NovelToon NovelToon
Cinta Beda Keyakinan

Cinta Beda Keyakinan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / Tamat
Popularitas:85.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nai

Menjalin hubungan dengan beda keyakinan tak membuat rasa cinta gadis bernama Tamara Adisti berkurang sedikitpun.
Namun saat Tara membulatkan tekad untuk berhijrah, ia terpaksa harus memutuskan tali cinta yang telah membuncah dihati mereka.

Vano yang sudah terperosok ke dalam lubang cinta dengan sosok gadis sederhana bernama Tara itu tak terima akan keputusan yang Tara berikan atas putusnya hubungan mereka.

"Dua tahun bukan waktu yang sebentar, Tar! Jalan yang kita lalui untuk kita bisa bersama seperti sekarang ini juga tidaklah mudah. Kenapa kamu seperti ini? Bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa kamu tidak akan mempermasalahkan keyakinan kita yang berbeda. Terus kenapa sekarang kamu menyerah hanya karena keyakinan? Apakah sepenting itu, Tar. Sampai kamu rela mengorbankan cinta kita!"

Bagaimanakah kisah kedua remaja labil itu?
Mari ikuti kisahnya....

(MASIH DALAM TAHAP REVISI)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19

Malam hari dikediaman keluarga Tara.

Setiap malam Tara dan keluarga akan melaksanakan makan malam bersama diatas lantai ruang depan yang beralaskan tikar bergambar Marsha and the Bear.

"Bu, Tara pacaran sama cowok yang beda keyakinan."

Tara terbatuk mendengar ucapan Fanisia, adik keduanya. Dari mana anak ini tahu? Tara memandang orang tuanya bergantian, wajah mereka seperti menandakan ketidaksukaan.

Tara melanjutkan makannya karena orang tuanya tak membuka suara. Hingga acara makan malam selesai, barulah suara sang Ayah menggema diseluruh sudut rumah yang berukuran tak lebih besar dari tempatnya bekerja.

"Cari pacar boleh aja, tapi ya jangan yang beda keyakinan juga, Tar."

"Gak kok," kilah Tara belum mau mengaku.

"Alah, kata Kemala gitu, lo pacaran sama cowok yang beda keyakinan 'kan? ... Iss iss iss Tara, Tara." Fani menggelengkan kepalanya tak habis fikir dengan apa yang dilakukan kakaknya ini. Apakah dia segalau ini ditinggal mati Amir? Sampai-sampai cari pacar aja gak disaring lagi latar belakangnya, main comot aja kayak ikan asin.

Jangan kaget jika Fani tak memakai embel-embel 'Kakak' pada Tara. Dia sudah terbiasa akan hal itu, entah mungkin karena usia mereka yang hanya terpaut satu tahun atau perihal masalah lainnya. Ya, anggap saja Fani adik yang sangat sopan.

Saat Tara mengakui hubungan itu didepan orang tuanya, lantas saja orang tuanya terang-terangan mengatakan bahwa mereka tak akan pernah setuju akan hubungan itu.

Tara tak perduli perkataan orang tuanya, ia lebih memilih masuk kedalam kamar lalu memakai headset dan memutar musik metal dengan volume yang hampir full, salah satu cara Tara untuk menghilangkan emosinya yang memuncak.

Tara selalu merasa bahwa orang tuanya pilih kasih, mereka lebih sayang kepada Fani dari padanya. Apa yang ia lakukan selalu salah, dan apa yang Fani lakukan selalu benar.

...

Kejadian yang tak jauh berbeda dengan dikediaman Tara.

Dikediaman Fan, Deska yang saat itu memergoki Vano sedang memandang sebuah foto wanita manis berbalut hijab berwarna hitam yang sedang tersenyum menunjukkan gingsulnya kaget bukan main. Ia baru mengetahui bahwa wanita yang telah menjadi pacar Kakaknya itu adalah seorang wanita muslim.

Sebenarnya ia tak masalah siapapun dan bagaimanapun pilihan Kakaknya, tapi orang tuanya? Deska takut jika orang tua mereka menentang hubungan Kakaknya, dan itu mungkin saja akan membuat Kakaknya patah hati kembali dan balik lagi menjadi Devano yang menyebalkan, Devano yang jarang tersenyum, Devano yang tak perdulian pada sekitar.

Dia sudah sangat senang saat Vano mulai dekat dengan Tara, Vano kembali menjadi Vano yang ia kenal dulu. Vano yang tak sedingin beberapa tahun ini. Dia harap orang tua mereka tidak mempermasalahkan semua ini.

