NovelToon NovelToon
Alisha

Alisha

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:62.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yuliana Farida

Ini hanyalah kisah romansa remaja yang dialami Alisha, remaja SMA ketika ia dekat dengan seorang anak laki laki yang berbeda dengan dirinya. Keseharian berjualan kaki lima tak surut untuk Alisha dalam mendekati Dika yang diam diam menyimpan kesempurnaan dalam hidupnya.


"Aku menyukainya.. tidak mau menahu akan pandangan orang orang disekitar akan dirinya, karena hanya aku yang mengetahui segalanya mengenai dia, Dika Arya."

Alisha Puteri,



"Sejak kapan kamu menjadi sosok puitis?"


Dika Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Shocking News

"Dik, kamu kenapa sih? Ada hubungan apa dengan Alex? Kenapa kalian kelihatannya gak akur?" Tanya Alisha bertubi tubi kepada Dika yang sedang melihat lihat buku.

"Katanya mau main, jalan jalan." Ucap Dika tak mau menjawab pertanyaan Alisha tadi.

"Jawab dulu pertanyaannya." Rengek Alisha. Masih sempatnya Alisha merengek seperti itu disaat Dika sedang kesal.

"Iya nanti." Putus Dika sebelum Alisha kembali merengek seperti anak kecil.

"Bener ya?" Alisha memastikan dengan raut senang, karena ia sangat penasaran kenapa Dika selalu kesal melihat Alex, begitu pun sebaliknya.

"Eh, kamu udah ijin dulu ke Dokter Faisal?" Alisha lupa menanyakan itu, bukannya tadi Dika akan pergi ke Lab?

"Udah." Dika menjawab sambil membawa Alisha ke jajaran buku sains.

"Kamu mau beli buku?" Tanya Alisha penasaran.

"Mau pinjam boleh gak ya?" Tanya Dika jenaka berusaha menghilangkan kekesalannya.

"Ih Dikaa, serius." Ucap Alisha manja dengan menggoyang goyangkan tangan kiri Dika. Dan Dika mengangguk sebagai jawaban.

"Yaudah, aku mau cari buku Sosiologi ya." Beritahu Alisha kemudian.

Saat Alisha sedang asik memilih buku yang akan dibelinya, seseorang dari belakang menyenggolnya sehingga Alisha hampir menabrak rak buku. Alisha cemberut kesal dan berbalik badan untuk melihat siapa yang menyenggolnya tadi.

"Hai Lish." Sapa orang itu melipat tangan didada.

"Alex?" Tanya Alish bingung.

"Kina mana?" Tanya Alisha menengok ke sekeliling untuk melihat keberadaan Kina.

"Toilet." Ucap Alex dimana keberadaan Kina sekarang.

"Ngapain kamu disini?" Tanya Alisha penasaran.

"Aku pikir ini tempat umum, jadi aku masuk ke sini."

'Kenapa setiap ia bicara selalu buat orang lain kesal?' Gerutu Alisha dalam hati.

"Terserah." Ucap Alisha hendak berbalik meninggalkan Alex dengan dua buku ditangannya.

"Temenin gue yuk?" Pinta Alex sambil terus mencekal tangan Alisha.

"Apaan sih." Alisha kesal dengan sikap Alex yang seenaknya. Ia mencoba menghempaskan cekalan Alex, tetapi Alex malah mengeratkan cekalannya dan mulai memojokkan Alisha ke rak buku.

"Lepas!" Perintah Alisha yang kini benar benar marah dengan sikap Alex.

Alex tersenyum meremehkan melihat raut ketakutan dan gelisah di wajah manis Alisha.

"Alex? Alish?" Tanya Kina tiba tiba dari sebelah kanan.

"Ah, sayang." Sahut Alex sambil melepaskan cekalan tangannya dan menghampiri Kina dan menenggerkam tangannya di pinggang Kina.

Alisha menambah rasa ketidaksukaannya terhadap tingkah Alex yang terlalu dekat dengan Kina. Tetapi Kina terlihat nyaman diperlakukan seperti itu oleh Alex.

"Aku kira kamu di Time Zone sama Dina dan Evan." Kira Kina mengingat mereka berdua sama sama sedang bermain di Time Zone tadi bersama Dina dan Evan.

"Aku tiba tiba pengen beli buku, terus ketemu Alish dan aku melihat ada sesuatu di rambutnya, jadi aku mendekat untuk mengambilnya." Ucap Alex yang kali ini benar benar berdusta.

