Masih dlam perbaikan, baik cerita dan lainnya. Tunggu sampai selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18
[Chapter 18.]
[Start.]
Shin dan yang lainnya telah tiba di Kastil batu.
“Pintunya tertutup oleh batu besar ini?.” Ucap Shin, lalu melihat kanan dan kiri, dan menemukan sebuah lubang di dinding.
“Itu ada lubang.” Ucap Shin, lalu mereka melihat lubang yang ditunjuk oleh Shin, mereka mengangguk dan pergi kesana.
“Aku akan berada di sini, kalian masuk saja.” Ucap Yam ko.
“Aku juga. Akan mencoba menghancurkan batu bulat ini.” Ucap Jack.
“Baiklah, jika semisal ada Monster yang keluar, kalian atasi.” Ucap Shin, mereka berdua mengangguk paham.
Shin dan yang lain masuk ke dalam lubang tersebut, lalu melihat bahwa mereka berada di tempat tinggi, lalu melihat ke bawah banyak Monster yang berjalan dibawah.
“Apa kita akan membasmi semua Monster ini?.” Ucap Lance menyiapkan kedua pedangnya.
“Ya, kita akan membasmi mereka.” Ucap Shin, mengeluarkan kilatan petir. ‘Aku belum memasang Rune, karena menunggu Rune yang cocok.’ Ucap Shin dalam hati.
“Baiklah.” Ucap Camilie memutar tombaknya, Tai Ho memegang tombak nya dengan dua tangan, Gremio mengeluarkan Kapaknya, Riou menggunakan Double Stick nya, Cleo mengeluarkan Api berwarna biru melingkari tempat dia berdiri, Ryu mengeluarkan dua pedangnya, Dart mengeluarkan pedang besarnya, Viktor pun juga mengeluarkan pedangnya.
“Mari kita mulai.” Ucap Shin, lalu mereka melompat dan Cleo mengawali serangan. Cleo melemparkan 2 Bola api yang berada di tangannya.
Boom Boom
Khakkk
Bola api yang dilempar membentuk sebuah dinding api, saat semua sudah sampai di tanah, mereka langsung berpencar.
Shin menggunakan kecepatan kilat dan melapisi tangannya dengan sebuah Petir dan Angin. Lalu Shin menebas Monster di depannya.
Lance menggunakan kedua pedangnya, dan melapisinya dengan Api. Karena, Lance memasang Rune yang sesuai dengannya, mengakibatkan Lance bisa mengontrol Api sesuka hatina.
Cleo menggabungkan Api dan Petir nya, setelah itu melepaskannya ke arah musuh yang di depannya.
Berbeda dengan Gremio, dia memposisikan dirinya membantu semua orang dengan menciptakan Water Shield. Serangan yang mengenai temannya akan terpukul kembali.
Viktor melesat ke depan dan mengayunkan pedangnya yang sudah terlapisi oleh Angin.
Jack dan Ryu menggunakan kedua Elemennya dan membentuk kekuatan baru yaitu kayu.
Dart berubah ke mode 1 Dragonnya dan menyerang dengan cepat, menebas musuh yang berada di depannya.
Tir menggunakan kekuatan Rune miliknya.
Boom Syattt Boom Crush.
Sringgg Tingg Boom.
Ledakan ada dimana-mana, saat Tir menggunakan skill dalam rune nya semua orang mengumpulkan Monster ke tempat satu titik. Saat sudah selesai mengumpulkan, mereka melompat.
Lalu terbang dengan bantuan Elemen Angin.
“Sekarang.” Teriak Shin, lalu Tir mengangguk dan menggunakan Skillnya.
“Dimension Hell.” Ucap Tir, lalu sebuah kubah gelap muncul menutupi semua Monster tersebut. Saat kubah hitam hilang, semua Monster juga hilang.
“Hah akhirnya selesai. Namun ini baru lantai pertama.” Ucap Shin menyeka keringat nya.
“Berapa lantai, menurutmu Shin?.” Ucap Gremio.
“3, ini tempat Monster kecil. Oleh karena itu Monster disini sangat banyak.” Ucap Shin.
“Bagaimana kau bisa mendapatkan info detailnya?.” Ucap Tai Ho, penasaran.
“Karena aku juga pernah kesini namun hanya sebatas melihat saja.” Ucap Shin berbohong ‘Jelaslah aku tahu karena aku memainkan Game ini.’ Ucap Shin dalam hati.
“Lalu kita harus bagaimana?.” Ucap Lance.
“Disana ada tangga kita naik. Ke lantai 2.” Ucap Shin.
“oh itu benar.” Ucap Tir.
Lalu mereka naik ke lantai 2, sampai di lantai 2 mereka dihadang oleh 12 Monster.
“Sepertinya mereka yang akan melawan kita.” Ucap Dart, lalu semuanya bersiap dan memasuki mode tempur.
“Mari kita mulai.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.