Namun pada kenyataannya, saat Deska sedang berdebat dengan Vano dikamarnya.

"Kakak akan terus mempertahankan hubungan ini. Kakak gak perduli tentang keyakinan ini, jika perlu kakak akan minta Tara untuk ikut meyakini keyakinan kita."

"Kakak jangan egois. Keyakinan bukan untuk dipermainkan, Kak. Aku jamin Kak Tara juga gak akan mau melakukan itu!"

Dari arah pintu ternyata Mama Ica mendengar semua percakapan Vano dan Deska. Mama Ica membuka pintu kamar Vano, membuat dua orang yang sedang berdebat itu tercengang kaget.

Dan sekarang disinilah mereka, duduk berhadapan dengan orang tuanya diruang keluarga.

"Jika kamu hanya ingin sekedar berpacaran, Papa tidak masalah. Tapi jika kamu ingin melanjutkan hubungan ini hingga kepelaminan ... Jangan harap kami merestui," seru Papa Berto.

"Pa, kita saling cintai, Pa. Papa gak bisa menjauhkan dua orang yang saling cinta. Papa gak bisa begitu, Pa."

"Terserah! Pokoknya Papa tidak terima perbedaan dikeluarga ini. Jika dia tidak mau mengikuti keyakinan kita, lepaskan dia. Masih banyak wanita didunia ini, bukan cuma dia saja!" Papa Berto pergi menuju kamar, ia tidak mau berdebat dengan anaknya mengenai hal serius ini.

Mama Ica yang melihat Papa Berto pergipun kini mengikuti langkah suaminya. Setiba dikamar ia melihat Papa Berto duduk bersandar pada punggung ranjang. Mama Ica menepuk bahunya lembut.

"Kenapa, Pa? Apa yang membuat Papa tidak setuju dengan perbedaan ini? Tara wanita yang baik, dia sopan dengan kita." Mama Ica mencoba untuk menenangkan suaminya, memberi sedikit penjelasan tentang apa yang ia lihat dari diri Tara, berharap suaminya itu bisa berfikir sedikit tentang hubungan anaknya.

Mama Ica tahu jika anak lelakinya itu tak akan sembarangan untuk menyimpan rasa pada lawan jenis. Meski ia pun juga ada keraguan atas perbedaan ini, tapi kebahagiaan putranya adalah prioritasnya saat ini. Cukup sudah beberapa tahun ini Vano hilang kendali atas putusnya hubungan bersama Lin. Dan Mama Ica cukup senang atas kembalinya Vanonya yang dulu.

Namun sifat keras kepalanya Papa Berto tak semudah itu membuatnya menyetujui hubungan ini.

Berhari-hari Vano mencoba meyakinkan orang tuanya, namun hasilnya masih belum terlihat.

...

Hampir dua bulan berjalannya hubungan Vano dan Tara. Tara sedikit demi sedikit mulai membuka hati untuk Vano. Semua ketulusan yang diberikan Vano untuknya membuat pintu hati Tara terbuka perlahan.

Tara merasa nyaman berada disisi Vano, pria itu bahkan tak lupa untuk mengajaknya mengunjungi makan Amir dua minggu sekali. Ia tak mau Tara melupakan Amir hanya karena adanya dirinya, bagaimanapun Vano dan Amir memiliki tempat yang berbeda dihatinya.

Dan saat rasa itu perlahan muncul, Tara baru merasakan kegelisahan akan restu orang tuanya. Selama satu bulan ini ia acuh karena ia masih belum memiliki rasa pada Vano, namun sekarang?

"Gimana?" tanya Tara pada Vano mengenai orang tuanya.

Saat ini mereka sedang berada disebuah Pantai Ancol, duduk diatas kursi malas, menikmati angin sore sembari menanti senja tiba.

"Sepertinya kita harus lebih usaha lagi untuk meyakinkan kedua orang tua kita." Tara hanya manggut-manggut dalam pelukan Vano.

"Aku tidak mau pacaran terlalu lama, Tar. Aku mau serius untuk menjadikan kamu istriku." Tara mendongakkan kepalanya, menatap wajah Vano yang terlihat serius.

Dia baru memulai, hubungan mereka juga baru jalan dua bulan, kenapa Vano bisa secepat itu memikirkan pernikahan?

"Apa tidak terlalu cepat?" tanya Tara setelah ia mendudukkan tubuhnya disamping Vano.

"Apa kamu tidak mau kita menikah?"

