data berdasarkan riset ilmiah.

Bagaimana cerita sejarah Indonesia Kuna pada abad 9 dan kisah cinta Nara & Satria? Apakah Nara akan bisa kembali ke abad 21?

temukan di cerita di sini.

Temukan cerita kelanjutannya di Novel "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kesawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dialog dengan Pendeta

*Sebelum membaca, jangan lupa like, vote, dan komen ya*

Happy Reading.

.

.

Pendeta itu tidak melanjutkan perkataannya, tetapi kemudian mengangkat kan tangan dan membaca mantra "Om Siwa Sthana, Om Brahma, Wisnu, Maheswara, Loka datu..". (maaf tidak saya lanjutkan mantranya).

Tak berapa lama bangunan megah muncul di seberang danau yang penuh dengan bunga teratai. Betapa takjubnya aku melihat Candi Prambanan utuh tidak hancur seperti yang ku lihat di duniaku. Aku terus memandangi bangunan itu, ditambah dengan mekaran teratai berbagai warna semakin membuat aku takjub dan tak berkedip.

"Indah sekali candi nya." gumamku

Aku masih terheran dengan kemunculan candi prambanan yang indah.

"Rakyan" panggil Pendeta itu.

Kubiarkan pendeta itu memanggilku dengan kata 'Rakyan'. Aku pernah dipanggil seperti itu oleh penduduk sekitar Parahyangan Bodisatwa.

"Iya, Pendeta" jawabku.

"Apa kau takjub?" tanyanya.

"Iya, pendeta. Di duniaku, candi ini banyak yang hancur pendeta, dan sekarang jadi tempat wisatawa yang terkenal sampai ke penjuru dunia" kataku

Pendeta itu kemudian tersenyum. Dia langsung melangkahkan kaki dan mengambil setangkai bunga teratai.

"Bunganya cantik, Pandita." kataku

Pandita itu lalu memberikan bunga itu kepadaku. Aku merasa tersanjung dengan Pandita itu. Tak kusangka aku mendapatkan apresiasi yang luar biasa.

"Untukmu, Rakyan." katanya

"Terimakasih Pandita." kataku

Pandita kemudian melanjutkan pertanyaannya kepadaku tentang candi prambanan di masa depan.

"Rakyan, apakah banyak warga asing yang datang ke Candi ini?" tanyanya

"Banyaaaak banget pendeta, mereka sangat mengagumi candi ini" kataku.

Aku kemudian menceritakan banyak orang kulit putih dari seluruh penjuru dunia yang dayang ke Candi. Keberadaan candi ini membuat perekonomian masyarakat sekitar menjadi makmur dan menyumbang devisa negara yang banyak.

"Syukurlah jika candi ini bermanfaat untuk semua orang." kata Pandita

"Iya Pandita, semua candi yang dibangun pada masa Mataram memberikan manfaat untuk negara ini." kataku

Pendeta itu tersenyum kembali dan menjelaskan kenapa banyak orang datang dikemudian hari untuk mengunjungi tempat ini.

"Rakyan, apa kamu tahu kenapa orang asing itu suka ke sini?" tanyanya.

"Enggak" jawabku sambil menggelengkan kepala.

"Karena parahyangan ini dibangun dengan penuh rasa cinta, kebhaktian kepada Dewata, dan rasa tulus dari seluruh Rakyat Medang" jelasnya.

"Rakyat Medang?" tanyaku

"Iya, ini adalah wilayah kerajaan Medang. Kerajaan yang memiliki kotaraja di Poh Ptu" jawabnya

"Poh Ptu?" tanyaku

"Rakyan, apakah kau bener tidak ingat dengan semua ini?" tanyanya padaku penuh dengan keheranan.

"Tidak pendeta, bahkan ini tempat baru pertama kali aku datangi" jawabku.

Aku tidak tahu dengan apa yang Pandita bicarakan. Aku merasa ini adalah kali pertama aku datang ke abad ini. Penjelasan Pandita membuatku semakin bingung. Di sisi lain aku bahagia karena bisa masuk ke dunia lain, ke masa lalu. Suatu saat aku akan menceritakannya pada anak dan keturunanku.

"Apa kamu tahu, kenapa kamu bisa sampai di sini? bagaimana caranya?" tanyanya.

Aku kemudian menjelaskan tentang pesan dari kakekku, dan juga cara aku berkomunikasi dengan dunia ini. Aku mengatakan bahwa Mama ku pernah berpesan untuk aku ke Prambanan setelah mendapatkan panggilan. Aku juga menyampaikan bahwa suatu hari nanti aku akan berjodoh dengan seorang pangeran dari Abad ini.

"Kakek?" tanyanya.

"Iya, kakekku. Namanya Harjo Driyo. Kakekku ini terkenal sangat sakti di desaku. Beliau memiliki banyak pusaka dan juga kesaktian untuk berpindah ke tempat satu ke tempat lainnya dengan cepat. Kata mamaku, kakeku juga punya kesaktian apabila hujan, dia tidak akan kehujanan" rerangku.

Pendeta itu kemudian tersenyum dan berkata.

"Apa kamu pernah melihat wajah kakekmu sebelumnya?"

"Pernah, sekali. Saat aku berada dalam area pemakaman dan hendak digangguin sama para hantu". terangku.

Aku kemudian mengingat bagaimana wajah dari kakekku. Tapi ternyata aku tidak mengingat dengan jelas. Wajahnya saat menemuiku penuh dengan sinar. Sehingga tidak terlihat jelas olehku.

"Apa kamu pernah diwarisi ilmu kesaktian dan pusaka oleh kakekmu?" tanyanya lagi.