"Oh gitu." Kina merasa senang karena pacarnya bisa akrab dan baik dengan teman temannya.

"Na, aku cari Dika dulu ya." Alisha menginterupsi sepasang kekasih itu agar ia bisa segera menyingkir dari hadapan mereka.

"Dik, udah ketemu?" Alisha bertanya ketika ia menemukan Dika ditempat yang masih sama.

Dika menunjukkan dua buku yang ingin dibelinya kepada Alisha.

"Yang mana?" Tanya Dika kepada Alisha untuk memilihkan buku yang akan dibelinya.

"Yang ini." Ucap Alisha tersenyum sambil menunjuk buku yang ada di tangan kanan Dika.

"Kenapa?" Dika bertanya karena ingin tahu alasan Alisha memilihkannya buku tersebut.

"Lucu covernya." Jawab Alisha seraya tersenyum menampakkan giginya yang rapi. Dika menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Alisha, tapi tak ayal membuat Dika memilih membeli buku tersebut.

"Ayo ke kasir." Ajak Dika untuk membayar bukunya. Kondisi kasir yang sedang ramai membuat mereka berdua harus antre beberapa menit.

Setelah dari toko buku, Alisha dan Dika berjalan menuju pujasera di lantai paling atas Mall itu. Karena Dina mengirim Whatsapp kepada Alisha bahwa mereka berempat sedang ada disana. Namun saat Alisha dan Dika sedang berjalan menuju eskalator lantai tiga, Dina kembali mengirim whatsapp agar Alisha dan Dika ke bioskop saja karena sebentar lagi mereka berempat akan kesana, dan Dina menyuruh Alisha agar tidak membeli tiket karena akan dibelikan oleh Alex untuk mereka berenam.

"Dik, katanya ke bioskop aja. Gak papa?" Dika mengangguk mendengar perkataan Alisha.

Dika san Alisha sampai disana dan melihat Dina dan Kina beserta Evan sedang duduk dikursi tunggu. Kemudian Alisha dan Dika menghampiri mereka.

"Lish, duduk." Ucap Kina, Alisha dan Duduk bersisian.

"Alex kemana Kin?" Tanya Alisha tidak melihat keberadaan Alex.

"Beli tiket Lish." Kina menjawab. Kemudian Dina menyodorkan dua cup moccacino ke arah Alisha dan Dika. Alisha menerima kedua minuman itu dan langsung memberikannya kepada Dika, namun Dika menyuruhnya untuk menyimpan dulu di meja karena ia ingin ke toilet.

"Lish, aku ke toilet dulu ya." Ucap Dika yang kemudian segera beranjak dari kursinya.

"Beli buku apa Lish?" Tanya Evan melihat kantong yang Alisha simpan di atas meja.

"Sosiologi." Ucap Alisha setelah meneguk moccacinonya hingga tersisa setengah lagi.

"Tapi aku lihatnya Sains ya?" Tanya Evan yang telah melihat sekilas isi kantong itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Itu punya Dika, Evan." Alisha berkata gemas melihat Evan yang polos tidak tahu. Sudah beberapa saat, namun Dika maupun Alex belum kembali dari urusannya.

"Dika mana ya? Lama banget?" Tanya Alisha memandang arah lorong toilet yang tak kunjung menampakkan Dika.

Sementara di toilet, Dika yang akan berjalan ke luar tiba tiba dihadang oleh Alex yang sedari tadi menunggunya di luar.

Dika diam memandang Alex yang tengah menatapnya seolah menantang. Dika menaikkan sebelah alisnya seolah sedang bertanya.

"Gue gak nyangka orang kayak lu bisa deket sama cewek kayak Alisha." Ujar Alex yang terkekeh mengejek Dika.

Dika tetap diam enggan berbicara, kemudian Dika membiaraknnya dan bersiap melangkah melewati Alex yang menghadangnya namun tertahan oleh ucapan Alex.

"Gak nyadar diri." Ucap Alex dan terkekeh di belakang Dika yang sedang mengepalkan tangannya kuat kuat menahan amarahnya.

Dika berjalan meninggalkan Alex yang masih diam disana. 'Kenapa harus ada dia?' Rutuk Dika dalam hati. Dari dulu memang Dika dan Alex tidak pernah akur, sebenarnya Alex yang sering memancing permusuhan, namun Dika tetap sabar dan membiarkan karena Alex adalah anak dari bibinya. Ia sadar, sedari lahir juga ia selalu dimusuhi oleh keluarganya sendiri.

Dika menghela nafas kasar sebelum menghampiri Alisha dan duduk di dekatnya.