"Bukan begitu, kita baru saja memulai, Van. Aku juga butuh restu orang tuaku, aku gak mau ya, kalo kamu mau ngajak aku kawin lari." Tara bersedekap sembari memunggungi Vano.

Vano hanya terkekeh saja melihat wajah kesal Tara. Ia merangkul wanitanya dari belakang dan meletakkan dagunya diatas bahu Tara.

"Aku tahu itu. Maksudku setelah kita mendapatkan restu, sayang. Aku juga masih harus ngumpulin duit buat bikin rumah dan biaya pernikahan kita. Aku gak mau ada uang orang tua kita sedikitpun dalam acara pernikahan kita nanti."

Tara tersenyum mendengar penjelasan singkat Vano. Vano selalu bisa membuat moody nya kembali hanya dengan perkataan singkat yang menenangkan.

"Kita akan bikin rumah dimana?"

"Tadi aja cemberut saat aku ngomongin pernikahan, sekarang semangat banget nanya tentang rumah." Vano mencolek hidung mancung Tara.

Tara hanya tertawa, mood wanita ini suka berubah-ubah tapi Vano menyukainya.

"Sebenernya aku sedang mendesain rumah untuk kita setelah nikah nanti, tapi kalo untuk lokasinya aku belum dapat sampai sekarang. Tanah semakin hari semakin mahal, apalagi ditengah kota."

"Kamu bisa desain?" tanya Tara memangkas perkataan Vano yang untungnya terlah diselesaikannya.

Vano menganggukkan kepalanya. "Aku suka desain sejak SMA, mau kuliah arsitek tapi mahal. Mama Papa sebenernya bisa saja, tapi aku mau kuliah dengan uangku sendiri. Ya, jadilah aku ambil management."

"Kamu kuliah? Kapan? Dimana? Perasaan, selain kerja di Cafe Senorita, kamu selalu ada disamping aku. Kapan kuliahnya?"

"Aku kuliah online, lebih flexibel. Lagian mahasiswanya gak terlalu banyak, jadi bisa atur waktu."

"Bukannya jauh lebih mahal dari kuliah normal? Sekalian aja ambil arsitektur, sesuai apa yang kamu suka."

"Aku harus tetap kerja, pacar. Pacar kamu ini anak mandiri loh, gak mau nyusahin orang tua." Vano memeluk Tara erat, entah sejak kapan ia sesayang ini dengan wanitanya.

Sedangkan Tara hanya mencebik bibirnya mendengar tingkat kepercayaan diri Vano yang tinggi itu. Tapi jika dilihat-lihat memang benar sih, Vano pria yang mandiri.

Sepuluh bulan sudah Vano dan Tara menjalin hubungan tanpa restu orang tua.

Hari ini, Vano sangat bahagia, bagaimana tidak, orang tuanya pagi ini setelah selesai sarapan mengatakan bahwa mereka menyetujui hubungannya dengan Tara.

"Papa harap kamu bahagia dengan wanita pilihanmu."

Papa Berto setelah sepuluh bulan ini melihat sendiri bagaimana perubahan putranya yang lebih hangat, suka membantu, dan tak pernah lagi bangun diatas jam dua belas siang saat weekend. Jelas ini merupakan pengaruh positif. Ia tak tahu dari mana datangnya kebaikan ini pada anaknya, yang ia lihat serta ia dengar dari istrinya adalah bahwa semenjak Vano mengenal Tara, putranya itu terlihat berbeda. Better!

Saat itu juga Vano berlari menuju kamarnya untuk memberikan kabar bahagia ini pada sang pacar.

"Hai, pacar!" sapa Vano saat panggilan baru saja dijawab.

Dengan antusias Vano menjelaskan semua yang dikatakan Papanya beberapa menit lalu.

Tara hanya tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Bagaimana dengan orang tuanya? Sepertinya ia harus berusaha lebih lagi demi mendapatkan sebuah restu.

**********

Ditunggu Like, Coment, serta Vote nya...

Jazakamallah khair..

