cinta satu malamnya dengan seorang pria yang tidak ia kenali meninggalkan benih di dalam perutnya, Sierra diusir dari rumahnya karena dianggap bertindak seperti pelacur tidur bersama seorang pria di luar,
Bertahun tahun kemudian dia kembali dengan kedua putra kembarnya,
Dia bertemu dengan pria itu lagi, yang kini mengklaim bahwa dirinya adalah ayah dari anak anaknya,
"Mereka adalah anak-anakku"
Dia melemparkan surat hasil Tes DNA ke atas meja
Bahkan jika itu kebenaran Sierra sendiri tidak akan bisa mempercayainya, dia mengajukan pernikahan untuknya sebuah kisa cinta seorang presedir dingin mengejar istrinya yang bar bar dimulai dengan manis
"Kau adalah miliku dan aku akan melindungi apa yang menjadi miliku" Lagi lagi Dia menggigit Sierra membuat tubuh sierra tersentak dan memanas
'Apakah pria ini seekor anjing, dia selalu menggigitku jika kami bertemu'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CIELCLYDE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pria br*ngsek, di culik.
Vinter tidak bisa menahan keinginan tubuhnya, ketika dia menciun aroma manis mawar musim panas yang keluar dari tubuh Sierra.
itu membangkitkan gairahnya, tubuhnya memanas ketika dia melihat bibirnya yang lembut dan manis seperti di olesi madu.
Denyut nadinya berlonjak mengalir melalui pembuluh daranya membuat Detak jantungnya berlarian.
Dia ingin segera melahapnya.
Sierra menatapnya dengan rona merah di pipinya, dia terlihat sangat cantik, bahkan dia sendiri tidak bisa mendefinisikan kecantikannya.
Matanya yang bersinar dengan sedikit air mata itu terlihat sangat menggoda, membuatnya semakin menginginkan wanita itu, dia ingin segera membuatnya menangis di dalam pelukannya.
Terlihat sedikit kemarahan dari pandangan matanya namun tubuhnya bereaksi lain, dia bereaksi dengan setiap sentuhan Vinter di kulitnya yang lembut dan halus.
Sekali lagi Vinter melahap bibir mungilnya, seperti predator yang sedang melahap mangsanya, dia tidak memberinya kesempatan untuk bernafas!.
Aroma lavender dan manis mawar yang bertabrakan, memabukkan membuat suasana lebih bergairah. Kali ini tubuh Sierra kembali tersentak, pikirannya sepenuhnya berada dalam kesadarannya ketika di benar-benar kehilangan seluruh nafasnya.
Dia menatap Vinter dengan marah
Apa yang dia lakukan sekarang?.
bahkan jika dia berada di bawah sadarnya seharusnya pria itu tidak melakukan ini padanya!.
Dia ingin memukulnya namun tubuhnya masih belum sepenuhnya berada dalam kesadarannya, walaupun pikirannya kini sudah sadar.
"Kau..!! "
"...... "
"Bren*sek... !! "
Sierra menggeram marah,
Vinter menyeringai di bawah tubuhnya, ketika Sierra mencoba bangkit berdiri dia merangkulnya dengan dua tangannya.
"Bajingan..., lepaskan aku" Dia merontah.
Namun kepalanya terasa sangat pusing, ini tidak baik, Alkohol adalah musuh terbesarnya.
Tangan kekar Vinter masih merangkul tubuhnya tidak membiarkannya bergerak sedikitpun dari atas tubuhnya smirk licik terlukis di bibirnya yang basah.
Sierra geram dan menggigit bahunya yang di lapisi oleh kemeja yang di balut jas hitam dengan kuat menembus kulitnya, itu membuat Vinter tersentak kesakitan dan melonggarkan pelukannya.
dia mengerang, itu membuat Sierra memiliki kesempatan untuk melarikan diri.
"S*alan, jangan sampai aku bertemu denganmu lagi! "
Dia meninggalkan Vinter seraya mengutuknya. Dan mengucapkan sumpah padanya.
Dia tidak ingin bertemu dengan sosok pria bajingan yang dengan tidak sopannya mencium seorang wanita yang mabuk, apalagi itu adalah orang yang tidak di kenalnya.
'Baji*gan itu benar benar gila"
Vinter merintih karena gigitan di bahunya dia bangkit dan bersandar di pintu melihat ke arah di mana punggung wanita itu kian menjauh.
Dia mengelap bibirnya yang basah dan dengan genit menjilatnya, itu terasa manis, semanis madu yang segar.
Dia menyeringai. Kebiasaan minum wanita itu tidak pernah berubah padahal dia lemah terhadap alkohol tetapi masih saja memberanikan diri untuk minum.
'Ahh aku kehilangan kelinci kecil ku lagi! , '
Dia mendesah ' kelinci kecil kita lihat saja, kali ini bagaimana kau bisa kabur dariku.. ' Dia mencium pita panjang yang dia rebut dari rambut Sierra sebelumnya, membuat tata rambutnya menjadi sedikit berantakan.