"Ayo minum." Perintah Alisha yang menyodorkan cup pemberian Dina tadi yang belum tersentuh oleh Dika.

Dika pun meminumnya sekali tandas membuat Alisha melongo melihatnya. Dika yang melihat reaksi Alisha yang berlebihan terkekeh kemudian mengacak rambut Alisha gemas.

Alisha memukul bahu Dika karena merusak tatanan rambutnya, namun Dika kembali mengacak rambut Alisha setelah tadi di bereskan membuat Alisha cemberut dan terus memukul bahu Dika.

Saat Dika sedang asik menjahili Alisha, Alex datang dari arah toilet dan segera menyuruh mereka untuk segera memasuki studio.

"Lex, beli tikenya buat enam orang kan?" Tanya Kina memastikan.

"Loh, aku cuma beli lima, aku kira dia udah pulang?" Jawab Alex dengan wajar pura pura tak tahunya itu ke arah Dika.

"Ih kok gitu sih, kamu kan tadi lihat ada Dika." Protes Alisha kepada Alex. Sementara Dika mengepalkan tangannya yang sedang tidak digenggam Alish.

"Yaudah Lish, kamu masuk aja. Aku tunggu disini." Ucap Dika tenang dan mempersilahkan mereka masuk.

"Enggak, ayo beli tiket dulu." Tolak Alisha dan menyeret Dika untuk membeli tiket nonton.

Setelah selesai, mereka memasuki area studio bersama dengan Alex yang paling belakang tepat di depan Dika.

"Malu maluin." Bisik Alex ke telinga Dika seraya berjalan melewati Dika dan mengajak Kina memilih kursi. Dika tahu Alex mengejeknya karena melihat Alisha yang membayarkan tiket nontonnya meskipun Dika sudah mengeluarkan uangnya, namun Alisha terus memaksa.

Dika mendengus membuat Alisha yang mendengarnya bertanya.

"Kenapa Dik?"

Dika menggeleng dan mengajak Alisha duduk di kursi belakang, mereka bisa leluasa memilih tempat duduk karena pengunjungnya tidak terlalu banyak.

Film telah di putar, semua yang ada di studio mulai hening agar suasana menonton dapat menyamankan satu sama lain.

"Dik, aku gak baca genrenya kalau film nya romantis." Ucap Alisha. Dika mengangguk mengiya kan karena awalnya Alex yang membelikan tiket tanpa persetujuan semua.

Film berjalan dengan lancar, hingga di menit pertengahan, entah kenapa suasananya berbeda, membuat Alisha bergidik sedangkan Dika duduk dengan tegang sedikit merasa tidak nyaman melihat si pemeran perempuan dan laki laki sedang berduaan di tengah hutan malam hari.

Dika melirik kaku ke arah Alisha yang terlihat ketakutan, namun kemudian, bola mata Alisha membesar ketika melihat adegan kedua pemain itu sedang berciuman. Alisha memalingkan pandangan dengan cepat ke arah Dika yang juga tengah menatap Alisha. Dika bertanya kenapa lewat pandangannya kepada Alisa dan dijawab oleh gelengan kepala.

Dika melihat layar lebar itu dan diikuti oleh Alisha, namun dengan cepat Dika menahannya dengan menutup mata Alisha menggunakan tangannya dengan panik sambil ia juga fokus memperhatikan sekitar tanpa ingin melihat adegan film.

'Kenapa si Alex pilih nonton beginian!' Gerutu Dika dalam hatinya.

Setelah dirasa adegannya telah berganti, Dika melepaskan tangannya dari wajah Alisha yang tetap diam tidak protes. Terlihat Alisha sedang nyaman menutup matanya sambil menyenderkan punggungnya di tangan Dika yang menopangnya sedari tadi.

'Apa sedari tadi Alisha tidur?'

Kemudian Dika mengangkat tangannya perlahan agar tidak menggangu Alisha, namun sepertinya Alisha tetap terganggu dan membuka matanya, kemudian melayangkan tatapan bertanya kepada Dika. Dika salah tingkah mengingat kejadian tadi yang sedikit ia lihat dan menggelengkan kepalanya.

Alisha menatap layar, kemudian melihat teman temannya yang duduk bersama pasangannya itu. Dina dan Evan sedang asik melihat layar lebar sesekali tertawa melihat adegan lucu. Namun sesaat, Alisha memicingkan matanya guna memperjelas untuk melihat dimana Kina dan Alex duduk di ujung kiri dua baris dari tempatnya duduk. Terlihat bahwa Kina dan alex sedang duduk merapat saling berhadapan dengan sesekali kepala mereka berdua memaling ke kiri dan ke kanan. Alisha mengernyitkan dahinya.