1
Bukhori Muslim
keren
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
ENDING YG MMBAHAGIAKN... SMOGA MEREKA SAMAWA DI DUNIA HALUNYA, DN SAMAWA JUGA BUAT YG PRNH ALAMI SPRTI YG DI NOVEL INI..
Sulaiman Efendy
KULIAH JUGA NGGK JAMIN DPT PKERJAAN, BNYK TU SARJANA2 PENGANGGURAN..
Sulaiman Efendy
LO HRSNYA NGERTI SBAGAI UMAT MUSLIM, HARAM WANITA BRSUAMI MNJALIN HUBUNGN, MSKI HNY PRTEMANN DGN LAKI2 YG BKN MAHRAMNYA, KRN UNTUK MNGHINDARI FITNAH, APALAGI LKI2 TRSEBUT MNYUKAI SI WANITA..
Sulaiman Efendy
UDH DIINGATKN DESKA, MSH NGEYEL,, KN DESKA UDH BILANG LO PSTI AKN KECEWA DAN SAKIT HATI..
Sulaiman Efendy
KURANG AJAR SI RAKA, CURI START, SEMOGA TARA MNOLAK LMARAN RAKA
Sulaiman Efendy
KERENNN ABISS DI DESKA YG POSESSIF KE CALON KK IPARNYA SI TARA, RAKA YG GELAGATNYA MMG MNYUKAI TARA, LGSUNG DI SKAK DESKA
Sulaiman Efendy
BAGUS DESKA,, HRSNYA RAKA LBH FAHAM KLO LKI2 TDK BOLEH DUDUK BRDEKATAN DGN WANITA YG BKN MAHRAMNYA
Sulaiman Efendy
ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA DESKA JUGA MNDAPATKN HIDAYAH ..
Sulaiman Efendy
BARAKALLAH,, SEMOGA VANO ISTIWOMAH KRN ALLAH, BKN KRN MNGHARAPKN PNGAKUAN MANUSIA, BKN KRN MNGHARAP CINTA MNUSIA, TTPI MURNI LILLAHI TA'ALAA
Sulaiman Efendy
PASTI SI RAKA, SEMOGA TARA TDK MNERIMA RAKA, KRN KYKNYA RAKA SKA MA TARA
Sulaiman Efendy
SIAPA BILANG VANO BSA MLUPAKAN LO, KLO BSA LO PRGI LGI YG JAUH, BILA PERLU KE JOGYA TEMPAT RENA..
Sulaiman Efendy
SKRG HMBATAN TK ADA BUAT VANO UNTUK PINDAH KYAKINAN.. KRN KDUA ORTU NYA SDH MNINGGAL,, TINGGAL KMNTAPAN HATI DN NIATNYA..
Sulaiman Efendy
SEMOGA LEWAT BG MALIK SUAMI FANI, VANO DPT HIDAYAH, DN MAU BLAJAR ISLAM SUNGGUH2, BKN KRN INGIN BSA NIKAH SAMA TARA, TPI KRN ALLAH, DN MNCINTAI JUGA KRN ALLAH...
Sulaiman Efendy
YAA LO JELASIN MASALAH SYARIAT ISLAM, BHWA LO TDK BSA MMAINKN AQIDAH LOO..
Sulaiman Efendy
HRSNYA LO OMONGIN KE VANO, KLO MMG DIA SERIUS KE ELO, TTG VANO UNTUK IKUT KYAKINAN LO, JLSKN KE VANO TTG SYARIAT ISLAM,, LO LIAT, SERIUS GK DY.. JGN SAMPE LO BRBUAT SEMI ZINAH DGN DIPEGANG2 & DIPELUK2 VANO
Sulaiman Efendy
BLM MAHROM KNP MAU DIPELUK2, LO KN SKRG PKE HIJAB, HRSNYA LO KSIH PNGERTIAN KE VANO, BHWA WANITA MUSLIM TDK BOLEH DISENTUH APALAGI DIPELUK2 LKI2 YG BKN MAHRAMNYA..
Sulaiman Efendy
LO KAN UDH SERING IKUT TAUSIYAH, DN LO UDH TTG SYARIAT ISLAM, BHWA WANITA MUSLIM ITU HRS NIKAH DENGN IJAB QABUL DN ADA WALINYA, KLO LO NIKAH DI CATATAN SIPIL, LO NIKAH TNP IJAB QABUL, TNPA WALI, HNY SAH DIHUKUM NEGARA, TNP HARAM DI MATA ALLAH... KONSEKUENSINYA LO TAUKN, LO BRZINAH SEMUMUR HIDUP, INGAT, LKI2 ITU IMAM BUAT WANITA, GMN LO MAU JDIKN VANO IMAM LO, SDGKN VANO NON MUSLIM, HRSNYA LO SHOLAT ISTIKHARAH BUAT MINTA PTUNJUK SAMA ALLAH..
Sulaiman Efendy
LO GK TAKUT NANGGUNG DOSA LO FHAISAL, HRSNYA LO SETUJU DGN SYARAT SI VANO HRS IKUT KYAKINAN KALIAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!