Beberapa saat kemudian dia kembali masuk dan bersandar dari balik pintu, Vinter mencengkram wajahnya dengan tangan kanannya, dia merona.
Sierra menanrakan dirinya ke punggung Xieros dan menyandarkan kepalanya, seraya memegangnya karena merasa begitu pusing.
"Kakak..? "
"...... "
"Kak kau mabuk..? "
"....."
"Kak sebaiknya kita kembali! "
"Ayo kita pulang! "
Xieros mengangguk dan menuntunnya, untuk segera kembali pulang, dia sangat cemas dengan keadaan Sierra, apalagi melihat kemampuan minum Sierra, dia terpaksa untuk minum karena para penggemarnya memintanya.
Tubuh Sierra sempoyongan, seandainya dia pulang dalam keadaan begini anak-anaknya mungkin akan sangat khawatir dan cemas padanya.
Ketika Sierra sampai dirumah,
Oscar dan Hilde kaget ketika mendapati dirinya yang tengah mabuk, apalagi Pakaiannya sedikit berantakan.
Rambutnya yang sebelumnya tertata rapi, dengan ikatan pita kini tergerai berantakan. Keduanya menatap tajam ke arah Xieros.
Xieros bergidik merinding.
"Ibu kau tidak apa?"
"..... "
"Ibu, minum?
" Ahh...?,
Hilde Oscar.., bayi kecil ibu yang manis, kalian sangat tampan" Sierra mendekati keduanya dan memeluknya kemudian jatuh tertidur. Oscar dan Hilde menepuk-nepuk pundaknya pelan-pelan. Kebiasan minumnya masih tidak berubah.
Pagi harinya
Ketika membuka matanya Sierra merasakan sakit di sekujur tubuhnya, itu adalah efek dari minumnya, setiap kali dia minum alkohol di pagi harinya tubuhnya akan terasa sakit, kepalanya berdenyut, dia masih bisa merasakan pusing sisa-sisa tadi malam, perutnya terasa berputar-putar dan mual dia segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan kotoran yang ada di dalam perutnya.
Di luar Oscar dan Hilde telah bersiap siap memakai seragam sekolah, mereka tersentak ketika mendengar keributan yang di buat oleh Sierra seperti biasanya, jika ibunya habis minum dia akan memuntahkan semuanya di pagi harinya. Dan berapa lama dia akan seperti itu?.
Mungkin itu sekitar 2 atau 3 jam lamanya. Mungkin dia akan selesai dengan cepat namun dia akan kembali berlari lagi kedalam kamar mandi dan muntah lagi, dan itu akan terjadi berkali kali.
Beberapa saat kemudian Sierra berteriak membuat Oscar dan Hilde menjadi kaget, bahkan Xieros yang baru bangun dari tidurnya terlonjak kaget, dia mengangkat sebelah kaki dan tangannya secara spontan.
***
Sierra berjalan menuju kantornya, wajahnya merona ketika dia mengingat kejadian semalam. Dia menggeram marah dan menghentakkan kakinya seraya mengutuk.
Tiba tiba sebuah mobil alphard hitam berhenti tepat di sampingnya, entah kenapa dia menghentikan langkahnya dan memperhatikan mobil itu?, Sierra memiringkan kepalanya bingung dan bertanya-tanya siapa mereka? .
Ketika dia hendak melanjutkan perjalanannya, sekelompok pria berpakaian serba hitam yang rapi dengan memakai kacamata hitam berlarian keluar dari dalam mobil, dia bingung ketika mereka semua mendekatinya.
Sekelompok pria itu menangkapnya, membopongnya masuk ke dalam mobil dengan paksa. Sierra merontah berusaha melepaskan diri, namun dia kalah jumlah dengan mereka.
Ketika di dalam mobil mereka menutup wajahnya dengan plastik hitam.
Sierra merontah mencoba melepaskan diri
"Hei lepaskan aku...? "
Namun beberapa kali dia mencoba untuk lepas, dia tidak bisa berbuat apapun. Tangannya di ikat, itu sangat erat.
Sierra merontah dan berteriak ketika seseorang membawa tubuhnya dan kemudian meletakannya di atas sesuatu yang lembut dan empuk, itu sebuah kursi?, sangat nyaman.
Dia berhenti bergerak ketika menyadari bahwa dirinya berada di dalam sebuah ruangan, ruangan itu dingin, sepertinya itu ber AC dengan temperatur sedang.
Dia terkesiap ketika Sebuah tangan yang halus dan lembut menyentuh tangannya, melepaskan ikatan simpul yang melingkar melilit di kedua tangannya.
Matanya masih tertutup, beberapa saat kemudian penutup kepalanya itu terbuka, perlahan-lahan dia membuka ke dua matanya dan melihat sekelilingnya, saat ini dia berada di sebuah ruangan.
"Kau sudah merasa tenang sekarang"
Dia terkejut ketika mendengar sebuah suara, itu berasal dari hadapannya, cahaya matahari dengan teriknya yang silau memancar mengenai matanya, dia melihat sosok yang duduk membelakangi matahari itu.
selalu nungguin up ny ya
#gkmutusopayam
#🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