'Sedang apa mereka?'

Dika ikut melihat arah pandang Alisha yang ternyata sedang melihat ke arah bangku Kina dan Alex. Dika menggenggam tangan Alisha erat membuat Alisha mengalihkan pandangannya ke arah Dika.

"Kenapa?" Tanya Alisha heran. Dika melirik sedikit ke arah Kina dan Alex yang masih dalam posisi sama kemudian menggelengkan kepala menyuruh Alisha melupakannya dan mengajak Alisha kembali menonton.

Setelah film selesai di putar, mereka pergu menuju kedai yang berada di area luar Mall.

Alisha dan Dika melirik Kina dan Alex tajam.

"Heh Kina! Kamu ngapain tadi goyang goyang kepala sama Alex? Lagi dengerin lagu ya?" Tanya Alisha polos, sementara Kina memandang gugup ke ara Alisha dan sesekali menatap Alex di sampingnya.

"Iya, mau denger?" Tawar Alex dengan tertawa jahil yang terlihat oleh Dika, merasa tak baik, Dika langsung menolak Tawaran Alex kepada Alisha tadi dan menyeret Alisha memasuki kedai menjauhi Alex yang berbahaya.

Saat sedang makan, Dika merasa Alisha sedang gelisah dan tidak nyaman. Dika mengambil minuman Alisha dan menyodorkannya yang kemudian diterima Alisha.

"Kenapa?" Tanya Dika sesaat setelah Alisha selesai minumnya.

"Gak tahu, abis ini langsung pulang yuk?" Ajak Alisha masih belum bisa menghilangkan perasaan tak nyamannya.

Setelah menyelesaikan makanannya secara cepat, Dika dan Alisha pamit untuk pulang lebih awal karena beralasan Alisha sedang tak enak badan.

Dika menyempatkan mampir terlebih dahulu ke rumah Alisha. Namun ternyata rumah Alish di kunci membuat Alisha heran, karena mamanya tidak memberitahukan bahwa ia juga akan bepergian.

Alisha membuka pintu rumah menggunakan kunci cadangan yang ia simpan bersama gantungan kunci yang berisi benda benda mini yang penting bagi Alisha.

Dika menolak ketika Alisha mengajaknya memasuki rumah, dan memilih duduk di kursi teras yang disediakan.

Alisha memasuki rumahnya dan menyimpan tas bersama kantong berisi bukunya di kursi ruang tengah, kemudian ia berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman dan menyiapkan camilan untuk Dika. Namun langkahnya terhenti di depan dapur ketika Alisha melihat mamanya terbaring lemah di dekat meja makan. Kemudian Alisha berteriak memanggil Dika untuk segera menghampirinya.

Alisha menangis sambil mendekap mamanya yang tidak biasanya sakit, apalagi sampai pingsan.

"Dik, tolong telepon ayah sama dokter." Pinta Alisha saat Dika tiba didekatnya. Kemudian setengah berlari, Dika menghampiri telepon rumah dan mencari nomor tujuan di buku telepon.

Dika terlebih dahulu menelepon dokter, kemudian ia menelepon ayah Alisha yang sedang bekerja.

"Dikaa." Teriak Alisha membuat Dika cepat cepat kembali ke dapur.

"Kenapa?" Tanya Dika panik.

"Dokternya yang perempuan kan?" Tanya Alisha sambil sesenggukan.

Dika mengangguk dan mencoba mengangkat mama Alisha untuk di baringkan di kursi ruang tengah.

Alisha mendesah tenang, ia hanya tidak mau menambah kekhawatiran di rumahnya hanya karena memanggil dokter laki laki untuk memeriksa mamanya.

Ayah Alisha sampai di rumah bertepatan dengan kedatangan dokter di rumahnya.

"Ma." Ayah Alisha langsung duduk di kursi dan menepuk nepuk pipi isterinya pelan supaya terbangun dari pingsannya.

Alisha langsung menyingkir dan menutup kembali kayu putih yang sedari tadi di arahkan ke hidung mamanya agar cepat bangun.