"Tidak, karena kakekku sudah meninggal ketika aku belum lahir. Jadi aku tidak tahu secara langsung bagaimana kesaktian kakekku" kataku.

Tapi aku pernah mendengar dari mama dan tetangga ku. Kakek memiliki banyak pusaka yang sangat sakti. Akan tetapi pusaka itu kemudian di labuh dan dilarung. Beberapa pusaka diwariskan kepada orang yang disukai kakek. Mama ku tidak mewarisi pusaka apapun dari kakek.

"Apa kamu merasakan kalau kamu memiliki perlindungan?" tanyanya.

Aku bingung dengan maksud perlindungan. Tapi aku menyadari apa yang dimaksud oleh Pandita itu.

"Hmmm... iya, terutama dari bangsa halus, yang hendak berbuat jahat kepadaku. Aku seperti mempunyai dinding yang tidak bisa ditembus oleh mereka" kataku.

"Baiklah, apa kamu anak tunggal, apa ibu mu pernah mati, apakah kamu pernah dilindungi oleh ayahmu?" tanyanya.

Aku kemudian menceritakan riwayat hidupku dan aku binggung, kenapa pendeta itu bisa tahu padahal aku tidak cerita. Aku juga menangis ketika mengingat tentang perjuangan Mama ku yang merawat aku seorang diri. Mama sekaligus menjadi sosok ibu dan ayah untukku.

"Dari mana kamu tahu tentang aku, Pendeta?" tanyaku.

"Itu adalah ujian yang harus Rakyak lakukan. Rakyan tidak butuh perlindungan dari siapapun. Rakyan sudah terlindungi sejak kamu belum dilahirkan. Kamu harus mampu melindungi dirimu sendiri. Kamu harus teruji bahwa kamu mampu melakukan semua hal yang mungkin orang lain tidak bisa lakukan" terang pendeta itu.

"hmmm.. Pendeta, apakah nanti aku bisa kembali ke dunia nyataku?" tanyaku.

"Tentu bisa, apa kamu ingin kembali sekarang?" tanyanya

"Apakah aku boleh tahu bagaimana candi itu dibangun" tanyaku.

Pendeta itu kemudian tersenyum manggut manggut.

"Tentu boleh, tapi paduka Rakai yang akan menjelaskannya langsung" terangnya.

"Paduka Rakai?" tanyaku.

"Iya, dialah suamimu. Dialah pendamping hidupmu di sini, dan di Kehidupan selanjutnya. Ingatlah Rakyan, bahwa kamu akan selalu terhubung dengan tempat ini, dengan Parahyangan Brahman. Tempat ini dikehidupanmu yang sekarang akan menjadi tempat yang sangat kau rindukan. Tempat kau akan melangsungkan upacara besar. Upacara itu harus kau sendiri yang lakukan. Kau akan dikenal oleh banyak orang.Kau selalu berdampingan dengan parahyangan. Terlebih ketika kau sudah bertemu dengan paduka Rakai. Sekarang kembalilah ke alam nyatamu. Suatu saat kita akan ketemu lagi. Perjumpaanmu dengan paduka Rakai akan membuatmu menjadi nyaman untuk selalu kau berada di sini. Kembalilah sekarang, jika kau masih penasaran. Tanyakan pada Rakai tentang apa yang ingin kau tau. Selamat jalan paduka Rakyan kembalilah" katanya yang penuh dengan arti dan maksud yang aku sendiri kurang tau.

Aku bingung dengan penjelasan Pandita tentang pesannya ini.

"Maksudnya apa Pandita?" tanyaku

"Jawabannya akan segera hadir sebentar lagi. Pangeran akan menjemputmu sebentar lagi." katanya

"Menjemput?" tanyaku

"Iya pangeran akan segera menjemputmu dan akan mengajakmu pulang ke istana." katanya

Aku semakin bingung dan ingin bertanya lebih banyak lagi. Tapi tiba - tiba Pandita mengangkat tangan dan mengarahkannya pada ku. Ada seberkas cahaya yang menyelimuti wajahku. Cahaya itu terlalu kuat dan kemudian aku memejamkan mata dan mengucapkan mantra.

"Om Nama Siwaya." ucapkan

Tak berapa lama cahaya itu hilang dan aku membuka mata.

**

Episode kali ini cukup ya dan terimakasih telah berkenan membaca

With love

Citralekha

kira - kira ilustrasinya seperti di bawah ini

1
del
yuk
Rahdian Fachmi
pamit dulu dah, capek gw bacanya
Rahdian Fachmi
jadi males bacanya
nur kesawa
keren banget
Eka Awa
blm finis to ini, lanjutin kk author ceritamu sangat keren👍
Eka Awa
kok mencurigakan yo
Eka Awa
dika bisa lihat adhiraksa,
titisan satria, ardhika kah
Eka Awa
jek cilik wes bucin
Eka Awa
nambah pengetahuan tentang sejarah, keren thor
Bagus Prakoso
dongeng
Monic Aza
lanjut dong Thor cantik
Ardan
Luar biasa
Ardan
🙏👍
Sikilman
hmmmm... menyesatkan ini, literasi dari mana klo tokoh citraleka masuk sejarah di zaman Jawa Kawi????
😜😜😜😜😜😜😜😜
Sikilman
dewa-dewi juga bisa selingkuh yaaa?!
fakta atau gosip????????
😎😎😎😎😎
Firza Olx
menarik, sejarah panjang kerajaan tertua indonesia
amy chan
hampir setahun lho author cantik....
ViNo L
mboten mbok
Goe Soka Cara Loe
lanjut
Indah Permata
thor kapan update lg?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!