"Permisi pak." Ucap Dokter parubaya yang hendak memeriksa keadaan isterinya. Ayah Alisha menyingkir dan mengambil gelas berisi air putih yang dibawa Dika dari dapur. Kemudian Dika kembali ke dapur untuk menyiapkan dua gelas air minum lagi, satu untuk dokter, satu lagi untuk mamanya Alish apabila ia sudah sadar. Kemudian ia menyimpannya di nampan bersama gelas berisi air gula merah yang tadi ia buat untuk mama Alish.

"Kenapa isteri saya Dok?" Tanya ayah Alisha ingin mengetahui keadaan isterinya yang belum juga bangun.

"HB ibu rendah dan terlalu kelelahan, ditambah ibu sedang mengandung jadi kondisinya melemah, saat ini ibu sedang istirahat. Jadi biarkan sebentar, nanti ia juga bangun sendiri."

Dika yang sedari tadi mendengarkan tercengang melihat Alisha yang siap mengeluarkan air matanya lagi.

"Mama hamil?" Ucapnya tak percaya ketika sang Dokter telah meninggalkan rumahnya.

"Huaa...Hikss, Ayah! Hiks." Seru Alisha bercampur tangisan memandang ayahnya marah kemudian beranjak menuju kamarnya meninggalkan mamanya yang masih menutupkan matanya.

Sementara ayahnya meringis melihat Alisha yang berlari mengurung di kamarnya. Kemudian ayah Alisha kembali memandang isterinya dengan penuh sayang dan sesekali mengusap dahinya yang berkeringat.

Ayah Alisha menyadari Dika masih berdiri di dekatnya kemudian melirik pintu kamar Alisha yang masih terdengar isakannya. Lewat tatapan matanya, ayah Alisha memohon kepada Dika untuk membujuk anaknya agar tidak marah dan menangis lagi.

Dika mengangguk dan berjalan menuju pintu kamar Alisha. Ia mengetuk beberapa kali, namun tak juga Alisha menyahut ataupun membukanya. Yang ada hanyalah suara isakan tangisnya yang masih terdengar.

"Lish?" Tanya Dika yang tak di sahut oleh pemilik kamar.

"Aku masuk ya? Aku pakai kunci serep nih." Ucap Dika yang dianggap ancaman oleh Alisha.

Terdengar suara dentingan kunci yang di buka dari dalam dan kemudian Alisha langsung keluar sembari menutup kamarnya lagi rapat rapat.

"Gak boleh! Bujangan gak boleh masuk kamar anak perawan!" Ucapan Alisha mengundang tawa ayah Alisha yang sedari tadi mendengarkan dan juga Dika, tetapi ia menahannya sebisa mungkin agar Alisha tak bertambah kemarahannya.

"Kenapa nangis?" Tanya Dika seraya mengajak Alisha duduk di kursi ruang tengah.

"Ayah bohong!" Gumamnya pelan sambil duduk membelakangi Dika, tak ingin Dika melihat tangisannya.

"Kamu gak seneng punya adik?" Tanya Dika tenang.

Alisha tak menjawab, hanya isakan saja yang masih terdengar.

"Kalau aku pengen banget punya adik. Tapi sayang, ibuku udah gak ada." Dika mulai bercerita, dan itu sudah mengundang Alisha berbalik menghadapnya.

"Kenapa?" Tanya Alisha sembari mengusap air mata di pipinya.

"Ibuku?" Tanya Dika yang dijawab anggukkan kepala Alisha

"Dia sakit." Jawab Dika sedih.

"Maaf, hiks." Ucap Alisha ikut sedih. Dika mengangguk dan mengusap rambut Alisha.

Kini Alisha duduk bersila mengahadap Dika dan sedang memilin milin kaos bagian bawah Dika dan sesekali mengusap air matanya membuat bagian kaos itu basah, tetapi Dika membiarkannya.

"Kamu harus senang punya adik baru. Pasti adik kamu juga senang punya kakak seperti kamu, yang- Ehm.." Ucapan Dika menggantung membuat Alisha penasaran.

"Gimana?" Tanya Alisha tak sabar.

"Yang cerewet dan manja." Ucap Dika sambil tertawa keras membuat Alisha kesal dan menyerang Dika dengan pukulan pukulan kecil di bahunya.

"Hiks, jahat." Meskipun tangisannya belum sepenuhnya reda, tapi kali ini terbit senyuman di bibir Alisha membuat Dika gemas dan mencubit pipi kanan Alisha.

"Sakit." Rengek Alisha memegang pipinya yang sedikit memerah. Dika terkekeh dan ikut mengusap pipi bekas cubitannya itu.

"Jangan nangis lagi." Pinta Dika lirih.

Alisha mengangguk tersenyum, dan tanpa aba-aba, Ia mencium pipi Dika singkat dan cepat, setelahnya Alisha duduk menjauh sekitar satu meter dari tempat duduk Dika karena merasa malu.

Sementara Dika menatap shock kepada Alisha yang kini sedang menundukkan kepala.

1
lee_you
haaiii... masih ada yang Dateng ke lapak ini?? semoga aja ada yak😆.. meskipun cerita ini udah tamat.. aku kangen banget sama Dika dan mampir kesini lagi setelah sekian lama😭😭😭 kepikir buat revisi semua bab karena aku akui novel ini masih banyak kekurangan.. mulai dari alur yang berantakan, bahasa kepenulisan yang masih banyak salah.. dan banyak lagi😭😭 aku pikir mau rombak cerita ini sepenuhnya agar lebih baik lagi dan layak baca🥰🥰 thanks banget buat yang udah baca cerita ini sampai habis.. apalagi sama komentar" yang inovatif, suportif, dan kocak".. semoga cerita ini begitu berkesan yaa:)
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є
Baca ulang deh, kangen banget sama Dika
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є: Wah MaasyaaAllah.. Kembali berjumpa kita ya. Semangat terus dalam berkarya ya Yul
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є
Ehh baru sempat buka cerita ini lagi, dulu aku baca pakai akun yang satunya, btw update selanjutnya pindah lapak ya yul..?
Aduh gak bisa ikutan aku😭
Doaku, semoga dikau sukses di lapak sebelah ya..!

Ini aku admin gc mu, aku udh gak menerima member karna gc sekarang pada sepi, takut cuma nampung doang sedang kita disana sering bertukar poin. Member disana asli sudah terpercaya dan memanfaatkan gc sebijak mungkin.
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є: Akhir² ini aku jarang on, aplikasi error terus. Gc pada hilang.
total 2 replies
Joko Jokoo
evan n dina jg seru kyk ny. buat crita evan yg ditinggl kekasih ny. trus nmuin cewk bru gitu.
Joko Jokoo: oche 👍
total 2 replies
Joko Jokoo
crita alex n kina, mau buat di mna thor??
lee_you: di dreame juga.. nunggu rampung dika sama alish dulu haha
total 1 replies
Nenk Fadila
inovel ada ga thor ?
lee_you: ada kak
total 1 replies
Joko Jokoo
kangen dika n alish
lee_you: sabaaarr😭😆
total 1 replies
Joko Jokoo
kpan lnjut lgi??
lee_you: tunggu beberapa hari lagi yaa
total 1 replies
Kiki•Put(ভ_ ভ)
haahhh... 🙀
begitu berat... tapi gak apa lahh,
Semangat terus kak Yul😁😆😆
lee_you: siapp😆❤
total 1 replies
RO_che
semaangat thor.. edisi jilid 2 yaa thorr... 🥰🥰🥰🥰🥰 pindah t4 kah thor??
lee_you: iyaa.. terima kasihh😁
total 1 replies
Flamboyan Dari Timur
suka bnget nget
Flamboyan Dari Timur
suka bnget..... jgn cpat tmat donk
lee_you: nantikan Dr.D ya☺💕
total 1 replies
Joko Jokoo
dika dri naik sepeda, smpe naik mobil. saling setia dn saling mendukung dlm meniti karir masing2.
lee_you: uwuu banget kak😁
total 1 replies
Joko Jokoo
ini lnjut di nt atw dream thor.

jangn buat konflik yg berat2 dong. msa crita ny di pisah kn melulu. 😣😣

ap lgi klw ad smpe ad konflik lupa ingatn dn gk ingt dgn pasangn ny.
Joko Jokoo: 👍👍👍👍👍👍👍
total 4 replies
Akifa
sukaaaa
lee_you: makasihh❤
total 1 replies
melfida
suka bangetttttt.....
lee_you: bener?? uuhh makasihh😘
total 1 replies
RO_che
masih puanjangg kan thoor ceritaanya..🥰🥰
RO_che: okeh siap thorr.. 🥰🥰
total 2 replies
RO_che
jgn buru2 dunk thor..
RO_che: ceritanyaa.. jgn c4 ending thor
total 4 replies
Joko Jokoo
dika, nyebeliiiiinnnn

tpi kmu suka kn liiiiisssshhh
lee_you: sukaaa😝
total 1 replies
icha.sunflower
yang novelnya welcome to wania disana ta thor. Dr. D nya belum ada
lee_you: iya.. Dr. D belum bikin, nanti nyusul☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!